Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Kesehatan tentang Pencegahan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada Ibu Hamil dalam kegiatan Posyandu di Desa Baruas wilayah kerja Puskesmas Batunadua Simamora, Febrina Angraini; Manurung, Dina Mariana; Rangkuti, Juni Andriani; Siregar, Nurelilasari; Harahap, Mei Adelina; Lola Pebrianthy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2444

Abstract

Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan kongenital yang terjadi sejak masa perkembangan janin dan berkontribusi terhadap tingginya morbiditas serta mortalitas bayi. Upaya pencegahan PJB perlu dilakukan secara promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan kepada ibu hamil dan perempuan usia subur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan PJB pada janin melalui edukasi kesehatan yang dilaksanakan pada kegiatan Posyandu di Desa Baruas, wilayah kerja Puskesmas Batunadua. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan, diskusi interaktif, dan pembagian media edukasi. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Aufa Royhan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus aplikasi pembelajaran mahasiswa di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor risiko PJB, pentingnya perencanaan kehamilan sehat, dan kepatuhan terhadap pemeriksaan antenatal. Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan berbasis Posyandu efektif sebagai strategi pencegahan PJB pada janin dan mendukung penguatan peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.
Meningkatkan Kesehatan Fisik dengan Senam Anak Sehat di Desa Sorimanaon Kecamatan Angkola Muaratais Simamora, Febrina Angraini; Utami, Dina; Siregar, Elli Monika; Harahap, Efrida Yani; Putri, Dea
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i1.6556

Abstract

Kemajuan teknologi dan kemudahan yang menyertainya menjadi tantangan utama yang menyebabkan turunnya aktivitas fisik masyarakat di seluruh dunia, khususnya Indonesia. Prevalensi obesitas pada anak-anak dan remaja semakin meningkat seiring dengan peningkatan perubahan lingkungan sosial ekonomi dan pola gaya hidup. Aktivitas fisik akan menjaga berat badan ideal pada anak. Aktivitas fisik dan olahraga juga memberikan dampak positif fisik dan kesehatan mental pada anak-anak. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja kuliah kerja nyata yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Aufa Royhan di Kota Padangsidimpuan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan informasi tentang pentingnya aktivitas fisik pada anak-anak dan manfaat jangka panjang pada kesehatan jika dilakukan dengan tepat pada anak-anak usia sekolah di desa Sorimanaon Kecamatan Angkola Muaratais Tapanuli Selatan. Sebelum dilakukan senam anak sehat, mayoritas peserta sebanyak 15 peserta (60%) memiliki perilaku yang kurang tentang manfaat aktivitas fisik senam secara rutin, namun setelah dilakukan senam anak sehat secara rutin selama 5 minggu berturut-turut didapatkan peningkatan perilaku peserta yaitu mayoritas peserta sebanyak 20 peserta (80%) memiliki perilaku yang baik tentang senam kebugaran jasmani. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kegiatan rutin senam anak sehat setiap minggu dapat meningkatkan perilaku hidup sehat pada anak-anak sehingga tujuan untuk dapat meningkatkan kebugaran fisik dapat tercapai.
Interventions For Prevent Type 2 Diabetes Melitus Complications : a Review Simamora, Febrina Angraini; M, Dina Mariana; Harahap, Mei Adelina; Simamora, Asnil Adli; Siregar, Mahmul Rivai
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2838

Abstract

Type 2 diabetes is a major cause of illness and death. Long suffering from diabetes is often associated with complications such as neuropathy. Complications usually begin to arise after the client has suffered from DM for more than 10 years. Lifestyle modification is a fundamental management approach that can prevent or delay the development of prediabetes into diabetes, as well as reduce the risk of microvascular and macrovascular diseases. The purpose of this study was to review the effectiveness of some interventions on minimizing progression to diabetes in high-risk patients or progression to clinical outcomes (such as cardiovascular disease and death) in patients with type 2 diabetes. Data Sources in tihis study was from research on lifestyle interventions in type 2 diabetes mellitus published between 2007-2022 in online article databases PubMed, Proquest, Geogle Schoolar, Sci Hub and Sciencedirect. The data collection technique was by entering keywords into the database, the keywords used were: interventions AND Type 2 Diabetes Melitus; Lifestyle Diabetes Melitus AND Prevent Complications, Interventions AND Modification Lifestyle. Several interventions were found to prevent complications in patients with type 2 diabetes mellitus, starting from self-empowerment interventions, family empowerment, health belief models, cultural approaches, and others. Comprehensive lifestyle interventions effectively decrease the incidence of type 2 diabetes in high-risk patients and its complications. In patients who already have type 2 diabetes, there is no evidence of reduced all-cause mortality and insufficient evidence to suggest benefit on cardiovascular and microvascular outcomes
Meningkatkan Kesehatan Fisik dengan Senam Anak Sehat di Desa Sorimanaon Kecamatan Angkola Muaratais Febrina Angraini Simamora; Dina Utami; Elli Monika Siregar; Efrida Yani Harahap; Dea Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i1.6556

