Pembelajaran seni rupa disekolah dasar masih menghadapi kendala berupa kurangnya inovasi media, dan rendahnya keterlibatan murid, sehingga tidak sejalan dengan keterampilan abad 21. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji kelayakan media Tangga Pintar berbasis permainan dan bernalar kritis pada materi mengenal aneka ragam hias dari berbagai daerah di Indonesia untuk meningkatkan keterampilan bernalar kritis murid. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang dikerjakan mengikuti tahap model ADDIE. Subjek penelitian adalah 25 murid kelas V SD swasta. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, validasi ahli, angket respon, serta pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan pedoman penilaian dan N-Gain. Hasil validasi ahli materi menunjukan kategori sangat layak dengan nilai rata-rata 4,65, sedangkan ahli media memperoleh kriteria sangat layak dengan nilai rata-rata 4,57, dan praktisi menunjukkan kategori sangat layak dengan skor rata-rata 4,46. Sedangkan angket respon guru memperoleh skor persentase sebesar 97% dan murid sebesar 100% dengan kriteria sangat praktis. Efektivitas ditunjukkan dengan skor N-Gain tinggi, yaitu 0,81 (81,67%) pada uji coba terbatas dan 0,78 (78,96%) pada uji coba luas. Media Tanga Pintar berbasis permainan dan bernalar kritis dinilai valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam meningkatkan kemampuan bernalar kritis murid sekaligus menanamkan nilai budaya. Prospeknya, media ini dapat diterapkan lebih luas dalam pembelajaran tematik berbasis budaya disekolah dasar.