Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGARUH VARIASI KUAT ARUS PENGELASAN METAL INERT GAS (MIG) TERHADAP KETANGGUHAN MATERIAL SAMBUNGAN LAS PADA BAJA ST 37 Budi Priyono; Irzal Irzal; Hendri Nurdin; Primawati Primawati
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 3 No 3 (2021): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.264 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v3i3.207

Abstract

This study aims to analyze the effect of variations in welding current strength on the toughness of MIG (Metal Inert Gas) welding with an ER 70S 6 (AWS A5.18) welding wire with a diameter of 1.2 mm on low carbon steel ST 37 with a thickness of 10 mm using rain.impact Charpy with ASTM E 23 standards. The method used in this study is an experimental method. This study aims to determine the effect of variations in the welding current strength against impact results MIG welding of steel ST 37 with a strong variation of the welding current 120 A, 140 A and 160 A. The result oftest Charpy Impact this isspecimen without welding control ortest results impact Charpy has anvalue Impact averageof 2.04 Joules / mm2, specimens with a welding current of 120 Ampere have anvalue Impact averageof 2.15 Joules / mm2 specimens with a strong welding current of 140 Ampere have anvalue value Impact an average of 2.20 Joules / mm2, the impact specimen with a welding current of 160 Ampere has anvalue Impact averageof 1.99 Joules / mm2, Based on thetest, the Charpy Impact results of MIG (weldingMetal Inert Gas) with variations in welding current strength of 120 A, 140 A, and 160 A can be concluded that from the results obtained there is a difference in the toughness of the material in absorbing energy from the shock load that hits it as well as the impact value on each specimen against the variation of the current given. This difference occurs because the effect of heat that occurs on the material increases according to the current strength received by the MIG welding material so that this affects the structure of the material being welded so as to make the toughness and impact value of each specimen obtained show different results.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TUTORIAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK MESIN DI SMK NEGERI 5 PADANG Sasma Susanti; Ambiyar Ambiyar; Hendri Nurdin; Rahmat Azis Nabawi
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 3 No 3 (2021): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.034 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v3i3.218

Abstract

Metode belajar yang digunakan di SMK Negeri 5 Padang adalah gabungan antara tatap muka dan online atau blended learning. Metode tersebut membuat guru kesulitan dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan menggunakan media konvensional dan juga membuat minat belajar siswa menurun faktor tersebut berdampak pada hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa yang masih rendah menuntut guru untuk dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif. Penggunaan media seperti video tutorial dapat meningkatkan minat belajar siswa, proses pembelajaran lebih efektif dan guru lebih mudah dalam menyampaikan materi pembelajaran. Penelitian ini.bertujuan untuk mengetahui hasil belajar dengan menggunakan media pembelajaran video tutorial dan media konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah adalah metode eksperimen. Penelitian ini hanya membandingkan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Metode pengumpulan data menggunakan tes. Tes digunakan untuk memperoleh hasil belajar siswa yang menjadi populasinya adalah kelas X TPM di SMK Negeri 5 Padang yang berjumlah 58 siswa dan dijadikan sampel semuanya. Tes sebelum diujikan terlebih dahulu diuji cobakan kepada pernah mendapatkan perlakuan yang sama“yaitu kelas XI TPM setelah itu baru di ujikan ke kelas X TPM. Hasil dari pengujian Independent Samples Test nilai sig. (2 tailed) sebesar 0,002 dengan demikian jelas terlihat bahwa nilai sig. (2 tailed) < 0,05 berarti adanya perbedaan yang signifikan atau Terdapat pembedaan hasil belajar dengan menggunakan media konvensional dengan media video tutorial. Perbedaan hasil belajar tersebut dapat dikatakan bahwa adanya pengaruh media pembelajaran video tutorial terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Gambar Teknik Mesin kelas X TPM.
ANALISIS KECEPATAN AIR MASUK TERHADAP BUKAAN GUIDE VANE TURBIN CROSSFLOW SKALA PICO HYDRO DENGAN SIMULASI CFD Dimas Riadi; Remon Lapisa; Hendri Nurdin; Mulianti Mulianti
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 3 No 3 (2021): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.461 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v3i3.232

