Claim Missing Document
Check
Articles

INTEGRASI DEEP LEARNING DAN KURIKULUM BERBASIS CINTA DALAM PENGEMBANGAN RPP AKIDAH AKHLAK MTS/MA: KAJIAN TEORETIS DAN PRAKTIS Abdullah Abdullah; Saudah Saudah; Nayna Sidni; Nazwa Ramadhani; Imar Imar; Safar Wardana; Adi Ansari
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.14266

Abstract

The tendency to develop Lesson Plans that are limited to fulfilling administrative obligations and the lack of in-depth learning experiences for students underlie this research activity. These operational issues trigger the dominance of one-way knowledge transfer, class passivity, and the suboptimal internalization of daily spiritual character values ​​in madrasas. The main focus of this scientific study is to dissect the formulation of the integration of the deep learning approach and the Love-Based Curriculum (KBC) in the planning of Akidah Akhlak learning at the MTs/MA level. The steps of this qualitative research with the type of library research are operated by searching drafts of secondary literature in the Google Scholar database and the Garuda Portal published between 2015 and 2026. The data analysis procedure is executed in a structured manner using content analysis techniques that include reduction flow, theme categorization, and drawing conclusions. The research findings conceptually reveal that the integration of deep learning and KBC is realized through eight components of the Lesson Plan, including identification of student readiness, graduate profile, Panca Cinta, material integration, objectives, framework, learning experiences, and assessment. The resulting lesson plans prioritize mindful, meaningful, joyful principles, and differentiated essential material. The main conclusion confirms that this integrated lesson plan framework has proven highly effective in boosting students' academic resilience and character. ABSTRAK Kecenderungan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sebatas pemenuhan kewajiban administratif serta minimnya pengalaman belajar mendalam bagi siswa melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu dominasi transfer pengetahuan searah, pasivitas kelas, serta belum optimalnya internalisasi nilai-nilai karakter spiritual harian di madrasah. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah membedah formulasi integrasi pendekatan deep learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada perencanaan pembelajaran Akidah Akhlak jenjang MTs/MA. Langkah-langkah penelitian kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) ini dioperasikan melalui penelusuran draf literatur sekunder pada basis data Google Scholar dan Portal Garuda terbitan tahun 2015 hingga 2026. Prosedur analisis data dieksekusi secara terstruktur memakai teknik analisis isi (content analysis) yang meliputi alur reduksi, kategorisasi tema, serta penarikan kesimpulan. Temuan riset secara konseptual menyingkap bahwa penggabungan deep learning dan KBC terwujud via delapan komponen RPP, mencakup identifikasi kesiapan murid, profil lulusan, Panca Cinta, integrasi materi, tujuan, kerangka, pengalaman belajar, hingga asesmen. RPP yang dihasilkan mengedepankan prinsip mindful, meaningful, joyful, serta berdiferensiasi pada materi esensial. Simpulan utama menegaskan bahwa kerangka RPP terintegrasi ini terbukti sangat andal dalam mendongkrak ketahanan akademik serta karakter siswa.    
Pembelajaran Akidah-Akhlak Dengan Pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta Wafiq Azizah; M. Ridwan Nur; Rita Puspita; Abdullah Abdullah
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 4 No. 2 (2026): JIMNU - JULI
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v4i2.684

