Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Al Urwatul Wutsqa

RELEVANSI PEMIKIRAN KH. AHMAD DAHLAN DAN KH. HASYIM ASY’ARI DAN PENGARUHNYA DALAM BIDANG PENDIDIKAN ISLAM Jumrah, Abrina Maulidnawati; Ondeng, Syarifuddin
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah dan NU merupakan organisasi sosial Islam mainstreamdi Indonesia  yang  telah  berdiri  sebelum  Indonesia  merdeka.  Kedua  organisasi  ini menggerakkan pembaharuan  pemikiran  Islam,  dakwah,  sosial,  kesehatan  dan pendidikan. KH. Ahmad Dahlan merupakan seorang pendiri Muhammadiyah. Dibidang pendidikan, Muhammadiyah melakukan modernisasi pendidikan islam di Indonesia. Dengan menyempurnakan kurikulum pendidikan islam dengan memasukkan pendidikan agama islam ke sekolah umum dan pengetahuan sekuler ke sekolah agama. kebangkitan Islam di Indonesia pun juga diwarnai dengan pemikiran KH.Hasyim Asy’ari pendiri NU yang berbeda dengan KH.Ahmad Dahlan. Bangkitnya pemikiran KH.Hasyim Asy’ari adalah ingin tetap mempertahankan tradisionalisme, akan tetapi juga menghendaki perubahan yang lebih baik dalam pendidikan Islam Indonesia  Tujuan Penelitian ini yaitu 1) untuk mengkaji Pemikiran KH. Ahmad Dahlan dalam bidang Pendidikan Islam 2) untuk mengkaji Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari dalam bidang Pendidikan Islam3)untuk mengetahui  Relevansi Pemikiran KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy’ari terhadap Pendidikan Islam.Hasil  penelitian  ini mengungkapkan   bahwa walaupun berbeda pandangan namun memiliki relevansi pemikiran yaitu mengharapkan agar umat Islam tidak sekedar mempuni dalam ilmu agama saja tapi juga mempuni dalam ilmu-ilmu umum. Hal ini nampak dari usaha mereka di samping ilmu-ilmu agama, juga memasukkan materi ilmu-ilmu profan dalam kurikulum lembaga pendidikan yang mereka kelola.Kata Kunci: Kh. Ahmad Dahlan ; Kh. Hasyim Asy’ari; Pendidikan Islam
PERKEMBANGAN PERGURUAN TINGGI ISLAM DI INDONESIA Nurhidaya, A Rezky; Akbar, Azaz; Ashar, Ashar; Prabu, Ince; Ondeng, Syarifuddin
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Perguruan tinggi Islam di Indonesia telah berlangsung sejak dibukanya Sekolah Tinggi Islam (STI) di Jakarta pada bulan Juli 1945 menjelang Indonesia merdeka. Sejak saat itu dinamika dan perkembangan perguruan Tinggi Islam dimulai. Setelah terbentuknya STI berubah menjadi UII (Universitas Islam Indonesia). Perkembangan berikutnya fakultasagama UII dinegerikan menjadi PTAIN (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri), kemudian fase berikutnya muncullah IAIN dan STAIN, selain itu muncul pula pendidikan tinggi Islam swasta, baik berbentuk universitas, institut, maupun sekolah tinggi. Paradigma baru perguruan tinggi itu pada dasarnya bertumpu kepada tiga tungku utama, yakni Pertama, kemandirian lebih besar (greater autonomy) dalam pengelolaan atau otonomi. Kedua, akuntabilitas atau tanggung urai (greater accountability), bukan hanya dalam hal pemanfaatan sumber-sumber keuangan secara lebih bertanggungjawab, tetapi juga dalam pengembangan keilmuan, kandungan pendidikan dan program-program yang diselenggarakan. Ketiga, jaminan lebih besar terhadap kualitas (greater quality assurance) melalui evaluasi internal (internal evaluation) yang dilakukan secara kontinu dan berkesinambungan; dan evaluasi eksternal (external evaluation) oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN).Kata Kunci: Akuntabilitas PTAI, Perguruan Tinggi; Sejarah pendidikan
MUHAMMADIYAH DALAM PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Akbar, Azaz; Nurhidaya, A Rezky; Ali, A Muh.; Ondeng, Syarifuddin
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah merupakan organisasi yang didirikan oleh Kiai Ahmad Dahlan yang banyak bergerak pada amal usaha dibidang pendidikan seperti sekolah PAUD/, TK, SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan kajian singkat dari beberapa artikel penelitian yang membahas tentang pergerakan muhammadiyah dari latar belakang berdirinya hingga pengaruhnya dalam dunia pendidikan islam di Indonesia. Metode penelitian ini yaitu studi kepustakaan Kerena pada akhirnya seluruh bahan yang telah dibaca harus ditarik sebuah kesimpulan dalam bentuk laporan. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemunculan organisasi muhammadiyah merupakan respon dari penegakkan ajaran islam yang berangkat dari al-Quran dan Sunnah. Juga dari sekian factor yang dikemukakan dari kedua penelitian tersebut di atas adalah tentang pemurnian tauhid yang dipengaruhi oleh colonialism tentang syirik, takhyul, bid’ah dan khurafat dan dhidup dalam kemiskinan, kemelaratan dan kebodohan. organisasi Muhammadiyah  sangat memperhatikan kondisi masyarakat yang majemuk dalam pengembangan kurikulum Pendidikan di Indonesia. Kata Kunci: Muhammadiyah; Pendidikan Islam; Indonesia
PESANTREN DI INDONESIA: LEMBAGA PEMBENTUKAN KARAKTER Fitri, Riskal; Ondeng, Syarifuddin
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan berbasis islam yang ada di Indonesia, yang di dalamnya mengajarkan berbagai macam  pelajaran  keagamaan  mengenai  islam  dan  sebagai  salah  satu  lembaga yang berperan banyak dalam pendidikan moral dan akhlak yang mulia bagi para santri didalamnya. Pondok pesantren yang ada di indonesia memiliki sejarah yang unik dan mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan pondok  pesantren  yang   ada  di  negeri lain. Memaknai Istilah Pondok Pesantren. Tujuan  penelitian ini adalah : 1) Memahami sejarah singkat dan perkembangan pondok pesantren di Indonesia. 2) Memaknai karakteristik dan tujuan serta umsur-unsur pendidikan pesantren sebagai lembaga pendidikan islam di Indonesia. 3) Memahami sistem pembelajaran pondok pesantren di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan eksistensinya yang semakin bertahan dan memperoleh pengakuan dan variasinya yang semakin bertambah, telah mengantarkan pada kesimpulan bahwa pesantren mempunyai karakter plural, tidak seragam dan tidak memiliki wajah uniform. Pluralitas pesantren ditunjukkan antara lain dengan tiadanya sebuah aturan pun baik menyangkut manajerial, administrasi, birokrasi, struktur, budaya, kurikulum dan apalagi pemihakan politik. Yang dapat mendefinisikan pesantren menjadi tunggal adalah aturan yang datang dari pemahaman agama yang terefleksikan dalam berbagai kitab kuning. Kata Kunci: Pesantren; Indonesia; dan karakter