p-Index From 2021 - 2026
8.454
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Penyuluhan Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora MetaKom : Jurnal Kajian Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Jurnal Cita Hukum Suluh Pembangunan: Journal of Extension and Development AGRISE Jurnal The Messenger Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Jurnal Representamen Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT JURNAL KOMUNIKATIO IKRA-ITH ABDIMAS Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Gema Wiralodra Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi International Journal of Business Studies Jurnal Sosial Humaniora Sigli Coverage: Journal of Strategic Communication Ekspresi dan Persepsi : Jurnal Ilmu Komunikasi G-Tech : Jurnal Teknologi Terapan Jurnal Pengabdian UNDIKMA Community Empowerment ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi AKM: Aksi Kepada Masyarakat Indonesian Journal of Innovation Studies KOMUNIKATA57 Madani : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Publish : Basic and Applied Research Publication on Communications Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi Mavisha: Law And Society Journal Jurnal Cendekia Ilmiah Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Journal of Childhood Education (JCE)
Claim Missing Document
Check
Articles

MEMBANGUN KESADARAN EKOLOGIS MELALUI KOMUNIKASI PARTISIPATORIS STUDI KASUS: SPANDUK LARANGAN BUANG SAMPAH DI KABUPATEN BOGOR Libra, Yunaldi; Kuswanti, Ana
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7623

Abstract

Penelitian ini membahas peran komunikasi partisipatoris dalam membangun kesadaran ekologis melalui media visual spanduk larangan buang sampah di Perumahan Bukit Pesanggerahan Indah 2, Kabupaten Bogor. Berangkat dari kegagalan pendekatan hukum dan represif dalam mengatasi masalah sampah, warga setempat memunculkan inisiatif mandiri dengan menciptakan spanduk unik bernuansa religius dan emosional. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivis, teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi visual, serta wawancara mendalam dengan warga. Analisis dilakukan melalui pendekatan semiotika sosial Kress & van Leeuwen (2020) untuk membongkar makna teks, simbol, dan visual, serta kerangka komunikasi partisipatoris Servaes (2008) untuk memahami fungsi spanduk sebagai ekspresi warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spanduk dengan pesan berbasis religius dan sumpah sosial mampu memicu perubahan perilaku ekologis di tingkat lokal. Pesan “Demi Allah Saya Ikhlas, Anak Cucu Saya 7 Turunan Akan Menderita…” tidak hanya dipahami sebagai larangan, tetapi juga sebagai bentuk internalisasi nilai agama, budaya malu, serta ekspresi kolektif warga. Spanduk ini terbukti lebih efektif dibanding ancaman denda maupun kampanye pemerintah, karena menumbuhkan kesadaran ekologis melalui partisipasi langsung masyarakat dan nilai lokal. Temuan ini memperkaya studi komunikasi lingkungan dengan menunjukkan bahwa media komunikasi partisipatoris yang mengintegrasikan kearifan lokal dan nilai religius dapat menjadi strategi alternatif dalam mendorong perilaku ekologis berkelanjutan.
Budaya Alat Dominasi (Studi Kasus: Media Sosial & Bitcoin Ala Adorno) Lebba, M. Syafril Marib Setiawan; Lebba; Kuswanti, Ana
Mavisha: Law and Society Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Legal Community Associations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dr74q273