Abstract

Degradasi moral peserta didik di era digital yang ditandai meningkatnya intoleransi, perundungan, krisis empati, serta melemahnya integritas sosial menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam praktik pendidikan nilai. Dalam pembelajaran Akidah Akhlak, orientasi yang masih dominan pada aspek kognitif dan normatif belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan dimensi afektif dan internalisasi nilai secara sistematis dalam desain kurikulum. Kesenjangan antara penguasaan konsep keagamaan dan manifestasi moral dalam kehidupan nyata menjadi problem epistemologis dan pedagogis yang memerlukan rekonstruksi. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual Kurikulum Berbasis Cinta sebagai paradigma alternatif dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis hermeneutik terhadap konsep mahabbah dalam tradisi intelektual Islam, khususnya pemikiran Al-Ghazali, serta dikomparasikan dengan teori pendidikan humanistik modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta memiliki legitimasi teologis dan koherensi pedagogis dalam mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan spiritual secara utuh. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemosisian cinta bukan sekadar sebagai nilai moral, melainkan sebagai prinsip epistemologis dan kurikuler yang menstrukturkan tujuan, proses, dan evaluasi pembelajaran secara sistematis dan transformatif. The moral decline of students in the di’Ital era, reflected in rising intolerance, bullying, diminished empathy, and weakened social integrity, indicates a fundamental problem in contemporary value education. In Akidah Akhlak instruction, learning practices remain predominantly cognitive and normative, while affective development and systematic value internalization are insufficiently integrated into curricular design. This gap between conceptual mastery of religious teachings and their moral enactment in lived experience represents an epistemological and pedagogical challenge requiring reconstruction. This study aims to formulate a conceptual framework for a Love-Based Curriculum as an alternative paradigm in Akidah Akhlak education. Employing a qualitative library-based approach, the study applies hermeneutic analysis to the concept of mahabbah within the Islamic intellectual tradition, particularly in the thought of Al-Ghazali, while comparatively engaging modern humanistic educational theory. The findings demonstrate that a Love-Based Curriculum possesses theological legitimacy and pedagogical coherence in integrating cognitive, affective, and spiritual dimensions of learning. The novelty of this study lies in positioning love not merely as a moral value but as an epistemological and curricular principle that structures the aims, processes, and evaluation of Akidah Akhlak instruction in a systematic and transformative manner.
Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Akidah Akhlak Berbasis Materi Akhlak di MTs/MA Abdullah Abdullah; Norfita Sari; Meilin Uswatun Khasanah; Hafifatun Natasya; Ahmad Fadhil; Muhammad Jahlan
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i3.1674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pembelajaran akidah akhlak sebagai sarana pembentukan karakter peserta didik di tingkat MTs/MA. Pembelajaran akidah akhlak tidak hanya berfokus pada aspek keimanan dan keislaman, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan sikap sosial yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini mengulas bagaimana materi akidah akhlak, yang mencakup penanaman akhlak terpuji (mahmudah) dan penghindaran akhlak tercela (mazmumah), berkontribusi dalam membentuk kepribadian peserta didik yang berkarakter Islami. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran akidah akhlak yang diimplementasikan melalui keteladanan guru, pembiasaan nilai-nilai Islami, serta integrasi materi dengan praktik nyata terbukti efektif dalam membentuk karakter peserta didik. Sebaliknya, akhlak tercela seperti sombong, hasad, riya', ghibah, hoaks, diskriminatif, judi, dan khamar memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap karakter dan kehidupan sosial peserta didik. Oleh karena itu, penguatan pembelajaran akidah akhlak secara konsisten dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan bertanggung jawab secara moral.
Pelatihan Teknis dan Etika Petugas Upacara Bendera Dalam Memperingati HUT RI Sebagai Wujud Pendidikan Karakter Saiful Anwar; Abdullah Abdullah; Subahannor Subahannor
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jpkm.v1i6.1749

Abstract

This study aims to describe the process of mentoring technical and ethical training for flag ceremony officers in commemorating the Indonesian Independence Day in schools through a Service Learning approach that includes the stages of investigation, preparation, implementation, and reflection. The activity begins with student identification and needs analysis, training in theory and protocol norms, implementation of technical and ethical exercises, followed by reflection at the end of the activity. The results of the study indicate that this method is effective in improving the technical skills of ceremony officers, such as marching, flag raising, and teamwork, as well as instilling the values ​​of discipline, responsibility, nationalism, and morality. This mentoring model not only significantly improves the skills and character of students but also creates an interactive and meaningful learning atmosphere. Overall, the Service Learning approach in this training successfully strengthens character formation and love for the homeland through effective and meaningful flag ceremony activities.
Pelatihan Teknis dan Etika Petugas Upacara Bendera Dalam Memperingati HUT RI Sebagai Wujud Pendidikan Karakter Saiful Anwar; Abdullah Abdullah; Subahannor Subahannor
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jpkm.v1i6.1749

