Claim Missing Document
Check
Articles

SKRINING KADAR GLUKOSA DAN KOLESTEROL DARAH PADA CALON JEMAAH HAJI SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI PENYAKIT METABOLIK Anggraini, Debie; Haiga, Yuri; Adelin, Prima
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i2.2219

Abstract

Penyakit metabolik seperti diabetes melitus dan dislipidemia merupakan masalah kesehatan yang umum dijumpai pada lansia dan memiliki potensi komplikasi serius, terutama saat melaksanakan ibadah haji yang menuntut ketahanan fisik tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan skrining kadar glukosa dan kolesterol darah sebagai upaya deteksi dini penyakit metabolik pada calon jemaah haji. Kegiatan dilaksanakan di RSU Aisyiyah Padang dengan metode consecutive sampling terhadap 46 peserta yang telah terdaftar sebagai calon jemaah haji tahun 2024–2025. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode enzymatic colorimetric assay dari darah vena. Hasil menunjukkan bahwa 11 peserta (23,9%) mengalami hiperglikemia dan 21 peserta (45,7%) mengalami hiperkolesterolemia, dengan distribusi usia terbanyak pada kelompok 60–74 tahun (52,1%). Temuan ini menegaskan perlunya deteksi dan intervensi dini terhadap gangguan metabolik pada kelompok risiko tinggi seperti calon jemaah haji usia lanjut. Kegiatan ini juga memberikan edukasi tentang pentingnya kontrol metabolik dan gaya hidup sehat guna menunjang pelaksanaan ibadah yang aman dan optimal. Dengan demikian, skrining laboratorium sederhana ini menjadi strategi promotif-preventif yang penting dalam pembinaan kesehatan haji.
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI RSI SITI RAHMAH Anggraini, Debie; Sari, Meri Ponda; Adelin, Prima; Fitri, Vika Samila
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i2.2872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan tekanan darah pada lansia di RSI Siti Rahmah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada pasien lansia berusia ≥60 tahun di RSI Siti Rahmah tahun 2024, dengan pengambilan data sekunder dari rekam medis dan analisis korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara IMT dengan tekanan darah sistolik (r=0,14; p=0,403) maupun diastolik (r=0,05; p=0,761) pada lansia. Simpulan penelitian ini adalah bahwa IMT tidak berhubungan secara langsung dengan tekanan darah pada lansia di RSI Siti Rahmah, sehingga evaluasi risiko hipertensi pada lansia perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain yang lebih kompleks. Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh, Tekanan Darah, Lansia, Hipertensi, RSI Siti Rahmah
ANALISIS POLA TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN OBESITAS DI RSI SITI RAHMAH Saputri, Rahmi Agu; Anggraini, Debie; Adelin, Prima
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i2.2876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola tekanan darah pada lansia dengan obesitas di RSI Siti Rahmah dan membandingkan tekanan darah sistolik serta diastolik berdasarkan jenis kelamin. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional) pada lansia obesitas berusia ≥60 tahun yang tercatat dalam rekam medis RSI Siti Rahmah tahun 2024. Data tekanan darah dianalisis secara deskriptif dan komparatif menggunakan uji Mann-Whitney dan uji t tidak berpasangan sesuai distribusi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia obesitas memiliki tekanan darah rata-rata dalam kisaran pra-hipertensi hingga hipertensi, dengan perempuan cenderung memiliki tekanan darah sistolik dan diastolik yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki, meskipun perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Simpulan penelitian ini adalah lansia obesitas rentan mengalami tekanan darah tinggi tanpa perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin, sehingga pemantauan dan intervensi gizi yang terfokus sangat diperlukan untuk pencegahan hipertensi pada kelompok ini. Kata Kunci: Lansia, Obesitas, Tekanan Darah, Hipertensi, Jenis Kelamin
DETEKSI DINI FUNGSI GINJAL BERBASIS MASYARAKAT UNTUK PASIEN DM DI RSI SITI RAHMAH Anggraini, Debie; Malik, Rifkind; Lastari, Lastari; Zulyati Oktora, Meta
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 4 (2025): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i4.2923

