Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT PESISIR LINGKUNGAN PATTITANGNGANG KELURAHAN TAKALAR TENTANG PENTINGNYA SANITASI LINGKUNGAN HASRIANTI, HASRIANTI; NURHASANAH, NURHASANAH; RAHMITA, RAHMITA
GANEC SWARA Vol 18, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v18i1.770

Abstract

Environmental sanitation is an activity that aims to maintain and maximize basic environmental condition standards that will affect human life. Poor environmental sanitation will cause environmental problems. This research was conducted to determine the level of knowledge, attitudes and behavior of coastal communities in the Pattitannggang Environment, Takalar District regarding the importance of environmental sanitation. This research was conducted in the coastal area of the Pattitanggang Environment, Takalar Village, Mappakasunggu District, Takalar Regency. Data collection was carried out using survey, documentation and interview methods with a questionnaire guide. Interviews with 25 coastal community respondents. The results of the research show that coastal communities in the Pattitangang Environment have a fairly good level of knowledge, attitudes and behavior regarding the importance of environmental sanitation. However, environmental cleaning facilities and infrastructure such as rubbish bins or rubbish trucks are not yet available, so people continue to carry out the habit of piling up and burning rubbish which can have an impact on reducing air quality
PROGRAM MAGANG MAHASISWA DALAM MANAJEMEN TEKNOLOGI BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI PT ESAPUTLII KABUPATEN BARRU Hasrianti, Hasrianti; Permatasri, Devi; Hadi, Zennur Rahman; Damis, Damis
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v6i2.14411

Abstract

Pelaksanaan kegiatan program magang bagi mahasiswa ilmu perikanan dilakukan di tambak PT. Esaputlii Prakarsa Utama dengan tujuan; (a) peningkatan pengetahuan, keterampilan wirausaha di bidang ilmu perikanan, (b) memberikan pengalaman kerja terhadap mahasiswa ilmu perikanan. Adapun manfaat yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini terdiri atas (a) memberikan pengalaman kerja bagi mahasiswa, (b) memahami secara mendalam terkait manajemen teknologi budidaya udang vaname . Metode dalam kegiatan magang meliputi; tindakan langsung dalam pelaksanaan teknik budidaya udang vaname seperti teknologi manajemen pakan, persiapan pelaksanaan budidaya, dan penebaran bibit benur. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode learning by doing dan partisipatif interaktif. Sebanyak 5 orang mahasiswa dalam waktu 4 bulan melakukan kegiatan mulai dari persiapan kolam, penebaran bibit udang, pemberian pakan, dan panen udang vaname. Berdasarkan kegiatan melalui program magang di tambak PT. Esaputlii Prakarsa Utama memberikan pengalaman kerja kepada mahasiswa program studi Ilmu Perikanan. Berdasarkan hasil observasi dan pemantauan di lapangan setelah 4 bulan, dihasilkan pengetahuan mahasiswa semakin bertambah dan motivasi membuat usaha sendiri semakin meningkat.
ANALYSIS OF TRAILS AREA OF Tilapia (Oreochromis niloticus) ON GILL NET WITH DIFFERENT SHORTENINGS: Hasrianti, Hasrianti
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 1 No 1 (2021): APRIL
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.993 KB) | DOI: 10.55678/jikan.v1i1.256

Abstract

Knowledge of fish and fishing gear using fish behavior approaches is done to improve the effectiveness and efficiency of fishing. This study aims to determine the effect of shortening on the position of fish caught in gill nets. This research was carried out by using a flume tank with a size of 500 cm x 120 cm x 120 cm which was divided into 3 parts which were limited by waring insulation from polyethylene and nets made from PA monofilament material with treatment on shortening and hanging ratios namely using 40% and 60% shortening (hanging ratio 60% and 40%). Tilapia used in this experiment as many as 74 tails that have been measured are then placed in a maintenance tank. The experiment was carried out in 10 replications in each treatment (shortening and hanging ratio). The results showed that catching tilapia (Oreocromis niloticus) with 40% and 60% shortening with the same mesh size of 7.62 cm caught fish of different sizes. At 60% shortening fish tend to be caught gilled and have a larger size compared to fish caught on 40% shortening which ranges from 21 cm - 23.5 cm while on shortening 40% fish tend to be caught wedged and have sizes ranging from 19.10 cm - 21 cm. Percentage of bondage area to total length of tilapia on shortening was 40% greater, ranging from 4.10% - 7.14% compared to 60% shortening which ranged from 2.29% -3.48%.
Identifikasi Jenis Ikan Sapu-Sapu (Loricariidae) Berdasarkan Karakteristik Pola Abdomen Di Perairan Danau Sidenreng Hasrianti, Hasrianti
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 1 No 2 (2021): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1556.445 KB) | DOI: 10.55678/jikan.v1i2.539

