p-Index From 2021 - 2026
7.657
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) Al-'Adalah IJTIHAD Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan Nurani: Jurnal Kajian Syariah dan Masyarakat Jurnal Asy-Syari'ah Jurnal Studi Agama dan Masyarakat MAHKAMAH: Jurnal Kajian Hukum Islam Usroh: Jurnal Hukum Keluarga Islam Jurnal Ilmiah Peuradeun El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Sakina: Journal of Family Studies BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam Muttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies Jurnal Syntax Fusion : Jurnal Nasional Indonesia ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Al-Muamalat : Jurnal Ekonomi Syariah Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin Innovative: Journal Of Social Science Research Kartika: Jurnal Studi Keislaman Fastabiq: Jurnal Studi Islam Mawaddah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Jurnal Media Akademik (JMA) Jurnal Riset Ilmiah Desentralisasi: Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, Dan Pemerintahan Al-battar: Jurnal Pamungkas Hukum An-nisa: Journal of Islamic Family Law Sultan Adam : Jurnal Hukum dan Sosial USRATUNA: Jurnal Hukum Keluarga Islam Hidayah : Cendekia Pendidikan Islam dan Hukum Syariah Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Qiyas : Jurnal Hukum Islam dan Peradilan Khazanah Hukum
Claim Missing Document
Check
Articles

Maṣlahaḥ Mursalah Dan Penerapannya Dalam Hukum Keluarga Hidayat, Muh. Adistira Maulidi; Saepullah, Usep
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i1.2233

Abstract

Maṣlahaḥ mursalah is a legal basis used to regulate new issues that are not explicitly mentioned in the Quran and Sunnah. Every regulation established by naṣh or ijma’ is based on the principle of achieving benefits and preventing harm. Therefore, every legal foundation used stems from the interests and benefits of humanity (al-maṣlahah). Maṣlahah relates to the needs of human life, including aspects such as religion, soul, reason, lineage, dignity, and wealth. Therefore, when clear legal rulings are not found in the Quran or Sunah, Islamic law or fiqh can be established by considering maṣlahaḥ. This writing aims to further elaborate on the concept of maṣlahah mursalah, its legal basis, classification, maṣlahah mursalah as a basis for legal legislation, and its application in family law.
Aplikasi Taklid dan Talfîq dalam Implementasi Hukum Keluarga di Indonesia Dzurriyyatus Sa'adah, Isqi; Saepullah, Usep
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i2.2234

Abstract

Tulisan bertujuan memaparkan bagaimana konsepsi ijthad dalam kurun waktu yang berkelanjutkan dimulai dari periode Imam Mujtahid sampai dengan ulama kontemporer dan terkodifikasi menjadi hukum Nasional mampu mempengaruhi setiap aspek hukum yang berkaitan langsung baik dalam segi ibadah ataupun muamalat. Kompilasi Hukum Islam dalam hal ini memiliki pertalian erat sebagai sebuah aktualisasi hukum taklid dan talfîq dalam sistem hukum keluarga Islam yang lebih konkret. Hasil penelitian menunjukan bahwa keadaan zaman yang terus mengalami perkembangan seolah memaksa hukum fikih untuk terus berjalan elastis beriringan dan realistis untuk dipergunakan semua elemen masyarakat. Polemik yang muncul berkaitan dengan keberadaan taklid dan talfîq tidak serta merta dapat dipisahkan berkenaan hukum menyangkut banyak aspek melahirkan dikotomi antara fikih klasik dan modern yang tidak bisa dielakan menyangkut kemampuan penalaran dalam menafsirkan suatu permasalahan dengan menggali hukum syariat yang sama-sama mengejar pada satu tujuan kemaslahatan yang secara aplikatif tertuang dalam setiap butir KHI sebagai pedoman bagi terlaksananya hukum keluarga di Indonesia baik secara personal ataupun rujukan di Pengadilan Agama.
Tinjauan Hukum Pidana Islam dalam Putusan Nomor 316/Pid.B/2024/PN NNK Tentang Sanksi Tindak Pidana Pembunuhan Berencana: An Overview of Islamic Criminal Law in Decision Number 316/Pid.B/2024/PN NNK Concerning the Sanction for the Crime of Premeditated Murder Mustakim, Merang; Saepullah, Usep; Sumardi, Didi
BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Vol. 6 No. 3 (2025): BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/bustanul.v6i3.2684