Abstract

This research analyzes the contribution of social media on the popularity and dissemination of information about Bitcoin through the lens of Theodor Adornos philosophy. This research uses descriptive qualitative methods, direct interviews in the field and observations on social media. As a result, social media plays an important role in shaping market sentiment towards Bitcoin. A tweet from a famous figure or influencer about Bitcoin can influence the price and investor interest in a short time. Therefore, social media has become a powerful platform for spreading news analysis and views on Bitcoin, which can then influence market volatility. Apart from that, social media is also a platform for new projects in the Bitcoin ecosystem to promote their ideas, products or services to a wider audience. ICOs (Initial coin offerings) and other blockchain projects often uses social media to build communities, raise funds and communicate the added value of their projects to potential investors. Social media also plays an important role in mediating dialogue between Bitcoin users and regulators, influencing public perception, shaping regulatory decisions, and determining the wider acceptance of bitcoin as a legitimate financial asset, additionally, social media fosters discussions among developer, trader and enthusiasts, facilitates knowledge exchange, and accelerates the adoption of bitcoin technology in various sectors.   Abstrak: Penelitian ini menganalisis kontribusi media sosial terhadap popularitas dan penyebaran informasi tentang Bitcoin melalui sudut pandang filosofi Theodor Adorno. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, wawancara langsung di lapangan, dan observasi di media sosial. Hasilnya, media sosial memegang peranan penting dalam membentuk sentimen pasar terhadap bitcoin. Sebuah cuitan dari tokoh atau influencer terkenal tentang Bitcoin dapat memengaruhi harga dan minat investor dalam waktu singkat. Oleh karena itu, media sosial menjadi platform yang ampuh untuk menyebarkan analisis berita dan pandangan tentang Bitcoin, yang kemudian dapat memengaruhi volatilitas pasar. Selain itu, media sosial juga menjadi platform bagi proyek-proyek baru dalam ekosistem Bitcoin untuk mempromosikan ide, produk, atau layanan mereka kepada khalayak yang lebih luas. ICO (Initial coin offerings) dan proyek-proyek blockchain lainnya sering kali menggunakan media sosial untuk membangun komunitas, mengumpulkan dana, dan mengomunikasikan nilai tambah proyek mereka kepada calon investor. Media sosial juga memainkan peran penting dalam memediasi dialog antara pengguna Bitcoin dan regulator, memengaruhi persepsi publik, membentuk keputusan regulasi, dan menentukan penerimaan bitcoin yang lebih luas sebagai aset keuangan yang sah. Selain itu, media sosial mendorong diskusi di antara pengembang, pedagang, dan penggemar, memfasilitasi pertukaran pengetahuan, dan mempercepat adopsi teknologi bitcoin di berbagai sektor.
The Impact of Regulation Policy In Indonesia Against Women's Family Head Kuswanti, Ana; Saleh, Amiruddin; Hubeis, Aida Vitayala S; Puspitawati, Herien; Muqsith, Munadhil Abdul
Jurnal Cita Hukum Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v8i1.14264

Abstract

Abstract. The female head of the family has a dual role, that is, a housewife and breadwinner to meet family needs. The study aims to analyze the effect of female head of household characteristics and group characteristics on participatory communication of groups and economic independence of women household heads. Respondents were Pekka groups in twelve villages in Batang City, Central Java, as many as 229 heads of households aged 22-74 years. The characteristics measured include 5 dimensions namely: age, education, marital status, number of dependents, and income. Data were analyzed descriptively and multiple linear regression testing was carried out. The results showed that there was a direct positive effect on the characteristics of female household heads in participatory communication and the economic independence of female household heads. and there is a direct negative effect on group characteristics on participatory communication and the economic independence of the female household headKeywords: regulation effect, female head of a family, Pekka group, economic independence Abstrak.Kepala keluarga perempuan memiliki peran ganda, yaitu, seorang ibu rumah tangga dan pencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik kepala rumah tangga perempuan dan karakteristik kelompok terhadap komunikasi partisipatif kelompok dan kemandirian ekonomi kepala rumah tangga perempuan. Responden adalah kelompok Pekka di dua belas desa di Kota Batang, Jawa Tengah, sebanyak 229 kepala keluarga berusia 22-74 tahun. Karakteristik yang diukur meliputi 5 dimensi yaitu: usia, pendidikan, status perkawinan, jumlah tanggungan, dan pendapatan. Data dianalisis secara deskriptif dan dilakukan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif langsung pada karakteristik kepala rumah tangga perempuan dalam komunikasi partisipatif dan kemandirian ekonomi kepala rumah tangga perempuan. Selain itu, ada efek negatif langsung pada karakteristik kelompok pada komunikasi partisipatif dan kemandirian ekonomi kepala rumah tangga perempuanKata kunci: efek regulasi, kepala keluarga wanita, kelompok Pekka, kemandirian ekonomi Аннотация.Женщина как глава семьи играет двойную роль, то есть роль домохозяйки и кормильца семьи. Цель исследования - проанализировать влияние характеристики женщин как главы семьи и групповой характеристики на групповое совместное общение и экономическую независимость женщин как главы семьи. Респондентой была группа Pekka (Полномочия семей с женщинами как главами семьи) в двенадцати деревнях в городе Батанг, в Центральной Яве, 229 глав семьи в возрасте 22-74 лет. Измеренные характеристики включают 5 параметров, а именно: возраст, образование, семейное положение, количество иждивенцев и доход. Данные были проанализированы описательно, и было проведено множественное линейное регрессионное тестирование. Результаты показали, что непосредственное положительное влияние оказали характеристики женщин как глава семьи в совместном общении и экономической независимости. Кроме того, существует прямое негативное влияние на групповые характеристики на совместное общение и экономическую независимость женщин как глав семьи.Ключевые слова: Эффект регулирования, Женщина как глава семьи, Группа Pekka, Экономическая независимость.
ANALISIS KEGIATAN PUBLIC RELATION PEMERINTAH DESA CIMANGGU DALAM MENANGGULANGI PANDEMI COVID-19 Kusumastuti, Retno Dyah; Maryam, Siti; Kuswanti, Ana; Kusuma, Airlangga Surya
KOMUNIKATA57 Vol. 2 No. 2 (2021): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v2i2.272

