Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Metode WWHAM pada Praktik Swamedikasi diApotek Wilayah Banjarmasin Timur: Application of the WWHAM Method in Practice of Self-Medication in Pharmacy in the East Banjarmasin Region Ballo, Gitria Putri; Yuwindry, Iwan; Palimbo, Andriana
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7203

Abstract

Metode WWHAM (Who, What symptoms, How long, Action, Medication) adalah salah satu metode penggalian informasi yang digunakan oleh apoteker untuk menganalisis masalah kesehatan pada praktik swamedikasi sebelum apoteker melakukan pelayanan konseling dan pemberian informasi obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penerapan metode WWHAM yang dilakukan oleh apoteker pada praktik swamedikasi di apotek berdasarkan lima kriteria tingkat penerapan pada penggalian informasi, pemilihan obat dan informasi obat. Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan teknik purposive sampling, maka diperoleh 30 sampel yaitu apoteker yang bekerja di apotek wilayah Banjarmasin Timur dan peneliti melakukan wawancara menggunakan kuisioner sebagai panduan yang telah valid dan reliabel. Hasil menunjukkan bahwa apoteker yang bekerja di apotek wilayah Banjarmasin Timur telah menerapkan praktik swamedikasi dengan persentase sebesar 85,5% pada penggalian informasi, 92,5% pemilihan obat dan 83,6% pada informasi obat. Apoteker telah menerapkan metode WWHAM pada praktik swamedikasi, tetapi belum maksimal 100% .
Etnomedisin Tumbuhan Obat di Desan Matabu Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur: Ethnomedicin of Medical Plants in Matabu Village, East Dusun District East Barito Regency Widianto, Argo; Nastiti, Kunti; Yuwindry, Iwan
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7719

Abstract

Etnomedisin merupakan suatu tahapan penting dalam menskrining, memilih dan mengembangkan obat baru yang berasal dari tumbuhan. Penggunaan obat tradisional dari berbagai kelompok etnis, menjaga dan merahasiakan pengetahuan pengobatannya karena mereka meyakini bahwa membagi pengetahuannya kepada orang lain akan mengakibatkan kehilangan kemampuan penyembuhannya. Mengeksplorasi pengetahuan lokal etnomedisin dan tumbuhan obat di Desa Matabu, Kabupaten Barito Timur serta melestarikan penggunaan obat tradisional secara turun temurun dari nenek moyang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif bersifat deskriftif dan Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Tujuan digunakannya purposive sampling adalah untuk menentukan sampel sebuah penelitian yang memang memerlukan kriteria-kriteria tertentu agar sampel yang diambil sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian mengetahui macam-macam penyakit yang dapat mereka obati dengan menggunakan tumbuhan penyakit yang paling sering masyarakat dan batrra pakai yaitu untuk penyakit demam,masuk angin dan diare, Dari 120 responden ditemukan ramuan tanaman obat untuk mengobati penyakit sebanyak 53 cara pemakaian tumbuhan obat ada yang diminum,ditempelkan,direbus dan dipijat. Cara pemakaian tumbuhan obat yang paling populer atau sering digunakan dalam pengobatan yaitu dengan cara direbus/diminum dengan hasil presentasi sitasi terbesar yaitu 80,7%. Penelitian mendapatkan 53 spesies tumbuhan obat dari 38 famili. Empat penyakit terbesar yang paling sering diobati menggunakan tumbuhan obat di masyarakat Desa Matabu adalah yaitu demam, Maag, batuk dan hipertensi. Pemakaian tumbuhan obat yang paling disukai adalah dengan diminum. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan yaitu bagian daun. Tumbuhan obat berdasarkan famili yang paling banyak digunakan yaitu Zingiberaceae dan Myrtaceae.
Perbandingan Konsentrasi Adeps Lanae, Cera Alba dan Vaselin Album pada Basis Sediaan Krim Ekstrak Sarang Burung Walet (Aerodramus fuciphagus): Comparison of the Concentrations of Adeps lanae, Cera Alba, and Vaseline album on the Basis of the Preparation of Swallow’s Nest (Aerodramus fuciphagus) Extract Cream Mutaharah, Siti; Noval, Noval; Yuwindry, Iwan
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7721

