Claim Missing Document
Check
Articles

BIOLOGICAL ASPECTS OF MANGROVE CRAB (Scylla serrata) AT THE BELADEN ESTUARY, DOMPAK, TANJUNGPINANG, RIAU ISLANDS Susiana, Susiana; Kurniawan, Dedy; Rochmady, Rochmady; Nurwisti, Isnaini; Rezky, Bintan; Lestari, Febrianti
BIOTROPIA Vol. 31 No. 1 (2024): BIOTROPIA Vol. 31 No. 1 April 2024
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2024.31.1.2036

Abstract

Mangrove crab (Scylla serrata) is one of the marine organisms that are of significant economic importance. The habitat is distributed in the coastal areas of Indonesia, within the extensive mangrove ecosystems, such as the estuary of Beladen in Dompak, Tanjungpinang. The Beladen estuary area features a flourishing mangrove ecosystem, which supports a diverse range of crab species, with a particular focus on the populations. Therefore, this study aimed to obtain several aspects of mangrove crab in the Beladen estuary, Tanjungpinang. Sampling by the census method was also carried out once every two weeks from May to June 2022. The results showed that the size composition of mangrove crab had a carapace width (CW) of 70-144 mm. The length-weight relationship reported that female and male exhibited a negative and positive allometric growth pattern (b < 3) and (b > 3), respectively. The proportion of male and female was 63% compared to 37% (sex ratio 1:0.59). The value of gonadal maturity index (GMI) in each size class ranged from 2.6512-7.1445 and 1.8751-6.7979 for male and female mangrove crab. Male and female gonadal maturity levels were predominantly categorized as II and III, indicating that crab with mature gonads was not encountered.
Perancangan Sistem Informasi Daerah Aliran Sungai Terpadu Kepulauan Riau Azizah, Diana; Lestari, Febrianti; Apdillah, Dony; Rathomi, M. Radzi; Sabriyati, Deni; Pamungkas, Dimas Nugraha
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 9, No 2 (2025): November
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2025.v9i2.6882

Abstract

Sistem Informasi Pengelolaan Daerah aliran sungai (DAS) diperlukan sebagai wadah untuk informasi dan koordinasi lintas stakeholder yang mengelola wilayah sungai. Universitas Maritim Raja Ali Haji bermitra dengan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Provinsi, Kepulauan Riau merancang Dashboard Sistem Informasi DAS Terpadu (SIPDAST) Kepulauan Riau yang dilaksanakan melalui proses diskusi terpumpun (focus group discussion) untuk menjaring data dan informasi potensi, isu dan konflik pengelolaan DAS di wilayah Kepulauan Riau yang berfokus pada Pulau Bintan, Batam, Karimun, Natuna dan Lingga. Kegiatan ini dilaksanakan selama bulan Oktober hingga November 2024 di Batam. Hasil rancangan dashboard SIPDAST Kepulauan Riau di antaranya terdapat navigasi-bar yang berisi atribut/fitur beranda, karakteristik DAS secara biogeofisik dan sosial, peta, karakteristik, perencanaan, monitoring serta pengaduan. Hasil dari perancangan dashboard ini dikelola oleh Bappeda Kepulauan Riau sebagai administrator sedangkan Balai Pengelolaan DAS Sei Jang Duriangkang Kepulauan Riau menjadi user. SIPDAST ini menjadi akselerasi keberlanjutan sumber daya air melalui smart integrated watershed management berbasis karakteristik Kepulauan Riau berupa landscape dan seascape kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Masih belum semua kawasan DAS di wilayah Kepulauan Riau yang diinput dalam sistem informasi ini sehingga diperlukan keberlanjutan dari program ini yang diharapkan dapat menjangkau kawasan DAS seluruh pulau di Kepulauan Riau.
The Potential Of Mollusca Communities In Seagrass Ecosystems On Buntal Island Waters West Seram Regency, Maluku Province Sangaji, Masudin; Hulopi, Mahriyana; M.F Sahetapy, Jacqueline; Tasmiah Sirajuddin, Nur; F. Lokollo, Frijona; Lestari, Febrianti
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 3 No. 3 (2023): August 2023
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v3i3.65

