Claim Missing Document
Check
Articles

The Level of Parents' Motivation in Helping Elementary School Children during Online Learning at Home; Case Studies in Indonesia and the Philippines Siti Dewi Maharani; Evy Ratna Kartika Waty; Sri Sumarni; Makmun Raharjo
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 1 (2022): June 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i1.9861

Abstract

AbstractThe Covid-19 pandemic has affected various aspects of life, including education. For this reason, it is necessary for parents and students to work together to optimize the online learning process at home. This study aims to determine the self-efficacy of parents when helping elementary school children in doing online learning at home. This research is qualitative research approach with a descriptive quantitative analysis. The data collection method used a self-assessment questionnaire. The sample of this study was 150 parents of elementary school students, with various backgrounds and different school origins. Data were analyzed using percentage calculations. The scores were categorized by the scale and then described. The results of this study show that on average the parents of elementary school students, both in Indonesia and in the Philippines, have good motivation to help children learn from home. This can be seen from the data that the average motivation level of parents is in the good category (80.62%)Keywords: motivation, online learning, parents, self-efficacy. AbstrakPandemi Covid-19 telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Untuk itu diperlukan kerjasama orang tua dan siswa untuk membantu mengoptimalkan proses pembelajaran online di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi diri orang tua dalam membantu anak sekolah dasar dalam melakukan pembelajaran online di rumah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan angket self-assessment. Sampel penelitian ini adalah 75 orang tua siswa sekolah dasar, dengan berbagai latar belakang dan asal sekolah yang berbeda. Data dianalisis dengan menggunakan perhitungan persentase. Skor dikategorikan berdasarkan skala kemudian dideskripsikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata orang tua siswa SD baik di Indonesia maupun di Filipina memiliki motivasi yang baik untuk membantu anak belajar dari rumah. Hal ini terlihat dari data bahwa rata-rata tingkat motivasi orang tua sebesar berada dalam kategori baik (80,62%).Kata kunci: motivasi, pembelajaran online, orang tua, self-efikasi.
Survei Kepuasan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat Universitas Sriwijaya terhadap Pelaksanaan Hybrid Learning Pasca Covid 19 Dian Sri Andriani; Ardi Saputra; Azizah Husin; Evy Ratna Kartika Waty
Sustainable Jurnal Kajian Mutu Pendidikan Vol 5 No 2 (2022): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v5i2.2796

Abstract

Penerapan sistem perkuliahan secara hybrid learning sebagai solusi dari pembelajaran pasca covid 19 pada tahun 2022 menimbulkan berbagai polemik, khususnya mahasiswa sebagai objek dari pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Sriwijaya terhadap penerapan hybrid learning yang telah berlangsung pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survey. Pengukuran sampel dilakukan dengan menggunakan taraf kesalahan sebesar 1% sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 148 mahasiswa. Selanjutnya, pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling. Mahasiswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini diminta mengisi kuesioner yang disebarkan secara online melalui tautan google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, 58.8% mahasiswa menyatakan puas terhadap pelaksanaan hybrid learning, 19.6% sangat puas, 19.6% kurang puas, dan hanya 2% yang menyatakan tidak puas. Tingkat kepuasan mahasiswa tersebut diukur melalui indikator 1) fasilitas yang mendukung dengan persentase sangat puas sebesar 16.2%, puas 43.2%, kurang puas 30.6%, dan tidak puas 9.9%. 2) kolaborasi selama perkuliahan dengan hasil sebesar 34.9% sangat puas, puas 53.4%, kurang puas 10.1%, dan tidak puas 2.3%. 3) assessment dengan hasil bahwa mahasiswa sangat puas sebesar 22.3%, puas 65.6%, kurang puas 11.1%, dan tidak puas 1.0%. 4) support material dengan hasil bahwa 29.4% sangat puas, puas 56.1%, kurang puas 13.2%, dan tidak puas 1.3%. Berdasarkan data tersebut, indikator yang memperoleh survey kepuasan paling rendah adalah fasilitas. Peralatan yang mendukung hybrid learning belum tersedia dengan lengkap sehingga mahasiswa yang mengikuti perkuliahan secara online mengalami kesulitan mengikuti pembelajaran.
Pemberdayaan Perempuan Usia Subur dalam Pencegahan Stunting Anak Di Desa Limbang Jaya II Ogan Ilir Evy Ratna Kartika Waty; Shomedran Shomedran; Mega Nurrizalia; Dian Sri Andriani
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 2, No 4 (2022): December
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dikmas.2.4.1119-1128.2022