Abstract

Turbin Ossberger atau yang biasa dikenal dengan turbin Cross-flow adalah type turbin bertekanan yang kerap dipakai pada PLTA. Contohnya adalah pembangkit listrik tenaga pico hydro. Kenagarian Koto Hilalang di Kabupaten Solok Kecamatan Kubung, Sumatera Barat merupakan salah satu contoh lokasi dimana Pembangkit Listrik Tenaga pico hydro dapat digunakan sebagai sumber tenaga. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis akibat dari variasi guide vane pada turbin jenis cross-flow yang dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga pico hydro dengan daya yang dihasilkan sebesar 31,85 Kw. Dengan adanya penelitian ini dapat menentukan kecepatan magnitude air terhadap variasi bukaan guide vane untuk meningkatkan efisiensi turbin. Metode dalam pelaksanaan penelitian ini yaitu simulasi Computational Fluid Dynamic (CFD) dilakukan pada perangkat lunak Autodesk CFD dengan model turbulens k-ipsilon. Tahapan dalam melaksanakan simulasi CFD ini yakni dengan memvariasikan bukaan guide vane dengan variasi 25%, 50%, 75%, 100%. Hasil analisis pada simulasi CFD menunjukan bahwa kecepatan maksimal berada pada bukaan 25% yang menghasilkan kecepatan masuk sebesar 112,79 m/s pada parametric distance 32, simulasi ini menunjukan kecepatan masuk air mengalami penurunan. Kecepatan masuk air pada simulasi ini di buat tetap dengan sebesar 11,72 m/s dan dalam keadaan steady state.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TPGM PADA MATA PELAJARAN TEKNIK MERANCANG DENGAN CAM DI SMK NEGERI 1 SUNGAI RUMBAI Java Danilio Saputra; Muhamad Thaufiq Pinat; Hendri Nurdin; Irzal Irzal
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 3 No 4 (2021): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.904 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v3i4.242

Abstract

Penelitian ini imendeskripsikan mengenai diterapkannya model Quantum Learning di mata pelajaran TM CAM untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Karena selama pengamatan peneliti semasa PLK pembelajaran cenderung kaku dan kurangnya variasi dalam model pembelajaran. Metode yang dipakai adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam bahasa Inggris Classroom Action Research (CAR). Pelaksanaan penelitian ini berpusat kepada penerapan model Quantum Learning pada kelas XI TPGM di SMK N1 Sungai Rumbai dengan subjek penelitian sebanyak 26 siswa. Berdasarkan data yang diperoleh, persentase aktivitas belajar siswa pada isiklus I sebesar 78,52%, meningkat di siklus II menjadi 88,45% dengan kategori baik sekali. Aktivitas mengajar guru juga terjadi peningkatan, siklus I persentase yang didapat sebesar 91,66%, dan pada siklus II meningkat sebesar 100% yang dikategorikan baik sekali. Hasil belajar isiswa juga terjadi peningkatan, persentase yang diperoleh 69,23% siklus I meningkat menjadi 88,46% siklus II dengan kategori sangat baik. Dilihat dari hasil wawancara yang dilakukan sebelum tindakan, permasalahan yang ditemukan sesuai dengan pengamatan peneliti ketika PLK dan wawancara setelah tindakan dari tanggapan informan mengikhtisarkan model Quantum Learning dapat mengatasi permasalahan tersebut. Jadi dengan menerapkan model Quantum Learning bisa dijadikan acuan dalam meningkatkan hasil belajar untuk mata pelajaran TM CAM di kelas XI TPGM SMK N1 Sungai Rumbai. Sehingga dapat diartikan dengan menerapkan model pembelajaran Quantum Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
PERSEPSI SISWA TERHADAP PENERAPAN METODE BLENDED LEARNING PADA MATA PELAJARAN DASAR PERANCANGAN TEKNIK MESIN DI SMK NEGERI 5 PADANG Nidya Meliza Putri; Arwizet K; Hendri Nurdin; Primawati Primawati
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 3 No 4 (2021): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.003 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v3i4.243

