Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Pembelajaran Al-Qur’an dengan Metode Tilawati di UIN Palangka Raya Abdullah Abdullah; Saudah Saudah; Neela Afifah; Wahyu Andhika Chandra; Iyan Fatmawi Saban
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran Al-Qur’an menggunakan Metode Tilawati di UIN Palangka Raya, dengan fokus pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Ibu Neela Afifah (Dosen dan Ketua Panitia Pelaksana program Baca Tulis Al-Qur’an) serta observasi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program mencakup tujuan yang selaras dengan identitas kampus Islam, target pencapaian enam level kompetensi yang merefleksikan enam jilid Tilawati, serta pendanaan dari DIPA UIN Palangka Raya. Pelaksanaan kegiatan berlangsung rutin pada hari Senin hingga Kamis pukul 18.00–19.00 dengan durasi bervariasi per level, melibatkan panitia, tim yang memiliki syahadah sebagai instruktur metode tilawati, dan kerja sama dengan Pesantren Nurul Falah Surabaya. Proses pembelajaran terdiri dari kegiatan awal (doa), inti (peraga buku klasikal dan baca simak individual), serta penutup (membaca bersama dan doa). Evaluasi dilakukan melalui tes lisan berjenjang dengan sistem mengulang level jika tidak lulus (prinsip mastery learning). Simpulan, implementasi Metode Tilawati di UIN Palangka Raya telah berjalan sistematis dan selaras dengan temuan penelitian sebelumnya.
Elemen Akidah dalam Kurikulum Merdeka: Karakteristik, Implementasi, dan Tantangannya dalam Pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Abdullah Abdullah; Qhisthi Rahmadhini; Nurizatulail Nurizatulail; Anggi Anggraini; Anggini Anggini
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7696

Abstract

Kurikulum Merdeka membawa pembaruan mendasar dalam tata kelola pembelajaran agama Islam di madrasah, termasuk pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Elemen akidah, yang selama ini sering direduksi menjadi materi hafalan semata, kini dituntut untuk hadir sebagai landasan nilai-nilai yang hidup dan terinternalisasi dalam diri peserta didik. Artikel ini bertujuan menganalisis elemen karakteristik akidah dalam Kurikulum Merdeka, menelaah pola implementasinya dalam pembelajaran Akidah Akhlak, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi strategi dalam penguatan karakter religius peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode kepustakaan (penelitian perpustakaan), melalui teknik dokumentasi dan analisis isi (content analysis) model Krippendorff terhadap jurnal ilmiah, dokumen kurikulum, dan literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa elemen akidah dalam Kurikulum Merdeka memiliki empat ciri utama: berorientasi pada peserta didik, terintegrasi dengan pembentukan karakter, fleksibel dalam pendekatan pedagogi, serta mendukung moderasi beragama. Implementasinya menuntut penggunaan model pembelajaran aktif, pemanfaatan teknologi secara kontekstual, dan asesmen yang bersifat holistik mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Capaian Pembelajaran pada Fase D (kelas VII–IX MTs) dirancang secara berjenjang untuk menghadirkan peserta didik dari tahap pemahaman menuju penghayatan dan pengamalan nilai akidah. Kendati demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya kompleksitas asesmen afektif, keterbatasan infrastruktur teknologi, kesiapan pedagogis guru, dan kesenjangan pemahaman antara akidah sebagai konten dan akidah sebagai orientasi nilai. Artikel ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penguatan karakter religius melalui unsur akidah sangat bergantung pada kesiapan guru, dukungan institusi, serta komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan madrasah.
Inovasi Penyusunan RPP Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Akidah Akhlak dengan Pendekatan Deep Learning di MTs/MA Abdullah Abdullah; Saudah Saudah; Hamidah Hamidah; Mikha Rahmadani; Dhiyaa Rihadatul Aisya; Nayla Salsabila
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7825

