Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Hubungan Kadar Low Density Lipoprotein dengan Derajat Stenosis Arteri Pasien Penyakit Jantung Koroner RSUP M Djamil Padang Tahun 2021 – 2022 Adelin, Prima; Putra, Aditya Erlangga; Puspita PA, Tri Puspita PA; Triyana, Rahma; Puspita, Dian
Health and Medical Journal Vol 6, No 3 (2024): HEME September 2024
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v6i3.1625

Abstract

Pendahuluan : Penyakit kardiovaskular merupakan penyakit pertama di dunia penyebab kematian dan 45% disebabkan oleh PJK. Penyakit Jantung Koroner merupakan gangguan aliran darah ke otot jantung yang disebabkan oleh penumpukan plak akibat Low Density Lipoprotein atau kolesterol jahat sehingga terjadi proses aterosklerosis. Penilaian plak pada arteri tersebut menggunakan skor gensini untuk menilai derajat keparahan stenosis arteri melalui pemeriksaan angiografi koroner. Tujuan : Mengetahui hubungan kadar Low Density Lipoprotein dengan derajat stenosis arteri pasien penyakit jantung koroner RSUP M Djamil Padang Tahun 2021-2022. Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder dengan sampel berjumlah 52 orang. Hasil : Distribusi frekuensi subjek penelitian didapatkan sampel dengan usia terbanyak > 45 tahun sebanyak 47 (90,4%) , jenis kelamin terbanyak adalah laki – laki sebanyak 39 (75,0%) dan pasien terbanyak yang tidak memiliki riwayat keluarga sebanyak 45 (86,5%). Rerata kadar LDL yaitu 103.52 mg/dl dan standar deviasi 44.457. Rerata skor gensini yaitu 70.587 dan standar deviasi 49,2248 dan terdapat hubungan atau korelasi kuat antara kadar Low Density Lipoprotein dengan derajat stenosis arteri pasien penyakit jantung koroner RSUP M Djamil Padang 2021 – 2022 dengan r= 0,759 (p<0,05). Kesimpulan : Terdapat hubungan atau korelasi kuat yang siginifikan antara kadar Low Density Lipoprotein dengan derajat stenosis arteri pasien penyakit jantung koroner RSUP M Djamil Padang 2021 – 2022.Pendahuluan : Penyakit kardiovaskular merupakan penyakit pertama di dunia penyebab kematian dan 45% disebabkan oleh PJK. Penyakit Jantung Koroner merupakan gangguan aliran darah ke otot jantung yang disebabkan oleh penumpukan plak akibat Low Density Lipoprotein atau kolesterol jahat sehingga terjadi proses aterosklerosis. Penilaian plak pada arteri tersebut menggunakan skor gensini untuk menilai derajat keparahan stenosis arteri melalui pemeriksaan angiografi koroner. Tujuan : Mengetahui hubungan kadar Low Density Lipoprotein dengan derajat stenosis arteri pasien penyakit jantung koroner RSUP M Djamil Padang Tahun 2021-2022. Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder dengan sampel berjumlah 52 orang. Hasil : Distribusi frekuensi subjek penelitian didapatkan sampel dengan usia terbanyak > 45 tahun sebanyak 47 (90,4%) , jenis kelamin terbanyak adalah laki – laki sebanyak 39 (75,0%) dan pasien terbanyak yang tidak memiliki riwayat keluarga sebanyak 45 (86,5%). Rerata kadar LDL yaitu 103.52 mg/dl dan standar deviasi 44.457. Rerata skor gensini yaitu 70.587 dan standar deviasi 49,2248 dan terdapat hubungan atau korelasi kuat antara kadar Low Density Lipoprotein dengan derajat stenosis arteri pasien penyakit jantung koroner RSUP M Djamil Padang 2021 – 2022 dengan r= 0,759 (p<0,05). Kesimpulan : Terdapat hubungan atau korelasi kuat yang siginifikan antara kadar Low Density Lipoprotein dengan derajat stenosis arteri pasien penyakit jantung koroner RSUP M Djamil Padang 2021 – 2022.
MANAGEMENT OF DIABETES AND HYPERTENSION PATIENTS DURING HAJJ PILGRIMAGE Roland Helmizar; Abdullah, Dessy; Prima Adelin; Lidia Dewi; Boy Hutaperi; Elfi Yulfienti; Chandra Adilla
Nusantara Hasana Journal Vol. 4 No. 2 (2024): Nusantara Hasana Journal, July 2024
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v4i2.1168

