Claim Missing Document
Check
Articles

Model Pembelajaran Akidah Akhlak Berbasis Deep Learning Pada Kurikulum Merdeka Abdullah Abdullah; Ahmad Fauzi; Mery. A; Siti Aulia Putri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39268

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep dan implementasi deep learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak pada Kurikulum Merdeka serta merumuskan Model 3M+ sebagai pengembangan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis berbagai buku, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan penelitian relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak yang masih didominasi oleh metode ceramah dan hafalan cenderung hanya memengaruhi aspek kognitif peserta didik. Pendekatan deep learning, yang menerapkan prinsip mindful learning, meaningful learning, joyful learning, dan integrative learning, dapat lebih efektif dalam mendukung internalisasi nilai moral dan pembentukan karakter secara lebih mendalam. tetapi, pelaksanaanya masih mengalami kendala utamanya ada di kesiapan guru, kekurangan sarana, dan budaya belajar yang pasif. Model 3M+ diharapkan menjadi panduan operasional dalam pembelajaran Akidah Akhlak yang lebih reflektif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.
SELF-EFFICACY AS A PREDICTOR OF STUDENTS’ QUR’ANIC MEMORIZATION ACHIEVEMENT THROUGH THE SIMA’AN AND TALAQQI METHODS Nili Ariyani; Ajahari Ajahari; Abdullah Abdullah
EDURELIGIA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Nurul Jadid University, Paiton Probolinggo, East Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/edureligia.v9i2.13520

Abstract

This study aimed to examine the role of self-efficacy as a predictor of students’ Qur’anic memorization success through the implementation of the Sima’an and Talaqqi methods at Hidayatul Insan Islamic Boarding School, Palangka Raya. Employing a mixed-methods approach with a convergent parallel design, data were collected from 35 active tahfidz students through observations, semi-structured interviews, documentation, and a Likert-scale questionnaire consisting of 21 items. Quantitative data were analyzed using correlation and regression tests, while qualitative data were examined through thematic analysis to strengthen the interpretation of statistical findings.The results indicated that self-efficacy had a strong and significant relationship with Qur’anic memorization success (r = 0.731; p < 0.001), as did the implementation of the Sima’an–Talaqqi method (r = 0.756; p < 0.001). Regression analysis confirmed that both variables significantly predict memorization achievement, with the Sima’an–Talaqqi method contributing the strongest effect. Qualitative findings further revealed that students with high self-efficacy demonstrated greater confidence, persistence, and consistency in conducting murāja‘ah, while structured repetition and direct supervision through Sima’an and Talaqqi enhanced memorization accuracy and stability.These findings implied that successful tahfidz learning required the integration of psychological readiness and systematic instructional methods. Islamic boarding schools were therefore encouraged to strengthen students’ self-efficacy alongside the consistent implementation of Sima’an and Talaqqi to optimize Qur’anic memorization outcomes.
Analisis Materi Elemen Kisah Teladan dalam Pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Abdullah Abdullah; Nur Ellysa; Sofia Karema; Kalvin Al Qafilah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ruang lingkup materi kisah teladan dalam pembelajaran Akidah Akhlak pada fase D, E, dan F berdasarkan kebijakan kurikulum terbaru, menganalisis nilai-nilai keteladanan dalam kisah nabi, sahabat, imam mazhab, dan ulama Nusantara, mengembangkan Model Storytelling Reflektif-Teknologis sebagai strategi pembelajaran, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi implementasinya di MTs dan MA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh melalui penelusuran literatur dari Google Scholar, DOAJ, dan Research Gate pada rentang tahun 2020–2026. Sebanyak 34 sumber terpilih dianalisis sesuai kriteria inklusi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik melalui tahapan familiarisasi data, pengkodean, pembentukan tema, peninjauan tema, dan pendefinisian tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi kisah teladan dalam Akidah Akhlak mencakup kisah para nabi, sahabat, imam mazhab, dan ulama Nusantara yang mengandung nilai-nilai karakter seperti kesabaran, kejujuran, keadilan, keteguhan iman, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan semangat menuntut ilmu. Model Storytelling Reflektif-Teknologis dikembangkan sebagai integrasi antara penyampaian kisah, refleksi nilai moral, dan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat internalisasi nilai karakter peserta didik. Namun demikian, implementasinya menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi guru, perbedaan karakteristik peserta didik, dan keterbatasan sarana teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model tersebut berpotensi menjadi strategi pembelajaran inovatif dalam penguatan pendidikan karakter di madrasah.
Analisis Materi Elemen Kisah Teladan dalam Pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Abdullah Abdullah; Nur Ellysa; Sofia Karema; Kalvin Al Qafilah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ruang lingkup materi kisah teladan dalam pembelajaran Akidah Akhlak pada fase D, E, dan F berdasarkan kebijakan kurikulum terbaru, menganalisis nilai-nilai keteladanan dalam kisah nabi, sahabat, imam mazhab, dan ulama Nusantara, mengembangkan Model Storytelling Reflektif-Teknologis sebagai strategi pembelajaran, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi implementasinya di MTs dan MA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh melalui penelusuran literatur dari Google Scholar, DOAJ, dan Research Gate pada rentang tahun 2020–2026. Sebanyak 34 sumber terpilih dianalisis sesuai kriteria inklusi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik melalui tahapan familiarisasi data, pengkodean, pembentukan tema, peninjauan tema, dan pendefinisian tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi kisah teladan dalam Akidah Akhlak mencakup kisah para nabi, sahabat, imam mazhab, dan ulama Nusantara yang mengandung nilai-nilai karakter seperti kesabaran, kejujuran, keadilan, keteguhan iman, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan semangat menuntut ilmu. Model Storytelling Reflektif-Teknologis dikembangkan sebagai integrasi antara penyampaian kisah, refleksi nilai moral, dan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat internalisasi nilai karakter peserta didik. Namun demikian, implementasinya menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi guru, perbedaan karakteristik peserta didik, dan keterbatasan sarana teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model tersebut berpotensi menjadi strategi pembelajaran inovatif dalam penguatan pendidikan karakter di madrasah.
Pendampingan Praktik Pengamalan Ibadah (PPI) Keterampilan Menyelenggarakan Jenazah Melalui Media Video Praktik Guru Muhammad Rijani pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam FTIK UIN Palangka Raya Abdullah Abdullah; Saudah Saudah; Khusnul Khatimah; Dela Sevira; Rabiatul Ismi; Valya Adilla; Nurhayati Nurhayati; Habib Krisna Nugroho; Muhammad Haikal Ramadhan; Muhammad Amin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i2.4254