Abstract

Pembelajaran Akidah Akhlak di MTs/MA masih menghadapi kendala berupa orientasi administratif, dominasi hafalan, dan rendahnya internalisasi nilai karakter sehingga belum mampu membentuk peserta didik yang humanis, reflektif, dan empatik. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) hadir sebagai paradigma baru dengan menekankan nilai kasih sayang, keteladanan, dan relasi humanis melalui Panca Cinta: cinta kepada Allah dan Rasul, cinta ilmu, cinta diri dan sesama, cinta lingkungan, serta cinta tanah air. Pendekatan Deep Learning melengkapi KBC dengan mendorong keterlibatan aktif, berpikir kritis, refleksi, kolaborasi, dan penguatan karakter secara holistik. Penelitian ini bertujuan merumuskan model konseptual sekaligus panduan implementatif penyusunan RPP Akidah Akhlak berbasis KBC dengan pendekatan Deep Learning. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis isi terhadap 24 sumber akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi KBC dan Deep Learning menghasilkan RPP dengan tujuan berbasis HOTS, strategi kolaboratif dan reflektif, penilaian autentik, serta delapan tahapan sistematis penyusunan. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi tahapan RPP KBC-Deep Learning dan contoh implementasi nilai cinta dalam setiap komponen pembelajaran, sehingga berkontribusi pada penguatan pedagogi humanis dan transformasi pembelajaran Akidah Akhlak di madrasah.
Analisis Materi Adab Dalam Pembelajaran Akidah Akhlak Pada Fase D, E, dan F Abdullah Abdullah; Fitrizal Fitrizal; May Syarah; Siti Nazwa; Azmi Abdul Aziz
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis materi adab dalam pembelajaran Akidah Akhlak pada Fase D, E, dan F dalam Kurikulum Merdeka. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya elemen adab sebagai fondasi pembentukan karakter Islami yang mengintegrasikan aspek akidah dan akhlak secara utuh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), melalui analisis dokumen kurikulum, capaian pembelajaran, buku ajar, serta literatur ilmiah yang relevan. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis isi dan komparatif untuk melihat kesinambungan dan perkembangan materi adab pada setiap fase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi adab disusun secara sistematis, bertahap, dan berkelanjutan sesuai dengan perkembangan kognitif, sosial, dan spiritual peserta didik. Pada Fase D, materi adab berfokus pada pembiasaan dan praktik langsung dalam ibadah, seperti adab shalat, zikir, berdoa, dan membaca Al-Qur’an. Pada Fase E, pembelajaran menekankan pemahaman dalil serta penghayatan hikmah, khususnya dalam berbakti kepada orang tua dan menghormati guru. Sementara itu, pada Fase F, materi adab diarahkan pada refleksi kritis serta penerapan nilai-nilai adab dalam konteks sosial yang lebih luas. Secara keseluruhan, elemen adab berperan sebagai jembatan antara akidah dan akhlak serta memiliki fungsi strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang religius, berakhlak mulia, dan berkelanjutan
KONTRIBUSI MATERI AKHLAK TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH Abdullah Abdullah; Ahmad Noor Bayu Ramadani; Ririn Cahyani; Nisa Mutmainnah; Muhammad Rifqi Shahada Pratama
EMBRIO PENDIDIKAN: JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 11 No. 1 (2026): Embrio Pendidikan: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Jurnal FKIP Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/embrio.v11i1.1812

Abstract

Character education is an urgent need in the midst of the moral crisis affecting the younger generation. Akidah Akhlak learning has a strategic position because it directly shapes students' faith and morals. This study aims to analyze the strengthening of character education through moral elements in Akidah Akhlak learning. The research uses a qualitative approach with a library research method. Data sources were obtained from searches in Google Scholar, DOAJ, and Portal Garuda databases (2015-2026) with relevant keywords. The results show that moral elements in Akidah Akhlak learning include four dimensions: (1) morals toward Allah (faith, piety, gratitude, trust); (2) morals toward oneself (maintaining health, controlling desires, avoiding heart diseases); (3) morals toward others (honesty, tolerance, helping, respect); (4) morals toward the environment (maintaining cleanliness, preserving nature). Character strengthening through these four dimensions is carried out through teacher role modeling, habituation of good behavior, value reflection, and integration in learning. The novelty of this article lies in the systematic mapping of the four moral elements and their relationship with the three pillars of character education (moral knowing, moral feeling, moral action). Practical implications suggest that Akidah Akhlak teachers need to internalize the four moral dimensions in an integrated manner in learning.
Integrasi Tata Krama Budaya Banjar Dalam Pembelajaran Akidah Akhlak Dan Pengaruhnya Terhadap Karakter Sopan Santun Siswa MTs Mahrita; M. Ali Sibram Malisi; Abdullah; Fadhalla F F Balramman
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2026.17(2).205-219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi tata krama budaya Banjar dalam pembelajaran Akidah Akhlak terhadap karakter sopan santun siswa MTs Hidayatul Muhajirin Palangka Raya, sebuah madrasah dengan latar budaya Banjar yang kuat di Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental non-equivalent control group design. Data diperoleh dari 60 siswa kelas VIII yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (n = 32) dan kelompok kontrol (n = 28) melalui teknik total sampling dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara statistik, kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan dalam karakter sopan santun (p < 0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan peningkatan signifikan (p = 0,056). Uji Independent Sample t-Test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001) dengan Cohen's d = 0,970 yang termasuk kategori efek besar. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi tata krama budaya Banjar dalam pembelajaran Akidah Akhlak tidak hanya signifikan secara statistik tetapi juga memiliki dampak praktis yang kuat terhadap pembentukan karakter siswa. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pendidik dan pengelola madrasah untuk mengintegrasikan kearifan lokal yang berakar nilai Islam sebagai strategi pembelajaran karakter yang lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini juga merekomendasikan eksplorasi lanjutan terhadap penerapan model pembelajaran berbasis kearifan lokal Banjar pada mata pelajaran dan jenjang pendidikan lainnya.
Strategies for Religious Education for Children in the Families of Converts in Pundu Village, Cempaga Hulu District Tia Hafizah; Abdullah Abdullah; Saiful Lutfi
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v6i3.505

