Claim Missing Document
Check
Articles

RELEVANSI PEMIKIRAN IRIGARAY TERHADAP ARSITEKTUR Nurhijrah, Nurhijrah; Kasman, Tamiya M. S; Akbar, Boyke M.
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 2 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i2a7

Abstract

Abstrak_ Teori arsitektur terlahir dari beberapa pemikiran filosof yang membahas tentang hubungan manusia dengan ruang. Pemikiran para filosof tersebut, menjelaskan bagaimana memahami manusia sebagai pengguna produk arsitektur. Berbagai pemikiran tersebut kemudian diterjemahkan oleh para praktisi dan mahasiswa arsitektur ke dalam konsep perancangan yang lebih humanis. Tulisan ini bertujuan mendiskripsikan pemikiran salah satu filosof yang berkontribusi pada perkembangan teori arsitektur, yaitu Luce Irigaray. Pemikiran Irigaray mengenai feminisme akan dijelaskan bagaimana relevansinya terhadap konsep desain arsitektur. Tulisan ini disusun dengan metode kajian literatur dengan mengkaji dua pemikiran Irigaray yaitu mengenai konsep fluiditas dan persepsi melalui sentuhan. Adapun hasil kajian dari kedua konsep hasil pemikiran Irigaray, yaitu fluiditas dan persepsi melalui sentuhan, keduanya menjelaskan bagaimana perbedaan gender dalam suatu ruang menentukan bentukan dari suatu produk arsitektur. Apabila arsitek telah dapat mewadahi perbedaan kebutuhan antar gender, maka karya tersebut telah mengakui kedua gender sebagai subyek yang diwadahi dalam suatu produk arsitektural, bukanlah lagi sebagai objek. Sehingga tercipta suatu karya arsitektur yang lebih humanis.Kata kunci: Irigaray; Feminisme; Teori Arsitektur. Abstract_ Architectural theory was born from several philosophical thoughts which discussed the relationship between humans and space. The thought of the philosophers explained how to understand humans as users of architectural products. These various thoughts were then translated by architectural practitioners and students into more humanistic design concepts. This paper aims to describe the thoughts of one of the philosophers who contributed to the development of architectural theory, Luce Irigaray. Irigaray thinking about feminism will explain how relevant it is to architectural design concepts. This paper is compiled with a literature review method by examining two irrational thoughts, the concept of fluidity and perception through touch. The results of the study of the two concepts of Irigaray's thinking, fluidity and perception through touch, both explain how gender differences in a space determine the formation of an architectural product. If the architect has been able to accommodate differences in needs between genders, then the work has recognized the two genders as subjects that are contained in an architectural product, no longer as objects. Thus creating a more humanistic architectural work.Keywords:  Irigaray; Feminism; Architecture Theory.
PKM Tas Tote Bag dengan Sulaman Teknik Sashiko pada Ibu Rumah Tangga Abu, Asiani; Nurhijrah, Nurhijrah; Aisyah, St.; Riwaayani, Rika
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PKM Tas Tote Bag dengan Sulaman Teknik Sashiko pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Kaca Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan perlu dilakukan untuk memberi pengetahuan dan keterampilan kepada mitra sasaran tentang pentingnya PKM Tas Tote Bag dengan Sulaman Teknik Sashiko untuk manfaat jangka panjang mitra sasaran sehingga mitra sasaran dapat menjadikan pelatihan pembuatan Tas Tote Bag dengan Sulaman Teknik Sashiko ini sebagai alternatif peluang usaha karena memiliki banyak peminat dari berbagai kalangan. Permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan PKM ini berfokus untuk menyelesaikan permasalahan mitra, sebagai berikut: (1) mitra sasaran kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan tas tote bag dengan teknik sulaman sashiko, (2) mitra sasaran kurang mengenal alat dan bahan yang digunakan pembuatan tas tote bag dengan teknik sulaman sashiko. Solusi yang ditawarkan kepada masyarakat yaitu melakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan pelatihan yaitu: “PKM Tas Tote Bag dengan Sulaman Teknik Sashiko di Kelurahan Kaca Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan.