Abstract

Kemajuan teknologi dan kemudahan yang menyertainya menjadi tantangan utama yang menyebabkan turunnya aktivitas fisik masyarakat di seluruh dunia, khususnya Indonesia. Prevalensi obesitas pada anak-anak dan remaja semakin meningkat seiring dengan peningkatan perubahan lingkungan sosial ekonomi dan pola gaya hidup. Aktivitas fisik akan menjaga berat badan ideal pada anak. Aktivitas fisik dan olahraga juga memberikan dampak positif fisik dan kesehatan mental pada anak-anak. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja kuliah kerja nyata yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Aufa Royhan di Kota Padangsidimpuan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan informasi tentang pentingnya aktivitas fisik pada anak-anak dan manfaat jangka panjang pada kesehatan jika dilakukan dengan tepat pada anak-anak usia sekolah di desa Sorimanaon Kecamatan Angkola Muaratais Tapanuli Selatan. Sebelum dilakukan senam anak sehat, mayoritas peserta sebanyak 15 peserta (60%) memiliki perilaku yang kurang tentang manfaat aktivitas fisik senam secara rutin, namun setelah dilakukan senam anak sehat secara rutin selama 5 minggu berturut-turut didapatkan peningkatan perilaku peserta yaitu mayoritas peserta sebanyak 20 peserta (80%) memiliki perilaku yang baik tentang senam kebugaran jasmani. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kegiatan rutin senam anak sehat setiap minggu dapat meningkatkan perilaku hidup sehat pada anak-anak sehingga tujuan untuk dapat meningkatkan kebugaran fisik dapat tercapai.
Pengaruh Pendekatan Edukasi Socio-Cultural terhadap Pencegahan TBC di Kabupaten Tapanuli Selatan: The Influence of the Socio-Cultural Education Approach on TB Prevention in Tapanuli Selatan Regency Anto J. Hadi; Edy Sujoko; Lucy Widasari; Febrina Angraini Simamora
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 11 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i11.4297

Abstract

Latar Belakang: Tingginya angka kejadian TBC di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tapanuli Selatan. Selain itu, faktor sosial budaya seperti stigma dan diskriminasi terhadap penderita TBC juga dapat mempengaruhi keberhasilan program pencegahan dan pengendalian TBC. Tujuan penelitian: untuk menilai pengaruh pendekatan edukasi socio-cultural terhadap pencegahan TBC di Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pada keluarga di Kabupaten Tapanuli Selatan. Terdiri dari kelompok intervensi yang menerima pendekatan edukasi sosio-kultural terhadap pencegahan TBC, dan kelompok kontrol yang tidak menerima pendekatan serupa. Populasi terdiri dari masyarakat yang rentan terkena TBC di Kabupaten Tapanuli Selatan, dengan sampel dipilih melalui teknik purposive sampling yang mewakili berbagai kelompok sosial dan ekonomi di setiap desa atau kelurahan. Instrumen penelitian berupa kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data tentang pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait TBC, serta observasi. Data dianalisis menggunakan software SPSS, dengan analisis univariate, bivariate, dan multivariate, serta uji statistik seperti chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan keluarga, sikap, perilaku keluarga pada pre test dengan post test 1 dan post test 2 baik pada kelompok perlakuan maupun kontrol. Dari hasil ini adalah bahwa meskipun pendekatan edukasi sosial-kultural memiliki dampak yang signifikan terhadap pengetahuan keluarga, tidak ada dampak signifikan yang ditemukan dalam hal sikap dan perilaku keluarga. Kesimpulan dan saran: Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi socio-cultural (PEC) berdampak besar dalam pencegahan TBC di Kabupaten Tapanuli Selatan. PEC meningkatkan pemahaman, mengubah sikap, dan mendorong perubahan perilaku positif. Penerapan PEC yang mempertimbangkan nilai budaya dan norma sosial terbukti efektif dalam merancang pesan pencegahan yang lebih relevan dan diterima. Kolaborasi dalam penyampaian pesan pencegahan juga terbukti efektif dalam membangun keterpercayaan dan keterlibatan masyarakat, tetapi perlu penyesuaian terhadap perubahan budaya dan sosial.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PIJAT OKSITOSIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANGIRKIRAN KABUPATEN PALUTA TAHUN 2023 Leli Khairani; Nur Aliyah Rangkuti; Febrina Angraini Simamora; Ayannur Nasution
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 1 No 1 (2025): Vol.1 No.1 Maret 2025
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v1i1.1