Abstract

Penyelenggaraan jenazah merupakan kewajiban kolektif (fardu kifayah) bagi umat Islam yang meliputi memandikan, mengkafani, menshalatkan, dan menguburkan jenazah. Dalam konteks pendidikan tinggi keagamaan, keterampilan penyelenggaraan jenazah menjadi bagian penting dalam kegiatan Praktik Pengamalan Ibadah (PPI) bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam. Namun dalam praktik pembelajaran, sebagian mahasiswa masih mengalami kesulitan memahami tata cara penyelenggaraan jenazah secara praktis karena keterbatasan pengalaman praktik langsung. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pendampingan keterampilan penyelenggaraan jenazah melalui pemanfaatan media video praktik yang disampaikan oleh Guru Muhammad Rijani. Metode yang digunakan adalah pendekatan pendampingan partisipatif melalui tahapan observasi video, diskusi materi, simulasi praktik, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan media video praktik membantu mahasiswa memahami secara lebih jelas tahapan penyelenggaraan jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, menshalatkan hingga menguburkan jenazah. Media video juga meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap prosedur, perlengkapan, serta bacaan yang digunakan dalam proses penyelenggaraan jenazah. Dengan demikian, pemanfaatan media video praktik dapat menjadi alternatif metode pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan praktis mahasiswa dalam bidang penyelenggaraan jenazah.
Analysis of Students' Ability to Read the Qur'an Based on Their Learning Environment Support Muhammad Rizqi; Zainap Hartati; Abdullah
Jurnal Komunikasi Pendidikan Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Komunikasi Pendidikan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jurnalkomdik.v9i2.6797

Abstract

This study aims to analyze the ability of students at SMPN 7 Cempaga to read the Qur'an. Using a descriptive qualitative approach, data was collected through observation, in-depth interviews, and documentation of 10 seventh-grade students, Islamic Education teachers, the Deputy Head of Student Affairs, and the Principal. The results of the study indicate that the absence of a program to encourage Quran reading at school, limited time for religious education, and a lack of support and guidance from parents are the main factors contributing to the students' low ability to read the Quran. Additionally, limited facilities such as the availability of Quran manuscripts at home and an unsupportive social environment further exacerbate the situation. These findings emphasize the need for collaboration between schools, families, and the community in fostering sustainable Quran reading habits, through the implementation of special programs at school, enhancing parental involvement, and providing adequate learning facilities. With collective efforts, it is hoped that students' Quran reading skills will develop optimally and support character development and the quality of religious education at SMPN 7 Cempaga.
Nilai Pendidikan Karakter dalam Elemen Kisah Teladan pada Pembelajaran Akidah Akhlak Fase D–F Abdullah Abdullah; Dela Sevira; Nur Aisyah; Hendra Surya Aditama; Ahmad Hapi Badali
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2640

