Claim Missing Document
Check
Articles

PKM Pembelajaran Kewirausahaan Bagi Generasi Z di Kabupaten Sidenreng Rappang Syam, Agus; Jufri, Muhammad; Tahir, Sumiati; Sikar, Muhammad Alfa; Mahmuddin, Mahmuddin; Sudarmi, Sudarmi
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 11
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah pelajar dan mahasiswa asal Sidenreng Rappang. Masalah yang dihadapi mitra adalah: (1) Kurangnya pemahaman tentang kewirausahaan; dan (2) Masih rendahnya minat berwirausaha. PKM ini bertujuan; (1) Untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada mitra tentang Kewirausahaan; (2) Untuk memberikan stimulus kepada Mitra dalam upaya meningkatkan minat berwirausaha. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan yakni; (1) Ceramah; (2) Diskusi; dan (3) Tanya Jawab. Key words: Literacy, Entrepreneurship
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Loyalitas Pelanggan pada Burger Bangor Cabang Andi Tonro Kota Makassar Fitriyah R, Ulfah; Jufri, Muhammad; Aris, Valentino; Syam, Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan, kualitas produk, dan harga terhadap loyalitas pelanggan di Burger Bangor Cabang Andi Tonro Kota Makassar. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori (penjelasan), yang bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan secara statistik mengenai hubungan sebab-akibat antara variabel-variabel yang diteliti. Secara spesifik, penelitian ini berfokus pada pengujian pengaruh Kualitas Layanan (X1), Kualitas Produk (X2), dan Harga (X3) sebagai variabel bebas secara bersama-sama dan individual terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) sebagai variabel terikat. Lokasi penelitian ditetapkan pada Burger Bangor cabang Andi Tonro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 103 responden yang merupakan pelanggan Burger Bangor. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, baik secara parsial maupun simultan, kualitas layanan, kualitas produk, dan harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Artinya, semakin baik kualitas layanan dan produk, semakin baik pula loyalitas pelanggan. Secara parsial, hasil uji menunjukkan bahwa Kualitas Layanan dan Kualitas Produk masing-masing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan. Artinya, peningkatan pada kualitas layanan dan kualitas produk akan meningkatkan loyalitas pelanggan. Namun, variabel harga ditemukan tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Loyalitas Pelanggan Burger Bangor di lokasi tersebut, menunjukkan bahwa loyalitas pelanggan lebih didorong oleh kualitas non-harga seperti layanan dan produk.
Metode Pembelajaran Experiential Learning dan Pengaruhnya terhadap Kompetensi Kewirausahaan Siswa Kelas XII SMK Negeri 2 Majene Mas’ud, Mas’ud; Syam, Agus; Dewantara, Hajar; Jufri, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh metode Experiential Learning terhadap kompetensi kewirausahaan siswa kelas 12 di SMK Negeri 2 Majene. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif, sampel terdiri dari 79 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berdasarkan indikator kedua variabel. Hasil analisis regresi liniear sederhana menunjukkan bahwa Experiential Learning memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kompetensi kewirausahaan siswa, dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan nilai R² sebesar 0,882. Ini menunjukkan bahwa 88,2% varians dalam kompetensi kewirausahaan dijelaskan oleh penerapan metode Experiential Learning. Temuan ini menunjukkan bahwa melibatkan siswa dalam pengalaman langsung, refleksi, dan eksperimen secara efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap kewirausahaan mereka. Metode ini direkomendasikan untuk sekolah kejuruan untuk menumbuhkan keterampilan kewirausahaan praktis di kalangan siswa. Hasil penelitian ini juga mengindikasikan bahwa pembelajaran experiential learning mampu menumbuhkan kompetensi kewirausahaan siswa secara holistik. Siswa tidak hanya memahami konsep bisnis dan manajemen, tetapi juga mengembangkan sikap pantang menyerah, kreativitas, inovasi, kemampuan mengambil keputusan, serta keterampilan komunikasi yang efektif seluruhnya merupakan unsur penting dalam membangun jiwa wirausaha. Berdasarkan keseluruhan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran experiential learning memiliki pengaruh yang sangat kuat dan signifikan terhadap pengembangan kompetensi kewirausahaan siswa kelas XII SMK Negeri 2 Majene, serta didukung oleh landasan teoritis dan hasil penelitian sebelumnya.
Faktor Determinan yang Berpengaruh Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Self-Efficacy Rahmatullah, Rahmatullah; Syam, Agus; Inanna, Inanna; Sahade, Sahade
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 6, No 2 (2025): Indonesian Journal of Social and Educational Studies (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v6i2.78926