Abstract

Metode pembelajaran pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 di SMK Negeri 5 Padang dengan menggunakan metode pembelajaran blended learning. Penerapan metode tersebut ditemui kesulitan bagi siswa yang mana masih kurangnya motivasi, minimnya pengetahuan, respon dan perhatian siswa kurang baik terhadap pembelajaran blended learning.Blended Learning merupakan penggabungan antara model pembelajaran konvensional dan pembelajaran daring. Setelah berjalannya waktu penerapan blended learning siswa pun aktif dan bersemangat serta respon siswa baik terhadap proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah persepsi siswa terhadap penerapan metode blended learning pada mata pelajaran Dasar Perancangan Teknik Mesin kelas X di SMK Negeri 5 Padang. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan untuk mendeskripsikan data yaitu dengan teknik analisis deskriptif yang meliputi: median, mean, modus, standar deviasi, dan frekuensi relatif persentasi kemudian dilakukan uji persyaratan analisis dengan uji normalitas. Tempat penelitian dilakukan di SMK Negeri 5 Padang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TPM 1 dan X TPM 2. Perlakuan yang diberikan dengan menggunakan metode blended learning. Hasil dari frekuensi variabel persepsi siswa berada pada kategori tinggi sebanyak 44 siswa (76%), hasil tersebut didapatkan sebagian persepsi siswa kelas X terhadap penerapan metode blended learning dalam mata pelajaran Dasar Perancangan Teknik Mesin bisa dikatakan baik pembelajaran bagi siswa. Dari hasil 76% siswa tersebut diartikan bahwa Siswa cukup mempunyai respon dan perhatian yang baik terhadap proses pembelajaran blended learning.
ANALISIS VARIAN ELEMEN DASAR PROSES CNC LATHE CKE6140Z TERHADAP TEMPERATUR KERJA PAHAT KARBIDA PADA BAJA S45C Rajul Halim Perdana Ismet; Eko Indrawan; Hendri Nurdin; Rifelino Rifelino
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 3 No 4 (2021): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.011 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v3i4.247

Abstract

Mesin Bubut CNC sangat dibutuhkan sekali di dunia industri, karena industri saat ini banyak menggunakan mesin produksi dengan kontrol CNC industri manufaktur, proses pemesinan non konvensional Computer Numerik Control (CNC) dalam industri proses CNC digunakan untk mengerjakan produk-produk dengan bentuk permukaan yang kompleks dan kepresisian yang akurat, oleh karena itu proses ini membutuhkan ketangguhan pahat yang tinggi, kekasaran permukaan hasil potongan yang halus dan kepresisian yang tinggi. Diterapkannya penelitian bermaksud untuk mengetahui apakah perbedaan kecepatan potong, kecepatan pemakanan, dan kedalaman potong berpengaruh secara signifikan terhadap temperatur pahat pada proses pembubutan. Untuk mengetahui hal tersebut dilakukan pengujian penyayatan pada mesin bubut dengan menggunakan kecepatang potong, kecepatang pemakanan, dan kedalaman pemotongan yang bervariasi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, penelitian eksperimen merupakan suatu jenis metode penelitian yang digunakan oleh peneliti untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali. Penggunaan jenis eksperimen bertujuan untuk mengetahui pengaruh atau akibat pelakuan (treatment). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan bertambahnya kecepatan potong pada proses pembubutan, maka temperatur pemotongan akan meningkat dan dengan tingkat kepercayaan 95 % perbedaan kecepatan potong mempengaruhi temperatur pemotongan. Hasil tersebut menjelaskan bahwa perbedaan variasi kecepatang potong, kecepatang pemakanan, dan kedalaman pemotongan dapat mempengaruhi temperatur kerja pahat dengan persentase kontribusi faktor-faktor yang signifikan untuk meminimumkan kekasaran permukaan adalah: Kecepatan potong sebesar 89,12%. Kedalaman pemotongan sebesar 9,82%. Gerak pemakanan sebesar 1,06%
ANALISA PENGARUH KUAT ARUS PENGELASAN SMAW TERHADAPKEKUATAN UJI IMPAK PADA SAMBUNGANBAJA KARBON ST 42 Erika Afandi; Delima Yanti Sari; Hendri Nurdin; Bulkia Rahim
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.599 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i1.287