Abstract

Pijat oksitosin dapat menjadi solusi dalam memperlancar ASI, yakni dengan  memijat  bagian  tulang  punggung  pada  costa  5-6  hingga  scapula dengan harapan mampu menginduksi kerja saraf parasimpatis untuk merangsang hipofise posterior dalam proses produksi hormon oksitosin. Dari wawancara yang dilakukan pada 5 ibu menyusui yang datang posyandu ke Puskesmas Pangirkiran, ada 3 ibu yang mengalami masalah dalam menyusui yaitu asir susu tidak lancar dan ibu tersebut belum mengetahui tentang pijat oksitosin dapat memperlancar pengeluaran ASI Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu nifas tentang pijat oksitosin di wilayah kerja Puskesmas Pangirkiran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas dengan di wilayah kerja puskesmas Pangirkiran, dan jumlah sampel 50 responden dengan teknik total sampling. Adapun hasil dari penelitian ini adalah mayoritas ibu memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 27 ibu (54%) dan minoritas ibu memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 9 ibu (18%). Dengan adanya penelitian ini diharapkan ibu lebih mendapatkan informasi tentang pentingnya melakukan pijat oksitosin untuk melancarkan ASI.
PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG PANE II KABUPATEN PALUTA TAHUN 2023 Ayannur Nasution; Nur Aliyah Rangkuti; Febrina Angraini Simamora; Leli Khairani
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 1 No 1 (2025): Vol.1 No.1 Maret 2025
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v1i1.4

Abstract

World Health Organization (WHO) tahun 2020, menyatakan bahwa hanya sekitar 41% bayi yang berusia 0-6 bulan di seluruh dunia diberikan ASI secara eksklusif. Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin mudah pula mereka menerima informasi dan pada akhirnya pengetahuan yang dimilikinya tentang pemberian ASI eksklusif semakin baik. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Batang pane II Kabupaten Padang Lawas Utara tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Batang pane II Kabupaten Padang Lawas Utara, dan jumlah sampel 27 responden dengan teknik total sampling. Adapun hasil dari penelitian ini adalah mayoritas pengetahuan baik yaitu sebanyak 14 ibu (51,8%) dan minoritas pengetahuan kurang yaitu sebanyak 5 ibu (18,5%). Dengan adanya penelitian ini diharapkan ibu lebih mendapatkan informasi tentang pentingnya ASI Eksklusif.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SADABUAN TAHUN 2025 Nurelilasari Siregar; Yusnina Maisyaroh; Febrina Angraini Simamora
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 2 No 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Juni 2026
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v2i2.108

Abstract

Gizi memiliki peran utama dalam menentukan penyebab suatu penyakit. Asupan gizi yang memadai sangat penting dalam kehidupan, terutama bagi ibu hamil, karena kekurangan gizi dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Salah satu gangguan kesehatan yang sering terjadi pada ibu hamil adalah Kekurangan Energi Kronis (KEK). WHO mencatat 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan kekurangan energi kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku gizi dengan kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sadabuan Kota Padangsidimpuan Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sadabuan Kota Padangsidimpuan sebanyak 50 ibu hamil. Jumlah sampel sebanyak 50 orang dengan metode accidental sampling. Analisa yang digunakan Adalah Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil (p=0,001), ada hubungan sikap dengan kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil (p=0,000), Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan dan sikap dengan kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil. Oleh karena itu disarankan bagi ibu hamil agar dapat meningkatkan kunjungan antenatal care untuk mengurangi angka kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil.