Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL MAHASISWA GENERASI Z Muhammad Naufanda Arditya Zulfa; Moreno Annafi Iswahyudi; Moesarofah
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa Generasi Z saat ini dihadapkan pada tantangan pelik akibat pergeseran ruang digital serta tingginya tuntutan akademis. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestasikan dan mensintesis secara sistematis kontribusi dukungan sosial sebagai faktor protektif luar dalam mereduksi simtom kecemasan dan depresi pada populasi mahasiswa. Metode yang diaplikasikan dalam kajian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengadopsi protokol standar PRISMA 2020. Penelusuran draf literatur primer diaktualisasikan menyasar jajaran basis data bereputasi (seperti Scopus, ScienceDirect, Frontiers, Nature Portfolio, Taylor & Francis, dan Google Scholar) hingga diperoleh 13 naskah kuantitatif mutakhir yang memenuhi pakem inklusi. Hasil ekstraksi data mengonfirmasi adanya korelasi negatif yang signifikan antara tingginya persepsi dukungan sosial dengan penurunan tingkat kecemasan, depresi, stres akademik, dan keluhan insomnia. Analisis komparatif mengindikasikan bahwa dukungan keluarga berperan vital mengontrol stabilitas emosional makro mahasiswa, sedangkan dukungan teman sebaya (peer support) lebih efektif meredam stres harian perkuliahan. Lebih lanjut, mekanisme protektif ini terbukti tidak bekerja secara linear-tunggal, melainkan dimediasi secara parsial oleh penguatan variabel kognisi internal individu seperti harga diri (self-esteem), konsep diri (self-concept), kontrol diri (self-control), dan resiliensi personal. Implikasi praktis studi ini mendesak institusi perguruan tinggi untuk merancang program intervensi bimbingan konseling yang holistik berbasis optimalisasi konselor sebaya (peer counseling) demi mewujudkan kesejahteraan eudaimonik mahasiswa.
PENGARUH BODY SHAMING TERHADAP SELF-ESTEEM REMAJA DI SEKOLAH: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Nurul Qodheriyah; Adelia Azahra; Moesarofah
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh body shaming terhadap self-esteem (harga diri) remaja di sekolah. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis sepuluh penelitian terdahulu yang relevan dari database Google Scholar. Proses kajian dilakukan melalui tahapan perumusan pertanyaan penelitian, penentuan kriteria inklusi dan eksklusi, pencarian literatur, seleksi studi, ekstraksi data, serta analisis dan sintesis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa body shaming adalah bentuk perundungan verbal dan psikologis yang secara signifikan menurunkan kepercayaan diri remaja. Faktor penyebab utama fenomena negatif ini adalah lingkungan sekolah, terutama kelompok teman sebaya. Selain itu, hasil menunjukkan bahwa tingkat penerimaan diri yang tinggi (self-acceptance) dan mekanisme koping yang fleksibel dapat meringankan efek negatif body shaming terhadap harga diri remaja. Secaluh keseluruhan, pencegahan body shaming melalui optimalisasi layanan bimbingan dan konseling di sekolah menjadi langkah strategis untuk menjaga kesehatan mental siswa.
Pengaruh Efikasi Diri terhadap Quarter Life Crisis Mahasiswa Tingkat Akhir di Masa Transisi Menuju Dunia Kerja Siti Auliya Putri Allifah; Moesarofah
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2026): September
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/c8hnd853

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa mahasiswa tingkat akhir berada pada fase transisi menuju dunia kerja yang rentan mengalami quarter life crisis. Kondisi ini ditandai dengan munculnya kecemasan, kebingungan, dan ketidakpastian terkait masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 121 mahasiswa. Instrumen penelitian meliputi skala efikasi diri dan skala quarter life crisis yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh signifikan terhadapquarter life crisis, dengan nilai t = 11,310 (p < 0,001), koefisien korelasi (R) sebesar 0,720, serta koefisien determinasi (R²) sebesar 0,518, yang berarti efikasi diri menjelaskan 51,8% variasi quarter life crisis. Arah hubungan menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri, semakin rendah tingkat quarter life crisis yang dialami mahasiswa tingkat akhir. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian efikasi diri sebagai prediktor psikologis quarter life crisis secara khusus pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengalami transisi menuju dunia kerja. Kontribusi penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran efikasi diri sebagai prediktor penting dalam penanggulangan quarter life crisis, serta dapat menjadi dasar bagi pengembangan intervensi psikologis yang efektif. Implikasi penelitian ini dapat menjadi landasan bagi pengembangan intervensi psikologis yang berorientasi pada peningkatan efikasi diri guna membantu mahasiswa tingkat akhir menghadapi tantangan transisi menuju dunia kerja dengan lebih adaptif.
FROM PREPARATION TO PERFORMANCE: MAPPING HOW PRE-SERVICE TEACHER EDUCATION SHAPES TEACHER PERFORMANCE Moesarofah Moesarofah; Aniek Wirastania; Maghfirotul Lathifah
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jkpi.v7i3.2099