Abstract

Kegiatan public relation merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi masyarakat dari bahaya pandemi Covid-19, termasuk pemerintah desa. Fokus dari penelitian ini adalah mengenai kegiatan public relation Pemerintah Desa Cimanggu dalam rangka penanganan krisis pandemi Covid-19. Fenomena ini dikaji karena kegiatan public relation yang dilakukan oleh pemerintah desa juga memiliki peran penting dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lebih lanjut mengenai kegiatan public relation Pemerintah Desa Cimanggu dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui wawancara dan kajian literatur. Metode analisis data yang digunakan yaitu reduksi, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menemukan bahwa Pemerintah Desa Cimanggu menerapkan bauran jenis-jenis komunikasi tertentu pada kegiatan public relation dalam menanggulangi pandemi Covid-19, yaitu komunikasi diseminasi, komunikasi melalui opinion leader, komunikasi interpersonal, dan komunikasi visual.
Imperialisme Budaya dalam Tayangan Wisata dan Budaya pada Program Siaran Televisi di Indonesia Kusumajanti, Kusumajanti; Heryadi, R. Dudy; Kuswanti, Ana
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i1.8849

Abstract

Tayangan Wisata dan Budaya di Televisi dapat menjadi ajang promosi suatu daerah maupun negara.Imperialisme budaya asing dalam berbagai bentuk justru masuk dalam tayangan program Wisata dan Budayadi Indonesia dan hal ini haruslah dibuktikan kebenarannya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan indekskualitas program wisata budaya dan unsur imperialisme budaya dalam media televisi di Indonesia. Metodepenelitian ini yaitu Mixed Method digunakan untuk mencapai tujuan penelitian. Analisis indeks kualitasprogram wisata dan budaya yang tayang pada televisi di Indonesia menentukan angka ketercapaian sebuahprogram berkualitas berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia. Hasil penelitian inimenunjukkan indeks kualitas program wisata budaya Tahun 2021 yang diperoleh dari KPI adalah 3,62 dengandibandingkan standar nilai dari KPI sebesar 3,00, hal ini menunjukkan peningkatan kualitas isi tayangan.Realitas ajang promosi yang dilakukan oleh praktisi wisata terjadi imperialisme budaya, dimana tayanganpromosi dikemas dan disajikan dengan menggunakan backsound lagu asing. Kekuatan tayangan di televisimembuat penontonnya tidak mampu untuk melepaskan diri dari terpaan sehingga kesan budaya Indonesiamenjadi berkurang. Kontribusi penelitian ini memberikan usulan kebijakan kepada lembaga penyiaran untukmenayangkan tayangan wisata yang sesuai dengan budaya lokal untuk menghindari imperialisme budaya.
Pengembangan Konsep Diri Positif dan Berpikir Kreatif Bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah Riayatul Athfal Yayasan Citra Bangsa, Krukut, Depok. Kuswanti, Ana; Abdul Muqsith , Munadhil; Ghozali Moenawar , Mohamad; Ridwan , Ridwan
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i1.4150