Abstract

Ikan Sapu-sapu merupakan salah satu jenis ikan yang dianggap sebagai hama dalam perairan karena bersifat invasif (invasif spesies). Ikan sapu-sapu saat ini sangat banyak ditemukan di perairan tersebut dan tertangkap pada jaring insang yang dipasang oleh nelayan. Banyaknya populasi spesies ikan sapu-sapu yang terdapat di Danau Sidenreng yang menjadi dasar dalam mengidentifikasi jenis-jenis ikan sapu-sapu berdasarkan karakteristik morfologi dan pola abdomennya. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode sampling yaitu dengan jumlah sampel 30 ekor. Identifikasi jenis spesies ikan sapu-sapu dilakukan dengan melihat literatur yang ada. Hasil penelitian menunjukkan 2. Terdapat 3 jenis spesies ikan sapu-sapu yang terdapat pada Danau Sidenreng yakni antara lain Pterigoplichthys pardalis, Pterigoplichthys multiradiatus dan inter-grade. Ukuran panjang total (PT) ikan sapu-sapu yang tertangkap pada jaring insang nelayan Danau Sidenreng berkisar antara 21 cm – 41,3 cm, sedangkan ukuran panjang cagak (PC) berkisar antara 14,4 cm – 32,2 cm.
Fisheries Management Strategy in Lake Sidenreng Hasrianti, Hasrianti; M., Armayani; Surianti, Surianti; Sahni Putri, Rini; Damis, Damis; Akbar, Abd Hakim
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 2 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v2i1.648

Abstract

Upaya pengelolaan perikanan pada suatu perairan dimaksudkan dengan tujuan untuk dapat memberikan manfaat sosial ekonomi yang optimal bagi masyarakat yang pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari dinamika ekosistem yang menjadi media hidup bagi sumberdaya ikan itu sendiri. Kajian strategi pengelolaan perikanan di Danau Sidenreng dilakukan dengan tujuan agar dapat memberikan pandangan serta pedoman dalam strategi pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di danau sidenreng yang telah tercemar oleh spesies invasif yang dapat menganggagu status keberlanjutan perikanan di danau sidenreng. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survey berupa observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil Analisis SWOT strategi pengelolaan perikanan di Danau Sidenreng yakni dengan mengembalikan fungsi dan peran perairan Danau sebagai ekosistem akuatik yang seimbang dengan melakukan Restocking ikan endemik dan optimalisasi upaya penangkapan dan pemasaran ikan sapu-sapu dan dapat dilakukan Pemanfaatan dan pengolahan ikan sapu-sapu sebagai produk perikanan bernilai ekonomis baik sebagai produk non komsumsi maupun produk yang dapat dikomsumsi. Selain itu dapat juga dilakukan optimalisasi fungsi dalam pengelolaan danau sidenreng di sektor lain misalnya sektor pariwisata.
Peningkatan Kapasitas Guru dalam Menyusun Modul Ajar Kurikulum Merdeka Sari, Fitri Kumala; Badolo, Mas’ud; Malik, Marwati Abd.; Agnes, Agnes; Pasinggi, Etri; Hasnani, Hasnani; Sofyan, Edy; Ramadani, Fitri; Hasrianti, Hasrianti; Anggraeni, Ismi Dwi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.18244

