Claim Missing Document
Check
Articles

Pendekatan Health Belief Model (HBM) untuk Ibu Hamil dalam Menggunakan Asam Folat Sary, Ariska Yulia; Yuwindry, Iwan; Nastiti, Kunti; Kurniawati, Darini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.2188

Abstract

Asam folat merupakan vitamin esensial selama kehamilan dan menjadi satu-satunya vitamin yang kebutuhan hariannya harus terpenuhi, yaitu 400 mikrogram per hari. Kekurangan asam folat pada ibu hamil masih sering ditemukan di negara berkembang maupun maju, yang berisiko menimbulkan anemia serta cacat tabung saraf (Neural Tube Defect) pada janin. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepatuhan penggunaan asam folat pada ibu hamil melalui pendekatan Health Belief Model (HBM). Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik purposive sampling terhadap 78 responden ibu hamil di Puskesmas Pekauman. Pengambilan data dilakukan selama Februari–Maret 2025. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik responden, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square untuk menilai hubungan komponen HBM dengan kepatuhan penggunaan asam folat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dimensi HBM, yaitu persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, serta pemicu untuk bertindak, memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan penggunaan asam folat (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor persepsi dalam HBM berperan penting dalam mendorong kepatuhan ibu hamil. Oleh karena itu, intervensi promosi kesehatan berbasis HBM dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan konsumsi asam folat selama kehamilan.
Pendekatan Theory Of Planned Behavior (TPB) untuk Menganalisis Perilaku Pasien Thalasemia dalam Menggunakan Obat Kelasi Besi Mutia, Desy; Yuwindry, Iwan; Ikeh, Tri Sulapmi Dolina; Melviani, Melviani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.2955

Abstract

Thalassemia mayor adalah penyakit genetik kronis yang memaksa pasien menjalani transfusi darah secara rutin seumur hidup. Transfusi yang berulang menyebabkan akumulasi zat besi dalam tubuh, sehingga terapi kelasi besi menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan organ dan komplikasi serius. Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan ini menjadi kunci keberhasilan terapi, tetapi masih sering menghadapi berbagai hambatan, baik dari faktor internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku penggunaan obat kelasi besi pada pasien thalassemia mayor dengan menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross sectional dengan sampel 30 pasien thalassemia mayor di RSUD Ulin Banjarmasin, yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sikap pasien (p=0,001), norma subjektif (p=0,003), dan kontrol perilaku (p=0,001) dengan tingkat kepatuhan dalam menggunakan obat kelasi besi. Sebanyak 70% responden menunjukkan perilaku baik. Temuan ini menegaskan bahwa sikap positif terhadap pengobatan, dukungan sosial yang kuat, serta kemampuan mengendalikan diri secara efektif menjadi faktor utama yang mendorong kepatuhan pasien thalassemia mayor dalam menjalani terapi kelasi besi, sehingga meningkatkan kualitas hidup mereka.
Pengaruh Efek Samping Obat Off Label terhadap Kualitas Hidup Pasien Lupus di RSUD Ulin Banjarmasin Yuwindry, Iwan; Noval, Noval
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 8 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v8i2.2925

