cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 1,798 Documents
Penyuluhan Manajemen Pemeliharaan Ternak Ruminansia Di Kelompok Ternak Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah Aminurrahman; Sulaiman Ngongu Depamede; Rr. Agustin; Dwi Kusuma Purnamasari; Rezki Amalyadi; Ine Karni; I Gede Nano Septian; Fahrullah; Muhammad Muhsinin; Vebera Maslami; Zaid Al Gifari; Azhary Noersidiq
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.11014

Abstract

Ruminant livestock management counselling has been provided to farmer groups in Sukadana Village to improve skills in beef cattle husbandry, housing, health, and reproduction. The success of animal husbandry depends on breeding, feeding, and rearing management, with non-genetic factors contributing greatly to reproductive efficiency. This service aims to evaluate the effectiveness of ruminant husbandry management counselling conducted at the Sukadana Village Livestock Group, Pujut District, Central Lombok Regency. Lack of knowledge of farmers in maintenance is a major challenge. Counselling and training play an important role in improving farmers' knowledge and supporting food security and sustainable agriculture (SDGs point 2). This community service activity was carried out through surveys, interviews, observations, material presentation, and discussions to increase livestock productivity in Sukadana Village. The results showed that the counselling provided succeeded in increasing the knowledge and skills of farmers in the aspect of maintenance management. Farmers who actively participated in the counselling showed significant improvements in more efficient and sustainable farming practices. In addition, the evaluation results also revealed that the extension helped overcome some of the problems faced by farmers, such as feed shortages and livestock diseases. In conclusion, extension services on ruminant livestock management in the Sukadana Village Livestock Group have had a positive impact on improving farmers' productivity and welfare. Recommendations for future extension services include increasing the frequency and variety of extension materials, as well as developing a more comprehensive training programme to address the specific needs of farmers in the area.
Pojok Cicip: Edukasi Makanan Probiotik dan Prebiotik Berbasis Pangan Lokal dan Internasional pada Siswa Kelas IXA MTS Negeri 02 Lombok Tengah Rosyunita; Nurmi Hasbi; Azizatul Adni; Lale Justin Amelinda Elizar
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.12866

Abstract

Eating disorder telah dijadikan sebagai salah satu jenis masalah kesehatan mental khususnya pada remaja. Kesehatan mental memiliki korelasi antara gut-microbial dan brain axis yang mempengaruhi suasana hati. Adapun makanan yang bertanggung jawab terhadap kesehatan usus dan mikroba di dalamnya adalah probiotik dan prebiotik. Untuk meningkatkan kesadaran pola konsumsi makanan sehat maka pengabdian ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi sekaligus mencicipi dan mengkreasikan makanan probiotik dan prebiotik pada remaja yang ada di MTS Negeri 02 Lombok Tengah. Metode yang dilakukan pada pengabdian ini berupa pemberian materi dengan ceramah, diskusi interaktif antara siswa dan pemateri, memperkenalkan jenis makanan probiotik dan prebiotik berbasis pangan lokal secara langsung, serta siswa mengkreasikan makanan tersebut sesuai dengan kreativitas mereka dan langkah terakhir adalah wawancara mengenai rasa dari makanan baik rasa original maupun hasil kreasi siswa. Pada pengabdian ini juga peserta diberikan kuisioner untuk mengetahui pengetahuan siswa tentang probiotik dan prebiotik. Pengabdian ini dihadiri oleh 29 siswa kelas IXA dengan peserta laki-laki 10.34% dan perempuan 89.66%. Hasil kuisioner menunjukan bahwa persentase siswa yang belum mengetahui definisi probiotik dan definisi prebiotik sebesar 72.41% dan 86.21%, namun siswa telah mengetahui contoh makanan probiotik dan prebiotik sebesar 68.96% dan 89.66%, serta manfaatnya bagi tubuh sebesar 72.41%. Rendahnya pengetahuan tentang definisi probiotik dan prebiotik namun, tinggi dalam pengetahuan tentang contoh dan manfaat dari probiotik dan prebiotik menunjukkan bahwa terjadi kesenjangan konseptual. Fenomena ini dapat diatasi dengan intervensi edukasi agar terbentuk konsep pemahaman formal pada pembelajaran.
Sosialisasi Cara Penggunaan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) Berbasis Model Inquiry Based Science Learning (IBSL) Sebagai Sumber Belajar Inovatif Guru IPA Kabupaten Lombok Barat Agus Ramdani; Jamaluddin; I Putu Artayasa; Kiki Rizki Mulia; Muhammad Yustiqvar
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.13062