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pencegahan stunting pada anak khususnya bagi ibu atau perempuan usia subur. Bentuk kegiatan berupa pemberdayaan yang dilakukan dengan metode penyuluhan secara langsung dengan bentuk ceramah, tanya jawab, diskusi, dan pemecahan masalah terhadap kasus stunting di masyarakat. Adapun tahapan kegiatan yaitu pemberian pre test, dilanjutkan pemaparan materi tentang stunting dan akhiri dengan evaluasi kegiatan dan post test. Peserta kegiatan berjumlah 29 orang perempuan ibu rumah tangga dan perempuan usia subur yang memiliki anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan presentase pemahaman peserta yang meningkat sebelum kegiatan dan sesudah kegiatan, dengan rata-rata presentase untuk tiga aspek materi yaitu sebelumnya 77,01% meningkat menjadi 93,10%. Melalui pemahaman peserta terhadap pentingnya upaya pencegahan stunting, pengetahuan, sikap dan kemampuan dalam melakukan berbagai upaya pencegahan diharapkan dapat membuat masyarakat semakin sadar akan kesehatan sejak usia kehamilan dan kesehatan pada anak.
Pemberdayaan masyarakat dalam mencegah kekerasan pada anak di Desa Rahma Lubuk Linggau Sumatera Selatan Shomedran Shomedran; Evy Ratna Kartika Waty; Azizah Husin; Yanti Karmila Nengsih; Mega Nurrizalia
Abdimas Siliwangi Vol 5, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v5i3.11078

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kegiatan yang mendukung Program Perguruan Tinggi untuk berpartisipasi dan bagian pengabdian kepada masyarakat dalam usaha mencegah kekerasan pada anak melalui kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan bagi masyarakat. Di sisi lain juga untuk menyebarkanluaskan informasi pada masyarakat dan keluarga, sebagai bagian anggota masyarakat, mengenai peran aktif mereka dalam upayapencegahan terjadinya kekerasan pada anak. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan pemecahan masalah suatu kasus dengan pelaksanaan melalui daring. Adapun peserta atau sasaran kegiatan adalah orangtua baik ibu-ibu rumah tangga yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak yang berada di Desa Rahma Lubuk Linggau yang berjumlah sebanyak 16 orang. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 15 Agustus 2020, hal pertama yang dilakukan adalah pemberian pre test, dilanjutkan pemaparan materi tentang keekrasan pada anak, faktor-faktor terjadinya kekerasan pada anak dan dampak dari adanya kekerasan pada anak dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dan ditutup dengan evaluasi kegiatan. Kegiatan pengabdian ini dapat dikatakan terlaksana dengan baik dan lancar, meskipun tidak terlepas dari beberapa hambatan dan keterbatasan dalam pelaksanaan kegiatan tertutama masa pandemi saat ini. Peserta cukup antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan, baik dalam menyimak pemaparan materi, tanya jawab dan diskusi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan presentase pemahaman peserta yang meningkat sebelum kegiatan dan sesudah kegiatan dengan dilakukan evaluasi melalui post test oleh tim pelaksana kegiatan.
EVALUASI PROGRAM PELATIHAN MENJAHIT (KASUS DI UPTD PANTI SOSIAL REHABILITASI ANAK MEMBUTUHKAN PERLINDUNGAN KHUSUS INDRALAYA) Fitri Angraini; Evy Ratna Kartika Waty
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (JPPM)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v9i2.18433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi dari program pelatihan menjahit di UPTD Panti sosial rehabilitas anak di indralaya kabupaten ogan ilir, hal tersebut di latar belakangi oleh banyaknya anak yang berusia 7-18 tahun putus sekolah dan sempitnya lapangan pekerjaan dengan jumlah tenaga kerja yang banyak dari pendidikan formal maupun non formal. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif dan data penelitian bersumber dari informan, studi kepustakaan dan dokumentasi.Teknik yang digunakan dalam menentukan informan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi dengan subjek  penelitian adalah kepala UPTD, instruktur menjahit, dua orang peserta didik, dan satu orang alumini peserta didik. dengan menggunakan model evaluasi yang terdiri dalam dimensi input, proses dan output. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu 1. secara input, sudah memenuhi sudah memenuhi kriteria keberhasilan menurut Widiasih dan Suminar dengan 4 indikator yaitu sudah tercapainya kesesuaian perencanaan dangan proses, sudah tercapainya tujuan program, sumberdaya dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien serta mampu memberikan jaminan kesesuaian proses dengan tujuan program. 2.) secara proses, sudah tercapainya 5 dari 6 indikator keberhasilan menurut Mardikato yaitu sudah tercapainya jumlah peserta didik, kehadiran peserta didik, pengembangan ide-ide baru oleh peserta didik, berkurangnya pengangguran serta meningkatnya kemandirian peserta didik. Dan satu indikator yang tidak tercapai yaitu jumlah dana yang dapat digali dari masyarakat hal ini dikarenakan pelatihan ini sepenuhnya menggunakan dana dari APBD sehingga masyarakat tidak mengeluarkan biaya apapun. 3.) secara hasil, sudah tercapaiannya indikator keberhasilan menurut Ahmad Suhaimi dengan 5 indikator didalamnya dan pihak penyelenggara telah mampu mencapai tujuan program yaitu memberikan motivasi kepada anak putus sekolah, merubah pola fikir, dan memberikan keterampilan agar dapat bersaing didunia kerja. Sehingga dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya kesesuaian kriteria dari model evaluasi input, proses dan output namun ada 1 indikator yang belum cukup baik dalam hal jumlah anggaran dana dari APBD. Sehingga adanya evaluasi program ini nantinya akan menjadi pertimbangan bagi para stakeholder dalam membuat kebijakan atau memperbaiki kebijakan yang kurang sesuai pelaksanaannya.
Media and Resources Development of Android Based Interactive Digital Textbook in Nonformal Education Nengsih, Yanti Karmila; Handrianto, Ciptro; Nurrizalia, Mega; Waty, Evy Ratna Kartika; Shomedran, Shomedran
Journal of Nonformal Education Vol 8, No 2 (2022): August: Community Education, Community Empowerment
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jne.v8i2.34914

