Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH GERAK MAKAN DAN KECEPATAN PUTARAN SPINDLE TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN ALUMINIUM PADA PROSES PEMBUBUTAN MENGGUNAKAN MESIN BUBUT KONVENSIONAL Dimas Abimayu; Hendri Nurdin
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 1 No. 4 (2019): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (August
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.236 KB)

Abstract

Didalam dunia industri permesinan khususnya pada mesin bubut yang menghasilkan produk berbentuk silindris. Seperti piston yang biasanya terbuat dari aluminium yang telah di campur dengan unsur lain yang dikenal dengan aluminium alloy, yang pada proses finisingnya menggunakan mesin bubut. Tingkat kekasaran permukaan pada pembubutan piston yang baik membuat fungsi dari komponen menjadi lebih maksimal. Tingkat kekasaran permukaan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti mesin yang digunakan, kecakapan operator, parameter pemotongan yang digunakan dan lainya. Dalam penelitian ini mengkaji seberapa besar pengaruh dari variasi gerak makan (f) dan putaran spindle (n) pada proses pembubutan terhadap tingkat kekasaran permukaan aluminium dengan menggunakan mesin bubut emco maximat v13. Ditetapkan variasi gerak makan 0,07mm/r, 0,14mm/r, 0,28mm/r dan variasi putaran spindle 740 rpm, 900rpm, 1230 rpm. Pengukuran kekasaran permukaan menggunakan alat surface roughness tester. Dari hasil penelitian menunjukan variasi gerak makan 0,007mm/r dan kecepatan putaran 740rpm mendapatkan tingkat kekasaran paling kecil dengan nilai Ra 1,40µm, semakin kecil kecepatan putaran spindle dan gerak makan maka semakin kecil pula kekasaran permukaan yang dihasilkan.
KARAKTERISTIK PAPAN PARTIKEL BERBAHAN BAKU SERAT PINANG Fajar Fitra; Hendri Nurdin; Hasanuddin Hasanuddin; Waskito Waskito
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 1 No. 4 (2019): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (August
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.209 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi dibidang bahan rekayasa yang terus meningkat menuntut manuasia harus berinovasi mencari alternatif bahan baku yang bisa gunakan. Alternatif bahan rekayasa yang tengah dikembang salah satunya adalah pemamfaatan limbah serat pinang yang memiliki potensi sebagai bahan baku pembuatan papan partikel. Metode eksperimen yang dilakukan dalam penelitian ini dimana pembuatan papan partikel berbahan baku serat pinang dicampur perekat tapioka. Proses pembuatan papan patikel dilakukan dengan memvariasikan partikel serat pinang dan tapioka berdasarkan perbandingan fraksi beratnya yaitu 90%:10%, 80%:20%, 70%:30% dan 60%:40%. Pengujian karakteristik papan partikel yang dihasilkan berpedoman dan dibandingkan dengan standar mutu JIS A5908-2003 dan SNI 03-2105-2006. Hasil dari penelitian ini diperoleh karakteristik berupa nilai kerapatan 0.71 gr/cm3, kadar air 8,05 %, dan pengembangan tebal 5,78 % pada variasi perbandingan 60%:40%. Dari evaluasi uji karakteristik papan partikel yang dihasilkan ini sehingga dapat direkomendasikan sebagai bahan baku unutk pembuatan perabotan (furniture interior) yang pemakaiannya tidak terkena air dan pada kelembaban rendah.
ANALISIS DESAIN BILAH TERHADAP PEFORMA TURBIN ANGIN SUMBU HORIZONTAL MENGGNAKAN SOFTWARE QBLADE Nur Ichsan Abdillah; Hendri Nurdin; Eko Indrawan; Febri Prasetya
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v5i3.544

Abstract

Turbin angin adalah alat yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik, dengan bilah sebagai salah satu komponennya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh twist (sudut puntir) dan chord (lebar) terhadap coefficient of power (Cp) dengan linierisasi pada tiap elemen bilah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah menemukan desain terbaik dengan metode linierisasi twist dan chord serta mengaplikasikan desain tersebut dalam sebuah rancang desain, dimana hasil akhirnya akan didapat grafik coefficient of power (Cp) atau efisiensi dan tip speed ratio (TSR). Hasil penelitian ini telah dilakukan menunjukkan bahwa optimasi desain bilah turbin angin tipe taper dengan airfoil NREL’s 822 memiliki maximum twist sebesar 6,59 hingga minimum twist 0,12 serta maximum chord sebesar 0,107 meter dan minimum chord sebesar 0,015 meter. Pada proses simulasi tersebut menghasilkan efisiensi sebesar 48% pada TSR 8.
PENGARUH PERSEPSI DAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG KELENGKAPAN BENGKEL PADA PEMBELAJARAN DASAR-DASAR TEKNIK MESIN Resqy Dwicandra; Hendri Nurdin; Rifelino Rifelino; Mulianti Mulianti
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 5 No 4 (2023): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v5i4.610

