cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
pppmsyedza@gmail.com
Phone
+6282384992512
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes SYEDZA Saintika Padang Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
jurnal abdimas saintika
ISSN : 2746797X     EISSN : 27154424     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Abdimas Saintika adalah jurnal scientific yang ditulis dalam bahasa Indonesia diterbitkan setiap Januari dan Agustus, proses submission manuscript dibuka setiap tahun. Submission manuscript dilakukan dengan metode Double Blind Peer Review dan Editorial Review sebelum diterima dan di publikasi. Jurnal Abdimas Saintika hanya menerima manuscript dalam bidang: Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, KB, Kebidanan Komunitas dan Reproduksi) Keperawatan (Keperawatan Anak, Medical Bedah, Jiwa, Gerontik, Komunitas, Gawatdarurat, Maternitas dan Manajemen) Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi Penyakit Menular dan Tidak Menular, Kesehatan Reproduksi, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Kebijakan Publik) Biomedik (Farmako Kinetik dan Farmako Dinamik) Teknologi Laboratorium Medik Managemen Informasi Kesehatan
Articles 369 Documents
Pembentukan Program dan Kader UKS tentang Pertolongan Pertama / First Aid pada Siswa Sekolah Dasar milya novera; Anggra Trisna Ajani; Putri Minas Sari; Reska Handayani; Ramaita Ramaita; Honesty Diana Morika; Rika Novariza
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2567

Abstract

Pendidikan dasar adalah saat di mana anak-anak sangat aktif berinteraksi dengan teman teman  mereka.  Interaksi  dalam  bermain  kadang kadang  membawa  risiko  cedera  bagi anak-anak sekolah dasar. Angka kejadian cedera di sekolah secara nasional adalah 5,4%. Tingkat prevalensi tertinggi cedera terjadi pada anak sekolah, yakni sebesar 13% dan pada rentang usia 5-14 tahun. Pertolongan pertama merupakan keterampilan penting yang dapat menyelamatkan nyawa dalam situasi darurat. Program ini akan melibatkan pelatihan kader UKS yang akan bertanggung jawab dalam memberikan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama kepada siswa. Pelaksanaan pengabdian masyakarat ini bertujuan untuk membentuk Program dan Kader UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) yang fokus pada pelatihan pertolongan pertama (First Aid) kepada siswa Sekolah Dasar 07 Toboh Palabah Pariaman. Metode dalam pelaksanaan ini yaitu pendekatan; sosialisasi, pelatihan praktek dan pendampingan, serta penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pertolongan pertama di lingkungan sekolah. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di SDN 07 Toboh Palabah Kota Pariaman. Jumlah guru dan siswa yang mengikuti implementasi first aid dengan metode simulasi sebanyak 50 orang. Setelah dilakukan dintervensi mengevaluasi perubahan yang terjadi pada mitra terkait pengetahuan tentang implementasi first aid yang dimonitoring selama 3 bulan. Program ini memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada siswa dalam menangani keadaan darurat medis, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah dan sekitarnya
SOSIALISASI PENDAMPINGAN KADER “RELASI” REGULASI EMOSI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT PRILAKU MALADAPTIVE PADA REMAJA YANG TINGGAL DIPANTI ASUHAN AL-HURUL AIN BUNGOPASANG KOTO TANGAH Febristi, Anisa; Amran, Rika
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2141