Abstract

Abstrak Pengabdian ini memiliki tujuan dalam mengelola kompetensi guru dalam menyiapkan perangkat ajar berupa modul ajar dalam kurikulum merdeka. Jenis penelitian yang dilakukan yakni kualitatif dengan metode pengabdian yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan. Pelatihan dalam penelitian ini memberikan mentoring kepada peserta yakni guru guru dalam memberikan materi penyusunan modul ajar lalu mentoring tentang penyusunan modul ajar dengan materi kebutuhan gaya belajar peserta didik. Hasil dari penelitian ini diantaranya pelatihan dan pendampingan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas guru dalam menyusun modul ajar. Pengabdian ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA se-Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. Modul ajar yang kontekstual dan efektif dapat membantu peserta didik untuk belajar dengan lebih bermakna dan mencapai tujuan yang optimal. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka, Modul Ajar, Pelatihan Perangkat Ajar
Gambaran Perbedaan Kadar Timah (Sn) pada Air Buah dan Buah Dalam Kemasan Kaleng Rahmawati, Rahmawati; Rianto, Muh. Rifo; Rasiyanto, Effendy; Hasrianti, Hasrianti
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 1 No. 2 (2020): Ilmu dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v1i2.78

Abstract

Canned fruit is fruit that is packaged in packaging, using cans through many processes, aiming to maintain the durability of the packaged fruit. The packaging uses cans made of several heavy metals, one of which is tin (Sn). The process of preserving fruit, which goes through many stages, may allow the heavy metal to be hydrolyzed, causing the canned fruit to contain heavy metals which can be harmful to human health. This study aims to determine and determine the description of differences in tin (Sn) content in fruit water and canned fruit. The type of research used is laboratory observation with simple random sampling technique. Based on the results of research from 5 samples of canned fruit, the results obtained were the results of research on sample A (fruit) 3.19 mg / kg (water) 2.18 mg / L, B (fruit) 5.08 mg / kg (water) 0.49 mg / L, C (fruit) 1.08 mg / kg (water) 0.74 mg / L, D (fruit) 1.28 mg / kg (water) 1.56 mg / L, E (fruit) 2.92 mg / kg (water) 2.78 mg / L). This research can be concluded that of the 5 samples studied contained levels of lead (Sn) below the maximum threshold for food contamination set by BPOM in 2009, namely 250 mg / kg so it is still safe for consumption, and the levels of lead (Sn) obtained at fruit is higher than the tin content in fruit water in cans.
Spatial -Temporal Environmental Conditions of the Makassar Strait Waters 2020-2023 Putri, Rini Sahni; Hasrianti, Hasrianti; Idrus, Muh. Ikhsan
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 5 No 1 (2025): APRIL
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v5i1.1984

Abstract

The condition of the aquatic environment plays a very important role in the success of fisheries because various environmental factors directly affect the growth, reproduction, and survival of fish. Factors such as water temperature, chlorophyll, currents and others, contribute to fisheries productivity. This study aims to provide a spatial and temporal overview of the environmental conditions of the Makassar Strait waters in 2020-2023. This study uses AQUA MODIS remote sensing satellite data to map the environmental conditions of the Makassar Strait waters in 2020-2023 spatially and temporally. Data analysis uses Geographic Information Systems (GIS) and interpolation using the Inverse Distance Weighting (IDW) method. The results of this study indicate that the spatial distribution of sea surface temperatures in the Makassar Strait waters fluctuates both spatially and temporally between 25.0°C – 33.9°C. The lower range at the beginning of the year is January-February and starts to get warmer in March-June, then returns to low or cold in July-September and warms up again until the end of the year reaching 33°C around the waters of Pinrang, Parepare, Barru and Pangkajene Islands. The current speed is in the range of 0.1-0.7 m/s and tends to head north. The spatial-temporal pattern of chlorophyll-a content of the Makassar Strait waters is between 0.10 – 0.99 mg/m³.
Analisis Keberlanjutan Operasi Tambang PT Anugrah Harisma Barakah dengan Multidimensional Scaling (MDS) Widiawan, Andhika Prasetya; Soesanta, Prabawa Eka; Hasrianti, Hasrianti
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2025.012.01.4