Abstract

Konsep diri positif harus terus dikembangkan terutama di dunia pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi seiring kemampuan berpikir kreatif menjadi penting dalam lingkungan kerja kontemporer. Sementara fenomena yang terjadi pada sekolah tingkat Dasar (Madrasah Ibtidaiyah), belum secara sistematis mengintegrasikan pengembangan konsep diri dan kemampuan berpikir kreatif dalam kurikulum dan metode pembelajaran. Masalah di sekolah dasar adalah pembelajaran yang belum mengoptimalkan kreativitas siswa dan banyak siswa yang belum mengenal potensinya. Mereka cenderung belum mampu berpikir logis terhadap peristiwa nyata dan konsep diri mereka belum berkembang dengan baik, sehingga kesulitan dalam berargumentasi dan memecahkan masalah. Berdasarkan realitas tersebut, maka penting dilakukan konsep diri yang positif dan berpikir kreatif bagi siswa di Madrasah Ibtidaiyah Riayatul Athfal (MI.RA) Yayasan Citra Bangsa. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini (PKM) untuk mengembangkan konsep diri positif dan berpikir kreatif bagi siswa di Madrasah Ibtidaiyah Riayatul Athfal (MI.RA) Yayasan Citra Bangsa, Kelurahan Krukut, Depok. Kegiatan PKM dilakukan dengan cara siswa diberikan materi dan tugas membuat sebuah karya, sebagai wujud dalam mengembangkan kreativitas dan konsep diri yang positif bagi siswa. Hasilnya dengan pemberian wawasan melalui pengaplikasian dan aktualisasi diri dalam bentuk yang terstruktur bagi siswa, menciptakan sebuah karya dari kreatif thingking, dan juga dari hasil konsep diri yang positif, mampu menghasilkan sebuah karya yang bernilai. Implementasi sebuah kreativitas memiliki relevansinya dengan konsep diri. Konsep diri merupakan evaluasi diri tentang kelayakan pribadi yang terlihat dalam sikap dan karakter. Guru telah memahami cara meningkatkan konsep diri dan kreativitas anak agar perkembangan mereka optimal, dengan mempertimbangkan pengaruh lingkungan, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Siswa terpacu lebih giat lagi untuk berkreativitas dan senantiasa memiliki konsep diri yang positif.
Mendemarkasi Kebenaran dalam Media Digital: Kerangka Popperian untuk Menanggulangi Berita Palsu Wijaksono, Dimas; Azwar; Kuswanti, Ana; Kusumajanti
KOMUNIKA Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v13i1.22193

Abstract

The rapid spread of fake news in the digital media era has generated serious problems, including declining public trust in the media, social polarization, and distortion of democratic processes. This condition calls for a conceptual approach that can assist the public and media practitioners in distinguishing credible information from misinformation. This study aims to analyze the contribution of Karl R. Popper’s falsification theory in understanding and addressing the phenomenon of fake news within the contemporary media ecosystem. The research employed a library research method, using documentation techniques to collect data from books, academic journals, and relevant scholarly publications. The data were analyzed through systematic and thematic content analysis. Claims that cannot be empirically tested tend to have a high potential to be misinformation. The study also demonstrates that Popperian principles can be integrated with digital technologies, such as artificial intelligence and machine learning, in evidence-based hoax detection systems. In conclusion, Karl Popper’s falsification theory makes a significant contribution to strengthening media literacy, communication ethics, and public resilience against fake news. This framework is not only philosophically relevant but also practically applicable in journalistic practices and the development of information verification technologies in the digital era
Peran Komunikasi Verbal dan Nonverbal Guru dalam Keterlibatan Siswa Anak Usia Dini di Kelas (Studi Kasus pada PAUD Al Fina) Anggeline Saviola Zabieno; Kusumajanti; Ana Kuswanti; Puri Bestari Mardani
Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/piaud.v5i2.8091

Abstract

The phenomenon in the early childhood education (PAUD) classroom shows that children often fail to engage positively, such as being unfocused, undisciplined, and not socializing well. This study aims to analyze the role of verbal and nonverbal communication of PAUD teachers in student involvement at PAUD AL-FINA using student engagement theory, the concepts of purr words and snarl words, proxemics theory, and operant conditioning theory. The research method used is a descriptive qualitative approach with a case study, involving in-depth interviews and participatory observation. The data were analyzed using data reduction, coding, data presentation, and triangulation. The results show that student involvement in early childhood includes behavioral and emotional dimensions. Purr words, snarl words, and proxemics delivered by the teacher play a role in early childhood engagement in the classroom. Purr words (positive words) help improve student comfort and confidence, while snarl words (negative words) create fear and convey the negative impacts of behavior, but should be stopped because they can affect the child's social-emotional condition. Proxemics is applied to monitor, provide support, and enhance students' concentration in class. This study demonstrates that both verbal and nonverbal communication of teachers significantly contribute to student involvement, classroom management, and the social-emotional development of children.
Analisis Kritis Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri dengan Perspektif Deontologi Immanuel Kant Prabowo, Hadi; Azwar, Azwar; Kuswanti, Ana
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 2 (2026): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i2.1971

