Claim Missing Document
Check
Articles

Langkah Awal Mengenal Status Anemia Pada Remaja Perempuan di MAN 1 Padang Anggraini, Debie; Munawaroh, Madina; Helmizar, Roland
Abdika Sciena Vol 2 No 2 (2024): JURABDIKES Volume 2 No 2, Desember 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v2i2.190

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang signifikan pada remaja, di mana kondisi ini berpotensi menghambat perkembangan fisik dan kognitif. Rendahnya asupan zat besi, pola makan yang tidak seimbang, dan perubahan fisiologis selama masa pubertas merupakan faktor penyebab utama. Deteksi dini anemia melalui pendekatan pengabdian masyarakat dianggap sangat penting guna mencegah komplikasi jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup remaja. Tujuan: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini anemia pada remaja melalui serangkaian kegiatan edukasi dan skrining menggunakan alat Easy Touch. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan remaja dan masyarakat sekitarnya mengenai pencegahan serta penanganan dini anemia.Kegiatan dilakukan secara terintegrasi di lingkungan sekolah dengan melibatkan tenaga kesehatan, pendidik, dan masyarakat. Proses skrining meliputi pemeriksaan konsentrasi hemoglobin menggunakan alat Easy Touch, yang dilakukan dengan prosedur pengambilan sampel darah melalui tusuk jari dan analisis hasil secara cepat dan akurat. Selain itu, kegiatan penyuluhan mengenai pentingnya gizi seimbang dan pencegahan anemia dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran serta perubahan perilaku hidup sehat. Kesimpulan: Program pengabdian masyarakat tentang deteksi dini anemia pada remaja merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan dan penanganan anemia sejak dini. Keterlibatan berbagai stakeholder dan pendekatan intervensi yang komprehensif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan mengidentifikasi remaja yang berisiko, sehingga dapat dijadikan dasar bagi pengembangan program kesehatan yang lebih luas di masa mendatang.
Deteksi Dini Gangguan Fungsi Tiroid pada Bayi Baru Lahir di RSI Siti Rahmah Padang Tahun 2023 Fharel, Muhammad; Anggraini, Debie; Rafli, Rhandyka
Abdika Sciena Vol 2 No 2 (2024): JURABDIKES Volume 2 No 2, Desember 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v2i2.191

Abstract

Latar belakang: Pemeriksaan fungsi tiroid pada bayi baru lahir merupakan langkah penting dalam deteksi dini gangguan tiroid, terutama hipotiroidisme kongenital yang berpotensi menyebabkan keterlambatan perkembangan fisik dan mental. Di RSI Siti Rahmah Padang, program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan deteksi dini dan intervensi terhadap gangguan fungsi tiroid pada neonatus, dengan tujuan meminimalkan dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup dan perkembangan anak. Tujuan: Program ini bertujuan untuk mengevaluasi fungsi tiroid pada bayi baru lahir melalui pemeriksaan laboratorium, serta meningkatkan kesadaran orang tua dan tenaga kesehatan mengenai pentingnya skrining dini. Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi kesehatan neonatus yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Metode: Penelitian dilaksanakan dengan metode skrining menggunakan sampel darah yang diambil melalui teknik tusuk tumit. Analisis laboratorium difokuskan pada pengukuran konsentrasi Thyroid Stimulating Hormone (TSH) dengan perbandingan terhadap nilai referensi standar. Selain itu, program ini juga mengintegrasikan kegiatan penyuluhan kepada orang tua dan tenaga kesehatan mengenai tanda-tanda gangguan fungsi tiroid serta pentingnya deteksi dini. Kesimpulan: Program pengabdian masyarakat ini membuktikan bahwa pemeriksaan fungsi tiroid pada bayi baru lahir merupakan upaya strategis dalam mendeteksi dini gangguan tiroid, yang esensial untuk mencegah komplikasi perkembangan. Keterlibatan berbagai stakeholder, baik tenaga kesehatan maupun masyarakat, merupakan kunci sukses dalam penerapan program skrining yang berkelanjutan di lingkungan RSI Siti Rahmah Padang.
Langkah Awal, Harapan Baru: Peningkatan Kesadaran Kanker di Nagari Sungai Gayo Lumpo Oktora, Meta Zulyati; Anggraini, Debie; Haiga, Yuri; Nurwiyeni; Liana, Nana; Putriyuni, Anandia; Aliefia, Desi
Abdika Sciena Vol 2 No 2 (2024): JURABDIKES Volume 2 No 2, Desember 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v2i2.197