Abstract

This study aims to analyze the judge’s legal considerations in Decision Number 316/Pid.B/2024/PN Nnk regarding the criminal act of premeditated murder and to examine its relevance to Islamic criminal law. The research employs a normative legal approach through a library research method. Data were obtained from primary legal materials such as the Indonesian Penal Code (KUHP) and court decisions, as well as secondary legal materials including Islamic legal literature and fiqh jinayah. The analysis was conducted qualitatively using case, comparative, and conceptual approaches to connect the norms of positive law and Islamic law with the existing legal facts. The results show that the panel of judges found the elements of intent and premeditation in the case of Bahdaniar alias Emi binti Muhammad Idris to be proven, thereby imposing a fourteen-year prison sentence. From the perspective of Islamic criminal law, the act is categorized as qatl al-‘amd (intentional homicide), which carries sanctions of qishas, diyat, or afw, emphasizing both retributive and restorative justice. Substantively, the decision reflects the protection of the human right to life (ḥifẓ al-nafs), although it has not yet fully accommodated the social and spiritual dimensions of justice as outlined in Islamic law.
POSITIVISME HUKUM SEBAGAI DASAR PENJATUHAN PIDANA: ANALISIS PUTUSAN NOMOR 11/PID.B/2025/PN CKR TENTANG TINDAK PIDANA TURUT SERTA MELAKUKAN PEMBUNUHAN BERENCANA Muhamad Abdul Kholik; Muhammad Hishnul Islam; Usep Saepullah; Ahmad Hasan Ridwan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/fh4ch693

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan positivisme hukum dalam penjatuhan pidana melalui studi terhadap Putusan Nomor 11/Pid.B/2025/PN Ckr tentang tindak pidana turut serta melakukan pembunuhan berencana. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan menelaah norma hukum positif, doktrin filsafat hukum, dan argumentasi hakim dalam putusan tersebut. Penelitian ini mengkaji bagaimana prinsip-prinsip positivisme seperti validitas formal, supremasi norma tertulis, pemisahan hukum dan moral, serta asas legalitas dioperasionalkan dalam proses pembuktian dan penalaran hakim. Data dianalisis dengan metode analisis isi dan analisis deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim menerapkan pendekatan positivistik secara konsisten dengan berfokus pada unsur delik Pasal 340 jo. 55 KUHP dan alat bukti Pasal 184 KUHAP tanpa memperluas pertimbangan pada dimensi etis atau moral. Penafsiran terhadap unsur “rencana terlebih dahulu” dan “turut serta melakukan” dilakukan secara tekstual dan berorientasi pada kepastian hukum. Selain itu, penjatuhan pidana penjara seumur hidup mencerminkan karakter positivisme yang menekankan rasionalitas formal serta hubungan langsung antara pemenuhan unsur delik dan sanksi yang dijatuhkan. Kesimpulannya, Putusan 11/Pid.B/2025/PN Ckr menunjukkan bahwa positivisme hukum masih menjadi paradigma dominan dalam praktik peradilan pidana di Indonesia, terutama dalam perkara serius seperti pembunuhan berencana. Dominasi positivisme tampak melalui pola penalaran mekanis, legalitas ketat, dan orientasi pada kepastian hukum.
Hak Atas Keterlupaan (Right to be Forgotten) dan Paradoks Keabadian Data: Tinjauan Filsafat Hukum Tentang Kedaulatan Individu di Ruang Siber Zulfaidah, Rena; Saepullah, Usep
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1558

Abstract

This article profoundly examines the philosophical conflict between the Right to Be Forgotten (RTBF) and the phenomenon of the Paradox of Data Immortality characterizing the digital age. Employing normative legal research with conceptual and philosophical approaches, this study aims to reconstruct the concept of individual sovereignty threatened by permanent data footprints. Amidst a system ensuring perfect recall, individual sovereignty has transformed from physical autonomy to digital narrative autonomy; the right to control one's self-representation in the cyber public sphere. The RTBF, strengthened by jurisprudence such as the Google Spain ruling and Indonesia’s Law No. 27/2022 on Personal Data Protection, is asserted as an instrument to restore human dignity and the individual's freedom to change. However, its implementation faces serious philosophical challenges: the balancing test between the individual's right and public interest, particularly freedom of expression and collective memory. The analysis reveals that the balancing test must shift from merely assessing data relevance towards considering the magnitude of prejudice suffered by the individual. Prescriptive recommendations include establishing an Independent Digital Ethics Commission to ensure RTBF decisions are grounded in deep ethical considerations, maintaining that forgetting does not entail social amnesia.
Tindak Pidana Peretasan Media Sosial Oleh Anak Dalam Putusan Nomor 53/PID.SUS-ANAK/2019/PN MKS Perspektif Hukum Pidana Islam Nur, M Devin Putra; Saepullah, Usep; Royani, Yayan Muhammad
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 3 (2025): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (November)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v5i3.313