Abstract

Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang wajib menyediakan fasilitas pembelajaran guna menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Fasilitas yang lengkap dan memadai akan meningkatkan kualitas aktivitas belajar mengajar, mencapai tingkat keefektifan dan keoptimalan yang lebih baik. Keterbatasan fasilitas dapat berdampak pada prestasi belajar siswa, menyebabkan hasil yang diperoleh tidak maksimal atau bahkan tidak sesuai dengan harapan. Penelitian ini bertujuan meninjau pengaruh yang diberikan dari persepsi siswa mengenai kelengkapan bengkel pada hasil belajar dalam Dasar Pembelajaran Teknik Mesin kepada siswa program Teknik Permesinan di SMKN 5 Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, di mana penerapannya dilakukan setelah terjadinya suatu peristiwa. Dengan menganalisis data historis, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi dan mungkin menjadi penyebab peritiwa tersebut. Oleh karena itu, metode yang dipakai pada penelitian ini ialah model ex-post facto research. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya hubungan dan pengaruh positif antara tingkat kelengkapan bengkel dan hasil belajar dalam Dasar Pembelajaran Teknik Mesin, dengan nilai koefisien regresi sebesar 1,103. Koefisien regresi ini menggambarkan sejauhmana perubahan yang dapat diharapkan dalam hasil belajar siswa sebagai akibat dari lengkapnya fasilitas bengkel sekolah. Dalam analisis data ditemukan bahwa koefisien dterminasi adalah sebanyak 0,270. Terlihat bahwa kelengkapan workshop memberikan partisipasi sekitar 27% pada hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian ini mengkonfirmasi bahwa lengkap dan memadainya fasilitas bengkel dapat meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa serta memberikan kontribusi pada peningkatan efektivitas pembelajaran di SMK Negeri 5 Padang.
Pengaruh Suhu Cetakan Terhadap Produk Plastik Berbahan Polyprophylen (PP) Pada Injection Molding F, Fadhlurrohman; Umurani, Khairul; A, Affandi; Nurdin, Hendri; Nasution, Arya Rudi
Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi Vol 5, No 1: Maret 2022
Publisher : Fakultas Teknik UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rmme.v5i1.10264

Abstract

The manufacture of plastic products is carried out using the Plastic Injection Molding (PIM) method. The Injection Molding method is the process of forming a workpiece from granular compound material which is placed into a hopper and enters the injection cylinder which is then pushed through the nozzle. The materials used in this research are as follows: Polypropylene (PP) Plastic Seeds and the selected temperatures are 160C, 170C, 180C, 190C, 200C. After conducting several experiments on temperature variations of moving and stationary molds, it is known that the mold must have the right temperature to produce the product. This can be seen from the results of the research that the right mold temperature is 71C at rest and the heating temperature for moving molds is 63C the result is that the product has dried.
Analisis Kecepatan Mekanisme Engkol Peluncur Rizki, Muhammad; Yanti Sari, Delima; Nurdin, Hendri; Kurniawan, Andre
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2291

Abstract

Analisis kecepatan merupakan konsep dasar dalam mempelajari gerak mesin dalam kuliah Kinematika. Metode yang sering digunakan untuk menganalisis kecepatan adalah cara grafis yang dielaskan dengan cara konvensional, dengan langkah penyelesaian kompleks dan memakan banyak waktu akan membuat siswa sulit memahami. Pada penelitian ini dikembangkan program komputer untuk penyajian konsep kecepatan pada mekanisme engkol peluncur menggunakan bahasa MATLAB. Pengguna dapat menginput dan merubah ulang parameter input seperti sudut batang penghubung, kecepatan sudut dan arah kecepatan sudutnya. Proses analisis kecepatan akan ditampilkan sesuai langkah analisis kecepatan grafis berdasarkan parmeter input. Program komputer ini telah divalidasi dengan perhitungan teoritis manual. Untuk kedepannya, program komputer akan dikembangkan dengan penggunaan GUI (Graphical User Interface) agar lebih ramah pengguna dan juga digunakan untuk analisis mekanisme dalam Kinematika lainnya.
Pembuatan dan Penyediaan Alat Pengiris Bawang Merah untuk Pengusaha Skala Mikro di Kenagarian Talang Babungo, Kabupaten Solok, Sumatra Barat Fauza, Anna Niska; Afnison, Wanda; Putra, Randi Purnama; Purwantono, Purwantono; Kurniawan, Andre; Nurdin, Hendri
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2023.v7i1.3773