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Botol Plastik untuk Pembuatan Aksesoris Pada Remaja Putri di Desa Kaca Suryani, Hamidah; Irmayanti, Irmayanti; Suryana, Syarifah; Nurhijrah, Nurhijrah
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan pemanfaatan limbah botol plastik untuk pembuatan aksesoris pada remaja putri di Desa Kaca Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mengedukasi remaja putri tentang pengetahuan dan sikap untuk mengurangi pemakaian botol plastik antara lain dengan konsep 3R. Remaja putri sebagai generasi muda dapat berperan aktif dalam memecahkan permasalahan masyarakat termasuk dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Pelatihan ini membekali para remaja putri sejak dini tentang pengetahuan dan sikap serta keterampilan dalam mengelolah limbah botol plastik menjadi produk fashion dalam bentuk aksesoris. Metode yang digunakan adalah: ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan praktikum. Hasil yang dicapai adalah : (1) mitra memiliki pengetahuan dan keterampilan membuat aksesoris berupa kalung, anting-anting dan gelang dari limbah botol plastik dengan teknik pemanasan, (2) mitra mampu mengisi waktu luang yang dimiliki dengan keterampilan membuat aksesoris berupa kalung, anting-anting dan gelang dari limbah botol plastik dengan teknik pemanasan, (3) mitra sudah memiliki pengetahuan tentang cara membuat membuat aksesoris berupa kalung, anting-anting dan gelang dari limbah botol plastik dengan teknik pemanasa dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan tersebut sehingga dapat dimanfaatkan untuk menambah penghasilan keluarga, (4) Hasil akhir dari karya mitra dapat dikategorikan cukup rapi meskipun masih diperlukan latihan membuat berbagai kreasi aksesoris yang lebih menarik.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN CAD MELALUI PROGRAM RICHPEACE DIGITAL GRADING SYSTEM Nurhijrah Nurhijrah; Syarifah Suryana; Nasrah Natsir; Irmawati Irmawati
Jurnal Media Elektrik Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA ELEKTRIK
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/metrik.v20i2.5497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran CAD melalui program Richpeace Digital Grading System. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) yang terdiri dari tiga tahapan yaitu Planning (Perencanaan), Design (Tujuan), Development (Pengembangan). Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis dekriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik observasi, angket, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Kelayakan silabus memperoleh skor validasi 93 dengan rerata 4.65 yang berada pada kategori sangat valid, 2) Kelayakan media pembelajaran CAD memperoleh skor 91 dengan rerata 4.55 yang berada pada kategori sangat valid 3) Hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran diperoleh 2 peserta didik yang memperoleh nilai dengan rentang nilai 80-82, 3 peserta didik yang memperoleh nilai dengan rentang nilai 83-85, 7 peserta didik memperoleh nilai rentang 86-88, 8 peserta didik memperoleh rentang nilai 89-91, dan 3 peserta didik memperoleh nilai dengan rentang nilai 92-94. Sedangkan respon peserta terhadap pembelajaran diperoleh 4 siswa pada kategori tinggi dengan persentase 25% dan 12 siswa dengan kategori sangat tinggi dengan persentase 75%. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa siswa memberikan pendapat yang positif
PENGEMBANGAN MODEL PANDUAN PERMAINAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS MULTIMEDIA DIGITAL PADA ANAK PAUD Nasrah Natsir; Imran Imran; Nurhijrah Nurhijrah; Irmawati Irmawati
Jurnal Media Elektrik Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA ELEKTRIK
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/metrik.v20i2.5498

