Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Acts of Oppression Behind the Implementation of Cultuurstelsel in the Dutch East Indies 1830-1870 Pratama, Yogi
Swarnadwipa Vol 9, No 2 (2025): SWARNADWIPA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sd.v9i2.4098

Abstract

This research aims to describe the acts of fraud that occurred behind the implementation of cultuurstelsel in the Dutch East Indies in 1830-1870. Starting from the implementation of the cultuurstelsel policy by governor general Van De Bosch, the reasons for implementing the cultuurstelsel, the acts of oppression that occurred during its implementation up to the abolition of the cultuurstelsel policy in 1870. The research method uses historical or historical methods in the form of descriptive narrative through 4 stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography (historical writing). Based on research results, the implementation of the cultuurstelsel policy has seen several acts of oppression against the people, one of which is through cultuurstelsel in the form of rewards given to plant supervisors as an incentive to exploit the people by blackmailing them in order to achieve set production targets. Village heads also often act arbitrarily in determining land, labor contracts, and payments that are not in accordance with production results and the workload given to the people. The impact of this policy is very detrimental to the people, causing hunger, poverty and the spread of infectious diseases due to the exploitation they experience. Criticism and protests against these practices attracted the attention of the Dutch parliament. Finally, in 1870, the cultuurstelsel was removed from the Dutch East Indies and replaced with liberal policies. This research provides insight into the acts of oppression behind the implementation of cultuurstelsel in the Dutch East Indies in 1830-1870.
Examining The Controversy Behind The Events Of the 30 September 1965 Movement Pratama, Yogi
Swarnadwipa Vol 10, No 1 (2026): SWARNADWIPA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sd.v10i1.4964

Abstract

This research aims to describe the controversy behind the events of the 30 September 1965 movement. Starting from the controversy regarding the naming of the event, the mastermind and motive, genocide after the 30 September movement, the pretext for mass murder, to books and films that explain the events of the 30 September movement in 1965. Research methods uses historical or historical methods in the form of descriptive narrative through 4 stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Based on research results, after the incident occurred, many controversies occurred, such as the naming of the event, there were various versions of G30S/PKI, which meant that the PKI was the mastermind, on the other hand, G30S, that the PKI was not one hundred percent the perpetrator, Gestapu meant the 30th September movement, and gestok meant the movement. one october. Then the masterminds of the incident were 5 versions of the PKI itself with the motive of wanting to change communist ideology, Suharto who wanted to get rid of Sukarno, Soekarno with the motive of getting rid of generals who were not pro him, the TNI AD because of dissatisfaction between the general staff and military leaders who were wallowing in wealth, and the CIA with the aim of preventing communism in Indonesia. The post-event genocide which caused controversy due to indiscriminate arrests and clear laws led to books and films appearing with different points of view regarding the 30 September movement in 1965. This research provides insight into the controversy behind the events of the 30 September movement in 1965 in Indonesia.
PENGOLAHAN UBI KAYU MENJADI DONAT UBI SEBAGAI UPAYA PEN-INGKATAN KETERAMPILAN DAN KEWIRAUSAHAAN IBU PKK DI DESA KARANG BARU KABUPATEN BATU-BARA Siregar, Hamida Sari; Syarifah, Tengku; Prawira, Muhammad Rinaldi; Pratama, Yogi; Rahmadani, Julia; Wahyuni, Nanda Sri; Halim Putri, Siti Indriani; Ananda, Della; Aulia, Mia
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5382