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak dihasilkan di Indonesia. Salah satu daerah dengan hasil panen bawang merah yang cukup tinggi adalah Kenagarian Talang Babungo, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Saat ini, sudah mulai berkembang pengusaha-pengusaha berskala mikro dalam memproduksi makanan olahan bawang merah, yaitu bawang merah goreng. Hal ini telah menjadi salah satu sumber mata pencarian masyarakat di daerah tersebut. Bawang merah goreng menunjukkan potensi yang besar sebagai produk olahan pertanian dengan nilai jual yang tinggi. Selain itu, bawang merah goreng sangat populer di kalangan masyarakat karena keefektifan dan kekhasan cita rasanya. Namun, proses pembuatan bawang merah goreng di Kenagarian Talang Babungo masih dilakukan secara manual dan menggunakan alat sederhana. Sehingga, hal ini mengakibatkan rendahnya produktivitas kerja dan produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, Teknik Mesin Universitas Negeri Padang memberikan solusi kepada pengusaha bawang merah dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Tim Pengabdian merancang dan menyediakan mesin pengiris bawang merah melalui penggunaan teknologi tepat guna. Mesin pengiris bawang merah dirancang dengan menggunakan teknologi sederhana dan sistem operasional yang mudah digunakan. Mesin pengiris bawang dirancang menggunakan penggerak motor listrik dengan kapasitas produksi yang cukup besar, yaitu 20–30 kg/jam. Selain itu, mesin pengiris bawang merah memiliki keunggulan dalam pengaturan ketebalan pemotongan bawang merah yang dikehendaki. Diharapkan, melalui penyediaan mesin pengiris bawang merah yang inovatif tersebut akan mampu meningkatkan produktivitas kerja pengusaha bawang merah di Kenagarian Talang Babungo dengan estimasi ± 400% peningkatan hasil produksi dibandingkan dengan metode pengirisan secara manual. Hal ini juga akan mendorong peningkatan roda ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Comparison of NaOH and Na2CO3 as absorbents for CO2 absorption in carbon capture and storage technology Dinul, Fadhilah Ikhsan; Nurdin, Hendri; Rahmadiawan, Dieter; Nasruddin; Laghari, Imtiaz Ali; Elshaarani, Tarig
Journal of Engineering Researcher and Lecturer Vol. 2 No. 1 (2023): Regular Issue
Publisher : Researcher and Lecturer Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.043 KB) | DOI: 10.58712/jerel.v2i1.23

Abstract

CO2 gas is a greenhouse gas that causes global warming. Greenhouse gases are gases in the atmosphere that can absorb and reflect infrared radiation from the Earth's surface. Currently, the energy demand still depends on fossil fuels. On the other hand, CO2 emissions from burning fossil fuels continue to increase and contribute as greenhouse gases to the atmosphere. CO2 capture is an effort to reduce the burden of CO2 emissions into the atmosphere and is part of the Carbon, Capture, and Storage (CCS) protocol. The CO2 absorption process applied in the chemical industry is one of the CO2 absorptions using NaOH and Na2CO3 solutions as absorbents. This research aims to determine the effect of absorbent flow rate on the percentage of absorbed CO2. The method used in this research is the SLR (Systematic Literature Review) method to identify all available research. The absorbent flow rate variations used are 1 liter/minute, 1.5 liters/minute, 2 liters/minute, 2.5 liters/minute, and 3 liters/minute. The absorption process using NaOH absorbent is capable of absorbing CO2 gas with a maximum absorption of 95.52% and a minimum of 79.14%. Meanwhile, in the Na2CO3 absorbent, it is capable of absorbing CO2 gas with a maximum amount absorbed of 72.45% and a minimum of 35.47%.
Installation of gussets to reduce stress on the junction between the arm and bridge on the swing arm Hidayat, Nailul; A, Yufrizal; Nurdin, Hendri; Kassimov, Farid; Kenzhaliyev, Elnar
Journal of Engineering Researcher and Lecturer Vol. 2 No. 2 (2023): Regular Issue
Publisher : Researcher and Lecturer Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58712/jerel.v2i2.75