Abstract

This study examines the criminal act of social media hacking by a minor, as addressed in Decision Number 53/Pid.Sus-Anak/2019/PN Mks. The research focuses on how Indonesian positive law and Islamic criminal law respond to hacking committed by a child, and how judges determine appropriate sanctions. Using a normative juridical method, the study analyzes court rulings, the ITE Law, the Juvenile Justice System Law, and Islamic jurisprudence (fiqh jinayah). The findings show that the offender received non-custodial sanctions, namely guidance and vocational training, in line with restorative justice aimed at rehabilitation. In Islamic law, such an act falls under taʿzīr a discretionary crime whose punishment is determined by the judge based on public interest. The study recommends further integration of Islamic principles into Indonesia’s juvenile justice system, particularly in addressing cybercrimes involving minors, in order to protect children's rights and ensure their future reintegration into society
THE RIGHTS OF INDONESIAN WORKERS: BETWEEN NORMS AND REALITY IN THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC FAMILY LAW Kelana, Dewa Sukma; Fautanu, Idzam; Saepullah, Usep
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i2.2381

Abstract

This research examines the gap between legal norms and the reality of protecting the rights of Indonesian Migrant Workers (TKI) and their impact on families in the perspective of Islamic family law. Although Indonesia has comprehensive regulations such as Law No. 18/2017 on the Protection of Indonesian Migrant Workers, its implementation is still far from expectations. Structural problems cause violations of migrant workers' rights that have an impact on family disintegration, neglect of maintenance obligations, and marital conflict. This research uses a juridical-normative method with statutory, conceptual, and shar'i approaches. Data were collected through a literature study of primary and secondary legal materials, then analyzed descriptively-qualitatively and comparatively. The results show that there is a significant gap between legal guarantees and actual protection of migrant workers, which results in the neglect of family rights as regulated in Islamic law. The perspective of Islamic family law offers solutions through the principles of justice (al-'is), benefit (maslahah), and protection (hifzh). The research recommends the integration of Islamic law values in migrant worker protection policies, strengthening the role of the family as a protection unit, and harmonizing positive law with sharia principles to realize family-based holistic protection.
Hakikat Perkawinan Dalam Filsafat Hukum Keluarga Koswara, Usep; Abdul Ghani, Muhammad Maisan; MHS, Siti Maesuroh; Abdul Wakil, Zuhal Yasin; Saepullah, Usep; Jamarudin, Ade
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v8i2.2682

Abstract

Abstract : The first time the law was born together with the existence of humans themselves, where there are humans, there is a law that binds them and also has its own relationship with the law that is currently in effect and also the law that was in force before. Human life is no exception, which has experienced many legal events that are not the same as the others, where the legal events that occur are passed by humans, including birth, death and also other legal events that have been passed by humans themselves, one of which is is a very sacred marriage done. So that marriage law is a law that always applies and must be owned by all Indonesian people. Life in the household or the pursuit of life in marriage is a hope and also a reasonable and healthy intention for all young people when they grow up. In this case there is a bright hope and an encouragement that gets stronger when they are physically and spiritually healthy where they already have things that are able to support their lives in the future and have built a household that they hope for, including having a stable job, having a potential partner they love and so on.Keywords: marriage, law, essence. Abstrak: Pertama kali hukum lahir bersamaan dengan adanya manusia itu sendiri, dimana adanya manusia maka disitu terdapat sebuah hukum yang mengikatnya dan juaga memiliki keterkaitan sendiridengan hukum yang berlaku saat ini dan juga hukum yang berlaku sebelumnya. Tak terkecuali kehidupan manusia yang telah banyak mengalami kejadian hukum yang terbilang tidak sama dengan lainnya, dimana adanya kejadian hukum yang terjadi tersebut dilewati oleh manusia diantaranya ialah kelahiran, kematian dan juga kejadian-kejadian hukum lainnya yang telah banyak dilalui oleh manusia itu sendiri, salah satunya ialah pernikahan yang sangat sacral dilakukan. Maka dengan begitu hukum perkawinan merupakan sebuah hukum yang senantiasa berlaku dan pasti dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia. Kehidupan dalam rumah tangga atau sebuah pengejaran kehidupan dalam pernikahan ialah adanya sebuah harapan dan juga niat yang wajar serta sehat bagi seluruh kalangan muda saat dirinya bertumbuh dewasa. Dalam hal ini adanya harapan yang cerah dan sebuah dorongan yang kian kuat saat mereka sehat secara fisik maupun rohani dimana sudah memiliki hal yang mampu mendukung kehidupan mereka kelak sudah membangun sebuah rumah tangga yang mereka harapkan, diantaranya mempunyai pekerjaan yang stabil, mempunyai calon pasangan yang mereka cintai dan sebagainya.Kata kunci: perkawinan, hukum, hakikat.
Lembaga Negara Yang Mengatur Hukum Keluarga Dan Berfungsi Sebagai Penyelesaian Sengketa Hukum Keluarga (Peradilan Agama) Sanusi, Muhammad Fahmi; Mustakim, Rizki; Sukendar, Rita; Kumbara, Ruhiyat; Abdillah, Tresna Mugni; Saepullah, Usep; Jamarudin, Ade
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v9i1.2830