Abstract

The Hajj, the annual Islamic pilgrimage to Mecca, is a significant event that poses unique challenges for individuals with chronic medical conditions, such as diabetes and hypertension. Diabetes, in particular, has been identified as a leading cause of morbidity and mortality during the Hajj. Patients with diabetes face a variety of logistical and environmental hurdles that can complicate their disease management, including exposure to extreme heat, lengthy periods of physical exertion, and difficulties in accessing and storing their medications. Approximately 20% of pilgrims with underlying illnesses who visit Mecca are diabetic, and these individuals are at an increased risk of developing serious complications, such as diabetic ketoacidosis, non ketotic hyperosmolar state, and hypoglycemia-induced fatigue or unconsciousness. Method: Implementation of community service activities. The planning stage begins with identifying problems and coordinating with related parties, there is a problem identification stage, an analysis is carried out related to diabetes and hypertension, and provides education related to hypertension and diabetes, and discussions with pilgrims. the results of the pilgrims' meeting understand well so that it can be concluded from this activity that pilgrims suffering from diabetes and hypertension can independently manage their treatment regimen and life style during the pilgrimage
HUBUNGAN HIPERTENSI DENGAN SKOR GENSINI PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER STABIL DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2021-2022 Prima Adelin; Indriana Mukti; Yuni Handayani; Dian Puspita; Debie Anggraini; Ruhsyahadati
Nusantara Hasana Journal Vol. 4 No. 5 (2024): Nusantara Hasana Journal, October 2024
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is one of the risk factors that can cause Coronary Artery Disease (CAD) beginning with the formation of atherosclerotic plaques that can cause arterial stenosis can be assessed using the gensini score. This study aims to determine the relationship between hypertension and gensini scores of stable coronary heart disease patients at Dr. M. Djamil Padang Hospital in 2021-2022. This type of research is a cross-sectional approach using medical record data. An affordable population of research is stable coronary heart disease patients who underwent coronary angiography at Dr. M. Djamil Padang Hospital in 2021-2022 with 52 samples using consecutive sampling techniques. Univariate analysis is displayed in the frequency distribution and average distributions while bivariate analysis is performed using the rank spearman test. The results showed that most coronary artery disease patients are men ≥ 45 years (53.8%) and women ≥ 55 years (26.9%), the majority of patients are men (59.6%), 67.3% of patients do not have a family history, the average systolic blood pressure is 152.42 mmHg, the average diastolic blood pressure is 85.98 mmHg, the average gensini score is 63.33. There is a significant correlation between systolic blood pressure and diastolic blood pressure with gensini score. (p<0.05).
GAMBARAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PASIEN LANJUT USIA DI PUSKESMAS AIR MANJUTO KABUPATEN MUKOMUKO TAHUN 2019 Prima Adelin; Rifkind Malik; Andika Saputra
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 20 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.006 KB) | DOI: 10.30743/ibnusina.v20i1.56

Abstract

Glukosa darah meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Seiring dengan proses penuaan semakin banyak orang lanjut usia (lansia) yang berisiko terhadap terjadinya diabetes melitus. Diabetes melitus pada lansia umunya bersifat asimptomatik, walaupun ada gejala seringkali berupa gejala yang tidak khas seperti kelemahan, letargi, perubahan tingkah laku, menurunnya status kognitif atau kemampuan fungsional. Hal tersebut menyebabkan diagnosis diabetes melitus pada lansia terlambat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kadar glukosa darah sewaktu pada pasien lanjut usia dipukesmas Air Manjuto Kabupaten Mukomuko tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah penilitian yang bersifat analitik dengan desain Cross Sectional dengan menggunakan data sekunder yang akan dianalisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien terbanyak lansia berjenis kelamin perempuan dengan nilai kadar glukosa darah yang normal sebesar 82,9%. Berdasarkan usia, pasien terbanyak berusia 60-69 tahun dengan nilai kadar glukosa darah yang normal sebesar 74,4%.Berdasarkan Indeks Massa Tubuh, pasien terbanyak memiliki indeks massa tubuh normal dengan nilai total kadar glukosa darah yang normal sebesar 74,2%.
Perilaku Menyakiti Diri pada Pasien Klinik Jiwa di RSJ Tampan Pekanbaru Zirly Rozani; Mutiara Anissa; Prima Adelin
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 -
Relationship between Plasma Atherogenic Index and Degreeof Stenosis in Stable Coronary Heart Disease Patients in Hospital M. Djamil Padang Hospital in 2021-2022 Nadia Nurisma; Prima Adelin; Dina Lydia
Oshada Vol. 2 No. 2 (2025): Oshada Journal - April
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/4k7zg293