Abstract

Lupus Eritematosus Sistemik merupakan penyakit inflamasi autoimun kronis yang belum jelas penyebabnya, memiliki variasi gambaran klinis yang luas dan tampilan perjalanan penyakit yang beragam. Penggunaan obat-obatan off label seperti kortikosteroid untuk pengobatan SLE dapat mengakibatkan potensi efek samping yang besar terhadap pasien Lupus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efek samping penggunaan obat-obatan off label terhadap kualitas hidup pasien lupus, mengetahui tingkat efek samping penggunaan obat-obatan off label serta mengetahui tingkat kualitas hidup pasien lupus. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode potong lintang (cross sectional) dengan cara survey menggunakan intrumen Algoritma Naranjo dan instrumen kuesioner Quality of Life (WHOQOL)–BREF dengan responden pada penelitian ini berjumlah 28 responden. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa penggunaan obat-obatan off label pada terapi lupus dapat memunculkan resiko kemungkinan besar terjadinya reaksi obat merugikan (ROM). Kualitas hidup yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukkan hasil bahwa tingkat kualitas hidup responden masuk dalam kategori baik. Hasil analisis pada penelitan ini menyatakan bahwa efek samping penggunaan obat-obatan off label tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kualitas hidup pada pasien lupus atau dalam kata lain tidak ada pengaruh efek samping penggunaan obat-obatan off label terhadap kualitas hidup pasien lupus. Data penelitian menunjukkan nilai r hitung (pearson correlations) adalah -0,016 dan nilai Sig (2-tailed) adalah 0,936. Hasil analisis pengaruh efek samping penggunaan obat-obatan off label terhadap kualitas hidup pada pasien lupus sangat jelas menggambarkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara efek samping penggunaan obat-obatan off label terhadap kualitas hidup pasien lupus, namun pada korelasi ini terdapat hubungan yang tidak searah, dimana apabila nilai efek samping yang dialami responden tinggi maka nilai kualitas hidup responden justru rendah. Sebaliknya apabila nilai efek samping yang dialami responden rendah maka nilai kualitas hidup responden akan tinggi.
Efektivitas Penggunaan Media Kalender Fungsional terhadap Peningkatan Kepatuhan Penggunaan Obat Secara Mandiri pada Pasien Hipertensi Mahdiaty, Mahdiaty; Yuwindry, Iwan; Kabuhung, Elvine Ivana
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 8 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v8i1.2984

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Pemberian media kalender fungsional dapat meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi dalam meminum obat. Kepatuhan merupakan faktor penting dalam keberhasilan program pengobatan hipertensi. Berbagai macam kondisi dan komplikasi penyakit, kecacatan dan kematian dapat dicegah melalui pengontrolan perilaku dan kepatuhan dalam terapi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas dari media kalender fungsional sebagai peningkatan kepatuhan secara mandiri pada pasien hipertensi di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan non-randomized pretest-posttest control group design. Populasi dan sampel adalah pasien hipertensi yang tidak patuh terhadap terapi hipertensi di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2020 dengan jumlah sampel 32 orang. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode non-probality. Pengumpulan data menggunakan skala kepatuhan MMS-8 dan data dianalisis dengan uji wilcoxon. Kepatuhan pasien hipertensi sebelum mendapatkan media kalender fungsional termasuk kategori rendah dan kepatuhan pasien hipertensi sesudah mendapatkan media kalender fungsional mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil uji wilcoxon didapatkan p-value 0,01 lebih kecil dari dari 0,05 yang artinya ada peningkatan kepatuhan minum obat pasien hipertensi dengan pemberian media kalender fungsional. Kesimpulan yang dapat ditarik pada penelitian ini yaitu terdapat perbedaan kepatuhan minum obat sebelum dan sesudah mendapatkan media kalender fungsional.
The Correlation of Age and Knowledge on Behavior to Take the Supplement during The COVID 19 Pandemic (Study Case: in Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas) Hawini, Laudia; Yuwindry, Iwan; Riduansyah, Muhammad
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.3619

Abstract

Changes in people's lifestyles and consumption patterns during the COVID-19 pandemic led to an increase in the use of supplements. Supplements are basically taken to supplement nutrition, not to replace it. Age is known to have an effect on knowledge and behavior of supplement consumption. Researchers want to know the relationship between age and level of knowledge and behavior of using supplements during the Covid 19 pandemic. The research design used was cross sectional with analytical observational research. The population and sample are people who use supplements in the Selat District of Kapuas Regency in November 2020-July 2021, totaling 44 people. This study aims to determine the relationship between age and knowledge and behavior of using supplements during the Covid 19 pandemic in the Selat District, Kapuas Regency. Based on data analysis, it was found that there was no relationship between age and knowledge (p=0.264 > 0.05) and there was no relationship between age and behavior (p=0.538 > 0.05). So it can be concluded that age has no effect on knowledge and behavior of using supplements during the Covid 19 pandemic in the Straits District of Kapuas Regency.
Evaluation of Antibiotic Use in the Inpatient Internal Medicine Ward at RSUD Ulin Banjarmasin Nata Asi, Seva Bela; Aryzki, Saftia; Anggoro Mukti, Yusuf; Yuwindry, Iwan
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 22 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v22i2.29559

