Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Gambaran Sistem Manajemen Apotek X Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian: An Overview of the Management System of X Hospital Based on Pharmacy Service Standards Nurhikmah, Nurhikmah; Melviani, Melviani; Yuwindry, Iwan; Arzyki, Saftia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7729

Abstract

Sistem manajemen merupakan aspek yang penting dalam melakukan pelayanan kefarmasian sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian khususnya di sarana pelayanan kesehatan yaitu apotek. di apotek digunakan sebagai pedoman praktik profesi apoteker dan melindungi pasien dari pelayanan yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pemusnahan, penarikan, pencatatan dan pelaporan di Apotek X. Metode penelitian yang dilakukan dengan melakukan wawancara kepada pengelola dan penanggung jawab apotek menggunakan kuisioner sebagai pedoman. Hasil yang diperoleh pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai yang dilakukan di apotek X belum sepenuhnya dilakukan, seperti pada bagian pemusnahan resep 5 tahun sekali yang belum pernah dilakukan sehingga resep menumpuk. Penyimpanan di apotek X juga belum sepenuhnya menerapkan dikarenakan sebagian masih tidak menggunakan wadah asli obat tidak dituliskan nomor batch dan tanggal kadaluarsa obat. Pada penyimpanan obat dingin masih dicampur dengan makanan sehingga obat bisa terkontaminasi. Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa penyimpanan di apotek X belum sepenuhnya menerapkan standar pelayanan kefarmasian di apotek nomor 73 tahun 2016.
Formulasi dan Evaluasi Nano Spray Gel dengan Ekstrak Daun Sirih Merah (piper crocatum Ruiz & Pav) Sebagai Antioksidan dengan Variasi Konsentrasi Carbopol 940: Optimization Formulation and Evalution of Nano Spray Gel with Red Betel Leaf Extract (piper crocatum Ruiz & Pav) as Antioxidant with Variation of Carbopol 940 Concentration Karlina, Delva Warti; Noval, Noval; Yuwindry, Iwan
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7754

Abstract

Obat Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid digunakan sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Nano spray gel ketika digunakan dapat mempercepat system pengantaran obat, lebih mudah dicuci. Karbopol 940 sebagai basis karena bersifat bebas iritasi dan tidak terserap kedalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan evaluasi nano spray gel dan pengaruh variasi basis Karbopol 940 pada sediaan nano spray gel. Penelitian yang dilakukan adalah Quasy Eksperimental. Ekstrak daun sirih merah diformulasikan menjadi sediaan nano spray gel dengan variasi konsentrasi karbopol 940 sebanyak 3 formulasi yaitu 0,05%, 0,075, dan 0,1%. Kemudian dilakukan evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH,Viskositas, daya lekat,pola penyemprotan, dan uji waktu kering. Hasil formulasi dan evaluasi sediaan nano spray gel didapatkan formulasi 3 paling baik uji organoleptis dan homogenitas semua formulasi baik.Uji pH,viskositas dan daya sebar formulasi 3 paling baik, uji pola penyemprotan dan daya sebar semua formulasi memenuhi persyaratan, uji waktu kering semua formulasi memenuhi standar, dan uji ukuran partikel memenuhi syarat. Variasi konsentrasi karbopol 940 berpengaruh terhadap evaluasi sediaan nano spray gel. Berdasarkan evaluasi nano spray gel formulasi yang paling baik adalah formulasi 3 dengan konsentrasi karbopol 940 sebesar 0,1 %.
U Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pulutan (Urena lobata L) Terhadap Bakteri Streptococcus pyogenes Pusvita, Shela; Rohama, Rohama; Yuwindry, Iwan; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.420

Abstract

Background: Pharyngitis or sore throat has a fairly high prevalence rate in Indonesia caused by Streptococcus pyogenes bacteria. Pulutan has experience as a medicine for sore throat, rheumatic fever, antipyretic, fracture, antifertility, and vaginal discharge. Based on research on ethanol extract that was done previously, pulutan leaf extract has antibacterial activity. Objective: To determine the antibacterial activity of pulutan leaf extract (Urena lobata L) which has the potential as an antibacterial against the growth of Streptococcus pyogenes and to determine the minimum inhibitory concentration and minimum killing concentration. Methods: This type of true experimental research design, namely research methods that look for causal relationships between independent and dependent variables. Antibacterial testing using disc diffusion and dilution methods. With concentrations of 100%, 75%, 50%, 25%, positive control amoxicillin and DMSO negative control. Results: The results of the disc diffusion test were able to inhibit the growth of the Streptococcus pyogenes bacteria which was indicated by the presence of a clear zone around the disc paper. The results of the dilution test obtained the MIC value at a concentration of 50% indicated by the media tube which looks clear. There was no KBM value at all the concentrations of the extracts tested, indicated by the growth of bacteria in the test medium. Conclusion: Pulutan leaf extract (Urena lobata L) has antibacterial activity which is indicated by the presence of an inhibition/clear zone around the disc paper. MIC results found at a concentration of 50%, KBM results on pulutan leaf extract (Urena lobata L) did not have killing power at all concentrations. Keywords: Antibacterial, Pulutan Leaf Extract (Urena lobata L), Streptococcus pyogenes.
H Hubungan Pendekatan Health Belief Model (HBM) Terhadap Minat Masyarakat Pada Vaksinasi Booster Covid-19 di Kelurahan Tumbang Miri Pebrianti, Pebrianti; Yuwindry, Iwan; Herawati, Anita
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.439