Abstract

Pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam Kurikulum Merdeka, terutama pada pembelajaran Akidah Akhlak yang bertujuan membentuk kepribadian peserta didik. Elemen kisah teladan memiliki peran strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai karakter melalui cerita para nabi, sahabat, imam mazhab, dan ulama Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam elemen kisah teladan pada pembelajaran Akidah Akhlak fase D, E, dan F. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari basis data Google Scholar, DOAJ, dan Portal Garuda dengan kata kunci "nilai pendidikan karakter", "kisah teladan Akidah Akhlak", dan "fase Kurikulum Merdeka". Dari 70 sumber yang teridentifikasi, 25 sumber relevan (2016-2026) dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai-nilai karakter dalam elemen kisah teladan meliputi kesabaran, kejujuran, tanggung jawab, keberanian, kepemimpinan, keilmuan, dan kepedulian sosial; (2) pada fase D, nilai-nilai dasar diperkenalkan melalui kisah para nabi dan Khulafaurasyidin; (3) pada fase E, nilai keberanian dan keteguhan ditekankan melalui kisah Nabi Luth dan Ashabul Kahfi; (4) pada fase F, nilai keilmuan dan tanggung jawab sosial diperkuat melalui kisah sahabat, imam mazhab, dan ulama Nusantara. Nilai kesabaran muncul sebagai nilai inti yang melintasi semua fase. Kebaruan artikel ini terletak pada identifikasi pola nilai lintas fase dan relevansinya dengan tahap perkembangan peserta didik. Implikasi praktisnya, guru Akidah Akhlak perlu menyampaikan kisah teladan secara kontekstual dan bertahap sesuai fase perkembangan peserta didik
Analisis Elemen Kisah Teladan dalam Pembelajaran Akidah Akhlak pada Fase D, E, dan F Kurikulum Merdeka Abdullah Abdullah; Abdul Khair; Yuanda Dwi Safitri; Al-Ghina Latieva
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2719

Abstract

Kisah teladan merupakan elemen penting dalam pembelajaran Akidah Akhlak yang berfungsi menanamkan nilai-nilai keimanan dan karakter melalui figur inspiratif dalam sejarah Islam. Dalam Kurikulum Merdeka, materi kisah teladan disusun secara bertahap sesuai fase perkembangan peserta didik (Fase D, E, F). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan fungsi pedagogis elemen kisah teladan pada setiap fase, serta perbedaan pendekatan terhadapnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari dokumen SK Dirjen Pendis No. 9941/2025, buku teks, artikel jurnal, serta literatur yang relevan. Analisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Fase D (MTs), kisah teladan berfungsi sebagai pengenalan tokoh dan nilai moral dasar melalui pendekatan imitasi dan pembiasaan. Pada Fase E (MA kelas X), kisah diarahkan pada analisis kritis dan kontekstualisasi nilai dalam realitas sosial remaja. Pada Fase F (MA kelas XI-XII), kisah ini menekankan internalisasi nilai, refleksi mendalam, dan pengambilan keputusan moral secara mandiri. Kebaruan artikel ini terletak pada identifikasi gradasi pedagogis lintas fase serta implikasinya terhadap pengembangan metode pembelajaran. Kesimpulannya, efektivitas kisah teladan sangat bergantung pada kesesuaian antara karakteristik materi dan tahap perkembangan peserta didik
Pengembangan Materi Adab Islami dalam Kurikulum Merdeka pada Jenjang MTs/MA Siti Samsiah; Abdullah; Muhammad Amin; Resa; Muhammad Rizki
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7655

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengembangan materi adab Islami dalam Kurikulum Merdeka pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) pada Fase D, E, dan F. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari dokumen SK Dirjen Pendis No. 9941/2025, buku teks, artikel jurnal, dan literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi adab Islami disusun secara bertahap sesuai perkembangan peserta didik. Pada Fase D (MTs), materi berfokus pada penguatan spiritual dan sosial dasar melalui pembiasaan ibadah dan adab harian. Pada Fase E (MA kelas X), materi menekankan pemahaman dalil dan hikmah adab, khususnya birrul walidain dan adab kepada guru. Pada Fase F (MA kelas XI-XII), materi diarahkan pada kesiapan interaksi sosial yang lebih luas, meliputi adab berhias, bepergian, bertamu, bergaul dengan sesama, serta etika terhadap lawan jenis. Implementasi materi adab didukung oleh fleksibilitas Kurikulum Merdeka, budaya religius madrasah, dan keterlibatan guru. Tantangan utama meliputi kesiapan guru, pengaruh media sosial, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Kebaruan artikel ini terletak pada identifikasi gradasi materi adab lintas fase serta implikasi pedagogisnya. Kesimpulannya, pengembangan materi adab Islami dalam Kurikulum Merdeka perlu disertai dengan penguatan kompetensi guru dan kolaborasi madrasah-keluarga agar nilai-nilai adab dapat terinternalisasi secara optimal.
Penerapan Problem Based Learning (PBL) dalam Pembelajaran Akidah Akhlak: Kajian Konseptual dan Implementasi Abdullah Abdullah; Saudah Saudah; Agustina Rosalina; Nor Laila; Aditya Achmad Habibie
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7376