Abstract

Media pembelajaran berbasis teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam perkembangan dunia pendidikan. Kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi perlu ditingkatkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menggunakan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) Berbasis Model IBSL (Inquiry Based Science Learning) sebagai sumber belajar inovatif Guru IPA Kabupaten Lombok Barat. Peserta diberikan pelatihan dan pendampingan secara intensif mulai dari pembuatan draft media hingga menjadi media AR yang siap digunakan dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu 1) Koordinasi dengan semua pihak terkait; 2) Pelatihan tentang pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi; 3) Pendampingan dalam pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi oleh guru; 4) Focus Group Discussion (FGD) pada beberapa masalah yang terjadi, solusi dan rencana tindak lanjutnya. Secara keseluruhan, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini berhasil mencapai tujuannya. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan guru-guru MGMP IPA Kabupaten Lombok Barat dalam mengunakan media pembelajaran berbasis teknologi, khususnya E-Modul Augmented Reality (AR) dengan model IBSL. Guru-guru tidak hanya memahami konsep teoretis tetapi juga telah mampu secara praktis membuat draft hingga menghasilkan media AR yang siap digunakan di kelas. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan dan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kompetensi guru untuk mengembangkan sumber belajar inovatif.
Edukasi Reproduksi Ternak Berbasis Sains: Penguatan Kapasitas Peternak Kambing dalam Perkawinan Silang Multibangsa di Desa Setanggor Maskur; Musanip; Lalu Muhammad Kasip; Tapaul Rozi; Muhammad Muhsinin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.13859

Abstract

This community service program aimed to strengthen the capacity of smallholder goat farmers in Desa Setanggor, Central Lombok, through science‑based education on animal reproduction and the implementation of multibreed crossbreeding techniques. Local goat productivity in the village remains low due to limited genetic potential, suboptimal feeding practices, and restricted access to reproductive technologies. The program was designed using a participatory, andragogical approach that combined lectures, discussions, demonstrations, hands‑on practice, and field mentoring. Core activities included training on basic reproductive physiology, principles of multibreed crossbreeding and selection of superior bucks, feeding management using local feed resources, herd health, simple performance and financial recording, as well as introductory training on branding and digital marketing. Farmer knowledge was assessed through pre‑ and post‑tests, while changes in farm practices were monitored qualitatively through observation and follow‑up visits. The results show clear improvements in farmers’ understanding of reproductive concepts and crossbreeding, followed by the initial adoption of more targeted mating plans, more regular feeding and basic health practices, and the use of simple herd and cash‑flow records. Farmers also began to utilize social media to promote their goats and expand market reach. Overall, the program demonstrates that science‑based reproductive education, when integrated with managerial and marketing support, can effectively enhance farmer capacity and support sustainable improvements in the productivity and competitiveness of local goats, in line with the Merdeka Belajar–Kampus Merdeka policy.
Pemanfaatan Tanaman Apotek Hidup Sebagai Bahan Baku Pembuatan Permen Jahe di SMAN 2 Gerung Yunita Sri Rizqi; Arkan Maulan; Ninsati Aura Jasanti; Lalu Arip Fathurrahman
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14296