Abstract

Penilitian bertujuan mengembangkan panduan permainan kewirausahaan berbasis multimedia digital pada anak usia dini, melakukan kajian secara teoritis dan empiris mengenai jiwa kewirausahaan dan budaya lokal serta karakter Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk pengembangan permainan kewirausahaan. Setelah tercipta model permainan kewirausahaan kemudian dirancang dalam bentuk buku panduan untuk kemudian diuji secara empiris melalui penerapan selanjutnya diuji cobakan untuk menghasilkan produk yang efektif. Penelitian ini dilaksanakan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat pada permainan lokal yang ada di daerah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan pengembangan yang menjadi acuan adalah pendekatan pengembangan Systematic Design of Instruction. Langkah utama dibagi menjadi dua, pertama pengujian efektivitas dari hasil pengembangan permainan kewirausahaan berbasis budaya lokal dari penelitian terdahulu, kedua pembuatan perangkat lunak panduan multimedia digital permainan untuk guru/pendidik dan uji coba efektivitas panduan tersebut. Seiring proses pengujian efektivitas, peneliti selalu berupaya untuk memastikan bahwa model permainan yang diterapkan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengembangan jiwa kewirausahaan pada anak usia dini. Penelitian ini telah berhasil mengembangkan panduan permainan tradisional untuk internalisasi jiwa kewirausahaan, hasil pengujian oleh ahli mengenai efektivitas menunjukkan kedua kelompok ahli sepakat bahwa panduan layak untuk menginternalisasikan jiwa kewirausahaan pada anak.
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Hasil Belajar Busana Industri pada Siswa SMK di Era Pandemi Covid-19 Nurhijrah, Nurhijrah
Information Technology Education Journal Volume 1, Issue 2, Mei 2022
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.608 KB) | DOI: 10.59562/intec.v1i2.236

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya metode yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswa selama pembelajaran di era pandemi covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar busana industri siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran project based learning dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional pada pembelajaran di era pandemi covid-19. Penelitian ini dilaksanakan di SMKS Garudaya Bontonompo. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMKS Garudaya Bontonompo Jurusan Tata Busana Kelas XI Tata Busana berjumlah 23 orang. Instrumen penelitian menggunakan tes hasil belajar busana industri. Teknik analisis data menggunakan uji t sampel independen dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar busana industri siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran project based learning mengalamai peningkatan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (Sig = 0,000 < 0,05).
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Tatakan Gelas Dari Kain Perca: Id Nurhijrah; Kurniati; Ayu Saputri Bahar; Hamidah Suryani; Nasrah Natsir
V-MACHINE: Vocational and Mechanical Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Sarjana Terapan PTM FT UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69712/machine.v1i2.5566

Abstract

Abstrak Abstrak - PKM Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Tatakan Gelas Dari Kain Perca pada Yayasan Pendidikan Adhiputeri Kota Makassar perlu dilakukan untuk memberi pengetahuan dan keterampilan kepada mitra sasaran tentang pentingnya Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Tatakan Gelas Dari Kain Perca untuk manfaat jangka panjang mitra sasaran sehingga mitra sasaran dapat menjadikan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Tatakan Gelas Dari Kain Perca ini sebagai alternatif peluang usaha karena memiliki banyak peminat dari berbagai kalangan. Permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan PKM ini berfokus untuk menyelesaikan permasalahan mitra, sebagai berikut: (1) Warga belajar yayasan adhiputeri pada umumnya masih produktif dan memiliki banyak waktu luang yang dapat digunakan untuk menambah keterampilan dan pendapatan keluarga. (2) Umumnya Warga belajar yayasan adhiputeri belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk manambah penghasilan keluarga. (3) Warga belajar yayasan adhiputeri belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah atau instansi lain berupa pelatihan tentang bagaimana membuat tatakan gelas dari kain perca.Target yang ingin dicapai dalam pelaksanaan PKM ini adalah mitra dalam hal ini warga belajar Yayasan Adhiputeri memiliki kemampuan dalam pembuatan Tatakan Gelas Dari Kain Perca, mengetahui alat dan bahan yang digunakan untuk pembuatan tatakan gelas dari kain perca, dan sebagai solusi alternatif peluang usaha. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Pelatihan, Pembuatan Tatakan Gelas, Kain Perca
ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATA PELAJARAN PEMBUATAN BUSANA WANITA Suryana, Syarifah; Nurhijrah, Nurhijrah
Pesona Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v4i2.66389