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa di SMP Negeri 3 Manggarabombang, Kabupaten Takalar, dengan menekankan peran self-efficacy sebagai variabel moderasi. Faktor-faktor yang diteliti meliputi Project-Based Learning (PjBL), kemandirian belajar, motivasi belajar, dan self-efficacy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis data menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL, kemandirian belajar, dan motivasi belajar memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, self-efficacy berperan sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara faktor-faktor tersebut dan kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, penerapan pembelajaran berbasis proyek, pengembangan kemandirian belajar, serta peningkatan motivasi dan self-efficacy siswa dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis di sekolah. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi pendidik dalam merancang strategi pembelajaran yang terintegrasi untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa Kata Kunci: Project Based Learning, Kemandirian Belajar, Motivasi Belajar, Kemampuan Berpikir Kritis, Self-Efficacy
Edukasi Pendampingan Pembuatan Pangan Lokal Berbasis Daun Kelor dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat dan Pencegahan Stunting di Desa Mattiro Uleng Kabupaten Pangkep Wisudawaty, Ika; Rahmi, Nur; Putrawan, Muh. Rizah; Syam, Agus; Jufri, Muhammad
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 04 (2025): Nopember - Januari
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v3i04.2574

Abstract

Stunting merupakan isu kesehatan gizi kronis yang menghambat kualitas SDM nasional, menuntut intervensi gizi spesifik berbasis pangan lokal, salah satunya adalah Daun Kelor (Moringa oleifera). Kelor terbukti kaya zat besi dan protein, menjadikannya solusi efektif dan ekonomis untuk fortifikasi pangan rumah tangga. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan ganda: meningkatkan pengetahuan gizi untuk pencegahan stunting dan memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pengolahan kelor. PKM dilaksanakan di Desa Mattiro Uleng, Kabupaten Pangkep, dengan sasaran utama Ibu-ibu PKK dan Ibu-ibu Rumah tangga. Metode yang digunakan adalah Pendekatan Partisipatif Berbasis Edukasi dan Demonstrasi Praktik (hands-on training). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pemahaman peserta sebesar 28,7% (berdasarkan skor pre-test dan post-test). Keberhasilan transfer pengetahuan dan keterampilan diwujudkan dalam kemampuan peserta memproduksi diversifikasi pangan bernilai jual, seperti Cookies Sehat Kelor. Secara analitis, produk olahan ini membuka peluang Kewirausahaan Sosial, memberikan potensi pendapatan tambahan substansial yang mendukung kemandirian ekonomi keluarga. Secara teoritis, integrasi olahan kelor ke dalam menu harian dan MP-ASI merupakan perubahan perilaku (Behaviour Change) yang esensial dalam mendukung program pencegahan anemia dan stunting. Kesimpulan menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan ini berhasil mencapai dampak ganda: meningkatkan literasi gizi dan memberdayakan ekonomi, sehingga direkomendasikan adanya pendampingan berkelanjutan untuk legalitas dan pemasaran produk.
Analisis Optimalisasi Pemasaran Media Sosial pada PT Cahaya Mario Ayu, Putri; Syam, Agus; ashdaq, muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4668