Abstract

Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari kuat arus pengelasan SMAW terhadap kekuatan uji impak pada sambungan baja karbon ST 42. Impact test adalah suatu upaya yangmenggambarkan keadaan material yang sering dijumpai dalam transportasi atau konstruksi yang mana beban tidak selalu datang secara perlahan-lahan tekadang juga datangdengan carakejut. Baja yang digunakan ialah baja ST 42 dengan tebal 10mm, panjang 55mm dan lebar 10mm. Jenis las yang digunakan yaitu las SMAW dengan arus DC menggunakan 3 jenis variasi kuat arus yaitu 90 Ampere, 105 Ampere dan 120 Ampere. Jenis elektroda yang digunakan yaitu elektroda RB-E6013 diameter 3,2mm dan kampuh yang dipakai ialah kampuh V. Proses pengelasan dilakukan 3 layer menggunakan metode down hand position. Spesimen dilakukan pengujian Impak Metode Charpy. Hasil pengujian kekuatan impact pada Material ST 42 mempunyainilai harga impact sebesar182,82 joule, untuk harga impact memilki nilai 2,28joule/mm²,dan hasil kekuatan impact dengan variasi kuat arus 90 ampere mempunyai energi terserapsebesar 110,95 joule, kemudian untuk harga impact memiliki nilai 1,38 joule/mm².Data hasil kekuatan impact dengan variasi kuat arus 105 ampere memiliki nilai energi terserap sebesar 83,36joule, kemudian untuk nilai harga impact memiliki nilai 1,03 joule/mm².Terakhir untuk variasi kuat arus 120 amperememiliki nilai energi terserap sebesar77,61joule, dan nilai harga impact yaitu 0,96 joule/mm². Baja karbon yang dilas dengan arus yang lebih rendah maka harga impactnya lebih besar dan baja karbon yang diberi arus pengelasan yang lebih besar terjadi penurunan harga impactnya.
PENGARUH KUAT ARUS PENGELASAN PADA BAJA KARBON RENDAH TERHADAP KEKUATAN TARIK SAMBUNGAN MENGGUNAKAN LAS MIG Febri Hanafi; Hendri Nurdin; Syahril Syahril; Purwantono Purwantono
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.495 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i1.313

Abstract

Pengaruh kuat arus dalam pengelasan memang berpengaruh besar saat pengelasan, tinggi atau rendah arus yang digunakan pada pengelasan sangat menentukan kekuatan pada sambungan las, dan bentuk hasil penetrasi las itu. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh kekuatan arus listrik pengelasan baja karbon rendah terhadap kekuatan tarik sambngan menggunakan pengelasan Metal Inert Gas. Metode penelitian yang diterapkan yaitu eksperimen, dilakukan analisis kekuatan tarik pada sambungan las Metal Inert Gas, dengan perbedaan tiga kekuatan arus pengelasan, sebesar: 100A, 110A, dan 120A. Jenis material spesimen dalam penelitian ini yaitu pelat baja karbon rendah St 37, ketebalan bahan 10 mm dan dilakukan pengelasan memakai kawat elektroda jenis ER70S-6 berdiameter 1 mm. Metode Peneltian yang digunakan yaitu Metode Eksperimen, jenis metode yang dipakai untuk mencari suatu pengaruh perlakuan terhadap yang lain dalam keadaan atau kondisi yang terkendali, dan hasil pengujian diperoleh pada pengujian lansung. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, nilai kuat tarik yang terbesar dimiliki pengelasan yang berkekuatan arus 120A yaitu dengan nilai tegangan tarik rata-rata 283,56 N/mm2, nilai rata-rata regangan 11,8% dan nilai rata-rata modulus elastis 23,8 kN/mm2. Sedangkan nilai terendah terdapat pada pengelasan dengan kekuatan arus 100A yaitu dengan nilai kekuatan rata-rata 221,85 N/mm2, nilai rata-rata regangan 12% dan nilai rata-rata modulus elastis 1,85 kN/mm2. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan, ditarik kesimpulannya, kekuatan tarik tertinggi dimiliki arus 120A. Ini menandakan bahwa semakin tebal bahan yang digunakan, maka dibutuhkan pula arus dan elektroda yang besar untuk mencapai hasil kekuatan tarik yang baik sesuai dengan standar pengelasan MIG (Metal Inert Gas).
PERBEDAAN HASIL BELAJAR MAHASISWA BERDASARKAN JALUR MASUK DAN ASAL SEKOLAH PADA MATA KULIAH MATEMATIKA DI JURUSAN TEKNIK MESIN FT-UNP Abdul Ghani Rahman; Refdinal Refdinal; Hendri Nurdin; Primawati Primawati
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.542 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i1.326