Abstract

Abstract: This Community Service Program (PKM) aimed to enhance the skills and knowledge of the residents of Karang Baru Village, Datuk Tanah Datar District, Batu Bara Regency, in processing cassava into high-value donut products. The training was conducted on September 23, 2025, involving 40 participants consisting of PKK members, micro-entrepreneurs, and housewives. The implementation methods included socialization, training, hands-on practice, and group discussions. The results showed an improvement in participants’ abilities in cassava donut production, packaging techniques, and simple marketing strategies through social media. This program also fostered entrepreneurial motivation and awareness of the importance of innovation in utilizing local food resources. It is expected that the residents of Karang Baru Village can continue developing home-based businesses using local potential sustainably. Keywords: cassava donut, cassava, community empowerment, entrepreneurship, training Abstrak: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan masyarakat Desa Karang Baru, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara, dalam mengolah ubi kayu menjadi produk donat yang bernilai jual. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 23 September 2025 dengan melibatkan 40 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK, pelaku UMKM, dan ibu rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan diskusi kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam proses pembuatan donat ubi, teknik pengemasan, serta strategi pemasaran sederhana melalui media sosial. Program ini juga menumbuhkan semangat berwirausaha dan kesadaran pentingnya inovasi dalam pemanfaatan bahan pangan lokal. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Karang Baru mampu mengembangkan usaha rumahan berbasis potensi lokal secara berkelanjutan. Keywords: donat ubi, ubi kayu, pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, pelatihan
Prosedur Validasi Transkrip Akademik Berotentikasi Tinggi Berbasis Tanda Tangan Digital menggunakan Algoritma Rivest Shamir Adleman (RSA) dan BLAKE3 Anggriani, Kurnia; Pratama, Yogi; Utama, Ferzha Putra; Vatresia, Arie; Pratama, Enda Esyudha
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v11i3.98817

Abstract

Transkrip akademik merupakan dokumen yang sangat rahasia di lembaga pendidikan. Oleh karena itu, transkrip akademik harus memenuhi aspek keamanan informasi, yaitu autentikasi, keaslian pesan (integritas data), dan non-repudiasi. Banyak kasus telah dilaporkan terkait pemalsuan dan penyalahgunaan transkrip akademik. Hal ini disebabkan karena tidak adanya perlindungan terhadap integritas dan autentikasi transkrip akademik. Prosedur validasi diperlukan untuk menjamin integritas dan keaslian transkrip akademik. Untuk memberikan perlindungan terhadap integritas dan otentikasi, prosedur tanda tangan digital diperlukan pada transkrip akademik. Tanda tangan digital adalah skema yang terdiri dari dua komponen, yaitu penandatanganan dan verifikasi. Skema ini digunakan untuk menjamin integritas informasi dalam dokumen digital. Penelitian ini mengusulkan prosedur validasi transkrip akademik yang sangat otentik berdasarkan tanda tangan digital menggunakan algoritma Rivest Shamir Adleman (RSA) dan BLAKE3. Skema yang diusulkan memanfaatkan kombinasi algoritma RSA dan fungsi hash BLAKE3 dalam implementasi algoritma tanda tangan digital. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa sistem dapat menjamin validitas dokumen transkrip digital dalam format PDF. Kecepatan proses penandatanganan rata-rata pada server localhost A adalah 55,0511 milidetik dan kecepatan verifikasi adalah 19,2658 milidetik. Pada server localhost B, kecepatan rata-rata proses penandatanganan adalah 41,8563 milidetik dan kecepatan verifikasi adalah 11,9715 milidetik.
ANIMASI 3D PEMBUATAN SISTEM AKUAPONIK Pratama, Yogi; Dafitri, Haida; Khairani, Sumi
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi Vol 4, No 1 (2023): Juli
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/djtechno.v4i1.2985

Abstract

Saat ini banyak masyarakat Indonesia khusus nya daerah perkotaan yang ingin sekali Bertani namun tidak memiliki lahan yang cukup luas. Hal ini dikarenakan minim nya pengetahuan masyarakat dalam metode Bertani. Ada berbagai macam metode Bertani, diantaranya adalah dengan metode sistem akuaponik. Sarana multimedia berbasis animasi dapat digunakan sebagai salah satu media penyampaian informasi, Penelitian ini memanfaat kan animasi 3D sebagai inovasi dalam mengajarkan cara pembuatan Akuaponik. Animasi 3D ini di rancang menggunakan software blender. Proses perancangan dimulai dari  menentukan ide cerita, pembuatan storyboard, pemodelan objek, pemberian tekstur, menggerakkan animasi, rendering, sampai dengan proses penyuntingan. Hasil akhir dari animasi ini berupa video yang dilengkapi dengan musik latar, audio, dan teks penjelasan. Animasi 3D pembuatan sistem Akuaponik sebagai edukasi Bertani diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi keterbatasan lahan pertanian.Kata Kunci: Animasi 3D, Akuaponik, Blender.
Peningkatan Pengendalian Sosial Terhadap Kenakalan Anak Di Sekolah Dasar Negeri 21 Pekanbaru Melalui Tim Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan (TPPK) Rinaldi, Kasmanto; Lestari, Ria; Adha, Sasi Kirana; Alfarizi, Muhammad Wildan; Hendria, Shakira Eka; Dinda, Trisia Rahma; Putri, Rizka Septia Pratama; Patdilah, Patdilah; Kurniawan, Reski; Daulay, Suci Azhari; Hidayat, Rahmad; Pratama, Yogi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 2 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v5i2.4815