Abstract

Background: Dyslipidemia is the main risk factor for CHD besides other factors. Dyslipidemia is a lipid metabolism disorder characterized by increased total cholesterol levels, increased triglyceride levels, increased LDL levels, and decreased HDL cholesterol levels. Lipid profile ratios are an alternative to routine tests such as the plasma atherogenic index (IAP) to assess the severity of coronary heart disease. Objective: To determine the relationship between the Plasma Atherogenic Index (IAP) value and the degree of stenosis in patients with stable coronary heart disease at the M. Djamil Hospital in Padang in 2021- 2022. Methods: The scope of this research is heart disease and clinical pathology. The research was conducted in April- May 2024. The type of research is descriptive. The population covered in the study were all patients with stable coronary heart disease at the M. Djamil Hospital in Padang in 2021-2022 with a diagnosis of stable angina pectoris, a total of 54 samples using the sequential sampling technique. Univariate data analysis is presented in the form of a frequency distribution and bivariate analysis using the chi-square test, data processing using the computerized SPSS program IBM version 25.0. Results: The highest age was middle adulthood, namely 34 people (63.0%), the highest family history was none, namely 34 people (63.0%), the highest plasma atherogenic index was moderate, namely 30 people (55.6%), the degree Most stenosis was low- moderate, namely 34 people (63.0%) and there was a relationship between the Plasma Atherogenic Index (IAP) and the degree of stenosis in CHD patients at RSUP Dr. M. Djamil Padang in 2021-2022 (p=0.000). Conclusion: It is proven that there is a relationship between the Plasma Atherogenic Index (IAP) and the degree of stenosis in CHD patients at RSUP Dr. M. Djamil Padang in 2021- 2022.
Pemeriksaan Hematologi Rutin dan LED pada Lansia sebagai Upaya Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Anggraini, Debie; Adelin, Prima; Morawati, Soufni; Efriza
Abdika Sciena Vol 3 No 1 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 1, Juni 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i1.213

Abstract

Latar belakang : Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan, terutama gangguan hematologis seperti anemia dan proses inflamasi kronik. Penurunan fungsi hematopoietik dan imunitas pada lansia sering kali tidak terdeteksi secara dini, sehingga dibutuhkan skrining laboratorium sederhana yang bersifat preventif. Tujuan : Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini gangguan hematologis dan inflamasi pada lansia melalui pemeriksaan hematologi rutin dan laju endap darah (LED) di wilayah kerja RSU Aisyiyah Padang. Metode : Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk skrining laboratorium terhadap 30 orang lansia dengan pengambilan sampel darah vena untuk pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, leukosit, trombosit, dan LED. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan edukasi dan konseling kesehatan individu dan kelompok. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil : Sebanyak 6 orang (20%) lansia terdeteksi mengalami anemia, dan mayoritas menunjukkan nilai LED yang melebihi batas normal, dengan rerata LED sebesar 24,8 mm/jam dan maksimum mencapai 95 mm/jam. Nilai-nilai tersebut mengindikasikan kemungkinan adanya proses inflamasi kronik subklinis. Parameter hematologi lainnya berada dalam rentang normal, meskipun ditemukan variasi individu yang patut dimonitor secara berkala. Kesimpulan : Pemeriksaan hematologi rutin dan LED terbukti efektif sebagai langkah awal deteksi dini gangguan kesehatan pada lansia. Kegiatan ini bermanfaat dalam mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan kondisi darah secara berkala, serta dapat menjadi dasar pengembangan program kesehatan lansia berbasis komunitas.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, TINDAKAN IBU TERHADAP INFEKSI CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTH PADA SISWA SD NEGERI 23 PASIR SEBELAH TAHUN 2023 Rahma Triyana; Utari Felia Anggaraini; Nurwiyeni, Nurwiyeni; Ruhsyahadati, Ruhsyahadati; Nana Liana; Prima Adelin; Melya Susanti; Rifkind Malik; Roland Helmizar; Muhammad Rizki Saputra; Alif Dhuha
Nusantara Hasana Journal Vol. 4 No. 12 (2025): Nusantara Hasana Journal, May 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v4i12.1423