Abstract

Background: The Covid-19 pandemic has infected millions of people and caused up to 143,685 deaths in Indonesia. One of the most promising Covid-19 prevention strategies is vaccination. Although clinical investigations have proven the safety of Booster doses, public rejection or hesitation due to effectiveness and safety reasons is still a major problem in the Covid-19 Booster vaccination program. Objective: To determine the relationship of the Health Belief Model (HBM) approach to public interest in Covid-19 Booster vaccination in Tumbang Miri Village. Methods: Quantitative research with a cross-sectional approach. Sampling with purposive sampling technique. The number of samples obtained was 81 respondents. Univariate data analysis for respondent characteristics and bivariate analysis of Chi-square statistical tests to determine the relationship between the Health Belief Model and acceptance of Booster Covid-19 vaccination. Sampling was carried out for one month, starting from June 2023. Results: Perceived susceptibility had an association with vaccine acceptance (0.008 < 0.05), perceived severity had no association with vaccine acceptance (0.225, 0.137 and 0.913 > 0.05), perceived benefit had an association with vaccine acceptance (0.009 and 0.000 < 0.05), perceived barriers had no association with vaccine acceptance (0.272, 0.471 and 0.913 > 0.05), trigger to act had an association with vaccine acceptance (0.032 and 0.000 < 0.05). Conclusion: Perceived susceptibility, perceived benefits, and triggers to act have a relationship with the acceptance of Booster Covid-19 vaccination in the community of Tumbang Miri Village.  
Formulasi dan Evaluasi Pomade dengan Kombinasi Peppermint Oil dan Minoxidil sebagai Hair Growth Ardisya, Pinky Alifanda; Budi, Setia; Yuwindry, Iwan; Noval, Noval
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.6036

Abstract

Rambut memiliki peranan yang cukup penting bagi sebagian besar manusia, diantaranya yaitu sebagai mahkota yang berfungsi untuk menunjang penampilan dan keindahan (estetika). Rambut juga memiliki fungsi seperti pelindung dari paparan sinar matahari, termoregulasi, dan membantu proses transpirasi. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan penggunaan pomade yang dikombinasikan dengan peppermint oil dan minoxidil sebagai hair growth. Menganalisis formulasi optimal dan uji stabilitas dari sediaan pomade dengan kombinasi Peppermint Oil dan Minoxidil sebagai Hair Growth. Menganalisis pengaruh variasi basis terhadap formulasi sediaan gel pomade dengan kombinasi Peppermint Oil dan Minoxidil sebagai Hair Growth. Penelitian menggunakan metode quasy-eksperimental dengan tiga formulasi yang memiliki perbedaan variasi konsentrasi paraffin solidum (0%, 1%, 2%) sebagai basis sediaan. Evaluasi fisik dilakukan terhadap parameter organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan uji stabilitas menggunakan metode cycling test sebanyak 6 siklus selama 12 hari. Formulasi dari tiga sediaan pomade menunjukkan hasil yang baik selama uji stabilitas fisik dilakukan. Parameter uji yang diperhatikan seperti organoleptis, homogenitas, pH, uji daya sebar, dan uji daya lekat menunjukkan bahwa ketiga formulasi memenuhi standar sediaan yang baik dan optimal. Formulasi II dari sediaan pomade sebagai hair growth dinilai sebagai formulasi terbaik karena memberikan keseimbangan pada parameter uji fisik dan uji stabilitas serta memiliki tekstur yang pas sehingga memudahkan dalam penggunaan.
Hubungan Pengetahuan dan Tingkat Pendidikan terhadap Tindakan Pembuangan Limbah Obat Rumah Tangga di Kelurahan Loktabat Utara Oktavia, Regina; Melviani, Melviani; Mustaqimah, Mustaqimah; Yuwindry, Iwan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6255

Abstract

Penyimpanan dan pembuangan produk farmasi yang tidak tepat dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan serta berisiko terhadap kesehatan masyarakat. Limbah obat rumah tangga yang dibuang sembarangan berpotensi mencemari air, tanah, dan ekosistem, serta dapat menyebabkan resistensi obat dan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan perilaku pembuangan limbah obat yang benar, yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan pendidikan masyarakat. Pendidikan merupakan faktor penting dalam membentuk sikap dan perilaku individu melalui proses pembelajaran. Tingkat pendidikan diyakini dapat memengaruhi pola pikir dan tindakan dalam menghadapi permasalahan, termasuk pengelolaan limbah obat rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan tingkat pendidikan terhadap tindakan pembuangan limbah obat rumah tangga di Kelurahan Loktabat Utara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berpendidikan SMA sebesar 55%. Sebagian besar masyarakat memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik terkait tindakan pembuangan limbah obat rumah tangga. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dengan tindakan pembuangan limbah obat rumah tangga dengan nilai p sebesar 0,009 (p < 0,05). Sementara itu, tingkat pendidikan tidak memiliki hubungan signifikan terhadap tindakan pembuangan limbah obat rumah tangga dengan nilai p sebesar 0,780 (p > 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan berperan penting dalam membentuk perilaku pembuangan limbah obat rumah tangga, sedangkan tingkat pendidikan formal tidak berpengaruh langsung.