Abstract

This study aims to describe the process of mentoring technical and ethical training for flag ceremony officers in commemorating the Indonesian Independence Day in schools through a Service Learning approach that includes the stages of investigation, preparation, implementation, and reflection. The activity begins with student identification and needs analysis, training in theory and protocol norms, implementation of technical and ethical exercises, followed by reflection at the end of the activity. The results of the study indicate that this method is effective in improving the technical skills of ceremony officers, such as marching, flag raising, and teamwork, as well as instilling the values ​​of discipline, responsibility, nationalism, and morality. This mentoring model not only significantly improves the skills and character of students but also creates an interactive and meaningful learning atmosphere. Overall, the Service Learning approach in this training successfully strengthens character formation and love for the homeland through effective and meaningful flag ceremony activities.
Pendampingan Praktik Pengamalan Ibadah (PPI) Keterampilan Hitung Waris Melalui Aplikasi pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam FTIK UIN Palangka Raya Abdullah Abdullah; Ahmad Sya’roni
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 5 (2026): Maret
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/82yvjm30

Abstract

Praktik Pengamalan Ibadah (PPI) merupakan salah satu kegiatan akademik yang bertujuan memperkuat kemampuan mahasiswa dalam memahami serta mempraktikkan ajaran Islam secara aplikatif. Salah satu materi penting dalam kegiatan ini adalah mawaris atau ilmu kewarisan Islam yang menuntut pemahaman konseptual sekaligus keterampilan perhitungan yang tepat. Dalam praktik pembelajaran, sebagian mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memahami mekanisme pembagian warisan karena kompleksitas rumus serta variasi kasus kewarisan yang beragam. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pendampingan keterampilan menghitung waris melalui pemanfaatan aplikasi digital kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam FTIK UIN Palangka Raya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan pendampingan partisipatif yang dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi materi, pelatihan penggunaan aplikasi hitung waris, praktik penyelesaian kasus kewarisan, serta evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi digital mampu membantu mahasiswa memahami konsep pembagian waris, mengenali bagian ahli waris yang termasuk dalam kategori zawil furudh, serta memahami penyelesaian kasus ‘aul secara lebih sistematis. Selain itu, aplikasi juga mempermudah mahasiswa dalam melakukan perhitungan secara cepat dan akurat. Dengan demikian, pemanfaatan aplikasi digital dapat menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran praktikum mawaris yang efektif dalam kegiatan Praktik Pengamalan Ibadah
KONSEPTUAL RPP AKIDAH AKHLAK BERBASIS DEEP LEARNING DAN KURIKULUM BERBASIS CINTA (KBC) Candra Adlani; Sitie Khadizah; Patimah Patimah; Abdullah Abdullah
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.13695

Abstract

ABSTRACT The development of Akidah Akhlak learning devices still faces challenges in integrating cognitive, affective, and spiritual aspects in a balanced manner. Most lesson plans (RPP) remain focused on administrative planning aspects, thus requiring the development of a learning design that is more meaningful, humanistic, and oriented toward students’ character formation. This study aims to examine and formulate a concept for developing a Lesson Plan (RPP) for the Akidah Akhlak subject by integrating the Deep Learning approach and the Love-Based Curriculum (Kurikulum Berbasis Cinta/KBC). This research employed a qualitative approach using a library research method. Data were obtained from scientific articles indexed in Google Scholar, DOAJ, and Portal Garuda published during the 2016–2026 period, as well as policy documents from the Ministry of Religious Affairs, particularly the Decree of the Minister of Religious Affairs (KMA) Number 1503 of 2025. Data were analyzed using content analysis techniques through the processes of data reduction, categorization, synthesis, and conclusion drawing to develop a conceptual framework for RPP development. The findings indicate that the integration of the Deep Learning approach, which includes mindful learning, meaningful learning, and joyful learning, with the principles of KBC emphasizing compassion, respect for students’ dignity, and character development, can produce a more holistic RPP design. The integration of these two approaches results in a conceptual RPP framework that includes the formulation of learning objectives, learning strategies, learning experiences, assessment, and reflection oriented toward meaningful, humanistic, and student-centered learning. The contribution of this study lies in formulating a conceptual framework that integrates Deep Learning and KBC in the development of Akidah Akhlak RPP, which can serve as a reference for developing Islamic Religious Education learning devices in accordance with the direction of current curriculum implementation. ABSTRAK Pengembangan perangkat pembelajaran Akidah Akhlak masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan spiritual secara seimbang. Sebagian besar RPP masih berfokus pada aspek perencanaan administratif, sehingga diperlukan pengembangan desain pembelajaran yang lebih bermakna, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan merumuskan konsep pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran Akidah Akhlak yang mengintegrasikan pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari artikel ilmiah yang terindeks pada Google Scholar, DOAJ, dan Portal Garuda periode 2016–2026 serta dokumen kebijakan Kementerian Agama, khususnya KMA Nomor 1503 Tahun 2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui proses reduksi, kategorisasi, sintesis, dan penarikan kesimpulan untuk menghasilkan kerangka konseptual pengembangan RPP. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi pendekatan Deep Learning yang meliputi mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning dengan prinsip KBC yang menekankan kasih sayang, penghargaan terhadap martabat peserta didik, serta pembentukan karakter mampu menghasilkan desain RPP yang lebih holistik. Integrasi kedua pendekatan tersebut menghasilkan kerangka konseptual RPP yang mencakup perumusan tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran, pengalaman belajar, asesmen, dan refleksi yang berorientasi pada pembelajaran bermakna, humanis, dan berpusat pada peserta didik. Kontribusi penelitian ini terletak pada perumusan kerangka konseptual integrasi Deep Learning dan KBC dalam pengembangan RPP Akidah Akhlak yang dapat menjadi acuan pengembangan perangkat pembelajaran Pendidikan Agama Islam sesuai dengan arah implementasi kurikulum terkini.
Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Mengembangkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Kuala Pembuang Abdullah Abdullah; Saudah Saudah; Muhamad Fikri Yuwandi; Siti Norhidayah
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 12 (2026): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i12.806