Abstract

Perkembangan remaja, kegagalan menyelesaikan sebuah tugas perkembangan, terkait perilaku sosial yangbertanggung jawab, dapat membuat remaja rentan melakukan perilaku agresif atau melakukan kekerasanyang lazim disebut sebagai prilaku yang maladaptive. Jika emosi negatif yang dirasakan dapat dirubahmenjadi emosi yang positif agar tidak disalurkan kepada perilaku yang agresif seperti perilaku Maladaptive.Kemampuan mengendalikan diri dan mampu mengontrol emosi adalah bentuk ciri individu yang memilikikematangan emosi. Proses belajar menuju kematangan emosi melalui proses interaksi dengan lingkungan,pada kenyataannya ada juga remaja yang tidak mampu untuk mencapai kematangan emosi tersebut.Tujuanlain dari program ini adalah untuk mengubah emosi negatif menjadi emosi positif adalah kemampuanindividu untuk menilai dan bertanggung jawab terhadap emosi-emosi yang dirasakannya, sehingga individutersebut dapat membuat keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari setengah (68,8%)anak remaja yang tinggal di Dipanti Asuhan Al-Hurul Ain Bungopasang Koto Tangah tergolong memilikiprilaku yang maladaptive dengan menggunakan skala Maladaptive Behavior Index-Vineland AdaptiveBehavior Scale.Beberapa contoh prilaku maladaptive yang dapat diutarakan oleh remaja adalah Terlalubergantung pada orang lain, Lebih suka menyendiri, Suka marah2, Tidak suka melihat keramaian, Tidaksuka makan rame2, Memiliki kesulitan makan, Suka sedih, Tidak bersemangat, Implusif (bertindak tampaberfikir), Suka mengejek, Berbohong , Keras kepala, Egois, Menyontek, Tidak sopan, Suka bolos. Makadiberikan sosialisasi tentang”RELASI” Regulasi Emosi kepada remaja yang beresiko memiliki prilakuyang maladaptive.Setelah diperikan edukasi tentang regulasi emosi Baru nanti dipilih satu sampai 2 orangutuk dijadikan kader ‘RELASI”di Dipanti Asuhan Al-Hurul Ain Bungopasang Koto Tangah. Disarankanpada responden dan Kader melakukan dan menilai yang (skrining) prilaku adik jika sudah mengarah kemaladaptive akan cepat malekukan intervensi yang sudah diajarkan sehingga mampu mencegak prilakumaladaptive yang lebih berbahaya bagi masa depanyaKata Kunci: Remaja, Maladaptive Behavior Index-Vineland Adaptive Behavior Scale,Panti Asuhan Al-Hurul Ain Bungopasang Koto Tangah.
Upaya Promotif Dan Preventif Melalui Gebyar Tablet Tambah Darah, Edukasi Kespro Dan Phbs Sebagai Langkah Awal Pencegahan Stunting Pada Remaja Di Pondok Pesantren Darul Ulum Kota Padang Devita, Hendri; Pasalina, Putri Engla; Sari, Nirmala; Amran, Vitri Yuli Afni; Sari, Novi Maya; Hidayat, Hilda; Khairil, Jem
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2099

Abstract

Anemia saat ini masih  merupakan salah satu dari  masalah  gizi  yang ada di Indonesia .  Berdasarkan hasil Riskesdas  (2018)  proporsi anemia  ibu hamil sebesar  46,9%  dan anemia  remaja sebesar  48,9%. Anemia pada remaja berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja dan membuat remaja sering mengantuk pada saat belajar disekolah. Kesehatan seorang remaja  sangat  menentukan  keberhasilan dari  pembangunan kesehatan, terutama  dalam  upaya mencetak kualitas generasi penerus bangsa  dimasa  depan.mengingat mereka adalah para calon ibu yang akan hamil dan  melahirkan seorang bayi, maka  pengetahuan remaja  tentang konsumsi  tablet tambah  darah atau Fe ditekankan  lagi, jika pengetahuan remaja  sudah  baik maka hal ini akan  meminimalisir risiko  kematian ibu  melahirkan, premature  dan BBLR, juga mencegah stunting pada anak yang dilahirkan. Remaja sebaiknya  mengkonsumsi Fe karena tiap bulannya mengalami  menstruasi.  Fe  berguna  untuk mengganti zat besi yang  hilang dan memenuhi  kebutuhan zat  besi  yang belum  tercukupi dari  makanan. Gebyar tablet tambah darah, Edukasi  Kespro, PHBS kegiatan yang penting  dilakukan di Ponpes Darul Ulum Kota Padang,  disebabkan munculnya masalah Anemia dan masalah Kespro serta  PHBS.  Ponpes merupakan suatu tempat pendidikan dan pengajaran yang menekankan pada pelajaran agama Islam dan didukung dengan asrama sebagai tempat tinggal santri. Darul ‘Ulum merupakan salah satu pondok pesantren yang ada di Kota Padang, dengan jumlah santriwati sebanyak 120 orang.  Pondok pesantren Darul ‘Ulum terletak di Kelurahan Aie Pacah Kecamatan Koto Tangah. Dari segi wilayah cukup bagus dengan udara yang belum terkontaminsai oleh banyak polusi,  dari segi bangunan dan tata ruang masih kurang teratur karena masih dalam proses pembangunan.
EFEKTIFITAS PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA POSTER DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG STUNTING Arikhman, Nova; Budiman, Hary; Rahmaddian, Tosi; Putri, Ressa Kurnia; Kafrawi, Dini El Khaira; Tunnisa, Fadhila; Gusmiarti, Gusmiarti; Yuliarti, Cindy
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2557