Abstract

This research aims to examine and describe how religious education strategies are applied to children in convert families, with the research location in Pundu Village, Cempaga Hulu District, East Kotawaringin Regency. This research uses a descriptive qualitative method by utilizing two types of data sources: primary data and secondary data. To obtain the data, this research uses three techniques: interviews, observations, and the collection of supporting documents. The subjects in this study are 4 Muslim convert families residing on Jalan Sendong T. These four families were selected based on the criteria of having embraced Islam for at least 5 years and having children aged up to 20 years. From the research results, it was found that religious education for children in convert families is more often carried out thru habituation and direct exemplification by the parents, especially in the practice of obligatory prayers. The habituation of the five daily prayers has become one of the most frequently used strategies by parents to shape their children's religious character from an early age. In addition, children's involvement in Islamic educational institutions such as pesantren, TPA, or madrasah also strengthens their understanding and practice of Islamic values. Overall, this research shows that the families of converts play a significant role as the primary educational institution for children, both in instilling religious values, building Islamic identity, and shaping a religious character that develops gradually and continuously.
The Role of Islamic Religious Education Teachers in Fostering the Practice of Islamic Teachings Among Students Aisyah Miftahul Jannah; Ajahari Ajahari; Abdullah Abdullah
Al-Fikru: Jurnal Ilmiah Vol. 19 No. 2 (2025): Desember (2025)
Publisher : STAI Serdang Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51672/alfikru.v19i2.748

Abstract

The role of teachers in fostering the practice of Islamic teachings is very important, because it not only teaches religious theory, but also directs students to practice Islamic values in everyday life. This study aims to examine the role of Islamic Religious Education teachers in fostering the practice of Islamic teachings in students at SDN 2 Jingah, North Barito Regency. This research uses a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that: 1) Islamic Religious Education teachers play an important role in fostering the practice of Islamic teachings with an integrative approach, which includes teaching religious theory, worship practices, and instilling moral values such as honesty and discipline. Teachers guide students to understand and practice Islamic teachings through habituation methods and effective interactive learning. 2) Supporting factors include adequate facilities, a supportive school environment, and parental involvement. However, inhibiting factors such as limited facilities, time, and lack of teacher professionalism were also found.
Peran Guru Akidah Akhlak dalam Membina Akhlakul Karimah Peserta Didik di MA Darul Amin Palangka Raya Khairul Sadi; Zainap Hartati; Abdullah Abdullah
Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/kamaya.v8i4.5037

Abstract

Fostering good morals is an important part of madrasa education, but at MA Darul Amin Palangka Raya, students are still found to lack discipline and lack polite behavior. This study aims to describe the role of Akidah Akhlak teachers in fostering good morals in students and to identify strategies, supporting factors, and inhibiting factors. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data were obtained through observations of learning and religious activities, interviews with Akidah Akhlak teachers, the madrasah principal, the deputy head of curriculum, and students, as well as supporting documentation. The results show that Akidah Akhlak teachers play a role through role models, positive behavioral habits, educational reprimands, and a personal approach. Teachers also actively guide students in religious activities such as tadarus, dhuha prayer, and religious studies so that moral values ​​are more easily internalized. Supporting factors for fostering come from a religious madrasah environment, scheduled religious programs, and leadership support. Inhibiting factors include external environmental influences and unstable student discipline. This study concludes that the development of noble morals will be effective if exemplary behavior and religious activities are carried out consistently and supported by a conducive madrasa environment.
Implementasi Nilai-nilai Tazkiyatun Nafs Dalam Pendidikan Islam Kontemporer Perspektif Imam al-Ghazali Sahduari Sahduari; Abdullah Abdullah; Saiful Lutfi
Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/kamaya.v9i1.5133