Abstract

Latar belakang: Kanker merupakan permasalahan kesehatan global yang berdampak signifikan terhadap angka kematian dan kualitas hidup penderitanya. Di Indonesia, peningkatan kejadian kanker diiringi dengan keterbatasan informasi mengenai gejala awal dan faktor risiko, terutama di daerah dengan akses kesehatan yang terbatas. Di Nagari Sungai Gayo Lumpo, masyarakat menghadapi tantangan tersebut karena kurangnya pemahaman mengenai pencegahan dan deteksi dini kanker. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat Nagari Sungai Gayo Lumpo mengenai kanker melalui penyuluhan interaktif, sehingga dapat mendorong tindakan deteksi dini dan pencegahan secara proaktif. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2024 di kantor Wali Nagari dengan melibatkan 37 peserta. Metode penyuluhan interaktif menggunakan media visual seperti banner, poster, dan leaflet, serta dilengkapi dengan sesi diskusi, tanya jawab, dan simulasi pemeriksaan awal. Materi edukasi disusun berdasarkan referensi ilmiah dan data terkini mengenai kanker, sehingga informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan. Kesimpulan: Evaluasi melalui diskusi dan wawancara singkat menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai faktor risiko, gejala awal, dan pentingnya deteksi dini kanker. Peserta mengapresiasi pendekatan interaktif dan mengusulkan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkala, dengan penambahan program pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis untuk mendukung deteksi dini.
PENGARUH KUALITAS TIDUR TERHADAP SEL DARAH MERAH DAN IMUN TUBUH Maulana, Muhammad Hafidz Habib; Pratama, Muhammad Tjico Aidil; Raditya, Rahmat; Anggraini, Debie
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i1.1889

Abstract

Kualitas tidur memiliki peran penting dalam menjaga kadar hemoglobin dan sistem imun tubuh. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur, kadar hemoglobin, dan sistem imun berdasarkan berbagai studi yang telah dipublikasikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa gangguan tidur dapat menyebabkan penurunan kadar hemoglobin, peningkatan biomarker inflamasi, serta melemahkan sistem imun. Studi menunjukkan bahwa individu dengan kualitas tidur buruk cenderung memiliki kadar hemoglobin yang lebih rendah, meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti anemia dan infeksi. Selain itu, tidur yang tidak berkualitas mengganggu regulasi sitokin dan hormon yang berperan dalam respons imun, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap penyakit. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas tidur yang baik diperlukan untuk menjaga keseimbangan fisiologis tubuh, terutama dalam kaitannya dengan produksi hemoglobin dan efektivitas sistem imun. Oleh karena itu, strategi untuk meningkatkan kualitas tidur dapat menjadi langkah preventif dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Hemoglobin, Sistem Imun, Kesehatan
ASPEK KLINIS DAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM PADA DEMAM TIFOID Nirmala, Nirmala; Anggraini, Debie
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i1.2185

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh Salmonella enterica serovar Typhi dan Paratyphi, dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang termasuk Indonesia. Transmisi terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Artikel ini bertujuan untuk meninjau aspek etiologi, epidemiologi, patofisiologi, gejala klinis, diagnosis, tatalaksana, dan pencegahan demam tifoid, serta membahas peran rasio neutrofil-limfosit (NLR) dalam menilai keparahan penyakit. Metode: Kajian ini dilakukan berdasarkan telaah pustaka dari berbagai literatur terkini dan sumber referensi primer yang relevan terkait patogenesis, diagnosis laboratorium (biakan darah, tes Widal, Tubex, dan PCR), serta terapi medikamentosa dan non-medikamentosa demam tifoid. Hasil: Demam tifoid menunjukkan gejala progresif mingguan, termasuk demam tinggi, gangguan gastrointestinal, dan komplikasi sistemik bila tidak ditangani. Diagnosis dini melalui biakan darah dan metode molekuler sangat penting untuk outcome klinis yang baik. Antibiotik seperti sefalosporin generasi III dan azitromisin menjadi pilihan utama pengobatan. NLR berpotensi sebagai indikator inflamasi sistemik dan keparahan penyakit. Kesimpulan: Penanganan komprehensif demam tifoid meliputi terapi antimikroba, edukasi kesehatan, dan pencegahan melalui perbaikan sanitasi dan vaksinasi. Rasio NLR dapat digunakan sebagai biomarker tambahan dalam evaluasi infeksi tifoid secara klinis.
PENDEKATAN LABORATORIUM DALAM IDENTIFIKASI DINI ANEMIA PADA IBU HAMIL Meiriska, Indri putri; Anggraini, Debie
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i2.2283