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah global yang perlu diperhatikan karena dampaknya padamasa depan anak bangsa. Negara Indonesia menjadi salah satu dari beberapa negaraberkembang dengan tingkat stunting yang masih tinggi. Data yang diambil oleh RisetKesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 memaparkan bahwa ada 8,7 juta bayi (atau 30,7%) diusia bawah lima tahun mengalami stunting. Angka stunting saat ini masih belum memenuhitarget yang dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu belum mencapai 20%. Salah satuhambatan dalam mencapai target penurunan angka stunting adalah kurangnya strategikomprehensif yang dapat diterapkan dalam melaksanakan program intervensi sebagaipendukung dan pencegah terjadinya stunting. Ini termasuk memulai perbaikan status gizi danmeningkatkan kesehatan ibu dan anak balita dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000HPK). Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk menentukan program intervensi alternatifdan efektivitas suatu strategi supaya dapat memperpercepat penurunan angka stunting pada anakbalita. Metode ini menggunakan teknik ceramah menyeluruh, Analisis Hierarki Prosedur(AHP), dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa programintervensi sasaran utama adalah meningkatkan status gizi anak balita atau bawah dua tahun(baduta) melalui perbaikan pola asuh.Kata Kunci : Stunting, penyuluhan, bayi
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA BOOKLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI PADA PASIEN DI PUSKESMAS DADOK TUNGGUL HITAM Komala Sari, Indah; Sakti Anggraini, Siska; Sartiwi, Weni; Kurnia, Rahma; Diana Morika, Honesty; Rasyada, Ambrina; Amri, Novita; Amir, Ade Nurhasanah
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 2 (2024): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i2.2917

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu factor penting sebagai pemicu penyakit tidak menular (NonCommunicable Disease=NCD) seperti penyakit jantung, stroke. Pengetahuan tentang hipertensi tidakmaksimal maka akan berdampak pada ketidaktahuan pasien hipertensi tentang pertolongan pertamapada hipertensi. Media booklet merupakan suatu media yang digunakan untuk menyampaikan pesankesehatan yang berbentuk buku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruhpendidikan kesehatan dengan media booklet terhadap tingkat pengetahuan hipertensi pada pasien diPuskesmas Dadok Tunggul Hitam Padang Tahun 2024.Jenis penelitian ini Pre eksperimen diartikansebagai pendekatan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre dan post test one group design.Penelitian ini telah dilakukan di Puskesmas Dadok Tunggul Hitam Padang. Populasi dalam penelitianini adalah penderita Hipertensi berjumlah 309 sedangkan sampel berjumlah 18 responden, pemilihansampel dengan metode purposive sampling. Analisis hasil penelitian dilakukan secara univariat danbivariat dengan mengunakan uji t-test dependent.Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata tingkatpengetahuan pasien sebelum diberikan pendidikan kesehatan yaitu 5.22 dan tingkat pengetahuansesudah diberikan pendidikan kesehatan yaitu 10.50. Terdapat Pengaruh Pendidikan KesehatanDengan Media Booklet Terhadap Tingkat Pengetahuan Hipertensi Pada Pasien dengan p-value 0,000(p<0.05).Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikankesehatan dengan media booklet terhadap tingkat pengetahuan hipertensi pada pasien. Saran, melaluipimpinan Puskesmas, diharapkan kepada petugas kesehatan khususnya pemegang program PTM agardapat memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien dengan media booklet agar pasien tertarikuntuk membaca, booklet juga bersifat edukatif, mudah dibawa, memiliki informasi yang lengkap danterpericiKata Kunci: Hipertensi, Pengetahuan, Booklet.
PELATIHAN DETEKSI DINI STROKE PADA KADER LANSIA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STROKE DI DESA PAUH BARAT KOTA PARIAMAN Asmaria, Mike; Hidayati, Hidayati; Sari, Dwi Happy Anggia; Yessi, Hilma; Marni, Linda; Yuderna, Vivi; Armaita, Armaita
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2154