Abstract

Krim wajah pencerah menjadi pilihan umum masyarakat dalam memilih kosmetik yang diaplikasikan pada kulit wajah. Salah satu yang berpotensi sebagai pencerah yaitu ekstrak sarang burung walet yang memiliki efektivitas pencerahan kulit. Sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut terkait formulasi krim ekstrak sarang burung walet dengan perbandingan basis adeps lanae, cera alba, dan vaselin album. Tujuan untuk Mengetahui pengaruh perbandingan serta hasil evaluasi fisik dari sediaan krim dengan perbedaan basis yaitu adeps lanae, cera alba, dan vaselin album. Metode yang dilakukan adalah Evaluasi fisik dilakukan dengan pengujian organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan penentuan tipe emulsi yang kemudian datanya dianalisis menggunakan One Way Anova Test dilanjutkan ke uji Tukey jika normal dan homogen, jika tidak akan dianalisis dengan Kruskal-Wallis. Hasil evaluasi fisik terhadap sediaan krim ekstrak sarang burung walet dengan perbedaan basis yaitu adeps lanae, cera alba, dan vaselin album memberikan pengaruh terhadap uji evaluasi fisik sediaan krim. Hasil evaluasi fisik dengan basis adeps lanae dan cera alba dari uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya lekat, uji daya sebar, dan uji tipe emulsi telah memenuhi persyaratan sebagai sediaan krim yang baik. Sedangkan sediaan krim dengan basis vaselin album hanya memenuhi persyaratan pada uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, dan uji tipe emulsi. Variasi basis memiliki pengaruh terhadap hasil evaluasi fisik sediaan krim. Basis cera alba lebih optimal jika digunakan sebagai basis sediaan krim jika dibandingkan dengan basis adeps lanae dan vaselin album berdasarkan hasil evaluasi fisik.
Hubungan Kepatuhan Pasien Diabetes dalam Mengkonsumsi Obat Antidiabetes Oral Terhadap Kadar Gula Darah Puasa di RSUD Ulin Banjarmasin: Relationship Between Diabetic Patients Compliance in Compsumpting Oral Anti-Diabetic Drug with Fasting Blood Sugar Level at Ulin General Hospital Banjarmasin Hasanah, Umi; Kurniawati, Darini; Mustaqimah, Mustaqimah; Yuwindry, Iwan
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7725

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit karena Pankreas yang tidak dapat mensekresi insulin atau salah satu dari keduanya adalah penyebab hiperglikemia dalam diabetes melitus (DM). Adalah untuk menentukan hubungan antara kepatuhan pasien diabetes yang mengonsumsi obat antidiabetes oral dan kadar gula darah mereka di RSUD ULIN Banjarmasin.Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel dari 32 pasien diabetes rawat inap di RSUD ULIN Banjarmasin dikumpulkan dari bulan Mei hingga Juni 2023. Pengumpulan sampel ini dilakukan secara tidak sengaja. Data dikumpulkan melalui skala kepatuhan HILL-BONE dan uji Spearman Rank.Berdasarkan hasil penelitian Didapatkan Tingkat Kepatuhan Terhadap Kadar Gula Darah Puasa Sebanyak 18 Pasien (56%). Dan Pencapaian Target Kadar Gula Darah Puasa Normal Sebanyak 14 Pasien (44%). Berdasarkan Analisa Uji Spearman Rho Didapatkan p value = (0,002) < (0,05). Sehingga H1 Diterima, Artinya Ada Hubungan Antara Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dengan Kadar Gula Darah Puasa Pada Pasien Diabetes Mellitus tipe 2 Di RSUD ULIN Banjarmasin.Sebagian besar pasien sangat patuh. Hal ini menunjukkan bahwa orang mulai menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan pentingnya mematuhi peraturan tenaga kesehatan dalam hal pemberian obat.
Gambaran Sistem Manajemen Apotek X Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian: An Overview of the Management System of X Hospital Based on Pharmacy Service Standards Nurhikmah, Nurhikmah; Melviani, Melviani; Yuwindry, Iwan; Arzyki, Saftia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7729

Abstract

Sistem manajemen merupakan aspek yang penting dalam melakukan pelayanan kefarmasian sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian khususnya di sarana pelayanan kesehatan yaitu apotek. di apotek digunakan sebagai pedoman praktik profesi apoteker dan melindungi pasien dari pelayanan yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pemusnahan, penarikan, pencatatan dan pelaporan di Apotek X. Metode penelitian yang dilakukan dengan melakukan wawancara kepada pengelola dan penanggung jawab apotek menggunakan kuisioner sebagai pedoman. Hasil yang diperoleh pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai yang dilakukan di apotek X belum sepenuhnya dilakukan, seperti pada bagian pemusnahan resep 5 tahun sekali yang belum pernah dilakukan sehingga resep menumpuk. Penyimpanan di apotek X juga belum sepenuhnya menerapkan dikarenakan sebagian masih tidak menggunakan wadah asli obat tidak dituliskan nomor batch dan tanggal kadaluarsa obat. Pada penyimpanan obat dingin masih dicampur dengan makanan sehingga obat bisa terkontaminasi. Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa penyimpanan di apotek X belum sepenuhnya menerapkan standar pelayanan kefarmasian di apotek nomor 73 tahun 2016.
Formulasi dan Evaluasi Nano Spray Gel dengan Ekstrak Daun Sirih Merah (piper crocatum Ruiz & Pav) Sebagai Antioksidan dengan Variasi Konsentrasi Carbopol 940: Optimization Formulation and Evalution of Nano Spray Gel with Red Betel Leaf Extract (piper crocatum Ruiz & Pav) as Antioxidant with Variation of Carbopol 940 Concentration Karlina, Delva Warti; Noval, Noval; Yuwindry, Iwan
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7754