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui (1) Gambaran minat belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Pembuatan Busana Wanita, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Pembuatan Busana Wanita. Sampel dari penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI jurusan Tata Busana yang berjumlah 41 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan kuesioner (angket). Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase dengan perhitungan skala likert dan rata-rata hitung (mean). Berdasarkan kriteria tingkat pencapaian ekuivalen, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Gambaran minat belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Pembuatan Busana Wanita sudah sangat baik disebabkan dari awal para siswa sudah dibekali dasar Pelajaran Teknologi Menjahit sehingga mereka menunjukkan ketertarikan dan perhatian dilihat dari perasaan senang dan keterlibatan yang ditunjukkan, serta perolehan nilai persentase yaitu 76,37% masuk dalam kategori sangat tinggi. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Pembuatan Busana Wanita yaitu (a) faktor internal yang meliputi cita-cita, sikap belajar, dan motivasi nyatanya memiliki pengaruh yang baik dilihat dari sebagian besar siswa memiliki kecenderungan untuk mencari ide ide atau kreativitasnya agar bisa lebih baik sehingga memperoleh nilai dengan persentase 72,20% masuk kategori tinggi sedangkan (b) faktor eksternal yang meliputi teman pergaulan, guru, fasilitas, dan keluarga memiliki peranan yang sangat penting sebab lingkungan keluarga dan sekolah sangat mempengaruhi minat bergantung dari kondisi dan situasi disekitarnya.
PERBANDINGAN HASIL FITTING KEMEJA PRIA ANTARA POLA SISTEM SOEKARNO DAN POLA SISTEM DINAMIS TAILOR Nurhijrah, Nurhijrah; Suryana, Syarifah
Pesona Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v4i2.66390

Abstract

Penelitian ini merupakan studi komparatif dengan pendekatan eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui: 1) tingkat kecocokan atau fitting factor kemeja pria ukuran L berdasarkan pola sistem Soekarno, 2) tingkat kecocokan atau fitting factor kemeja pria ukuran L berdasarkan pola sistem Dinamis Tailor, serta 3) perbedaan fitting factor antara kedua pola tersebut. Penelitian melibatkan 20 panelis yang terdiri dari 5 dosen ahli tata busana, 10 mahasiswa tata busana, dan 5 masyarakat umum. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi, dan angket, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, skala Likert, uji prasyarat analisis, dan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Fitting factor kemeja pria dengan pola sistem Soekarno mencapai persentase 90,55%, yang termasuk kategori "tepat". 2) Fitting factor kemeja pria dengan pola sistem Dinamis Tailor mencapai persentase 92,77%, juga dalam kategori "tepat". 3) Berdasarkan uji Independent Sample T-Test menggunakan SPSS 23, nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,138 (> 0,05) menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara kedua pola. Namun, analisis deskriptif mengungkap bahwa pola sistem Dinamis Tailor memberikan hasil fitting factor yang lebih tinggi dibanding pola sistem Soekarno, dengan selisih 2,22%.
Preferensi Konsumen Generasi Z Terhadap Desain Busana Minimalis Pada E-Commerce Suryana, Syarifah; Nurhijrah, Nurhijrah
Pesona Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren fashion minimalis semakin berkembang di kalangan konsumen muda, khususnya Generasi Z yang tumbuh dalam era digital dan memiliki kecenderungan terhadap kesederhanaan, estetika bersih, serta nilai keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi konsumen Gen Z terhadap desain busana minimalis yang dipasarkan melalui platform e-commerce. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan penyebaran kuesioner kepada 120 responden Gen Z yang aktif berbelanja fashion secara daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan bahan, desain simpel, warna netral, dan tampilan visual produk yang menarik secara signifikan memengaruhi preferensi mereka. Temuan ini diharapkan menjadi acuan bagi pelaku industri fashion digital dalam merancang strategi desain dan pemasaran yang sesuai dengan karakteristik dan nilai-nilai Gen Z.