Abstract

Teknik pemasaran melalui media sosial dewasa ini telah dimanfaatkan secara luas oleh hampir seluruh sektor industri, termasuk industri perdagangan ritel dan produk peternakan. Perkembangan teknologi digital serta perubahan perilaku konsumen mendorong perusahaan untuk mengoptimalkan media sosial sebagai sarana komunikasi pemasaran yang efektif, efisien, dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi serta tingkat optimalisasi pemasaran melalui media sosial yang diterapkan oleh PT. Cahaya Mario, sebuah perusahaan produk peternakan yang berlokasi di Desa Mario, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengkaji efektivitas pemanfaatan platform Facebook, Instagram, dan WhatsApp dalam meningkatkan kesadaran merek (brand awareness), interaksi pelanggan (customer engagement), serta peningkatan penjualan. Analisis difokuskan pada kesesuaian konten, pemilihan segmen pasar, intensitas interaksi, dan pemanfaatan fitur media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi pemasaran melalui media sosial yang didukung oleh riset segmen pasar serta penyesuaian konten dan fitur platform mampu meningkatkan kinerja pemasaran PT. Cahaya Mario, khususnya dalam memperluas jangkauan pasar dan memperkuat hubungan dengan pelanggan. Namun demikian, perusahaan masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan dalam pengelolaan konten yang konsisten, kurangnya perencanaan strategi jangka panjang, serta belum optimalnya pemanfaatan fitur-fitur media sosial berbayar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi pemasaran media sosial yang terencana, terukur, dan berkelanjutan berpotensi meningkatkan efektivitas pemasaran digital serta daya saing PT. Cahaya Mario di pasar lokal maupun skala yang lebih luas.
PENGEMBANGAN DASAWISMA MELALUI PENGOLAHAN HASIL LAUT UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN KELUARGA NELAYAN PULAU BARRANG LOMPO Idrus, Idham Irwansyah; Syam, Agus; Haerani, Haerani; Mappe, Ulfa Utami; Sunaniah, Sunaniah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37177

Abstract

Abstrak: Ketahanan keluarga berkaitan langsung dengan permasalahan sosial kemasyarakatan di sebuah wilayah, termasuk di Pulau Barrang Lompo yang dihadapkan dengan tingginya angka prevalensi stunting serta permasalahan lainnya. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah setempat, yaitu melalui kelompok Dasawisma. Kegiatan PKM (Program Kemitraan Masyarakat) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Dasawisma Sukun 04 dalam pengolahan hasil laut, utamanya Ikan Layang (Decapterus Spp) yang umumnya mudah diperoleh, namun memiliki kadar gizi, protein, nutrisi dan Omega-3 yang tinggi. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan metode pemberdayaan yang melibatkan 11 orang anggota mitra, melalui sosialisasi berupa penyuluhan potensi gizi dan potensi ekonomi Ikan Layang, serta pelatihan pengolahan Ikan Layang menjadi Abon Ikan, Bakso Ikan dan Nugget Ikan menggunakan alat-teknologi. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 39%, serta meningkatnya keterampilan, mulai dari tahap dressing hingga pengemasan. Bahkan dalam tahap pendampingan setelah pelatihan, mitra sudah mampu memproduksi dan memasarkan produk olahan Ikan Layang meskipun masih dalam skala kecil. Hasil PKM menunjukkan bahwa, kelompok masyarakat marginal, dalam hal ini perempuan nelayan, memiliki potensi untuk terus berkembang dan berperan serta dalam pembangunan, melalui keterlibatan dalam kelompok sosial mereka dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan akhirnya meningkatkan ketahanan keluarga.Abstract: Family resilience is directly related to social community issues in a region, including in Pulau Barrang Lompo, which faces high stunting prevalence rates and other problems. One of the local government's efforts is through the Dasawisma group. This PKM (Community Partnership Program) activity aims to enhance the knowledge and skills of Dasawisma Sukun 04 in processing marine products, primarily Layang Fish (Decapterus spp.), which is generally easy to obtain but has high levels of nutrition, protein, nutrients, and Omega-3. The mentoring activity is conducted using an empowerment method involving 11 partner members, through socialization in the form of counseling on the nutritional and economic potential of Layang Fish, as well as training on processing Layang Fish into fish floss (abon ikan), fish balls (bakso ikan), and fish nuggets using tools and technology. The mentoring results show a 39% increase in partners' knowledge, along with improved skills from the dressing stage to packaging. Even in the post-training mentoring phase, partners are already capable of producing and marketing Layang Fish processed products, albeit on a small scale. The PKM results indicate that marginal community groups, in this case, fisherwomen, have the potential to continue developing and participating in development; through involvement in their social groups, they can improve family welfare and ultimately strengthen family resilience.
How artificial intelligence shapes trust and visit decisions on digital tourism platforms in Indonesia Aris, Valentino; Salam, Nur; Sobirov, Bobur; Rahmatullah, Rahmatullah; Syam, Agus; Bakri, Rizal
Manajemen dan Bisnis Vol 25, No 1 (2026): March 2026
Publisher : Department of Management - Faculty of Business and Economics. Universitas Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mabis.v25i1.1059