Abstract

The misuse of antibiotics is a significant concern due to the potential for developing resistance, which poses a growing global health threat. In the United States, antibiotic-resistant infections impact two million individuals annually, leading to 23,000 deaths. In Indonesian hospitals, antibiotic prescription rates are high, ranging from 44-97%, with 30-80% of these prescriptions being inappropriate. This study aims to evaluate the use of antibiotics in the internal medicine inpatient ward at Ulin Hospital, Banjarmasin, both quantitatively and qualitatively, using the ATC/DDD and Gyssens methods. A descriptive observational study was conducted using retrospective data collected from January to December 2023. The analysis included prescription data from inpatients in the internal medicine ward. Several antibiotics were identified, including Ceftriaxone, Azithromycin, Levofloxacin, Moxifloxacin, Cefixime, and Cefotaxime. The total DDD value was found to be 118.69 DDD/100 inpatient days. The DU 90% analysis showed the following usage rates: Ceftriaxone (oral) 52.51%, Azithromycin (parenteral) 60.55%, Levofloxacin (oral) 68.10%, Moxifloxacin (parenteral) 75.21%, Cefixime (parenteral) 81.02%, and Cefotaxime (oral) 86.09%. Ceftriaxone was the most frequently used antibiotic, with 39 patients receiving appropriate prescriptions (category 0) according to the Gyssens method. In conclusion, Ceftriaxone was the most commonly used antibiotic, representing 36.90% of prescriptions. The evaluation using the ATC/DDD method yielded a total DDD/100 inpatient days value of 118.69, while the Gyssens method indicated that 33.33% of prescriptions were appropriate.
Pengaruh Komunikasi Efektif Terhadap Kepuasan Pasien Dalam Pelayanan Informasi Obat (PIO) di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin Ganesa, Brianty; Kurniawati, Darini; Yuwindry, Iwan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3249

Abstract

Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan salah satu bentuk nyata dari pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada pasien, di mana komunikasi efektif menjadi elemen utama dalam menciptakan pemahaman dan kepatuhan terhadap penggunaan obat. Dalam konteks pelayanan di RSUD Ulin Banjarmasin, komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga sebagai sarana membangun empati dan kepercayaan antara apoteker dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi efektif terhadap tingkat kepuasan pasien dalam layanan PIO. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dan desain potong lintang (cross sectional). Sampel penelitian berjumlah seratus responden yang dipilih secara purposif, menggunakan instrumen berupa kuesioner komunikasi efektif dan kepuasan pasien. Lima indikator utama komunikasi efektif yang diteliti meliputi pemahaman, kesenangan, pengaruh terhadap sikap, hubungan yang semakin baik, serta tindakan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima indikator tersebut berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pelayanan informasi obat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis apoteker dalam memberikan informasi yang akurat, tetapi juga oleh kemampuan interpersonal dalam berkomunikasi secara hangat, jelas, terbuka, dan empatik. Komunikasi yang efektif mampu meningkatkan rasa nyaman dan kepercayaan pasien, sehingga menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada kemanusiaan.
Cost-Effectiveness Analysis pada Pasien Rawat Inap Hipertensi Alfisah, Firda; Yuwindry, Iwan; Kurniawati, Darini
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 5 No 2 (2024): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2024
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v5i2.4907