Abstract

Anemia during pregnancy remains a global maternal health concern, with high prevalence particularly in developing countries. Late diagnosis contributes to increased risks of obstetric and neonatal complications. Laboratory-based approaches offer valuable opportunities for early detection and more accurate identification of anemia etiology. Objective: This review aims to explore the role of both basic hematological and specific biochemical laboratory parameters in the early identification and risk stratification of anemia in pregnant women. Methods: This literature review compiles and analyzes scientific references related to relevant laboratory examinations, including hemoglobin, red blood cell indices, serum ferritin, transferrin saturation, serum folate, vitamin B12, homocysteine, and methylmalonic acid, with interpretation adapted to the physiological context of pregnancy. Results: Hemoglobin and red cell indices assist in identifying anemia morphologically. Serum ferritin is a sensitive indicator of iron deficiency before hemoglobin levels decline. Vitamin B12 and folate measurements are essential in detecting megaloblastic anemia, while homocysteine and MMA support the diagnosis of functional deficiencies. Integrating laboratory results with gestational age, parity, and nutritional status enables more accurate risk stratification. Conclusion: Laboratory testing plays a central role in the early detection of anemia in pregnancy, enabling more timely nutritional and medical interventions. The integration of laboratory-based diagnostics into antenatal care—particularly in primary healthcare settings—is critical for preventing complications and improving maternal and fetal outcomes.
GAMBARAN FUNGSI TIROID PADA BAYI BARU LAHIR DI RSI SITI RAHMAH PADANG TAHUN 2023 Anggraini, Debie; Muhammad Fharel; Rhandyka Rafli
Nusantara Hasana Journal Vol. 4 No. 12 (2025): Nusantara Hasana Journal, May 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v4i12.1426

Abstract

Thyroid disorders, including congenital hypothyroidism (HK), can have a serious impact on a baby's development if not detected early. The congenital hypothyroidism (SHK) screening program aims to detect HK early in newborns. In Indonesia, the SHK program began in 2008 and in West Sumatra since 2011. Iodine deficiency in some regions increases the risk of thyroid disorders. Padang City will start implementing this program in 2023 at Siti Rahmah Hospital. This study describes thyroid function in newborns in the SHK program at Siti Rahmah Padang Hospital in 2023. This study analyzes the thyroid function of newborns in the SHK program at Siti Rahmah Padang Hospital in 2023. The study used a cross-sectional design with secondary data through the total sampling technique. This study analyzed the frequency distribution of TSH levels, gender, weight, body length, head circumference, chest circumference, abdominal circumspect, and gestational age in newborns (BBL) in the SHK program at Siti Rahmah Padang Islamic Hospital 2023. The majority of respondents had normal status in a variety of parameters, with more babies born at full term. Most newborns have euthyroid TSH with normal physical development. Genetic factors, maternal nutrition, and prematurity affect the growth and development of the baby.
RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI RUMAH SAKIT ISLAM SITI RAHMAH PADANG TAHUN 2023 Anggraini, Debie; Nirmala, Nirmala; Rahma Triyana
Nusantara Hasana Journal Vol. 4 No. 12 (2025): Nusantara Hasana Journal, May 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v4i12.1433