Abstract

The swing arm is one of the main components of a motorcycle that functions as a connection between the rear wheel and the frame. Under loading conditions, the joint area between the arm and the bridge experiences significant stress, leading to fractures in that region. This study aims to investigate the effectiveness of installing gussets to reduce the stress that occurs at the joint area between the arm and the bridge in the swing arm of ELGO electric motorcycles. The research was conducted using the static analysis simulation method with Solidworks 2021-2022 Research License software. The loading conditions were simulated based on the actual usage of the electric motorcycle. The simulation results revealed that without the installation of gussets, the joint area between the arm and the bridge in the swing arm experienced stress exceeding the yield strength of the material. This would inevitably lead to the breakage of the swing arm and potentially cause accidents for motorcycle riders. However, after the gussets were installed, the stress at the joint area between the arm and the bridge remained below the yield strength of the material. Based on these findings, it can be concluded that the installation of gussets successfully reduced the stress at the joint area between the arm and the bridge in the swing arm. This research outcome can serve as a reference for the design of swing arms for electric motorcycles.
Analysis of Tensile Strength the Fiber Bagasse Particles Board with Resin Adhesives Nurdin, Hendri -; Fernanda, Yolli; Handayani, Meisuri
Teknomekanik Vol. 1 No. 1 (2018): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.596 KB) | DOI: 10.24036/tm.v1i1.172

Abstract

Development of the material be in the form of Particles it is possible to do so it can be an alternative to wood. Particle board is an engineered material that utilizes waste bagasse after sugar cane extraction process as an amplifier and as an adhesive used resin. Particle boards that have been produced, generally using wood powder, while the use of wood has been limited and diminished due to difficulty getting it. So the need for development in engineering the main material particle board in the form of wood powder and replace it with waste bagasse. The particle board manufacturing process is carried out by forging (compacting) between the mixture of sugarcane pulp particles and the BQTN 157 Resin adhesive. Percentage of mixed usage 50: 50 based on the fraction of weight and volume. In obtaining the mechanical properties carried out by tensile testing. From this research, the average particle pull strength is 1.81 MPa, strain 13,52% and elasticity 0,013 GPa. In obtaining particle board as an engineering material that has good ability influenced many things such as particle (mesh) raw material, adhesive use, mixed composition, the process of forging. From the characteristics of the test results obtained so that the particle board of the bagasse with resin adhesive is very possible to replace the type of particle board made from raw wood powder.
Co-Authors - Primawati A, Affandi A, Yufrizal Abdur Rahman Abimayu, Dimas Afabek, Randa Algery, Fauzan Ambiyar, Ambiyar Ambyar Ambyar Anaperta, Yoszi Mingsih Andre Kurniawan Andre Kurniawan Andri, Rezky Arafat, Andril Ardi, Julio Lukmanul Arwizet Arwizet, Arwizet Arya Rudi Nasution Budi Syahri Bulkia Rahim Caniago, Yusuf Darmawi Darmawi Darmawi Darmawi Dayu Alfaridh Delima Yanti Sari Denda Afri Juliadi Dimas Abimayu Dinul, Fadhilah Ikhsan Dori Yuvenda Eko Indrawan Elshaarani, Tarig Erizon, Nelvi F, Fadhlurrohman Fadhilah Fadhilah Fajar Fitra Fathi Aulia DZ Fauza, Anna Niska Fauzun, Hudri Febri Prasetya Fikri, M Fitra, Fajar Fitrah Qalbina Habibie, Farhan Hakiim, Evan Handayani, Meisuri Harahap, Doa Harmanto, Dani Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin WS Hendra Irawan Hidayat, Nailul Indradewa, Rhian Irzal Irzal Irzal, Irzal Junil Adri Kassimov, Farid Kenzhaliyev, Bagdaulet Kenzhaliyevich Kenzhaliyev, Elnar khairul umurani Laghari, Imtiaz Ali Lilik Darwito M Febriyan Baruna Putra Mansur Mansur Maryonda, Andre Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Rizki Mulianti Nabawi, Rahmat Azis Nasruddin Nelvi Erizon Niko Adima Brawira Nur Ichsan Abdillah Prabulingga, Reza Ramadhan Pramudya, Aldhi Primandani, Sri Rizki Putri Primandari, Sri Riski Putri Primawati Primawati, Primawati Purwantono Purwantono Purwantono, Purwantono Putra, Randi Purnama Rahmad Robby Alzam Rahmadiawan, Dieter Rahmat, Febri Ramadhan, Arya Famas Ramadhan, Ozi Refdinal, Refdinal Refdinal, Refdinal Remon Lapisa Resqy Dwicandra Rifelino Rifelino Riski Camarta Rodesri Mulyadi Rudy Anarta Saddikin, M Santoso, Bagas Saputra, Ilham Dwi Siregar, Batu Mahadi Sitorus, Purnama Anandi Sri Rizki Putri Primandari Syahril Syahril Toto Sugiarto Umurani, Khairul Wagino Wanda Afnison Wari, Alan Waskito Waskito Waskito Waskito Waskito, Waskito Wulansari, Rizky Ema Ya, Kyaw Zay Yoga Andika Yolli Fernanda Yufrizal Yufrizal Zainal Abadi Zhuang, Wei-Ting