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan metode pembelajaran yang digunakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan Higher Order Thinking Skills (HOTS), serta mengidentifikasi kendala dan solusi dalam penerapannya pada Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Kuala Pembuang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif fenomenologis. Informan terdiri atas guru PAI, wali kelas, dan peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan berbagai metode pembelajaran, seperti ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi, studi kasus, dan penugasan berbasis proyek. Metode tersebut berkontribusi dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, evaluatif, dan kreatif peserta didik. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, keragaman kemampuan peserta didik, serta perlunya penguatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran berbasis HOTS. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran guru PAI berperan penting dalam mendukung pengembangan HOTS dan sejalan dengan Kurikulum Merdeka, meskipun masih diperlukan optimalisasi melalui pelatihan guru, pengelolaan pembelajaran, dan strategi diferensiasi.
Aqidah Akhlak Learning in the Merdeka Curriculum at MTs and MA: An Analysis of Content Breadth and Dept Abdullah Abdullah; Agus Satria; Rabiatul Ismi; Metha Lanenia; Dahliana Ariz Kartika Sari
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026): Continued
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.1877

Abstract

This study aims to analyze the breadth and depth of Aqidah Akhlak materials in the Merdeka Curriculum at the MTs/MA level based on the structure of learning outcomes in phases D, E, and F. The study employed a qualitative approach using library research. The primary source of data was the Decree of the Director General of Islamic Education Number 9941 of 2025 concerning Learning Outcomes for Islamic Religious Education and Arabic Language in Madrasahs, supported by scientific journals, books, and other relevant documents. Data analysis was conducted using content analysis through data reduction, categorization, interpretation, and conclusion drawing based on Jean Piaget’s cognitive development theory and the revised Bloom’s Taxonomy. The findings indicate that the learning outcomes of Aqidah Akhlak are systematically, progressively, and sustainably designed in accordance with students’ cognitive, emotional, social, and spiritual development. Phase D focuses on strengthening moral and spiritual foundations, Phase E emphasizes analytical abilities toward Islamic sources, while Phase F develops critical, reflective, and contextual thinking skills in addressing socio-religious issues. Process skills also develop progressively from observing to analyzing, evaluating, and communicating solutions based on Islamic values. This study confirms that the Merdeka Curriculum in Aqidah Akhlak supports character building, religious moderation, and the development of higher order thinking skills (HOTS), although its implementation still faces challenges related to teachers’ pedagogical competence and madrasah readiness.
The Integration of Aqidah, Akhlaq, and Adab in Aqidah–Akhlaq Education through the Exemplary Narratives of the Prophet and the Rightly Guided Caliphs in the Digital Era Abdullah Abdullah; Husnul Khotimah; Aysah Aysah; Elva Oktavia
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.2103