Abstract

Penulis ingin menjabarkan hasil kegiatan mengenai peningkatan pengendalian sosial terhadap kenakalan anak di sekolah dasar. Sebagai objek observasi ialah kelas 5B dari SDN 21 Pekanbaru. Bersama ibu kartika sebagai narasumber pada wawancara terhadap beberapa pertanyaan seputar pengendalian sosial terhadap kenakalan anak kelas 5B yang beliau pegang sebagai wali kelasPenulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memahami strategi guru dalam menangani kenakalan siswa di SDN 21 Pekanbaru. Informan dipilih secara purposive dari guru wali kelas 5B. Instrumen penelitian meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data deskriptif. Tujuan utama adalah memberikan gambaran mendalam tentang upaya pencegahan kenakalan siswa.Hasil analisis di SD Negeri 21 Pekanbaru menegaskan peran penting konsistensi tenaga pendidik, penyuluhan kepolisian, pembentukan TPPK, dan budaya sekolah positif dalam mencegah kenakalan siswa. Temuan ini sejalan dengan pendekatan kolaboratif dan nilai-nilai positif dalam lingkungan sekolah. Langkah- langkah ini dapat dijadikan pedoman bagi sekolah lain dalam mencegah kenakalan siswa.Sosialisasi lancar di SDN 21 Pekanbaru. Peran konsisten tenaga pendidik, penyuluhan kepolisian, dan pembentukan Tim TPPK berhasil mencegah kenakalan siswa. Kolaborasi antar pihak, seperti guru, kepolisian, dan tim sekolah, efektif dalam pencegahan.
PENTINGNYA HAK ASASI MANUSIA (HAM) DALAM BERNEGARA Hutabarat, Dany Try Hutama; Gumelar, Agung; Al Madina; Sari, Dina Puspita; Azhar, Khairul; Sinaga, Muhammad Sakha; Padila, Nurul; Azhari, Ridho; Simbolon, Santi Angriany; Khairani, Siti Miftha; Pratama, Yogi
JURNAL RISET PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol. 1 No. 2 (2022): JULY
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/jrpp.v1i2.213

Abstract

Human rights are a combination of natural rights that are universal, belong to every human being, and have been affixed to a person from birth as a direct gift or gift from God Almighty. Human rights must be upheld by every person, state, government, and law, especially in the context of the rule of law, which has become a characteristic of the rule of law in order to ensure the protection of human rights that have been enshrined in the constitutions and national laws of all legal states. Because, in a state of law, it highlights the existence of equality and equality before the law, without exception. As a result, the writing of this article is intended to see and deepen the phenomenon of human rights protection in the notion that leads to a rule of law, particularly in Indonesia, which is one of the world's rules of law countries. In order to obtain results and conclusions from the formulation of the problem, this article was created utilizing descriptive methods and data collecting through literature study.
Sosialisasi Dasar Telekomunikasi dan Internet Sehat Bagi Generasi Muda di Era Digital Syahputra, Ramdhani; Yanto, Adri; Pratama, Yogi; Zulfaqar, Zulfaqar
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21040