Abstract

Data di Desa Pauh Barat menunjukkan sudah adanya posyandu Lansia tetapi belum maksimal dalam mengatasi permasalahan pencegahan stroke. Faktor eksternal yang menyebabkan kejadian stroke di Desa Pauh Barat selama ini belum terkontrolnya pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat. Kader lansia juga belum ada yang bisa melakukan pengkajian dini stroke secara langsung, kader mengatakan belum memiliki panduan yang baku dalam melakukan deteksi stroke.  Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu upaya penanggulangan stroke dengan memberdayakan para kader lansia Desa Pauh Barat. Metode pelaksanaan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan memberikan pelatihan deteksi dini stroke serta memberikan panduan deteksi dini stroke serta leaf let. Peserta pelatihan sebanyak 12 orang yang terdiri dari 10 orang kader lansia dan 2 orang tokoh masyarakat desa Pauh Barat. Hasil pre test menunjukkan bahwa dari 60% kader yang berpengetahuan kurang baik, setelah dilaksanakan pelatihan terjadi peningkatan menjadi baik 100%. Dari pelatihan yang sudah diberikan terjadi peningkatan pengetahuan para kader lansia tentang deteksi dini stroke  dan kegiatan pengabdian ini berkesinambungan secara berkala dengan pendampingan tim pengabdian masyarakat dan bidan desa Pauh Barat .
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI BAGI REMAJA : MENUJU GENERASI SEHAT DAN AKTIF Suharni, Suharni; Rosmaini, Rosmaini
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2609

Abstract

Adolescence is the age stage where a person begins to act independently without depending on their parents starting at the age of 12 years and above. As the most extensive phase, teenagers experience various simple and complex problems, such as the health of their reproductive organs. The Community Service activities that the researchers participated in were carried out at the Nurul Falah Islamic Boarding School with a focus on providing counseling to 25 teenagers who were active as Islamic boarding school students and female students there. Extension activities will be carried out on Saturday, November 25 2023 from 09.00 am until finished. As a result, this activity went well where the author found two weaknesses, namely the difficulty in carrying out PKM activities and the students being shy.Keyword: Adolescence, Community Service, Nurul Falah, Counseling, Reproductive Health
IMPLEMENTASI SENAM AEROBIC LOW IMPACT PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS LUBUK BUAYA Sandra, Rhona; Diana Morika, Honesty; Herlina, Andika; Nofia, Vino Rika; Sakti Anggraini, Siska; Marlinda, Roza
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2146

Abstract

Penyakit diabetes melitus merupakan masalah kesehatan yang kasusnya semakin meningkat. Pengelolaanyang efektif memerlukan pendekatan yang komprehensif. Salah satu komponen penting dalam pengelolaandiabetes adalah olahraga teratur. Senam aerobik low impact menjadi pilihan yang aman dan bermanfaatbagi pasien diabetes. Program kegiatan pengabdian mayarakat di Puskesmas Lubuk Buaya ini mencakupimplementasi senam aerobik low impact untuk pasien diabetes, edukasi tentang penyesuaian individu,jadwal rutin, dan pemantauan yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan sensitivitasinsulin, meningkatkan kesehatan jantung, mengurangi stres, dan meningkatkan energi pasien. Program inimelibatkan kolaborasi antara tim medis dan pasien untuk mencapai tujuan. Dengan implementasi programsenam aerobik low impact ini, harapannya adalah pasien diabetes di Puskesmas Lubuk Buaya akanmengalami peningkatan dalam kontrol gula darah, kesejahteraan fisik, dan penurunan risiko komplikasidiabetes. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasien tentang pentingnyagaya hidup sehat dan aktivitas fisik dalam pengelolaan diabetes. Hasil dari program ini diharapkan dapatmemberikan kontribusi positif dalam upaya mengatasi peningkatan kadar gula darah pasien diabetesmellitus serta menjadi contoh inspiratif bagi upaya serupa di puskesmas dan komunitas lainnya.Kata kunci : Diabetes mellitus, Senam aerobik low impact, Pengelolaan diabetes
Komik Anti Stunting Sebagai Upaya Promotif dan Preventif Dini Pada Remaja Putri Terhadap Stunting Di Pesantren Darul Ulum Padang Pasalina, Putri Engla; Devita, Hendri; Sari, Nirmala; Amran, Vitri Yuli Afni; Sukmayenti, Sukmayenti
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2098

