p-Index From 2021 - 2026
10.005
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Theologia Jurnal Jaffray Wawasan : Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Pusaka : Jurnal Khazanah Keagamaan Jurnal Teologi Berita Hidup VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Integritas: Jurnal Teologi Meteor STIP Marunda JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat AL-ADABIYA: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan Jurnal Abdi: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Sport Science: Jurnal Sain Olahraga dan Pendidikan Jasmani QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi JURNAL TERUNA BHAKTI Luxnos : Jurnal Sekolah Tinggi Teologi Pelita Dunia JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO Studia Philosophica et Theologica Areopagus : Jurnal Pendidikan dan Teologi Kristen Jurnal Teologi Cultivation Shift Key: Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan Didache: Journal of Christian Education Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan Mahabbah: Journal of Religion and Education IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Journal of Religious and Socio-Cultural Didache : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Jurnal Salvation PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan JURNAL MISIONER Millah: Journal of Religious Studies SERVIRE: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Rerum: Journal of Biblical Practice Indonesian Journal of Religious EDUKASI SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen MODERATE: Journal of Religious, Education, and Social
Claim Missing Document
Check
Articles

Ecclesia Reformata in the Digital Era: Calvin on Worship and the Online Church Bobby Kurnia Putrawan; Annie George
Journal of Religious and Socio-Cultural Vol 6 No 2 (2025): Journal of Religious and Socio-Cultural Vol.6 No.2 (November 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape dan Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/jrsc.v6i2.300

Abstract

The COVID-19 pandemic and rapid technological advancement have reshaped how churches conduct worship, pushing many congregations toward online platforms. This shift has raised critical theological questions, especially within the Reformed tradition, regarding the authenticity and integrity of digital worship. John Calvin’s theology of worship, which emphasizes God’s presence, the centrality of Scripture, and the communal nature of the church, provides a valuable framework for evaluating these changes. This article aims to examine how Calvin’s theological principles can be applied to online worship. It seeks to explore whether digital worship can remain theologically coherent within a Reformed framework and how churches can adapt Calvin’s insights for contemporary contexts. Using a theological-literary approach, this study analyzes Calvin’s writings on worship—particularly his views on Scripture, prayer, sacraments, and the gathered community—and compares them with the practices and challenges of online worship. Scholarly perspectives on digital religion are also engaged to assess the ongoing debate. The study finds that while online worship cannot fully replace the richness of physical gatherings—especially in relation to the sacraments—it can still nurture genuine spiritual experiences. If grounded in Scripture, focused on God’s presence, and supported by intentional practices of fellowship, online worship may uphold Reformed theological integrity. However, it requires careful pastoral oversight to avoid doctrinal dilution and to maintain the centrality of Word and prayer.
Paralelisme Yanus dalam Habakuk 3: Pendekatan analisis semantik dan struktur Agus Santoso; Pujiastuti Liza Sindoro; Bobby Kurnia Putrawan
KURIOS Vol. 9 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i2.640

Abstract

Ancient Near Eastern poetry has a different style from poetry known in Indonesia. One distinctive style of Semitic poetry is the style known as Parallelismus Membrorum. Among this type of parallelism, there is a very distinctive style of Parallelism, which in the mid-20th century was known as Janus parallelism. This paper reviews some of the Janus Parallelism in one of the Hebrew books, the book of the prophet Habakkuk, chapter 3. This paper uses a method of structure and semantics analysis of poetry. By knowing this type of Janus Parallelism, it is expected that translators of Hebrew poetry, in particular, and Semitic poetry, in general, should be careful because it turns out that in Semitic poetry, there is a literary style of this Semitic poem. AbstrakPuisi Timur Tengah Kuna memiliki gaya yang berbeda dengan puisi yang dikenal di Indonesia. Salah satu gaya khas puisi Semit adalah gaya yang dikenal dengan Parallelismus Membrorum. Di antara jenis paralelisme ini, ada satu gaya paralelisme yang sangat khas, yang pada pertengahan abad ke-20 ini ditemukan yang dikenal dengan istilah teknis paralelisme Yanus. Makalah ini mengulas beberapa paralelisme Yanus pada salah satu kitab Ibrani, yaitu kitab nabi Habakuk pasal 3. Makalah ini memakai metode analisa struktur puisi dan semantis. Dengan mengetahui jenis paralelisme Yanus ini, maka diharapkan para penerjemah puisi Ibrani pada khususnya dan puisi rumpun Semit pada umumnya harus berhati-hati, karena ternyata dalam puisi Semit terdapat gaya sastra puisi.
Peran Orangtua Dalam Mendidikan Anak Remaja: Suatu Perspektif Etika Kristen Oktavianus Rangga; Bobby Kurnia Putrawan
SERVIRE: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 2 No 1 (2022): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2021)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.465 KB) | DOI: 10.46362/servire.v2i1.94