Abstract

This study examines how personalization and interactivity on Indonesia’s digital tourism platforms shape consumer trust and visit decisions. Personalization captures how well a platform tailors content such as destination options, itineraries, and deals to a user preferences, budget, and travel context. Interactivity reflects how responsive and engaging the platform is when users search, compare, ask questions, and adjust plans. Using a cross-sectional survey of 415 users who had used platform features within the past six months. The data were analyzed with PLS-SEM in SmartPLS 4. The results show that both personalization and interactivity positively and significantly increase consumer trust, with personalization emerging as the strongest driver. For visit decisions, personalization and interactivity also have significant positive effects. However, consumer trust does not significantly predict visiting decisions and therefore does not mediate the effects of platform features on visit decision. This suggests a trust–behavior gap where users may feel confident in a platform, yet their final choice is still driven mainly by practical planning value. Tourism platforms should prioritize relevant, context-aware recommendations and responsive planning assistance, while reinforcing decision cues such as clear cost and time estimates and credible social proof to better convert interest into visit decision.
MARKETING STRATEGY OF BANANA BUSINESS IN PANGKAJENE AND ISLANDS REGENCY Jufri, Muhammad; Tripana, Hendrawan; Syam, Agus; Asmayanti, Asmayanti; Sudarmi, Sudarmi
Jurnal Ekonomi Kreatif dan Manajemen Bisnis Digital Vol 2 No 3 (2024): FEBRUARI
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/jekombital.v2i3.586

Abstract

The primary objective of this research is to comprehensively identify and recommend an effective business marketing strategy tailored to enhance product sales through digital platforms for Juragan Banana, a business located in Pangkep Regency. The research methodology employed is descriptive qualitative research, encompassing data collection techniques such as observation, interviews, and documentation of the research subject. The gathered data is subsequently subjected to a thorough analysis utilizing the SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis framework. Upon delving into the outcomes of the study, it becomes evident that Juragan Banana Business has strategically positioned itself in the Aggressive quadrant through the application of a growth-oriented strategy. This positioning is deemed highly favorable, as indicated by the SWOT analysis. The business has leveraged its strengths to overcome weaknesses, seize opportunities, and mitigate potential threats. The execution of a Marketing Strategy has played a pivotal role in aligning with the growth-oriented strategy, creating a conducive environment for the business to thrive. By continuing to implement and fine-tune this strategic approach, Juragan Banana Business is well-positioned to not only sustain its current growth trajectory but also to expand its reach, fostering an environment conducive to achieving maximum progress. The growth-oriented strategy, coupled with the effective implementation of marketing strategies, provides a solid foundation for ongoing success and development within the dynamic landscape of digital platforms and sales optimization.
Pengaruh Kualitas Layanan dan Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen pada Rumah Makan Buguri di Kota Makassar Anggraini, Nurafini; Syam, Agus; Sikar, Muhammad Alfa; Mahmuddin, Mahmuddin; Pahrul, Pahrul
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.15035

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh kualitas layanan dan kualitas produk terhadap kepuasan konsumen pada Rumah Makan Buguri di Kota Makassar. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan analisis regresi linear berganda untuk menguji hubungan antar variabel. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, yaitu konsumen yang telah berkunjung dan makan di tempat minimal tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan dan kualitas produk secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Secara parsial, kualitas layanan memiliki pengaruh paling dominan dibandingkan kualitas produk, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi yang lebih tinggi. Secara simultan, kedua variabel mampu menjelaskan 74,7% variasi kepuasan konsumen, yang menunjukkan kuatnya kontribusi faktor layanan dan produk dalam membentuk pengalaman konsumsi. Temuan ini menegaskan bahwa dalam industri kuliner yang kompetitif, peningkatan kualitas layanan dan konsistensi kualitas produk merupakan faktor kunci dalam menciptakan kepuasan konsumen. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan strategi pemasaran berbasis kualitas guna meningkatkan daya saing usaha kuliner di tingkat lokal.