Abstract

Obat Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid digunakan sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Nano spray gel ketika digunakan dapat mempercepat system pengantaran obat, lebih mudah dicuci. Karbopol 940 sebagai basis karena bersifat bebas iritasi dan tidak terserap kedalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan evaluasi nano spray gel dan pengaruh variasi basis Karbopol 940 pada sediaan nano spray gel. Penelitian yang dilakukan adalah Quasy Eksperimental. Ekstrak daun sirih merah diformulasikan menjadi sediaan nano spray gel dengan variasi konsentrasi karbopol 940 sebanyak 3 formulasi yaitu 0,05%, 0,075, dan 0,1%. Kemudian dilakukan evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH,Viskositas, daya lekat,pola penyemprotan, dan uji waktu kering. Hasil formulasi dan evaluasi sediaan nano spray gel didapatkan formulasi 3 paling baik uji organoleptis dan homogenitas semua formulasi baik.Uji pH,viskositas dan daya sebar formulasi 3 paling baik, uji pola penyemprotan dan daya sebar semua formulasi memenuhi persyaratan, uji waktu kering semua formulasi memenuhi standar, dan uji ukuran partikel memenuhi syarat. Variasi konsentrasi karbopol 940 berpengaruh terhadap evaluasi sediaan nano spray gel. Berdasarkan evaluasi nano spray gel formulasi yang paling baik adalah formulasi 3 dengan konsentrasi karbopol 940 sebesar 0,1 %.
U Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pulutan (Urena lobata L) Terhadap Bakteri Streptococcus pyogenes Pusvita, Shela; Rohama, Rohama; Yuwindry, Iwan; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.420

Abstract

Background: Pharyngitis or sore throat has a fairly high prevalence rate in Indonesia caused by Streptococcus pyogenes bacteria. Pulutan has experience as a medicine for sore throat, rheumatic fever, antipyretic, fracture, antifertility, and vaginal discharge. Based on research on ethanol extract that was done previously, pulutan leaf extract has antibacterial activity. Objective: To determine the antibacterial activity of pulutan leaf extract (Urena lobata L) which has the potential as an antibacterial against the growth of Streptococcus pyogenes and to determine the minimum inhibitory concentration and minimum killing concentration. Methods: This type of true experimental research design, namely research methods that look for causal relationships between independent and dependent variables. Antibacterial testing using disc diffusion and dilution methods. With concentrations of 100%, 75%, 50%, 25%, positive control amoxicillin and DMSO negative control. Results: The results of the disc diffusion test were able to inhibit the growth of the Streptococcus pyogenes bacteria which was indicated by the presence of a clear zone around the disc paper. The results of the dilution test obtained the MIC value at a concentration of 50% indicated by the media tube which looks clear. There was no KBM value at all the concentrations of the extracts tested, indicated by the growth of bacteria in the test medium. Conclusion: Pulutan leaf extract (Urena lobata L) has antibacterial activity which is indicated by the presence of an inhibition/clear zone around the disc paper. MIC results found at a concentration of 50%, KBM results on pulutan leaf extract (Urena lobata L) did not have killing power at all concentrations. Keywords: Antibacterial, Pulutan Leaf Extract (Urena lobata L), Streptococcus pyogenes.
H Hubungan Pendekatan Health Belief Model (HBM) Terhadap Minat Masyarakat Pada Vaksinasi Booster Covid-19 di Kelurahan Tumbang Miri Pebrianti, Pebrianti; Yuwindry, Iwan; Herawati, Anita
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.439