Abstract

Di dalam artikel ini yang mejadi inti pokok pembahas adalah bagaimana Etika Kristen melihat atau menandang karakter anak-anak remaja di era sekrang dengan perkembangan dunia teknologi hal inilah yang menjadi salah satu tempat mereka mengakses video porno sehingga timbullah keinginan tahuan dalam kehidpan nyata pergaulan bebas dan jatuh dalam dosa. Remaja yang identik dengan pencarian jati diri adalah kelompok yang paling rentan mengalami krisis karakter yang disebabkan oleh krisis identitas diri ini. Menjadi seorang remaja Kristen tidaklah cukup tanpa sungguh-sungguh memahami identitas dirinya sebagai seorang pengikut Kristus. Sebab hanya dengan memahami identitas diri itulah, remaja Kristen akan mampu memiliki karakter yang berkualitas yakni karakter Kristus yang direfleksikan melalui seluruh kehidupannya sehari-hari
Pendampingan Guru Sekolah Minggu terhadap Perkembangan Iman Anak sebagai Pengikut Kristus di Gereja Presbyterian Evangelical Indonesia, Terindak, Kalimantan Barat Sergi Fatu; Bobby Kurnia Putrawan; Hartawidjaja Hartawidjaja; Jimmy Setiawan
SERVIRE: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 3 No 2 (2023): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2023)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v3i2.133

Abstract

This article discusses the important role and challenges faced by Sunday school teachers at Gereja Presbyterian Evangelical Indonesia, Terindak, Kalimantan Barat in the kingdom of God. Despite serving faithfully, their ministry often falls short of the expectations of the Sunday school children. Sunday school teachers need to understand the spiritual growth of children and become mentors who have a better understanding of the individuality of the children they serve compared to pastors and other ministers. They also need to master child psychology to build good relationships and guide them with love and understanding. Additionally, Sunday school teachers are required to use creative teaching methods to capture children's interest. They must also be good role models and provide support in their daily lives. The nurturing of children's growth in accordance with the church's goals depends on the role of Sunday school teachers as agents of change. Furthermore, thorough preparation before teaching and diligent instruction are important factors in effectively teaching so that the children being served can grow in true faith in Christ. Artikel ini membahas peran penting dan tantangan yang dihadapi oleh guru sekolah Minggu Gereja Presbyterian Evangelical Indonesia, Terindak, Kalimantan Barat dalam kerajaan Allah. Meskipun mereka melayani dengan setia, seringkali pelayanan mereka tidak sesuai dengan harapan anak-anak sekolah Minggu. Guru sekolah Minggu perlu memahami pertumbuhan rohani anak-anak dan menjadi mentor yang lebih memahami pribadi anak-anak yang dilayaninya daripada pendeta dan pelayan lainnya. Mereka juga perlu menguasai psikologi anak untuk menjalin hubungan yang baik dan menuntun mereka dengan kasih dan pengertian. Di samping itu, guru sekolah Minggu dituntut untuk menggunakan metode pengajaran yang kreatif agar mampu menarik minat anak. Mereka juga harus menjadi teladan yang baik dan memberikan dukungan dalam kehidupan sehari-hari. Pemeliharaan pertumbuhan anak-anak yang sesuai dengan tujuan gereja tergantung pada peran guru sekolah Minggu sebagai agen perubahan. Selain itu, persiapan yang matang sebelum mengajar dan pengajaran yang tekun merupakan faktor penting dalam mengajar dengan efektif agar anak-anak yang dilayani bertumbuh dalam iman yang benar kepada Kristus.
Menumbuhkan Sikap Gemar Membaca Alkitab Pada Siswa Kelas 8 Sekolah Menengah Pertama BOPKRI 3 Yogyakarta Junita Purba; Bobby Kurnia Putrawan; Ruthnawaty Setiawan; Dian Paskarina Tindoilo; Juan Ananta Tan
SERVIRE: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 4 No 1 (2024): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (April 2024)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v4i1.203