Abstract

Masih banyak mahasiswa yang mendapatkan nilai <B melalui jalur masuk dan dari sekolah asal pada mata kuliah MatematikaMahasiswa lulus melalui jalur SNMPTN dan mahasiswa yang berasal dari SMK sering dianggap mempunyai nilai yang tinggi dari pada dengan jalur SBMPTN dan Mandiri serta SMA. Tujuan Penelitian ini merupakan buat membicarakan disparitas output belajar mahasiswa di jalur masuk dan sekolah asal tahun masuk 2017, 2018, dan 2019 di Mata Kuliah Matematika di Universitas Negeri Padang Fakultas Teknik Prodi Penddikan Teknik Mesin. Strategi eksplorasi yaang memanfaatkan ex post facto merupakan penelitian dengan memimpin penelitian observasional yang tepat, dimana para ahli tidak memiliki kekuasaan langsung atas faktor-faktor bebas, karena kekhasannya sulit dikendalikan. Eksplorasi ini diarahkan pada bulan Januari-Juni di Universitas Negeri Padang Fakulas Teknik Jurusan Teknik Mesin yang total populasinya 187 mahasiswa. Pengambilan sample dengan teknik yang digunakan yaitu sampling total sebanyak 187 mahasiswa. Buatan review buat uji disparitas hasil belajar mahasiswa ditinjjau dari jalur masuk dan skolah asal di mata kuliah Matematika pada Universitas Negeri Padang Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Prodi Pendidikan Teknik Mesin dan memanfaatkan normaltas uji data dirangkum belum normal distribusinya. Melalui hasil pengujian Mann-Whitney U-test melihatkan tidak terdapat perubahan yang mencolok. Sedangkan menggunakan Non-Parametrik Kruskal-Wallstest menunjukkan perbedaan yang signifikan.
PENGARUH NOZZLE TEMPERATURE DAN LAYER HEIGHT HASIL 3D PRINTING TERHADAP UJI BENDING MATERIAI ABS Addha Ilham; Andril Arafat; Rifelino Rifelino; Hendri Nurdin
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.756 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i1.332