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas program skrining fungsi ginjal berbasis masyarakat pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif berbasis komunitas dengan pelaksanaan skrining fungsi ginjal selama 6 bulan, meliputi pengambilan sampel darah untuk analisis kadar ureum, kreatinin serum, dan perhitungan estimasi laju filtrasi glomerulus (eGFR) menggunakan formula CKD-EPI. Hasil pengabdian menunjukkan dari 46 pasien yang disaring, 28% mengalami penurunan fungsi ginjal signifikan (stadium G3–G5 menurut klasifikasi KDIGO), sementara 72% masih pada stadium G1–G2. Temuan ini menegaskan efektivitas pendekatan komunitas dalam mendeteksi kasus nefropati diabetik subklinis yang belum terdiagnosis serta pentingnya skrining berkala dan intervensi dini untuk mencegah progresi gagal ginjal terminal. Simpulan pengabdian ini adalah bahwa skrining fungsi ginjal berbasis masyarakat dapat meningkatkan cakupan deteksi dini nefropati diabetik dan merekomendasikan pengembangan jalur rujukan dan tindak lanjut pasien dengan penurunan fungsi ginjal. Kata Kunci: Skrining Fungsi Ginjal, Diabetes Mellitus Tipe 2, Nefropati Diabetik, Pendekatan Komunitas
PERAN SKRINING HEMATOLOGI RUTIN DALAM DETEKSI DINI KOMPLIKASI PADA PASIEN STROKE DI WILAYAH KERJA RSI SITI RAHMAH PADANG Humaira, Zikra; Anggraini, Debie; Adelin, Prima; Haiga, Yuri
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 4 (2025): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i4.2924

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan skrining hematologi rutin pada pasien stroke di wilayah kerja RSI Siti Rahmah Padang guna mendeteksi komplikasi dini dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Metode pengabdian yang digunakan adalah intervensi komunitas klinis selama enam bulan (Agustus–Desember 2024) dengan melibatkan tim multidisipliner dan menggunakan consecutive sampling pada pasien stroke iskemik dan hemoragik yang menjalani perawatan rawat inap maupun rawat jalan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa dari 22 pasien yang diskrining, 45% mengalami leukositosis, 23% anemia, dan 5% trombositopenia, sedangkan 32% pasien tidak menunjukkan kelainan hematologi. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining hematologi berkala untuk mendeteksi komplikasi seperti stroke-associated pneumonia, anemia yang mempengaruhi perfusi serebral, dan risiko transformasi hemoragik, sehingga memungkinkan intervensi medis yang cepat dan tepat. Simpulan pengabdian ini adalah integrasi skrining hematologi rutin dalam alur klinis stroke memberikan kontribusi signifikan dalam deteksi dini komplikasi dan peningkatan outcome pasien stroke di RSI Siti Rahmah Padang. Kata Kunci: Stroke, Skrining Hematologi, Komplikasi Dini, Leukositosis, Anemia
Differences in Scube1 and Scube2 Gene Expression in Type II Diabetes Mellitus Patients with Dyslipidemia Saputri, Rahmi Agu; Ali, Hirowati; Tjong, Djong Hon; Anggraini, Debie; Yarni, Sisca Dwi
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4.9875

Abstract

The Scube1 gene is expressed in atherosclerosis (plaque buildup in blood vessels), while Scube2 is expressed in DIT (Diffuse Intimal Thickening) which is used to describe diffuse thickening of the intima of blood vessels. This study aims to determine the differences in the expression of the scube1 gene in blood samples of type II DM patients with dyslipidemia and type II DM with non-dyslipidemia and differences in the expression of the scube2 gene in blood samples of type II DM patients with dyslipidemia and type II DM with non-dyslipidemia. With a comparative cross-sectional research method, the sample size of this study was determined based on the Lameshow hypothesis test formula which obtained 18 blood samples of type II DM with dyslipidemia, and 18 blood samples of type II DM with non-dyslipidemia. Blood samples of type II DM patients with dyslipidemia and blood samples of type II DM patients without dyslipidemia showed significantly different expression of the scube1 gene, with a p-value of 0.000. Similarly, blood samples from type II DM patients with dyslipidemia and those from type II DM patients without dyslipidemia showed a significant difference in scube2 gene expression (p = 0.001). Thus, it can be said that the expression of the Scube1 and Scube2 genes is significantly influenced by the complications of diabetes mellitus with dyslipidemia. This happens because it is believed that hyperglycemia in type II DM contributes to endothelial cell dysfunction, which occurs prior to blood vessel damage and results in progressively more severe blood vessel problems. Along with hyperglycemia, type II diabetes also results in dyslipidemia, an alteration in the normal lipid profile. Both dyslipidemia and hyperglycemia contribute to macrovascular and microvascular problems in type II diabetes.
RISK FACTORS OF TYPE 2 DIABETES MELLITUS IN THE ELDERLY Anggraini, Debie; Nabila Jihan Zakiyah
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 10 (2024): Nusantara Hasana Journal, March 2024
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high incidence of Type 2 diabetes mellitus (DM) in the elderly in Padang is due to several factors, one of which is an unhealthy lifestyle, namely consumption of foods high in fat, so preventive and promotive efforts are needed in the form of early detection of DM risk factors as well as providing education and health education. to the public about matters relating to DM. The increase in the incidence of DM is related to the increase in the elderly population, economic development, decreased consumption of healthy foods, physical activity and obesity, especially central obesity. Elderly is an advanced stage of the life process that shows signs of decreased physical ability to adapt to environmental pressures which will be measured using the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ).
The Role of Interleukin 10 Genetic Variations in Pulmonary Tuberculosis: Perspectives of Genetics, Pathogenesis and Immunology Anggraini, Debie
Health and Medical Journal Vol 6, No 1 (2024): HEME January 2024
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v6i1.1487