Abstract

ABSTRAK PT Anugrah Harisma Barakah (PT AHB) selama masa operasi tambangnya belum mencapai tingkat yang berkelanjutan berdasarkan peringkat PROPER merah yang didapatkan pada periode tahun 2021-2023. Tujuan penelitian adalah menentukan tingkat keberlanjutan operasi pertambangan nikel PT AHB berdasarkan dimensi ekologi, sosial-budaya, ekonomi, infrastruktur & teknologi, dan kelembagaan & hukum. Penelitian dilakukan dengan pengamatan langsung di lokasi pertambangan dan sekitarnya, peninjauan pustaka, dan wawancara dengan stakeholders. Indikator-indikator berdasarkan 5 dimensi keberlanjutan dianalisis menggunakan metode multidimensional scaling (MDS). Hasil penelitian menunjukkan tingkat keberlanjutan operasi pertambangan nikel PT AHB berada pada tingkat cukup berkelanjutan (>50-≥75) dengan skor 58.46. Dimensi yang memiliki tingkat keberlanjutan terendah adalah dimensi lingkungan dengan nilai 52.77 dan dimensi dengan tingkat keberlanjutan tertinggi adalah dimensi sosial-budaya dengan nilai 69.07. Indikator-indikator yang memiliki tingkat pengungkit (leverage) yang tinggi pada masing-masing dimensi adalah indikator tingkat kesehatan masyarakat, kontribusi terhadap PDRB, tingkat erosi dan banjir, ketersediaan SDM pengawas, dan ketersediaan aturan dan barang K3L. PT AHB dapat meningkatkan keberlanjutannya dengan lebih berkomitmen pada reklamasi yang sudah dilakukan, menambahkan IPAL, dan implementasi sistem pengelolaan limbah B3 yang lebih baik. Kata kunci: keberlanjutan, Multidimensional Scaling, pertambangan ABSTRACT PT Anugrah Harisma Barakah (PT AHB) mining operation has not yet reached a sustainable level based on the red PROPER rating the company obtained in the 2021-2023 period. This research is conducted through direct observation of the mining operation permit area and its surroundings, literature review, and interviews with stakeholders. The goal is to determine the sustainability level of PT AHB’s mining operation based on environmental, socio-cultural, economic, infrastructure and technology, and institutional and legal dimensions. The indicators on each 5 dimensions are then analyzed using multidimensional scaling (MDS). The result shows that the sustainability level of PT AHB’s mining operation is at a sufficient level (>50-≥75) with 58.46 score. The dimension that have the lowest score is the environmental dimension with 52.77 and the highest score is the socio-cultural dimension with 69.07. The indicators that have a highest level of leverage from each dimensions are public health level, GDRP contribution, erosion and flood frequencies, availability of mining supervision staffs, and availability of rules and goods for Occupational Health & Environmental Safety (OHES). PT AHB sustainability can be improved by putting more commitment into their restoration program, installing wastewater treatment plant, and better implementation of hazardous and toxic waste management. Keywords:  mining, Multidimensional Scaling, sustainability
Implementasi Konsep Ekonomi Sirkular Untuk Mewujudkan Industri Karet Remah Berkelanjutan Hidayat, Heri; Hamzah, A H P; Hasrianti, Hasrianti
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jgg.141.001

Abstract

Ekonomi sirkular adalah suatu model ekonomi yang mengeliminasi limbah dengan memperpanjang fungsi dan manfaat sumber daya secara efektif dan efisien. Konsep ekonomi sirkular memiliki prinsip zero waste yang berpengaruh pada faktor sosial, ekonomi dan penyediaan sumber daya maupun energi yang berkelanjutan. Model ekonomi sirkular dapat diimplementasikan pada berbagai sektor industri, termasuk industri karet remah. Penelitian ini bertujuan menyusun model ekonomi sirkular pada industri karet remah melalui konsep 9R/refuse, rethink, reduce, reuse, repair, refurbish, remanufacture, repurpose, recycle, dan recover). Pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, interview dengan masyarakat sekitar dan stakeholder serta studi literatur. Data dianalisis menggunakan mix method yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif, kemudian data dideskripsikan secara explanatory sequential design yang juga dibandingkan dengan literatur. Hasil penelitian ini berupa desain model ekonomi sirkular yang dapat dipergunakan sebagai acuan oleh industri karet dalam mewujudkan industri karet remah berkelanjutan dan mendukung Sustainable Development Goals agenda nomor 12 Sustainable Consumption and Production .