Abstract

Apotek hidup di lingkungan sekolah memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi berbasis pemanfaatan sumber daya hayati lokal, namun pemanfaatannya masih cenderung terbatas pada kegiatan penanaman. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan tanaman apotek hidup, khususnya jahe (Zingiber officinale), sebagai bahan baku pembuatan permen herbal jahe di SMAN 2 Gerung serta mendokumentasikan prosesnya sebagai pembelajaran berbasis praktik. Program dilaksanakan pada bulan Desember 2025 melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi koordinasi dengan pihak sekolah dan identifikasi potensi apotek hidup. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui proses pembuatan permen jahe yang mencakup pengolahan sari jahe, pemasakan dengan gula, air, dan perasan lemon hingga terbentuk permen keras. Tahap evaluasi dilakukan menggunakan uji organoleptik yang melibatkan 25 Siswa untuk menilai rasa, aroma, warna, dan tekstur produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa permen jahe yang dihasilkan memiliki rasa manis dengan sensasi hangat khas jahe, aroma jahe yang kuat, warna cokelat keemasan, serta tekstur padat dan tidak lengket. Kegiatan ini memberikan nilai tambah terhadap pemanfaatan apotek hidup sekolah serta mendukung penguatan keterampilan hidup, pemahaman keamanan pangan sederhana, dan pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan.
Pemberdayaan UMKM Rengginang Kangkung di Kelurahan Panjisari Hasyim; Rohani; I Dewa Made Alit Karyawan; I Dewa Gede Jaya Negara; I Wayan Yasa; Humairo Saidah; Dewandha Mas Agastya; I Wayan Suteja; Fera Fitri Salsabila; IAO Suwati Sideman; Ratna Yuniarti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.14984

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi lokal. Salah satu bentuk inovasi UMKM di sektor pangan adalah pengembangan rengginang kangkung, yaitu camilan tradisional berbahan dasar beras ketan yang dipadukan dengan sayur kangkung. Artikel ini membahas secara komprehensif UMKM rengginang kangkung mulai dari latar belakang, proses produksi, analisis usaha, strategi pemasaran, hingga peluang dan tantangan pengembangannya. Artikel ini membahas secara komprehensif UMKM rengginang kangkung dengan mengkaji latar belakang pengembangan usaha, proses produksi yang masih bersifat tradisional, serta analisis usaha yang mencakup aspek biaya produksi dan potensi keuntungan. Selain itu, penelitian ini juga menguraikan strategi pemasaran yang dapat diterapkan oleh pelaku UMKM, baik melalui pemasaran konvensional maupun pemanfaatan media digital. Di samping peluang usaha yang cukup besar, pengembangan UMKM rengginang kangkung juga menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan modal, ketergantungan pada kondisi cuaca dalam proses pengeringan, serta persaingan dengan produk sejenis. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan usaha dan inovasi yang berkelanjutan agar UMKM rengginang kangkung dapat berkembang secara optimal dan berkontribusi terhadap perekonomian Masyarakat
Peningkatan Kesadaran Pengelolaan Sampah Pesisir melalui Aksi Bersih Pantai di Pantai Labuan Petung, Desa Sekotong Barat, Kabupaten Lombok Barat Muhammad Marzuki; Bagus Dwi Hari Setyono; Dwi Aprilianingsih; Weni Rahmawati; Winggi Anggita; Sima Lafina Ziqri; Gina Maulina; Sahrul Alim; Awan Dermawan; Rizky Regina Kawirian
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.15013

Abstract

This community service article describes the implementation of a beach clean-up program and examines its contribution to strengthening awareness of coastal waste management at Labuan Petung Beach, Sekotong Barat Village, West Lombok Regency. The activity was conducted on 21 September 2025 using a participatory approach consisting of a preliminary site survey, identification of priority cleaning areas, implementation of the clean-up action, observation of dominant waste types, and a brief collective reflection with participants. The results showed that the collected waste was dominated by single-use plastics, particularly plastic bags, beverage bottles, and styrofoam that had accumulated in the intertidal zone. The active involvement of students, community leaders, and local residents indicates that the activity functioned not only as an environmental clean-up intervention but also as an educational medium for strengthening community concern for coastal waste management. Therefore, beach clean-up activities can be positioned as an important entry point for fostering participation and supporting more sustainable coastal environmental management.
Pendampingan Manajemen Ide Festival di Sungai Larangan, Desa Wisata Hijau Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Ni Putu Inten Nindya Paramitha; Akhmad Saufi; R. Dimas Bani Adhiman; Ni Nyoman Yunita Aswina Putri; Lani Presia Rabbani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15045