Abstract

The development of Android-based interactive digital textbooks is one of the means which is expected to help improve students' understanding of concepts in the learning process. Interactive digital books can be used as a tool by lecturers in the learning process in the classroom so that lecturers do not only use conventional learning methods in the learning process. In line with the times, many lecturers, students and even the public generally access all information via digital. This paper aims to create an Android-based interactive digital textbook as media and resources for Nonformal Education (PLS) learning tools. The ADDIE Model (Branch, 2009) is used in this study. It consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research starts with a literature review and need`s assessment of 47 students for an Android-based interactive digital textbook, followed by a textbook draft. After compiling the Android-based interactive digital textbook, it is validated by three experts: content/material expert, presentation expert, and Indonesian language expert. After being evaluated by three experts, the draft of an Android-based interactive digital textbook is revised to accommodate individual and small group testing. In the outstanding category, interactive digital media textbooks and PLS learning resources based on Android received a total score of 146 (91.25%) from three expert validators. This research shows that interactive digital textbooks are very practical, with a practicality percentage of 83.33% for one-to-one and 83.16% for small groups. The android-based PLS media and learning resources are valid and valuable. Due to the lack of availability of media teaching materials and learning resources in out-of-school education, the presence of Android-based textbooks that can be accessed anywhere and at any time can help both lecturers and students understand media materials and learning resources outside of school.
Developing an Empowerment Model for University Students' Skills in the Cultivation of Pumpkin Plants Evy Ratna Kartika Waty; Rani Mega Putri; Dian Sri Andriani; Shomedran Shomedran; Yanti Karmila Nengsih
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 3 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i3.3338