Abstract

Abstract : state institution that has the authority to regulate family law as well as function as an institution for settling family law disputes in Indonesia, namely the Religious Courts, this is based on Pancasila and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia which is one of the executors and administrators of judicial power that has an equal position with other courts, then confirmed by the presence of Law No. 14 of 1970 concerning judicial power which was later added and amended by Law N0. 35 of 1999 was later amended by Law no. 48 of 2009 and in its implementation the Religious Courts are under the auspices of the Supreme Court as the Highest Court, of course with the existence of an equalization of the Religious Courts with other courts it gives authority to the Religious Courts to resolve and adjudicate cases under its authority independently. Law No. 7 of 1989 concerning the Religious Courts has explained what is the authority of the Religious Courts to resolve them.Keyword: Religious Courts, disputes and family law Abstrak : Suatu lembaga negara yang memiliki wewenang dalam mengatur hukum keluarga sekaligus berfungsi sebagai lembaga penyelesaian sengketa hukum keluarga di Indonesia yaitu Peradilan Agama, hal ini berdasarkan Pancasila dan Undan-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 yang merupakan salah satu pelaksama dan penyelenggara kekuasaan kehakiman yang mempunyai kedudukan sejajar dengan peradilan-peradilan lainnya, kemudian dipertegas dengan hadirnya UU No.14 Tahun 1970 tentang kekuasaan kehakiman yang kemudian ditambah dan diubah dengan UU N0. 35 Tahun 1999 kemudian diubah dengan UU No. 48 Tahun 2009 dan dalam pelaksanaannya Peradilan Agama berada di bawah naungan Mahkamah Agung sebagai Pengadilan Tertinggi, tentu dengan adanya penyetaraan Peradilan Agama dengan peradilan lainnya memberikan kewenangan bagi Peradilan Agama untuk menyelesaikan dan mengadili perkara yang menjadi kewenangannya secara mandiri. Undang-undang No. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama telah menjelaskan apa saja yang menjadi kewenangan Peradilan Agama untuk menyelesaikannya.Kata kunci: Peradilan Agama, sengketa dan hukum keluarga
Hakikat Perlindungan Anak Dan Perlindungan Perempuan Mentari, Vennya Agna; Havid, Trio Lukmanul; Aripin, Iiz Tazul; Mufti, Zaenul; Jamarudin, Ade; Saepullah, Usep
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v9i1.2881