Abstract

This study aims to foster an attitude of liking to read the Bible in grade 8 students of SMP BOPKRI 3 Yogyakarta. The attitude of liking to read the Bible is an important aspect in religion-based character education in this school. The research method used is classroom action research (CAR) which consists of several cycles. Each cycle includes planning, implementation, observation, and reflection. The results of the study indicate that by using interactive and interesting learning methods, such as group discussions, shared reading, and the use of digital media, there is a significant increase in interest and frequency of reading the Bible among students. In addition, support from teachers, parents, and the school environment also plays an important role in encouraging this reading attitude. This study concludes that applying varied and collaborative learning methods effectively fosters an attitude of liking to read the Bible in grade 8 students. Recommendations for further research are to expand the methods used and involve more participation from the school community to create a stronger reading culture. Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap gemar membaca Alkitab pada siswa kelas 8 SMP BOPKRI 3 Yogyakarta. Sikap gemar membaca Alkitab merupakan aspek penting dalam pendidikan karakter berbasis agama di sekolah ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari beberapa siklus. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode pembelajaran yang interaktif dan menarik, seperti diskusi kelompok, pembacaan bersama, serta penggunaan media digital, terjadi peningkatan signifikan dalam minat dan frekuensi membaca Alkitab di kalangan siswa. Selain itu, dukungan dari guru, orang tua, dan lingkungan sekolah juga berperan penting dalam mendorong sikap gemar membaca ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan metode pembelajaran yang variatif dan kolaboratif efektif dalam menumbuhkan sikap gemar membaca Alkitab pada siswa kelas 8. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah memperluas metode yang digunakan serta melibatkan lebih banyak partisipasi dari komunitas sekolah untuk menciptakan budaya membaca yang lebih kuat.
Pelatihan Pengembangan Kemampuan Sosial Dan Emosional Anak Usia Sekolah Di Yayasan Paguyuban Cikahuripan Nusantara Mangala Batara Hutahean; Ruthnawaty Setiawan; Samuel Tanasyah Setiawan; Yusak Tanasyah; Bobby Kurnia Putrawan
SERVIRE: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 4 No 2 (2024): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2024)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v4i2.249

Abstract

This Community Service activity aims to develop the social and emotional skills of children at the Cikahuripan Nusantara Association Foundation through the implementation of various innovative and participatory educational strategies. The program includes a series of activities designed to improve communication skills, empathy, emotion management, and cooperation among children. The methodology used in the program involves a participatory approach that involves children, teachers, and parents in a variety of activities, including role-playing, group discussions, and collaborative projects. This activity is carried out regularly with periodic supervision and evaluation to measure children's development. The results of this activity show that a holistic and inclusive approach can significantly improve children's social and emotional skills. Children who are involved in the program show improvement in communicating effectively, showing empathy for others, managing emotions better, and working together in a team. The conclusion of this activity is that development strategies that involve a collaborative approach and active support from families and communities can have a significant positive impact on children's social and emotional development. The program not only improves the quality of children's social interactions but also strengthens the bonds between children, families, and communities. The implementation of this strategy is expected to be adopted by other educational institutions as a model to improve children's overall welfare and development. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan sosial dan emosional anak-anak di Yayasan Paguyuban Cikahuripan Nusantara melalui penerapan berbagai strategi pendidikan yang inovatif dan partisipatif. Program ini mencakup serangkaian kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, empati, pengelolaan emosi, dan kerjasama di kalangan anak-anak. Metodologi yang digunakan dalam program ini melibatkan pendekatan partisipatif yang mengikutsertakan anak-anak, guru, dan orang tua dalam berbagai aktivitas, termasuk permainan peran, diskusi kelompok, dan proyek kolaboratif. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dengan pengawasan dan evaluasi berkala untuk mengukur perkembangan anak-anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan yang holistik dan inklusif dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan sosial dan emosional anak-anak. Anak-anak yang terlibat dalam program ini menunjukkan peningkatan dalam berkomunikasi secara efektif, menunjukkan empati terhadap orang lain, mengelola emosi dengan lebih baik, dan bekerja sama dalam tim. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa strategi pengembangan yang melibatkan pendekatan kolaboratif dan dukungan aktif dari keluarga serta komunitas dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan sosial dan emosional anak-anak. Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas interaksi sosial anak-anak tetapi juga memperkuat ikatan antara anak, keluarga, dan komunitas. Implementasi strategi ini diharapkan dapat diadopsi oleh lembaga pendidikan lainnya sebagai model untuk meningkatkan kesejahteraan dan perkembangan anak secara keseluruhan.
The Indispensable Members: Reading 1 Corinthians 12:22–25 with Disability Theology for Inclusive Pedagogy in Christian Schools Bobby Kurnia Putrawan; Christian Ade Maranatha
Shift Key : Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan Vol. 16 No. 1 (2026): Regular Issue, Volume 16 Number 1 (2026)
Publisher : P3M STT Kristus Alfa Omega