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia  masih tinggi,  sebesar 24,4 % pada tahun 2021. Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi dengan prevalensi stunting yang tinggi, sebesar 33,2% dan Sumatera Barat berada pada status gizi kronis. Begitu juga di Kota Padang, angka stunting tahun 2021 masih jauh di atas target nasional (18,9%). Pengetahuan remaja putri yang rendah tentang pencegahan stunting sebelum masa kehamilan merupakan salah satu faktor penyebab tingginya kejadian stunting. Pesantren Darul Ulum merupakan pesantren yang minim akan akses informasi kesehatan. Komik adalah salah satu media edukasi yang tepat bagi santriwati pesantren karena komik merupakan suatu bentuk media komunikasi visual yang disenangi remaja dan dapat menjadi media pengganti untuk mengatasi keterbatasan akses internet dan media elektronik di pesantren. Metode pelaksanaan  kegiatan yaitu dengan edukasi santriwati melalui Komik Anti Stunting dan evaluasi dilakukan melalui kuesioner pretest dan postest. Setelah dilakukan edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan remaja putri yang berkategori baik, dari 21,2% menjadi 74,6 %. Komik Anti Stunting merupakan salah satu media edukasi stunting yang efektif bagi remaja putri di pesantren. Sebaiknya, komik dijadikan sebagai salah satu media edukasi stunting pada remaja di pesantren
EDUKASI PENCEGAHAN NOMOPHOBIA PADA REMAJA Rahayuningrum, Dwi Christina; Patricia, Helena; Apriyeni, Emira
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2427

Abstract

ABSTRAK Informasi dan teknologi komunikasi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup. Smartphone memfasilitasi individu dalam proses melakukan komunikasi dan memberikan tingkat mobilitas yang memungkinkan pengguna smartphone dapat dihubungi setiap saat. Tujuan dari kegiatan ini meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan nomophobia. Kegiatan ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Padang. Kegiatan ini diawali dengan memberikan pertanyaan seputar pengetahuan remaja mengenai nomophobia. Dilanjutkan dengan memberikan materi menggunakan power point dan memberikan leaflet. Semua remaja antusias dalam mengikuti kegiatan ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan. Kegiatan ini efektif dilakukan dalam peningkatan pengetahuan remaja dimana terlihat adanya peningkatan remaja sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan yang terlihat dari kuesioner pre dan post test yaitu sebesar 9,84 point.Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memberikan pemahaman kepada remaja mengenai nomophobia.Kata Kunci : smartphone, nomophobia, informasi, teknologi  ABSTRACT Information and communication technology have become an inseparable part of life. Smartphones facilitate individuals in the process of communicating and provide a level of mobility that allows smartphone users to be contacted at any time. The aim of this activity is to increase teenagers' knowledge about preventing nomophobia. This activity was carried out at Padang 7 State Junior High School. This activity begins by asking questions about teenagers' knowledge about nomophobia. Followed by providing material using power point and giving leaflets. All teenagers were enthusiastic about taking part in this activity as seen from the many questions they asked. This activity was effectively carried out in increasing teenagers' knowledge where it was seen that there was an increase in teenagers before and after receiving counseling as seen from the pre and post test questionnaires, namely 9.84 points. This activity is the first step to provide understanding to teenagers aboutKeywords: smartphone, nomophobia, information, technology