Abstract

Pre-service teacher education is expected to translate academic knowledge into the professional capabilities required for effective classroom practice, yet evidence concerning how specific programme components contribute to teacher performance remains fragmented across practicum, pedagogical competence, self-efficacy, mentoring, assessment, data use, digital competence, and emerging artificial intelligence (AI) capabilities. This systematic literature review synthesised and mapped evidence on how pre-service teacher education contributes to teacher performance. The review followed the PRISMA 2020 reporting framework. The source manuscript reports 385 records identified through academic database searching, 50 records retained after initial screening, 31 considered highly relevant after title, abstract, keyword, and thematic assessment, and 25 studies included in the final synthesis. The included literature, published between 2019 and 2025, represented diverse national and methodological contexts. Thematic synthesis identified six interrelated contribution domains: (1) practicum and authentic teaching practice; (2) pedagogical competence and instructional efficiency; (3) preparedness, self-efficacy, and professional engagement; (4) mentoring, feedback, assessment, and data literacy; (5) digital and AI competence; and (6) professional identity and subject-specific competence. Across the evidence base, programme inputs alone were insufficient to explain performance development. Contribution was more consistently associated with the quality of the learning process connecting coursework and clinical experience through modelling, feedback, reflection, assessment, and professional reasoning. The review therefore proposes an input–process–performance framework in which programme components function through structured professional learning processes to shape observable and perceived performance capabilities. The synthesis also identifies important boundary conditions, including the authenticity of classroom experience, mentoring quality, assessment design, technological support, and the continued reliance on self-report measures. The findings support a shift from viewing teacher preparation as a collection of courses toward viewing it as an integrated professional learning system.
Co-Authors Adelia Azahra Aisya Farikhatul Jannah Alyssa Rosalia Dewi Amellia Fatikah Sari Aniek Wirastania Aniek Wirastania, Aniek Anita Inayatul Mahmunah Aura Salzabilla Yashinta Cahyani, Ninda Ayu Putri Dimas Ardika Miftah Farid Dira Ayu Nanda Oktavia Dzakiyah, Fuadah Elia Firda Mufidah Endah Yulia Rahayu Faiz, Rizky Muhammad Farosi Illiyun Jauharah Hartono Hartono Hendy Marzelly Himatul Safitri Intan Seriana Nainggolan Ita Alfia Masruroh Jessica Ayu Rahmadani Khotimah, Nabila Chusnul Kusbandiami, Kusbandiami Laraswati, Reki Lathifah, Maghfirotul Lianawati, Ayong Livia Zahrotun Nafisah M Alven Pratama Mada Aprieal Papin Maghfirotul Lathifah Merdika, Natasya Miftachul Chusnah Mochammad Imron Awalludin Moreno Annafi Iswahyudi Mudhar Mudhar Muhammad Muhammad Muhammad Naufanda Arditya Zulfa Muwakhidah, Muwakhidah Muwakhidah, Muwakhidah Nadia Valensi Zahri Nadya Rahmadja Najwa Resmala Sabrina Natasya Merdika Nikmah, Lailatul Nora Susanti Sabbangan Nuraini, Sabrina Icha Nurul Qodheriyah OKTAVIANA, MIMBAR Pattipeiluhu, Timothy Vito Pawestri, Allycia Trecy Pravesti, Cindy Asli Putri, Ellyana Ilsan Eka Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahadjeng Harnastiti Rakhma, Riza Nur Ramadhani, Naya Fitri Re Vinza Armaytha Mukhlish Risma Ayu Anggraeni Rizquna4, Melina Elfani Ruth Esterina Satiningsih Satiningsih Siti Auliya Putri Allifah Siti Ina Savira, Siti Ina Soedarmadji, Boy Soffiyah Suci Hati Suci Archindany Anfa’u Sutijono Sutijono Sutijono, Sutijono Vinny Indahyani Wanda Rofidatul Aisy Yuli Nur Laili Yuliyanti Puspita Dewi Zanuar Khofifah