Abstract

Typhoid fever is an acute infection caused by Salmonella typhi, primarily occuring in developing countries, this condition can be diagnosed in various ways, one of which is through the neutrphil-lymphocyte-rasio (NLR) as an indikator of body inflammation. This study aims to assess the NLR typhoid fever patients at Siti Rahmah Islamic Hospital, Padang in 2023, as well asthe distribution based on age, gender, body temperature, and patient outcomes. This study employed a descriptive observational method with a cross-sectional design. Data were obtained from the medical records of typhoid fever patients who underwent at the hospital 2023. The sample was taken using a total sampling method, involving 29 patients. The study involved 29 typhoid fever patients, the majority of whom were female (65,5%) andn most commonly aged 0-5 years (44,8%). Most patients exhibited neutophilia (>70%) at 89,7% and lymphocytopenia (<20%) at 86,2%. The mean NLR value was 6,32, indicating inflammation. Most patients had febrile body temperature (38-39,9°C) at 65,5%. Based on the tubex scale 55,2% of patients had values greater than 6, indicating a strong likelihood of typhoid infection. A total of 65,5% of patients showed improvement after treatment. The NLR indicates an increas in neutrophil rasio and decrease un lymphocytes in typhoid fever patients. This study emphasizes the importance of NLR examination as supporting diagnositic tool and clinical management of typhoid fever.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP STATUS ANEMIA PADA REMAJA PEREMPUAN DI MAN 1 PADANG TAHUN 2024 Anggraini, Debie; Madina Munawaroh; Roland Helmizar
Nusantara Hasana Journal Vol. 4 No. 12 (2025): Nusantara Hasana Journal, May 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v4i12.1436

Abstract

Anemia is a condition in which hemoglobin (Hb) or red blood cell levels are lower than normal, generally due to iron deficiency. Hb plays an important role in delivering oxygen and nutrients to the body. The prevalence of anaemia in women aged ≥15 years is high globally, with Southeast Asia as the most common region. In Indonesia, anemia in adolescent girls is increasing, impacting growth, development, learning, and achievement. This study examines the relationship between knowledge and attitudes with anemia in MAN 1 Padang. The selection of MAN 1 Kuranji Padang was based on the high prevalence of anemia in the area, although there had been no similar research before. This study seeks the relationship between knowledge and attitudes towards anemia status in adolescent girls in MAN 1 Padang in 2024. The study used a cross-sectional design with primary and secondary data through purposive sampling techniques. The results showed that out of 87 respondents, 51 people (58.6%) had anemia, with the majority aged 16 years (79 people, 90.8%). The level of knowledge and attitude towards anemia was mostly in the poor category, as many as 54 people (62.1%) and 52 people (59.8%), respectively. Data analysis showed that there was a significant relationship between knowledge and attitude and anemia status (P-value 0.00 < 0.05). Most adolescent girls in MAN 1 Padang have a low level of knowledge and attitude towards anemia, which is related to the high prevalence of anemia in this group.
PEMERIKSAAN KADAR FERITIN SERUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER KETIGA DALAM UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI PERSALINAN Anggraini, Debie; Triola, Seres; Ashan, Haves; Hamama Pitra, Dian Ayu; Hasni, Dita; Zulyati Oktora, Meta
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i2.2213

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi pada ibu hamil, terutama pada trimester ketiga, dan berkontribusi terhadap berbagai komplikasi persalinan. Kadar feritin serum sebagai indikator status cadangan zat besi memiliki nilai diagnostik lebih tinggi dibandingkan hemoglobin, sehingga penting dilakukan sebagai upaya deteksi dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan skrining kadar feritin serum pada ibu hamil trimester ketiga guna mencegah komplikasi obstetri. Kegiatan dilakukan di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang dengan sasaran ibu hamil usia kehamilan ≥28 minggu yang menjalani kunjungan antenatal rutin. Pemeriksaan feritin dilakukan menggunakan metode ELISA dari serum darah vena. Hasil menunjukkan bahwa dari 95 responden, sebanyak 65 orang (68,4%) memiliki kadar feritin <30 μg/L yang mengindikasikan defisiensi zat besi. Rentang usia terbanyak adalah 20–35 tahun (94,7%), yang merupakan usia ideal untuk kehamilan. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil trimester ketiga berada dalam kondisi defisiensi besi, yang dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, perdarahan postpartum, dan morbiditas ibu-janin. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pentingnya pemeriksaan feritin sebagai bagian dari evaluasi rutin antenatal care serta mendorong intervensi nutrisi yang lebih tepat sasaran.