Abstract

Pembelajaran Akidah Akhlak di madrasah masih menghadapi tantangan berupa dominasi metode pembelajaran yang berpusat pada guru, sehingga keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran belum optimal. Problem Based Learning (PBL) hadir sebagai alternatif model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui pemecahan masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, penerapan, dampak, dan tantangan Problem Based Learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PBL mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Penerapan PBL berdampak positif terhadap peningkatan keaktifan belajar, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, serta pembentukan karakter peserta didik. Namun, penerapan PBL masih menghadapi tantangan berupa kesiapan guru dan peserta didik, keterbatasan sarana, serta perlunya penguatan nilai-nilai Islam dalam proses pemecahan masalah. Kebaruan artikel ini terletak pada formulasi sintaks Problem Based Learning (PBL) yang disesuaikan dengan karakteristik pembelajaran Akidah Akhlak serta identifikasi tantangan spesifik penerapannya dalam konteks pendidikan Islam.
Co-Authors Abdul Khair Adi Ansari Aditya Achmad Habibie Agus Satria Agustina Rosalina Ahmad Fadhil Ahmad Fauzi Ahmad Hapi Badali Ahmad Noor Bayu Ramadani Ahmad Sya’roni AHMADI Aida Nurul Hikmah Aisyah Miftahul Jannah Ajahari Ajahari Ajahari Ajahari Ajahari Ajahari, Ajahari Al-Ghina Latieva Amanda, Raihanah Aminah Aminah Anggi Anggraini Anggini Anggini Ardita Aulia Fadillah Asmawati Asmawati Astuti, Mayang Sari Aulia Sudrajat, Adisti Aysah Aysah Ayuni Rahmadani Azmi Abdul Aziz Candra Adlani Dadang Sutioso Dahliana Ariz Kartika Sari Dela Sevira Dela Sevira Dhiyaa Rihadatul Aisya Dina Rahmawati Elva Oktavia Endah Hana Kaliwahyuni Fadhalla F F Balramman Fitrizal Fitrizal Habib Krisna Nugroho Hafifatun Natasya Hamidah Hamidah Hendra Surya Aditama Hidayatullah Husnul Khotimah Husnul Sabila Ikrimah Rahmadani Imar Imar Iqbal, Maulana Islami, Nelsi Iyan Fatmawi Saban Jannah, Aisyah Miftahul Jumrodah Jumrodah, Jumrodah Junnela Duwiyani Kalvin Al Qafilah Khairul Sadi Khalda, Nabila Khusnul Khatimah Kiki Yunita Kusmita, Riya Latifah, Rosiana M. Ali Sibram Malisi M. Ridwan Nur M. Rifani Al-Ghazali Mahrita May Syarah Maya Safarina Mayasari, Lian Meilin Uswatun Khasanah Mery. A Metha Lanenia Mikha Rahmadani Muhamad Fikri Yuwandi Muhammad Amin Muhammad Amin Muhammad Haikal Ramadhan Muhammad Jahlan Muhammad Redha Anshari Muhammad Rifqi Shahada Pratama Muhammad Rizki Muhammad Rizqi Muslimah Muslimah Muslimah Nayla Salsabila Nayna Sidni Nazwa Ramadhani Neela Afifah Nili Ariyani Nisa Mutmainnah Nisa, Khaerun Noor Abidin Hidayatullah Noorazmah Hidayati, Noorazmah Nor Laila Norfita Sari Norheni Aulia Norhidayani, Norhidayani Norjanah, Norjanah Novia Safitri Nur Aisyah Nur Ellysa Nurhayati Nurhayati Nurizatulail Nurizatulail Patimah Patimah Qhisthi Rahmadhini Rabiatul Ismi Rabiatul Ismi Rahimah, Rahimah Ramadhan Wirayudha Resa Ririn Cahyani Ristiani Arnila Rita Puspita Rowina, Sinta Safar Wardana Sahduari Sahduari Saiful Anwar Saiful Lutfi Saudah Saudah Saudah Saudah Saudah Siti Aulia Putri Siti Nazwa Siti Noor Faridah Siti Norhidayah Siti Norhidayah Siti Rahmawati Siti Samsiah Sitie Khadizah Sofia Karema Syafadila, Elva Tamara Anggina Putri Tia Hafizah Tri Silawati Ningsih Valya Adilla Wafiq Azizah Wahyu Andhika Chandra Wahyuna Fitriyanty Yuanda Dwi Safitri Yulianti, Yuna Zainap Hartati Zainap Hartati