Abstract

Kemajuan teknologi telah mempengaruhi berbagai aspek dalam dunia manufaktur, salah satunya adalah rapid prototyping atau 3D printing. Produk hasil 3D printing tidak hanya dibutuhkan untuk pembuatan prototipe saja bahkan penggunaanya juga untuk produk fungsional. Permasalahan yang sering terjadi dalam parakteknya, akibat dari pengaturan parameter proses nozzle temperature dan layer height yang tidak optimal berdampak pada hasil cetakan 3D printing. Tentunya hal ini menjadi pertimbangan yang besar untuk mengahasilkan produk 3D printing yang berkualitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari kombinasi pengaturan parameter proses yang optimal dan informasi mengenai pengaruh parameter proses terhadap respon kekuatan bending material hasil cetakan 3D printing. Jenis penelitian yang digunakan penelitian eksperimen. Spesimen dicetak sebanyak Sembilan spesimen dengan variasi parameter proses pencetakan 3D printing menggunakan material ABS. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian Bending terhadap hasil 3D printing dengan metode three point bending. Berdasarkan hasil pengujian bending didapat nilai terendah pada kombinasi parameter nozzle temperature 2220 C dan layer height 0.2 mm dengan nilai flextural strength 52.12 MPa. Sedangkan untuk nilai uji bending tertinggi terdapat pada kombinasi parameter nozzle temperature 2320 C dan layer height 0.1 mm dengan nilai flextural strength 57.78 MPa, k­­ombinasi parameter ini sekaligus menjadi parameter yang direkomendasikan untuk proses pencetakan 3D printing. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa variasi dari parameter proses 3D printing mempengaruhi nilai kuat bending material.
Co-Authors - Primawati A, Affandi A, Yufrizal Abdul Ghani Rahman Abdur Rahman Abimayu, Dimas Addha Ilham Ade Manda Afabek, Randa Algery, Fauzan Ambiyar, Ambiyar Ambyar Ambyar Amri Ramadhan S Anaperta, Yoszi Mingsih Andre Kurniawan Andre Kurniawan Andre Maryonda Andri, Rezky Anggar Sulaiman Zega Anna Niska Fauza Arafat, Andril Ardi, Julio Lukmanul Arwizet Arwizet, Arwizet Arya Rudi Nasution Azmul Fauzi Bagas Santoso Bagas Santoso Budi Priyono Budi Syahri Bulkia Rahim Dani Harmanto Darmawi Darmawi Darmawi Darmawi Dayu Alfaridh Delima Yanti Sari Denda Afri Juliadi Dieter Rahmadiawan Dieter Rahmadiawan Dimas Abimayu Dimas Riadi Dinul, Fadhilah Ikhsan Doni Kris Saputra Dori Yuvenda Dwi Sakti Putra Eko Indrawan Elshaarani, Tarig Erika Afandi Evan Hakiim F, Fadhlurrohman Fadhilah Fadhilah Fadhilah Ikhsan Dinul Fajar Fitra Fathi Aulia DZ Fauza, Anna Niska Fauzan Azima Febri Hanafi Febri Prasetya Fitra, Fajar Fitrah Qalbina Fitrah Qalbina Gifan Ainul Mukhrim Habibie, Farhan Hakiim, Evan Handayani, Meisuri Harahap, Doa Harmanto, Dani Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin WS Hastuti Hastuti Hastuti Hastuti Hendra Irawan Hidayat, Nailul Hudri Fauzun Ilham Rinaldo Putra Imtiaz Ali Laghari Indradewa, Rhian Irshan Sepriza Irzal Irzal Islamimahdi Islamimahdi Jasman Java Danilio Saputra Junil Adri Kassimov, Farid Kenzhaliyev, Bagdaulet Kenzhaliyevich Kenzhaliyev, Elnar khairul umurani Laghari, Imtiaz Ali Lilik Darwito M Febriyan Baruna Putra M Fikri Mansur Mansur Muhamad Thaufiq Pinat Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Ikhsan Koto Muhammad Iqbal Iski Muhammad Rizki Mulianti Nabawi, Rahmat Azis Nasruddin Nasruddin Nelvi Erizon Nidya Meliza Putri Niko Adima Brawira Novendri Chairul Nur Ichsan Abdillah Nurhasan Syah Ogif Pradinata Putra Pramudya, Aldhi Primandani, Sri Rizki Putri Primawati Primawati, Primawati Purwantono Purwantono Purwantono, Purwantono Putra, Randi Purnama Rahmad Robby Alzam Rahmadiawan, Dieter Rahmat, Febri Rajul Halim Perdana Ismet Ramadhan, Arya Famas Ramadhan, Ozi Refdinal, Refdinal Refdinal, Refdinal Remon Lapisa Resqy Dwicandra Reza Ramadhan Prabulingga Rifelino Rifelino Riski Camarta Rizky Ema Wulansari Rodesri Mulyadi Rudy Anarta Saddikin, M Saputra, Ilham Dwi Sasma Susanti Sayyid Rasyid Habibie Siregar, Batu Mahadi Sitorus, Purnama Anandi Sri Riski Putri Primandari Sri Rizki Putri Primandari Syahril Syahril Syahril Syahril Syauqi Arjunanda Tarig Elshaarani Toto Sugiarto Tri Ramadhan Tsung-Liang Wu Vani Permata Sari Wagino Wanda Afnison Wari, Alan Waskito Waskito Waskito Waskito Waskito, Waskito Wei-Ting Zhuang Ya, Kyaw Zay Yoga Andika Yolli Fernanda Yoszi Mingsih Anaperta Yufrizal Yufrizal Yusra M. Nur Yusuf Caniago Zainal Abadi Zainal Abadi Zhuang, Wei-Ting