Abstract

Aqidah Akhlak education plays a crucial role in shaping faithful, moral, and well-mannered students. An effective method in this learning is utilizing exemplary stories of prophets and companions. This study aims to analyze the integration of aqidah, akhlak, and adab elements in the stories of Prophet Yunus, Prophet Ayyub, Prophet Dawud, Prophet Sulaiman, and the Khulafaur Rasyidin. Using a qualitative library research method, this study analyzes textbooks and relevant academic literature. The findings show that each exemplary story contains aqidah as a foundation of faith, fostering noble qualities (patience, gratitude, repentance, justice, and trustworthiness) which manifest in polite and responsible conduct. This integrative pattern forms a holistic and balanced Muslim character. Thus, exemplary stories are effective media for character education as they integrate students' cognitive, affective, and psychomotor aspects.
Co-Authors Abdul Khair Adi Ansari Aditya Achmad Habibie Agus Satria Agustina Rosalina Ahmad Fadhil Ahmad Fauzi Ahmad Hapi Badali Ahmad Noor Bayu Ramadani Ahmad Sya’roni AHMADI Aida Nurul Hikmah Aisyah Miftahul Jannah Ajahari Ajahari Ajahari Ajahari Ajahari Ajahari, Ajahari Al-Ghina Latieva Amanda, Raihanah Aminah Aminah Anggi Anggraini Anggini Anggini Ardita Aulia Fadillah Asmawati Asmawati Astuti, Mayang Sari Aulia Sudrajat, Adisti Aysah Aysah Ayuni Rahmadani Azmi Abdul Aziz Candra Adlani Dadang Sutioso Dahliana Ariz Kartika Sari Dela Sevira Dela Sevira Dhiyaa Rihadatul Aisya Dina Rahmawati Elva Oktavia Endah Hana Kaliwahyuni Fadhalla F F Balramman Fitrizal Fitrizal Habib Krisna Nugroho Hafifatun Natasya Hamidah Hamidah Hendra Surya Aditama Hidayatullah Husnul Khotimah Husnul Sabila Ikrimah Rahmadani Imar Imar Iqbal, Maulana Islami, Nelsi Iyan Fatmawi Saban Jannah, Aisyah Miftahul Jumrodah Jumrodah, Jumrodah Junnela Duwiyani Kalvin Al Qafilah Khairul Sadi Khalda, Nabila Khusnul Khatimah Kiki Yunita Kusmita, Riya Latifah, Rosiana M. Ali Sibram Malisi M. Ridwan Nur M. Rifani Al-Ghazali Mahrita May Syarah Maya Safarina Mayasari, Lian Meilin Uswatun Khasanah Mery. A Metha Lanenia Mikha Rahmadani Muhamad Fikri Yuwandi Muhammad Amin Muhammad Amin Muhammad Haikal Ramadhan Muhammad Jahlan Muhammad Redha Anshari Muhammad Rifqi Shahada Pratama Muhammad Rizki Muhammad Rizqi Muslimah Muslimah Muslimah Nayla Salsabila Nayna Sidni Nazwa Ramadhani Neela Afifah Nili Ariyani Nisa Mutmainnah Nisa, Khaerun Noor Abidin Hidayatullah Noorazmah Hidayati, Noorazmah Nor Laila Norfita Sari Norheni Aulia Norhidayani, Norhidayani Norjanah, Norjanah Novia Safitri Nur Aisyah Nur Ellysa Nurhayati Nurhayati Nurizatulail Nurizatulail Patimah Patimah Qhisthi Rahmadhini Rabiatul Ismi Rabiatul Ismi Rahimah, Rahimah Ramadhan Wirayudha Resa Ririn Cahyani Ristiani Arnila Rita Puspita Rowina, Sinta Safar Wardana Sahduari Sahduari Saiful Anwar Saiful Lutfi Saudah Saudah Saudah Saudah Saudah Siti Aulia Putri Siti Nazwa Siti Noor Faridah Siti Norhidayah Siti Norhidayah Siti Rahmawati Siti Samsiah Sitie Khadizah Sofia Karema Syafadila, Elva Tamara Anggina Putri Tia Hafizah Tri Silawati Ningsih Valya Adilla Wafiq Azizah Wahyu Andhika Chandra Wahyuna Fitriyanty Yuanda Dwi Safitri Yulianti, Yuna Zainap Hartati Zainap Hartati