Abstract

Background: The Covid-19 pandemic has infected millions of people and caused up to 143,685 deaths in Indonesia. One of the most promising Covid-19 prevention strategies is vaccination. Although clinical investigations have proven the safety of Booster doses, public rejection or hesitation due to effectiveness and safety reasons is still a major problem in the Covid-19 Booster vaccination program. Objective: To determine the relationship of the Health Belief Model (HBM) approach to public interest in Covid-19 Booster vaccination in Tumbang Miri Village. Methods: Quantitative research with a cross-sectional approach. Sampling with purposive sampling technique. The number of samples obtained was 81 respondents. Univariate data analysis for respondent characteristics and bivariate analysis of Chi-square statistical tests to determine the relationship between the Health Belief Model and acceptance of Booster Covid-19 vaccination. Sampling was carried out for one month, starting from June 2023. Results: Perceived susceptibility had an association with vaccine acceptance (0.008 < 0.05), perceived severity had no association with vaccine acceptance (0.225, 0.137 and 0.913 > 0.05), perceived benefit had an association with vaccine acceptance (0.009 and 0.000 < 0.05), perceived barriers had no association with vaccine acceptance (0.272, 0.471 and 0.913 > 0.05), trigger to act had an association with vaccine acceptance (0.032 and 0.000 < 0.05). Conclusion: Perceived susceptibility, perceived benefits, and triggers to act have a relationship with the acceptance of Booster Covid-19 vaccination in the community of Tumbang Miri Village.  
Evolving Patterns of Anxiety and Depression Among Pharmacy Students: A One-Year Observational Study Dewi Susanti Atmaja; Yuwindry, Iwan
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 12 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v12i32025.321-329

Abstract

Background: Mental health issues, particularly anxiety and depression, are increasingly concerning for university students. Pharmacy students are especially vulnerable to stress owing to high academic demands. This study is one of the first longitudinal analyses exploring the evolution of anxiety and depression symptoms among Indonesian pharmacy students. Objective: To observe the longitudinal patterns of depression and anxiety symptoms among pharmacy students using the Patient Health Questionnaire 9 (PHQ-9) and Generalized Anxiety Disorder 7 (GAD-7) over an academic year. Methods: This prospective cohort study involved 106 first-year pharmacy students (undergraduate and professional programs). Depression and anxiety symptoms were measured using the PHQ-9 and GAD-7 instruments at two time points: the beginning and the end of the academic year. Data were analyzed using descriptive statistics and the Wilcoxon Signed-Rank test. Results: The mean GAD-7 score slightly increased from 9.15 (SD=3.29) to 9.45 (SD=3.47), while the PHQ-9 score increased from 10.81 (SD=4.37) to 11.47 (SD=4.56). Wilcoxon tests showed that the increase in anxiety was not statistically significant (p=0.036), whereas the paired t-test indicated that the increase in depression was not statistically significant (p=0.079). However, a higher severity category was observed for depressive symptoms. Conclusion: Although changes in anxiety and depression scores were not statistically significant, a trend toward worsening depressive symptoms was observed during the academic year. These findings highlight the importance of continuous mental health monitoring and early supportive intervention among pharmacy students.
Formulasi dan Evaluasi Pomade dengan Kombinasi Peppermint Oil dan Minoxidil sebagai Hair Growth Ardisya, Pinky Alifanda; Budi, Setia; Yuwindry, Iwan; Noval, Noval
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.6036

Abstract

Rambut memiliki peranan yang cukup penting bagi sebagian besar manusia, diantaranya yaitu sebagai mahkota yang berfungsi untuk menunjang penampilan dan keindahan (estetika). Rambut juga memiliki fungsi seperti pelindung dari paparan sinar matahari, termoregulasi, dan membantu proses transpirasi. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan penggunaan pomade yang dikombinasikan dengan peppermint oil dan minoxidil sebagai hair growth. Menganalisis formulasi optimal dan uji stabilitas dari sediaan pomade dengan kombinasi Peppermint Oil dan Minoxidil sebagai Hair Growth. Menganalisis pengaruh variasi basis terhadap formulasi sediaan gel pomade dengan kombinasi Peppermint Oil dan Minoxidil sebagai Hair Growth. Penelitian menggunakan metode quasy-eksperimental dengan tiga formulasi yang memiliki perbedaan variasi konsentrasi paraffin solidum (0%, 1%, 2%) sebagai basis sediaan. Evaluasi fisik dilakukan terhadap parameter organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan uji stabilitas menggunakan metode cycling test sebanyak 6 siklus selama 12 hari. Formulasi dari tiga sediaan pomade menunjukkan hasil yang baik selama uji stabilitas fisik dilakukan. Parameter uji yang diperhatikan seperti organoleptis, homogenitas, pH, uji daya sebar, dan uji daya lekat menunjukkan bahwa ketiga formulasi memenuhi standar sediaan yang baik dan optimal. Formulasi II dari sediaan pomade sebagai hair growth dinilai sebagai formulasi terbaik karena memberikan keseimbangan pada parameter uji fisik dan uji stabilitas serta memiliki tekstur yang pas sehingga memudahkan dalam penggunaan.