Abstract

Molluscs, especially bivalves and gastropods, make an important contribution to the formation of food chains in seagrass ecosystems. In addition, bivalves and gastropods are often used as biological indicators of aquatic environmental quality in seagrass ecosystems. The close relationship between seagrass beds, bivalves and gastropods can be seen in the expanse of seagrass ecosystems found on Buntal Island which is located in Kotania Bay, West Seram Regency. The potential of bivalves and gastropods, such as the diversity and community structure found in Buntal Island waters, is very important to study because the information is limited. This study aims to determine the diversity of bivalves and gastropods in the seagrass ecosystem of Buntal Island and to determine the community structure of bivalves and gastropods which include; density and relative density, abundance and relative abundance, and frequency of presence and relative frequency of presence. The research method used is quantitative. The results of the analysis of the potential of molluscs showed that the diversity of the composition of mollusc taxa found in seagrass ecosystems on Buntal Island was divided into 2 classes, 25 families, 37 genera, 52 species with a total of 3291 individuals. The mollusc with the highest score in terms of density, abundance, and frequency of presence belonged to Nassarius globossus.
The PEMETAAN POTENSI CARBON STOCK MANGROVE MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL 2A DI KAWASAN SILVO EKOWISATA, TANJUNGPIAYU Azzahra Maulidina; Febrianti Lestari; Diana Azizah; Deni Sabriyati; Andi Zulfikar; Esty Kurniawati
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan Global merupakan fenomena meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, daratan, dan laut. upaya mitigasi yang dapat dilakukan ialah dengan cara penyerapan karbon dari vegetasi mangrove. Untuk itu tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui estimasi stok karbon mangrove pada Kawasan Silvo ekowisata Tanjungpiayu. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah citra sentinel 2a dan data karbon setinggi dada (DBH). Analisis yang digunakan adalah alometrik, regresi, dan indeks NDVI. Hasil penelitian didapatkan luasan mangrove Kawasan silvoekowisata adalah 214 Ha dan terbagi atas 4 kategori; non vegetasi (8 Ha), kerapatan jarang (28 Ha), kerapatan sedang (41 Ha), dan Kerapatan Lebat (137 Ha). Sedangkan data stok karbon didapatkan hasil rata-rata 17,24 Ton/Ha, dengan stok karbon tertinggi berada pada 52,97 Ton/Ha dan nilai stok karbon terendah berada pada plot 7 sebesar 8,8 Ton/Ha. Untuk itu diperlukan penelitian lebih lanjut dengan indeks vegetasi lainnya pada lokasi yang sama ataupun berbeda.
The Kesesuaian Dan Daya Dukung Kawasan Silvo Ekowisata Mangrove Di Perairan Kampung Bagan Kota Batam,Kepulauan Riau Mala Kurnia; Febrianti Lestari; Deni Sabriyanti Deni Sabriyanti; Susiana Susiana; Winny Retna Melani Winny Retna Melani; KHODIJAH ISMAIL KHODIJAH ISMAIL; Diana Azizah Diana Azizah
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekowisata merupakan salah satu upaya yang dapat dikembangkan untuk melestarikan ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian dan daya dukung kawasan ekosistem mangrove Silvo sehingga dapat dijadikan bahan acuan dalam pengambilan kebijakan pengelolaan ekosistem mangrove. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November – Januari 2023 di Kampung Bagan, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Data dianalisis menggunakan matriks analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW), analisis spasial menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dilanjutkan dengan penilaian Daya Dukung Daerah (DDK) untuk mengetahui jumlah pengunjung maksimal yang dapat ditampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IKW di lokasi penelitian berada pada kategori sangat sesuai seluas 6,73 ha dan 22,03 ha berada pada kategori sesuai sehingga total IKW yang diperoleh adalah 28,76 ha. Panjang areal yang dapat digunakan untuk kegiatan tracking adalah 1793,45 m dan daya dukung ekowisata mangrove sebanyak 287 orang/hari dengan memperhitungkan waktu tempuh setiap pengunjung (buka 8 jam/hari). Kampung Bagan secara keseluruhan masuk dalam kategori layak untuk dijadikan kawasan silvo ekowisata dengan kapasitas wisatawan dalam kategori baik dan tidak melebihi ambang batas maksimal yang diperbolehkan. Oleh karena itu, pengambilan kebijakan yang disarankan adalah dengan membuat peraturan terkait pengelolaan ekosistem mangrove.
ESTIMASI SERAPAN KARBON PADA PERMUKAAN MANGROVE DI PERAIRAN TANJUNG PIAYU KOTA BATAM PROVINSI KEPULAUAN RIAU Sehat Muda Hasibuan; febrianti lestari; Diana azizah; Rika anggraini; Deni sabriyati