Abstract

Pulmonary tuberculosis remains a significant global public health challenge. In efforts to overcome this disease, a deeper understanding of the role of individual genetics, such as IL-10 genetic variation, in the response to M. tuberculosis infection is critical. Research that has been conducted shows that IL-10, which has an important role in regulating the immune response, can also influence the development of TB. Genetic variations in the IL-10 gene play a role in determining the extent of the immune response to TB infection and an individual's risk of this disease. The interaction between Treg cells, IL-10, and TB is also an important aspect in the pathogenesis and management of TB. Although Treg cells and IL-10 have a role in controlling excessive inflammation, too much of either can dampen the immune response needed to overcome infections. The implication of this research is that the development of more targeted and personalized therapy is an important step in overcoming TB. The use of individual genetic knowledge, such as IL-10 genetic variations, can help design more effective therapies and improve patient prognosis. However, challenges such as drug resistance and the complexity of genetic-immunological interactions remain challenges that need to be overcome in TB management. Overall, this study shows the importance of involving the fields of genetics and immunology in global efforts to address pulmonary tuberculosis. With a deeper understanding of the factors that influence the immune response to TB infection, we can hope to develop more effective strategies in the prevention, diagnosis and treatment of this disease and reduce the burden of TB worldwide.
Hubungan Hasil Ukur Kadar Kortisol Serum dengan Derajat Keparahan Klinis Neuropati Perifer pada Pasien HIV Novrianti, R. Dhea Pratiwi; Haiga, Yuri; Anggraini, Debie
Scientific Journal Vol. 5 No. 1 (2026): SCIENA Volume V No 1, January 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i1.320

Abstract

Latar Belakang: Neuropati perifer merupakan salah satu komplikasi neurologis yang paling sering dijumpai pada pasien dengan infeksi HIV dan dapat menurunkan kualitas hidup serta menimbulkan gangguan fungsional yang signifikan. Peningkatan kadar kortisol akibat stres kronik diduga berperan dalam patogenesis neuropati perifer melalui mekanisme perubahan neuroendokrin dan aktivasi proses inflamasi.  Tujuan: Untuk mengetahui hubungan hasil ukur kadar kortisol serum dengan derajat keparahan klinis neuropati perifer pada pasien HIV. Metode: Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Penyakit Saraf dan Ilmu Biokimia. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2025. Jenis penelitian adalah analitik kategorik. Populasi terjangkau pada penelitian adalah semua pasien HIV dengan neuropati perifer di RSUP Dr. Mdjamil Padang. Sampel serum yang diteliti sebanyak 49 sampel dan dilakukan analisis menggunakan metode ELISA. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji spearman, pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi IBM Statistic 27.  Hasil: Berdasarkan penelitian, paling banyak pasien HIV berjenis kelamin laki-laki (75,5%), kelompok usia terbanyak dewasa (77,6%) dengan kadar kortisol serum kategori normal (57,1%), serta derajat keparahan klinis neuropati ringan (85,7%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara hasil ukur kadar kortisol serum dengan derajat keparahan klinis neuropati perifer pada pasien HIV menggunakan uji korelasi spearman yang diperoleh nilai korelasi (r) = -0,118, sedangkan nilai signifikan (p) = 0,420. Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang bermakna antara hasil ukur kadar kortisol serum dengan derajat keparahan klinis neuropati perifer pada pasien HIV.