Abstract

This study aimed to develop an empowerment model for students’ skills in cultivating pumpkin plants, especially for community education at the Faculty of Teacher Training and Education at University in Palembang. The type of research used was modified with four stages based on the ADDIE process: analyze, design, develop, and implement. The research subjects were Community Education Faculty of Teacher Training and Education students and two validators. The researchers conducted a group test with 26 students. Through this test, researchers can discover the weaknesses and shortcomings of the empowerment model based on how students assess the design, scope of material and techniques used. The data were collected using questionnaires. The results showed that at the stage of needs analysis through the distribution of online questionnaires, it was found that students needed this empowerment model to support various activities in the Education Park. Furthermore, the planning stage, which produces a storyboard as the initial design of the product, and the results from the validation test stage for development by validator experts make a total score of 111 with an average percentage of 92.45% and excellent feasibility. These results indicate that the product can be applied at the Education Park Faculty of Teacher Training and Education Students at Sriwijaya University. The next stage is implementation, with the results of product trials in small groups resulting in a total score of 1196 with a percentage of 92%, which indicates that the product is feasible to be applied.
PENGEMBANGAN VIDEO INTERAKTIF PADA MATERI BENTUK DIFERENSIASI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR WARGA BELAJAR PAKET C DI SPNF SKB KOTA PALEMBANG Diana Novera; Evy Ratna Kartika Waty
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 10, No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (JPPM)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan video interaktif pada materi bentuk diferensiasi sosial telah dilakukan dan digunakan pada warga belajar paket C di SPNF SKB Kota Palembang pembelajaran tersebut dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar warga belajar paket C dan sebagai media yang valid dan praktis. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Data dikumpukan melalui tahapan analisis awal yaitu dengan penyebaran angket, wawancara dan dokumentasi. Kelayakan dan kevalidan media dinilai oleh tiga orang ahli yaitu ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Analisis yang digunakan yaitu Skala Likert dan Skala Guttman. Implementasi dilakukan melalui dua tahapan yaitu uji coba one to one  pada tiga orang warga belajar dan uji coba small group yaitu pada dua belas orang warga belajar yang bertujuan untuk menguji kevalidan dan kepraktisan media video interaktif pada materi bentuk diferensiasi sosial ini. Hasil dari penelitian ini yaitu media video interaktif pada materi bentuk diferensiasi sosial yang memperoleh hasil skor dengan jumlah 33 dan persentase 92% dengan kategori sangat layak, dan pada materi jumlah yang diperoleh sebanyak 32 dengan persentase 89% mendapat kategori sangat layak, selanjutnya pada bahasa dengan total 30 dan persentase 83% dengan kategori layak. Berdasarkan validasi para ahli maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan video interaksi pada materi bentuk diferensiasi sosial valid dan praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran pada warga belajar paket C.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 235 PALEMBANG Zahara Zahara; Evy Ratna Kartika Waty; Nopri
Jurnal Perseda : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/perseda.v6i3.2138

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes and activities in data presentation material by applying a project based learning model. This research was conducted at SD Negeri 235 Palembang with research subjects in class IV B, totaling 26 students. The research method uses the type of classroom action research which consists of the stages of planning, implementing action, observing, and reflecting. The research data is in the form of observation results and student test assessment results. Before the action was given, only 34.61% of students were able to achieve a KKM of 68. After the action was taken using the project based learning model, cycle I showed that there was an increase in student learning outcomes with learning outcomes of 46.1%, cycle II of 69.2%, and cycle III of 80.1%. In addition to learning outcomes, the activities of students also increased, seen during the implementation of observations and learning process activities carried out in class each cycle became more active. The result of active learning of students in cycle I was 58.01%, cycle II was 68.58% and cycle III was 81.72%. So it can be concluded that by applying the project based learning model can improve learning outcomes and students' activeness in learning mathematics data presentation material.
Pengaruh Faktor Budaya Patriarki pada Pembagian Kerja Rumah Tangga: Studi Kasus Desa Buluh Cawang, Ogan Komering Ilir Sartika, Dewi; Waty, Evy Ratna Kartika; Nurrizalia, Mega; Ananda, Yola; Masyiroh, Uchie; Junirahmawati, Nuriyah
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 1 No. 3 (2024): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v1i3.362

Abstract

Studi kualitatif ini menyelidiki dampak faktor budaya patriarki terhadap pembagian pekerjaan rumah tangga di Desa Buluh Cawang, Ogan Komering Ilir. Melalui wawancara mendalam dan metode observasi, penelitian ini mengungkap wawasan penting tentang bagaimana norma-norma patriarki membentuk pembagian kerja dalam rumah tangga. Peran gender dan ekspektasi tradisional muncul sebagai faktor penentu utama yang mempengaruhi praktik sehari-hari. Temuan-temuan ini menyoroti pengaruh kuat struktur patriarki terhadap tanggung jawab rumah tangga dan menggarisbawahi perlunya pendekatan yang berbeda untuk mengatasi ketidaksetaraan gender. Dengan mengenali dinamika ini, para pembuat kebijakan dan praktisi pembangunan dapat merancang intervensi yang lebih efektif yang bertujuan untuk mendorong kesetaraan gender dan mendorong pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang interaksi yang kompleks antara budaya, gender, dan dinamika rumah tangga di masyarakat pedesaan, sehingga menawarkan wawasan berharga untuk intervensi sosial dan perumusan kebijakan.