Abstract

This study aims to analyze the implementation of tazkiyatun nafs values in contemporary Islamic education from the perspective of Imam al-Ghazali, specifically within the book Ayyuhal Walad. The primary background of this research is the moral crisis, materialism, and the dichotomy of knowledge within modern educational systems. The method employed is qualitative library research with a descriptive-analytical approach, incorporating textual, contextual, and intertextual interpretations of al-Ghazali's thoughts. The results indicate that tazkiyatun nafs serves as a practical-applicative methodology in seeking knowledge, rather than merely an ethical theory. Three systematic stages relevant to contemporary education were identified: Takhalli (purification from blameworthy traits such as intellectual arrogance and worldly orientation), Tahalli (internalization of sincerity and respect for knowledge and teachers), and Tajalli (the actualization of spiritual values in real-world behavior). The gap analysis reveals that current education suffers from axiological and epistemological dryness, where highly educated graduates often lack moral integrity. Al-Ghazali provides a solution through five primary advisory points in Ayyuhal Walad, including time optimization and the integration of knowledge with deeds. The conclusion emphasizes that the implementation of tazkiyatun nafs is a fundamental solution to address the spiritual crisis in modern Islamic education. Education must not only focus on Intelligence Quotient (IQ) but must be rooted in soul purification to cultivate insan kamil (the perfect human). Practical recommendations for Islamic educational institutions include integrating a Sufism-based character curriculum that prioritizes role modeling and the process of heart purification as the core foundation of all learning activities to navigate increasingly complex contemporary challenges.
Co-Authors Abdul Khair Adi Ansari Aditya Achmad Habibie Agus Satria Agustina Rosalina Ahmad Fadhil Ahmad Fauzi Ahmad Hapi Badali Ahmad Noor Bayu Ramadani Ahmad Sya’roni AHMADI Aida Nurul Hikmah Aisyah Miftahul Jannah Ajahari Ajahari Ajahari Ajahari Ajahari Ajahari, Ajahari Al-Ghina Latieva Amanda, Raihanah Aminah Aminah Anggi Anggraini Anggini Anggini Ardita Aulia Fadillah Asmawati Asmawati Astuti, Mayang Sari Aulia Sudrajat, Adisti Aysah Aysah Ayuni Rahmadani Azmi Abdul Aziz Candra Adlani Dadang Sutioso Dahliana Ariz Kartika Sari Dela Sevira Dela Sevira Dhiyaa Rihadatul Aisya Dina Rahmawati Elva Oktavia Endah Hana Kaliwahyuni Fadhalla F F Balramman Fitrizal Fitrizal Habib Krisna Nugroho Hafifatun Natasya Hamidah Hamidah Hendra Surya Aditama Hidayatullah Husnul Khotimah Husnul Sabila Ikrimah Rahmadani Imar Imar Iqbal, Maulana Islami, Nelsi Iyan Fatmawi Saban Jannah, Aisyah Miftahul Jumrodah Jumrodah, Jumrodah Junnela Duwiyani Kalvin Al Qafilah Khairul Sadi Khalda, Nabila Khusnul Khatimah Kiki Yunita Kusmita, Riya Latifah, Rosiana M. Ali Sibram Malisi M. Ridwan Nur M. Rifani Al-Ghazali Mahrita May Syarah Maya Safarina Mayasari, Lian Meilin Uswatun Khasanah Mery. A Metha Lanenia Mikha Rahmadani Muhamad Fikri Yuwandi Muhammad Amin Muhammad Amin Muhammad Haikal Ramadhan Muhammad Jahlan Muhammad Redha Anshari Muhammad Rifqi Shahada Pratama Muhammad Rizki Muhammad Rizqi Muslimah Muslimah Muslimah Nayla Salsabila Nayna Sidni Nazwa Ramadhani Neela Afifah Nili Ariyani Nisa Mutmainnah Nisa, Khaerun Noor Abidin Hidayatullah Noorazmah Hidayati, Noorazmah Nor Laila Norfita Sari Norheni Aulia Norhidayani, Norhidayani Norjanah, Norjanah Novia Safitri Nur Aisyah Nur Ellysa Nurhayati Nurhayati Nurizatulail Nurizatulail Patimah Patimah Qhisthi Rahmadhini Rabiatul Ismi Rabiatul Ismi Rahimah, Rahimah Ramadhan Wirayudha Resa Ririn Cahyani Ristiani Arnila Rita Puspita Rowina, Sinta Safar Wardana Sahduari Sahduari Saiful Anwar Saiful Lutfi Saudah Saudah Saudah Saudah Saudah Siti Aulia Putri Siti Nazwa Siti Noor Faridah Siti Norhidayah Siti Norhidayah Siti Rahmawati Siti Samsiah Sitie Khadizah Sofia Karema Syafadila, Elva Tamara Anggina Putri Tia Hafizah Tri Silawati Ningsih Valya Adilla Wafiq Azizah Wahyu Andhika Chandra Wahyuna Fitriyanty Yuanda Dwi Safitri Yulianti, Yuna Zainap Hartati Zainap Hartati