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37465/shiftkey.v16i1.569

Abstract

This article examines 1 Corinthians 12:22-25 through the lens of disability theology to develop a theological foundation for inclusive Christian education in Indonesia. Employing qualitative library research and analogical hermeneutics, the study engages Pauline theology alongside the works of Nancy Eiesland, Deborah Creamer, Thomas Reynolds, and Brian Brock. Three theological principles are identified: (1) weakness does not negate membership in the body of Christ, (2) members perceived as weaker deserve greater honor, and (3) mutual interdependence is divine design, not human failure. Building on these principles, the article proposes four creative pedagogical models appropriate for resource-constrained Indonesian settings: Universal Design for Learning adapted for low-resource environments, low-cost locally available assistive technologies, collaborative peer-supported learning, and the creation of physically and socially inclusive learning environments without expensive infrastructure. The article also articulates the indispensable role of the church and Christian community as partners, trainers, policy advocates, and practical supporters of families.
EMPOWERING LITERACY IN MARITIME EDUCATION: STRATEGIES AND PROFESSIONALISM ALIGNMENT Panderaja Soritua Sijabat; Marudut Bernadtua Simanjuntak; Mudakir; Bobby Kurnia Putrawan; Marthin Steven Lumingkewas
Meteor STIP Marunda Vol. 17 No. 1 (2024): Vol 17 No 1 (2024): June
Publisher : Meteor STIP Marunda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research investigates language instruction strategies and professionalism alignment within maritime education, focusing on 45 junior cadets. Through qualitative analysis, findings reveal varying language proficiency levels among cadets, with a predominant need for technical terminology mastery and communicative competence. Additionally, cadets emphasize the importance of practical learning experiences, such as shipboard training, and the integration of cross-cultural competence training. The research highlights the alignment between language instruction practices and international standards, notably the International Maritime Organization's (IMO) Standards of Training, Certification, and Watchkeeping (STCW) convention. Moreover, professionalism attributes, including safety awareness, ethical conduct, and leadership skills, are identified as integral components of maritime education. Recommendations include the integration of specialized language resources, continuous evaluation of instructional practices, and the promotion of ethical leadership. By addressing language instruction needs and professionalism requirements, maritime education institutions can enhance cadets' readiness for successful careers in the maritime industry.
Co-Authors Abednego Tri Gumono, Abednego Abraham Pontius Sitinjak Agus Santoso Agus Santoso Alisaid Prawiro Negara Alisaid Prawiro Negoro Amos Neolaka Amran Simangunsong Andreas Setiawan Andreas Setiawan Anjai Silalahi Annie George Antonius Missa Arif Gulo Arif Yupiter Gulo Ayuk, Ayuk Ausaji Christian Ade Maranatha Christiani Hutabarat Citra Pangalinan Situmorang Daryanto Daryanto Daryanto Daryanto Dian Paskarina Dian Paskarina Tindoilo Diana Tjoeng Dwi Meinanto Ebenhaezer I. Nuban Timo Ebenhaizer I. Nuban Timo Edi Sugianto Edim Bahabol Edward Everson Hanock Ester Agustina Tandana Gerald Laoh Gulo, Arifman Halawa, Solingkari Hartawidjaja Hartawidjaja Hengki Wijaya Hermawan, Yoan Jessica Horas Manalu Ida Ayu Putu Sri Widnyani Imron Widjaja Intan Anggreni Iswahyudi Iswahyudi Iswahyudi Iswahyudi ISWAHYUDI ISWAHYUDI Iswahyudi Iswahyudi Jemmy Suhadi Jerry Sucipto Thauwrisan Jimmy Setiawan Juan Ananta Tan Juli Santoso Junita Purba Lasmaria Nami Simanungkalit Lie, Sioe Mangala Batara Hutahean Maria Payer Marthin Steven Lumingkewas Marudut Bernadtua Simanjuntak Metalia Margaret Missa, Antonius Mudakir Mudakir Musa Haisoo Napitupulu, Pieter Anggiat Ndolu, Yopie Noya, Ludwig Beethoven Jones Oktavianti, Nelci Oktavianus Rangga Panderaja Soritua Sijabat Paskarina, Dian Peni Hestiningrum Pieter Anggiat Napitupulu Pratiwi Eunike Prihantoro, Yogi Pujiastuti Liza Sindoro Ramot Peter Robby Robert Repi Ruthnawaty Setiawan Samuel Tanasyah Setiawan Santoso * Sergi Fatu Sijabat, Panderaja Solingkari Halawa Susanti Embong Bulan Susanti Embong Bulan Sutrisno Sutrisno Sutrisno Sutrisno Sutrisno Sutrisno Sutrisno, Sutrisno Timotius Bakti Sarono Timotius Timotius Timotius, Timotius Uroko, Favour C. Widjaja Sugiri Yan Kristianus Kadang Yerlin Vinni Sutri Yusak Tanasyah Yusak Tanasyah