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan tanjungpiayu memiliki kawasan area mangrove yang sangat luas dan masih tergolong rapat, dan keanekaragaman jenis mangrove serta minimnya data penelitian tentang serapan dan stok karbon mangrove sehingga tujuan penelitian adalah menghitung biomassa, stok karbon dan serapan karbon yang ada pada ekosistem mangrove. Penelitian ini dilakukan pada bulan September – Desember 2023. Metode penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik observasi langsung kelapangan. Penetapan lokasi penelitian menggunakan teknik rundom sampling sistematis dengan memilih 9 titik transek, dan juga adanya kondisi karakteristik ekologi ekosistem mangrove yang terdapat di kawasan perairan estuari Tanjungpiayu Kota Batam. Hasil penelitian, Dari 9 titik transek jenis mangrove yang dijumpai yaitu, Rhizophora Apiculata, Rhizophora Mucronata, Bruguiera Cylindrica, Xylocarpus Granatum, Lumnitzera Littorea, dengan Rhizophora Apiculata paling dominan dijumpai dan memiliki kerapataan paling tinggi. Total serapan biomassa 330,21 ton/ha, total stok karbon 155,20 ton/ha, dan serapan CO₂ bernilai 569,06 ton/ha.
The TINGKAT KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG EKOSISTEM MANGROVE UNTUK KEGIATAN SYLVO-EKOWISATA DI KAWASAN PESISIR TANJUNG PIAYU KOTA BATAM kamarudin kamarudin; febrianti lestari; diana azizah
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan ekosistem mangrove Tanjungpiayu Kota Batam Kepulauan Riau merupakan contoh kawasan rehabilitasi mangrove hingga saat ini, kini ekowiasata mangrove akan dikembangkan sebagai bentuk pengelolaan yang baik untuk menjamin konservasi yang berkelanjutan yang menjamin sekaligus mendorong ekonomi masyarakat lokal. Sehingga, tujuan penelitian ini menghitung tingkat kesesuaian dan daya dukung kawasan dan mengidentifikasi kegiatan ekowisata mangrove. Perhitungan indeks kesesuaian kawasan menggunakan rumus IKW = Ʃ (ni/Nmaks) x 100%, menghitung daya dukung kawasan dengan menggunakan rumus DDK= K x [Lp/Lt]x[Wt/Wp] dan identifikasi kegiatan ekowisata dilakukan dengan identifikasi visual dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan kawasan Tanjungpiayu Kota Batam dikategori sesuai (S) untuk kegiatan ekowisata mangrove berdasarkan beberapa parameter terkait tingkaat ketebalan mangrove yang tinggi, tingkat kerapatan disetiap area memiliki kategori dengan kreteria baik(sangat padat) dengan rata-rata kerapatannya diatas >1500 pohon/ha.
Co-Authors . Adrinal Aditya Hikmat Nugraha Agrianti, Renny Agung Dhamar Syakti Agus Putra AS Amilia Jamilatun Amir, Amriansyah Amriansyah Amir Andia, Bherly Ani Suryanti Ani Suryanti Aprilyanto, Bima Armauliza Septiawan Azhari, Sarah Azzahra Maulidina Baliyan, Baliyan Cut Meurah Nurul ‘Akla Dedy Kurniawan Deni Sabriyanti Deni Sabriyanti Depitra, Depitra Dermawati Sihite Dewi Haryanti Dharma, Atria Diah Alviana Dialam, Pangga Kurnia Diana Azizah Diana Azizah Diana Azizah Diana Azizah Dony Apdillah Edy Akhyary Eriawati, Herni Eriawati, Herni Esty Kurniawati Evan Roy Herdiwan F. Lokollo, Frijona Fadhil Dwi Prakoso Fadhliyah Idris Fajeri Fajeri Fajeri Febriansyah, Pajri Fidayat, Fidayat Fitri, Nurul Hidayah Eka Fitria Ulfah Gusti Randa Harapin Hafid H. Hazri Rizaldi Hulopi, Mahriyana Ita Karlina Jaaman, Saifullah Arifin Jelita Rahma Hidayati Jupitar Jupitar Jupitar, Jupitar kamarudin kamarudin Karnanda Karnanda Khairul Hafsar Khodijah Ismail KHODIJAH ISMAIL KHODIJAH ISMAIL Kristina, Kariska Lily Viruly Lubis, Latif Lubis, Ledy Perawati M.F Sahetapy, Jacqueline Mahuris, Aziz mala kurnia Mala Kurnia Mariani Mariani Mariani Marina Anggasari Putri Marni, Rani Mizan, Al Moza Fani Maylani Muhammad Syukri Muzadid Salam Muzahar Nancy Willian Nevrita, Nevrita Noviyati, Syamsinar Nugraha, Adiya Hikmat Nurwisti, Isnaini Pamungkas, Dimas Nugraha Putri, Marina Anggasari Putri, Puput Ika Rahima Zakia Rahima Zakia Raja Wira Pradana Rani Marni Rapella Desiani Raplianto, Raplianto Rathomi, M. Radzi Razai, Tengku Said Rezal Hadi Basalamah Rezal Hadi Basalamah Rezky, Bintan Rika Anggraini Rika Anggraini Rika Anggraini Rika Anggraini Rochmady Rumapea, Rahul Sabriyati, Deni Sangaji, Masudin Sanjaya, Putra Saputra, Jaya Sehat Muda Hasibuan Selvia, Irma Devi Sinaga, Henna Canlaris Siti Hatijah Soehendrawan, Sherry Febrarismono Susiana Susiana Susiana Susiana Susiana Syaefullah Syahrial Syahrial Tasmiah Sirajuddin, Nur Tri Apriadi Try Febrianto Urai Dian Dharma Putra Vitasari Vitasari Vitasari, Vitasari Wahyudin Wahyudin Winny Retna Melani Winny Retna Melani Winny Retna Melani Yudho Andika Zulfikar, Andi