Abstract

Abstract: This paper discusses the importance of protecting women and children from violence and harassment. This article emphasizes the role of education in shaping the character of future generations and highlights the need for preventive action to ensure the safety and well-being of women and children. This article also examines the legal framework for protecting women and children and the various forms of violence they may face. The methodology used in this article is normative legal research, and the discussion is focused on human rights perspectives and expert opinions. The legal basis for the protection of women and children is regulated in Law Number 12 of 2022 concerning Sexual Violence and Law Number 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence. The definition of a child is based on age, but there is no agreement on an age limit. Child protection is mandated by various laws, including the Convention on the Rights of the Child. The function of law is to create a harmonious, balanced, peaceful and just relationship between legal subjects. Preventive legal protection aims to prevent violence and crimes against women and children. Law enforcement is not only about implementing regulations but also about implementing court decisions. Child protection is very important for the future of a nation, and it involves the whole society. Child protection includes their physical, mental and social development. Protection of human rights, especially for women and children, must be done fairly and politely. The basis for legal protection is outlined in various laws, including those related to sexual violence and domestic violence.Keywords: Legal protection, women, children Abstrak: Tulisan ini membahas pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak dari kekerasan dan pelecehan. Artikel ini menekankan peran pendidikan dalam membentuk karakter generasi masa depan dan menyoroti perlunya tindakan preventif untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan perempuan dan anak-anak. Artikel ini juga membahas kerangka hukum untuk melindungi perempuan dan anak-anak serta berbagai bentuk kekerasan yang mungkin mereka hadapi. Metodologi yang digunakan dalam artikel ini adalah penelitian hukum normatif, dan diskusi difokuskan pada perspektif hak asasi manusia dan pendapat para ahli. Basis hukum untuk perlindungan perempuan dan anak-anak diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Kekerasan Seksual dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Definisi anak didasarkan pada usia, tetapi tidak ada kesepakatan tentang batas usia. Perlindungan anak diamanatkan oleh berbagai undang-undang, termasuk Konvensi Hak Anak. Fungsi hukum adalah menciptakan hubungan yang harmonis, seimbang, damai, dan adil antara subjek hukum. Perlindungan hukum preventif bertujuan untuk mencegah kekerasan dan kejahatan terhadap perempuan dan anak-anak. Penegakan hukum tidak hanya tentang menerapkan peraturan tetapi juga tentang menerapkan keputusan pengadilan. Perlindungan anak sangat penting untuk masa depan sebuah bangsa, dan melibatkan seluruh masyarakat. Perlindungan anak meliputi perkembangan fisik, mental, dan sosial mereka. Perlindungan hak asasi manusia, terutama bagi perempuan dan anak-anak, harus dilakukan dengan adil dan santun. Dasar perlindungan hukum diuraikan dalam berbagai undang-undang, termasuk yang terkait dengan kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumahKata kunci: Perlindungan hukum, Perempuan, anak
Co-Authors Abbas, Suwarto Abdillah, Tresna Mugni Abdul Ghani, Muhammad Maisan Abdul Wakil, Zuhal Yasin Abdullah Pakarti, Muhammad Husni Ade Jamarudin Ade Jamarudin Aden Rosadi Ahmad Fathonih Aidah, Yeni Alan Sparingga Alman, Jihan Fatiha Anggraeniko, Litya Surisdani Arif Maulana, Arif Aripin, Iiz Tazul Azmi, Nofan Nurkhafid Basri, Jelyna Dede Kania Diana Farid Didi Sumardi, Didi Dzurriyyatus Sa'adah, Isqi Ending Solehudin Eva Novita Restu, Cut Farhi, Eriz Rizqiyatul Farid , Diana Farid, Diana Fu’ad, Asep Gussevi, Sofia H. Hamzah Hasan Bisri Havid, Trio Lukmanul Hendriana Hendriana Hendriana Hendriana Hendriana, Hendriana Hidayat, Agi Attaubah Hidayat, Muh. Adistira Maulidi Hopipah, Eva Nur Husain Idzam Fautanu Ikmal Hafifi Imam Sucipto Iwan Setiawan Jaenudin Jaenudin Jefry Tarantang Juang, Ahmad Syarifudin Judijanto, Loso Kelana, Dewa Sukma Khosyi’ah, Siah Kiking Mulyadi Koswara, Usep Kumbara, Ruhiyat Kusmardani, Alex Litya Surisdani Anggraeniko Mahas, Nurul Hudayanti Mahmudah Mahmudah Maulida Zahra Kamila Melinda, Linda Mentari, Vennya Agna MHS, Siti Maesuroh Mohamad Rana Muchamad Ikbal Mufti, Zaenul Muh. Adistira Maulidi Hidayat Muhamad Abdul Kholik Muhamad Kholid, Muhamad Muhammad Hishnul Islam Muhammad Husni Abdulah Pakarti Mukhlas, Oyo Sunaryo Mumtaz JR, Habib Murni Rossyani Mustakim, Merang Mustakim, Rizki Muttaqin, Tajul Neonbeni, Randy Vallentino Nur Hopipah, Eva Nur, M Devin Putra Nurohman Nurohman Nurrohman Nurrohman Syarif, Nurrohman Nuryamin Nuryamin, Nuryamin Ramdani Wahyu Sururie Ridwan, Ahmad Hasan Rifqi, encep Royani, Yayan Muhammad Saebani, Beni Ahmad Saepul Uyun, Yahya Safei, Abdulah Salsabila, Naila Sanusi, Muhammad Fahmi Seilla Nur Amalia Senja, Kinanti Sistyawan, Dwanda Julisa Sucipto, Imam Sukatin, Sukatin Sukendar, Rita Tajul Arifin Titing Oting Supartini Toisuta, Usman Abdul Jihad WAHYUDI Wulan Permata Sari Yuniardi, Harry Zulfaidah, Rena