Abstract

Background: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pendidikan digital dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswa terkait dengan penggunaan teknologi informasi yang sehat dan bertanggung jawab. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan pra-tes dan pasca-tes untuk menilai empat aspek utama: Pengetahuan Telekomunikasi Dasar, Internet Sehat & Keamanan Digital, Etika Digital & Literasi Media, dan Praktik Internet Sehat. Hasil: Analisis mengungkapkan peningkatan yang signifikan dalam semua aspek setelah penerapan program. Skor rata-rata untuk Pengetahuan Telekomunikasi Dasar, Internet Sehat & Keamanan Digital, Etika Digital & Literasi Media, dan Praktik Internet Sehat meningkat masing-masing sebesar 47,9%, 55,9%, 31,41%, dan 64,2%. Distribusi peserta juga bergeser dari kategori rendah ke kategori tinggi dan sangat tinggi, dengan penurunan jumlah peserta dalam kategori sangat rendah ke rendah. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa program pendidikan digital memainkan peran penting dalam meningkatkan literasi digital siswa. Selain memberikan pemahaman konseptual, program ini juga mendorong perubahan perilaku menuju penggunaan internet yang lebih sehat, lebih aman, dan lebih produktif.
Co-Authors ., Azuardi Abidin, Sholihul Adelino, Muhammad Ilham Adha, Sasi Kirana Aditya, Akmal Adrinoviarini, Adrinoviarini Agung Gumelar Agusta, Ikraam AHMADI Akbar, Gilbert Naufal Al Jabar, Andi Al Madina Alamsyah, Sukron Alfarizi, Fathir Alfarizi, Muhammad Wildan Amalina, Fitria Aminullah Aminullah, Aminullah Ananda, Della anisa damayanti Aphira, Gery Arfimasri, Arfimasri Arie Vatresia Asmawati Asmawati Azhar, Khairul Azhari, Ridho Bukit, Emia Teta Br Cik Zulia, Cik Dany Try Hutama Hutabarat Daulay, Suci Azhari Debataraja, Naomi Nessyana Dermawan, Imam DEWI SARTIKA Dinda, Trisia Rahma Enda Esyudha Pratama, Enda Esyudha Erwindika, Okta Rolland Evy Sulistianingsih Farida Nur Kumala Fattah, Gebby Norsari Febrianto, Dony Ferari, Dimas Alifio Haida Dafitri, Haida Halim Putri, Siti Indriani Hamdani Hamdani Hendrayani, Eka Hendria, Shakira Eka Hermansyah Hermansyah Hidayat, Muhammad Fajri Hidayatullah, Roby Ilham Noor Ifanka, Ifanka Ilham Mufandi imah, Kamilatun Ni'mah IMRO’AH, NURFITRI juliadi, juliadi Juwansyah, Rizky Gilang Kamaliah, Nor Kasmanto Rinaldi, Kasmanto Khairani, Siti Miftha Khairi, Ahmad Zul Kharisah, Maulana Kurnia Anggriani, Kurnia Kurniawan, Reski Linda Aryani M Hidayat M. Rafi Maharani, Dewi Maulida, Sarinah Mia Aulia, Mia Misril Fuadi Muhammad Nur Kholis Muhammad Nur Kholis Mustaqim Mustova Nafiah, Ulfa Ilmiyana Nasrah, Rasidah Nirwana, Ida Novia, Rindu Nugroho, Dani Nurhayati Nurhayati Padila, Nurul Patdilah, Patdilah Pohan, Anggi Amanda Prawira, Muhammad Rinaldi Prayoga, Arik Putri, Rizka Septia Pratama Rahmadani, Julia Rama, Yayan Rekha Asmara, Rekha Ria Lestari, Ria Ririn Fatma Nanda Roza, Seflidiana SARI, DINA PUSPITA Simbolon, Santi Angriany Sinaga, Muhammad Sakha Siregar, Hamida Sari Siregar, Iqbal Kamil Siregar, Yusril Mahendra Siska Yulia Defitri Sriyanti, Esi Sulistyowati Sulistyowati Sumadi Sumi Khairani, Sumi Susanti, Mutia Susiana Susiana SUTRIONO SUTRIONO Syafiah, Salma Putri Taruna Huda, Hidayati TENGKU SYARIFAH Tumanggor, Orli Binta Utama, Ferzha Putra Vita Sari, Friska Wahyu Indah Mursalini Wahyuni, Nanda Sri Widyaningtyas, Shinta Yanto, Adri Yasa, Arnelia Dwi Yeni, Afni Yulfika, Yulfika Yuniawati, Ratna Diah Zulfaqar, Zulfaqar