Abstract

Soil Transmitted Helminth (STH) infections remain a major public health issue in Indonesia, particularly among elementary school children. Behavioral and socioeconomic factors, including mothers' knowledge, attitudes, and practices, are suspected to influence the incidence of these infections. This study aimed to determine the relationship between mothers’ level of knowledge, attitudes, and practices and the incidence of STH infections among students of SD Negeri 23 Pasir Sebelah, Koto Tangah, Padang, in 2023. An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted involving 87 first to third-grade students and their mothers, selected through total sampling. Data were analyzed using the Chi-square test. The results showed that 6.9% of the children were infected with STH. Most mothers demonstrated good levels of knowledge, attitudes, and practices. There were significant associations between mothers’ knowledge (p=0.028), attitudes (p=0.000), and practices (p=0.000) and the incidence of STH infections. In conclusion, mothers’ knowledge, attitudes, and practices were significantly associated with STH infections among elementary school children, highlighting the importance of family health education in preventing parasitic infections.
SKRINING KADAR GLUKOSA DAN KOLESTEROL DARAH PADA CALON JEMAAH HAJI SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI PENYAKIT METABOLIK Anggraini, Debie; Haiga, Yuri; Adelin, Prima
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i2.2219

Abstract

Penyakit metabolik seperti diabetes melitus dan dislipidemia merupakan masalah kesehatan yang umum dijumpai pada lansia dan memiliki potensi komplikasi serius, terutama saat melaksanakan ibadah haji yang menuntut ketahanan fisik tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan skrining kadar glukosa dan kolesterol darah sebagai upaya deteksi dini penyakit metabolik pada calon jemaah haji. Kegiatan dilaksanakan di RSU Aisyiyah Padang dengan metode consecutive sampling terhadap 46 peserta yang telah terdaftar sebagai calon jemaah haji tahun 2024–2025. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode enzymatic colorimetric assay dari darah vena. Hasil menunjukkan bahwa 11 peserta (23,9%) mengalami hiperglikemia dan 21 peserta (45,7%) mengalami hiperkolesterolemia, dengan distribusi usia terbanyak pada kelompok 60–74 tahun (52,1%). Temuan ini menegaskan perlunya deteksi dan intervensi dini terhadap gangguan metabolik pada kelompok risiko tinggi seperti calon jemaah haji usia lanjut. Kegiatan ini juga memberikan edukasi tentang pentingnya kontrol metabolik dan gaya hidup sehat guna menunjang pelaksanaan ibadah yang aman dan optimal. Dengan demikian, skrining laboratorium sederhana ini menjadi strategi promotif-preventif yang penting dalam pembinaan kesehatan haji.
EDUKASI DAN SKRINING OBESITAS SEBAGAI FAKTOR RISIKO ATEROSKLEROSIS: - Adelin, Prima; Rahmatriyana; Ruhsyahadati; M.Rizki Putra; Nana Liana; Roland Helmizar; Amelia Azzahra
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 3 (2025): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i3.2229

Abstract

Obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya aterosklerosis, yang menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai obesitas dan kaitannya dengan risiko aterosklerosis serta melakukan deteksi dini melalui pengukuran indeks massa tubuh (IMT). Kegiatan ini melibatkan 33 orang peserta dari masyarakat umum dengan rerata usia 59 tahun dan rerata lingkar perut 86,69 cm. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 63,7% peserta mengalami obesitas, 9,09% overweight, dan hanya 27,3% memiliki berat badan normal. Edukasi diberikan dalam bentuk penyuluhan interaktif oleh tim dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya prevalensi obesitas pada masyarakat usia lanjut dan pentingnya intervensi berbasis edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan pencegahan aterosklerosis. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam perubahan gaya hidup sehat pada masyarakat.