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, menurut WHO 2018 menunujukkan jika 1,13 miliar orang di dunia mengidap hipertensi dan terus meningkat setiap tahunnya. Penatalaksanaa hipertensi membutuhkan biaya yang dapat menimbulkan beban ekonomi bagi masyarakat, karena itu penilaian biaya ekonomi pelayanan kesehatan perlu dilakukan agar masyarakat bisa mendapat terapi antihipertensi yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi biaya efektivitas ACER dan ICER terapi antihipertensi pada pasien hipertensi di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. Metode penelitian ini observasional deskriptif secara kuantitatif, yaitu data rekam medis pasien rawat inap hipertensi yang diambil secara retrospektif sebanyak 50 sampel, data dianalisa menggunakan Analisa univariat. Hasil dari ACER menunjukkan jika Amlodipine 10 mg memiliki biaya antihipertensi yang baik dengan nilai ACER sebesar Rp.4.320.410, dengan efektivitas 94,74%. Dan biaya yang meliputi biaya perawatan tertinggi untuk pasien penggunaan Bisoprolol 2,5 mg sebesar Rp 3.600.00,-, sedangkan biaya perawatan terendah adalah amlodipine 10 mg sebesar Rp.1.347.368,- Berdasarkan dari hasil Penelitian terapi Amlodipine 10 mg disimpulkan sebagai terapi pilihan utama untuk pasien hipertensi di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin, karena terapi ini menawarkan kombinasi terbaik dari efektivitas tinggi dan biaya rendah. Oleh karena itu, dalam pengambilan keputusan mengenai terapi hipertensi, Amlodipine 10 mg harus dipertimbangkan sebagai opsi utama berdasarkan analisis cost-effectiveness yang dilakukan.
Pelatihan Pembuatan Filtrasi Sederhana Karang Taruna Miftahul Jannah Dalam Membangun Kesehatan Lingkungan Sungai Alawiyah, Tuti; Yuwindry, Iwan; Nurhayati, Nurhayati
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023614

Abstract

Sasirangan liquid waste as a form of the textile industry has a high polluting power so it does not meet the requirements to be discharged into the environment before being processed. Sasirangan wastewater pollution parameters exceed the textile industry wastewater quality standards. Until now, in the Sungai Jingah Village there is no institutional team structure to overcome these weaknesses in waste management. Therefore, we carry out a program that can solve these problems, namely by optimizing the function of the Miftahul Jannah Youth Organization, which is domiciled in the local environment, namely the Partner Assistance Program with the theme "Training in Making Simple Filtration of Miftahul Jannah Youth Organization in Building River Environmental Health". This partner mentoring program aims to improve partner skills so that they can independently manage the waste management process for IKM sasirangan fabrics in the Sungai Jingah sub-district. The method of activity in overcoming this problem is by providing counseling regarding the chemical content and effects of sasirangan cloth waste, training on making activated carbon from banana peels, and training on making simple activated carbon filtration. Training and mentoring activities for making this Simple Filtration Economically can help increase partners' knowledge for handling sasirangan waste at Sasirangan cloth SMI Sungai Jingah Village.
Biaya Kesehatan Pasien Sistemik Lupus Eritematosus (SLE) dengan Penggunaan Obat Off Label pada Terapi: Health Costs of Systemic Lupus Eritematosus (SLE) Patients Using Off Label Drugs in Theraphy Yuwindry, Iwan; Yusri, Yusri
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7151

Abstract

Masalah utama dalam melakukan pengobatan lupus adalah kebanyakan obat untuk terapi yang diberikan belum mendapat pengesahan sehingga masih termasuk dalam golongan obat off label untuk pengobatan lupus. Penggunaan obat off label dapat membawa potensi kejadian efek samping pada pasien Lupus yang berdampak peningkatan biaya kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran biaya kesehatan pada pasien lupus yang menggunakan obat off label pada terapinya, sebagai evaluasi terpadu dalam mengupayakan peningkatan kualitas hidup dan menjamin perawatan yang tepat pada pasien Lupus. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional deskriptif dengan menggunakan cara survey untuk melihat kejadian efek samping penggunaan obat-obatan off label pada pasien lupus. Penelitian ini merupakan penelitian prospektif yang dilakukan dengan mengobservasi pasien lupus untuk mengetahui biaya kesehatan yang dikeluarkan dalam terapi yang menggunakan obat off label. Hasil penelitian didapatkan responden terbanyak berada pada usia dewasa (19 responden atau 47,5%), kemudian responden terbanyak adalah perempuan (37 responden atau 92,5%). Hasil penelitian ini menunjukkan dengan jelas bahwa gambaran biaya Kesehatan dalam penggunaan obat off label pengobatan penyakit Lupus yang paling tinggi yaitu 2 kombinasi obat off label Metylprednisolon dan Imuran sebesar Rp.313.285. Kemudian biaya terendah yaitu penggunaan monoterapi metylprednisolon sebesar Rp.5.833.