Abstract

The Bilebante Green Tourism Village is one of the tourism villages located in Pringgarata Sub-district, Central Lombok. The Bilebante Green Tourism Village possesses immense natural potential and resources. One of its main attractions or tourism assets is the Larangan River. The Larangan River is an authentic cultural heritage site for the Bilebante Green Tourism Village. However, this potential has not yet been managed optimally due to limited resources and capacity; therefore, there is a need for mentoring or community service aimed at providing a deeper understanding to the community and managers regarding management practices, particularly regarding suitable festival ideas to bring prosperity to the community. The methods used in this mentoring activity include awareness-raising or socialisation sessions, participatory discussions, activity simulations, and mentoring to manage festivals or events on the Larangan River. The outcome of this mentoring activity is that the community is able to draw up a calendar of events/festivals for the tourism village. The community and managers are able to draw up an annual festival calendar that takes various aspects into account, such as the tourist season and environmental conditions. They are also able to draw up and implement Standard Operating Procedures (SOPs). Participants are trained to draw up festival SOPs as operational guidelines for activities
Sosialisasi Terkait Dampak Negatif Pernikahan Dini Bagi Pelajar Remaja Di SMPN 1 Jonggat, Lombok Tengah Rohani Rohani; I Dewa Made Alit Karyawan; Hasyim; I Wayan Suteja; I Dewa Jayanegara; Ratna Yuniarti; Desi Widianty; Salehudin; Humairo Saidah; I Wayan Yasa; Made Mahendra; Dewandha Mas Agastya
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15065

Abstract

Pernikahan dini di Indonesia merupakan fenomena yang sudah sering terdengar dan masih menjadi persoalan sosial yang kompleks dengan tingkat kejadian yang cukup tinggi. Praktik ini terjadi di berbagai daerah di dunia dengan beragam latar belakang, terutama di wilayah yang memiliki nilai budaya yang kuat, seperti Lombok Tengah. Pernikahan usia dini memiliki berbagai risiko, antara lain akibat pernikahan yang dipaksakan, aktivitas seksual pada usia yang belum matang, kehamilan di usia muda, serta potensi terjadinya infeksi penyakit menular seksual. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan adanya penyuluhan mengenai dampak negatif pernikahan dini bagi pelajar remaja di SMP Negeri 1 Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Sebagai institusi pendidikan, sekolah memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada siswa tentang risiko dan konsekuensi dari pernikahan usia dini. Materi mengenai dampak negatif pernikahan dini disampaikan secara langsung kepada para pelajar di SMPN 1 Jonggat. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para pelajar memiliki pengetahuan yang memadai serta mampu mengambil keputusan yang bijak terkait masa depan mereka, sekaligus dapat membagikan informasi yang diperoleh kepada teman sebaya di lingkungan sekitar
Manajemen Bisnis pada Home Industri Makanan Olahan KUB Mule Usahe di Bukittinggi Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat Muhamad Ilhamudin; Weni Retnowati; Rusminah Hs; Sarifudin Serif; Mukmin Suryatni
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15072

Abstract

Pengabdian ini ditujukan bagi pelaku usaha home industry makanan olahan KUB Mule Usahe di Bukittinggi Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat, agar mereka dapat mengembangkan kemampuannya dalam hal mengelola kegiatan usahanya sesuai prinsip prinsip manajemen bisnis. Penyampaian materi dalam kegiatan ini dengan memberikan materi dalam bentuk penyuluhan pentingnya manajemen bisnis, dan menjelaskan aspek bisnis seperti pemasaran, keuangan, produksi, dan aspek organisasi. Selain itu, penyampaian materi juga dilengkapi dengan diskusi. Kegiatan dilakukan pada bulan Maret 2026 dengan metode penyuluhan, tanya jawab, dan diskusi. Jumlah peserta kegiatan adalah 20 orang yang terdiri dari pelaku usaha makanan olahan yang tegabung dalam KUB Mule Usahe. Proses kegiatan berlangsung lancar dan kondusif, materi penyuluhan relevan dengan masalah dan kebutuhan saat ini. Banyak muncul pertanyaan ataupun persoalan yang diajukan peserta, yang kadang-kadang dijawab oleh peserta lainnya, sehingga proses kegiatan ini menjadi sangat partisipatif. Kegiatan seperti ini perlu dilanjutkan di masa datang untuk membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengelola usahanya