Abstract

Launched in 2021 by Indonesia's Film Censorship Board (LSF), the National Self-Censorship Culture Movement (GNBSM) aims to encourage ordinary citizens to make mindful choices about film content, drawing on personal moral judgment alongside existing regulations. This paper thoughtfully explores how Immanuel Kant's enduring ideas on duty especially the categorical imperative and individual autonomy help us understand both the high ideals driving GNBSM and the everyday hurdles in making them work amid streaming platforms and digital viewing habits. Through close reading of three LSF studies from 2022-2024 that captured perspectives from over 2,000 people across Indonesia, we notice some striking patterns: nearly everyone (92.97%) sees the value in age ratings, yet far fewer (just 45%) feel the campaign's message truly lands with them; rules cover only a sliver (5.17%) of where films are actually watched, since most viewing (94.83%) happens online; and grasp of these ideas differs sharply by education, with higher-educated groups at 60-70% buy-in versus 30-40% elsewhere. What's particularly telling is this tension: 81% now skip unsuitable material, but Kant would argue real moral agency needs deeper reasoning, not just habit. Looking ahead with care for all sides, the paper suggests practical shifts retelling the story through Kant's lens for better connection, extending efforts to where people really watch films, fostering community discussions on ethics, and creating spaces for genuine dialogue. In essence, Kant reminds us that true ethical progress happens when principles resonate in both action and understanding.
Evaluating the efficacy of eco-religious communication in fostering pro-environmental behavior Ramadaniar, Putri; Kuswanti, Ana; Ayuningtyas, Fitria; Abdul Muqsith, Munadhil
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 12, No 1 (2026): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.152/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/bricolage.v12i1.9035

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia, as Islamic educational institutions experiencing significant growth, are now facing complex external challenges, particularly the climate crisis. A limited technical understanding of how ecological values in Islamic teachings can be translated into practice also remains a barrier. This study aims to analyze the role of progressive pesantren in building awareness and collective action to address the climate crisis through religious communication strategies. Using a quantitative approach, this study applies the Theory of Planned Behavior (TPB) to explain how attitudinal factors, subjective norms, and perceived behavioral control can shape pro-environmental intentions within the pesantren community. This study tests the classical communication theory of TPB. The study population comprises all components of the pesantren, including students, kiyais, teachers, and stakeholders. More specifically, the population is the pesantren ecosystem in West Java that has implemented environmentally sound practices. The sampling technique employed was simple random sampling, with a population of 391. The sample size was calculated using the Slovin formula, resulting in 198 respondents. Data were collected through a questionnaire distributed directly to the respondents. The data analysis techniques included descriptive analysis and SmartPLS 3 operationalization. The result is an eco-religious amplification model, which empirically shows that religious communication requires mediation through an eco-religious approach, local wisdom, and cognitive reinforcement to transform religious messages into genuine concern about the climate crisis.
Co-Authors Aan Setiadarma Abdul Basit Achmad Syahrully Bachri Ahmad Mulyana Aida Vitayala S Hubeis Aida Vitayala S Hubeis Aida Vitayala S. Hubeis Alya Ramadhani Alyssa Nahla Amir Amaliyah Izzul Islam Amaliyah Izzul Islam Amiruddin Saleh Anggeline Saviola Zabieno Anna Gustina Zainal Anna Gustina Zainal Anter Venus Ayuningtyas, Fitria Azwar Azwar, Azwar Basit, Abdul Charisma Dina Wulandari Dedy Putra Widi Utama Dian Tri Hapsari Dwi Fajar Saputra Eka Asih Febriani Eko Purwanto Eko Purwanto Fadjrin Satriyani Komariyah Felia Siska Ghozali Moenawar , Mohamad Hamsah Hamsah Hamsah, Hamsah Herien Puspitawati Hermina Simanihuruk Iin Yumiyanti* Ilham Sukmono Ilyas Naufal Zuhdi Irwan Irwan Junita Duwi Purwandari Kusuma, Airlangga Surya Kusumajanti Lebba Lebba, M. Syafril Marib Setiawan Libra, Yunaldi Lusiana Setianti Lusiana Setianti Marselin Diana Matondang, Nurhafifah Mirza Shahreza Moenawar, Mohamad Ghozali Moenawar, Muhamad Ghozali Muklis Efendi Muqsith, Munadhil Abdul Muzykant, Valerii L. Nuril Ashivah Misbah Prabowo, Hadi Pratiwi, Aprilianti Puri Bestari Mardani Putri Ramadaniar R. Dudy Heryadi Radita Gora Radita Gora Tayibnafis Radita Gora Tayibnapis Radita Gora Tayibnapis Radita Gora Tayibnapis Radita Gora Tayinapis ramadaniar, putri Ramadhani, Alya Retno Dyah Kusumastuti, Retno Dyah Reza Akbar, Muhamad Ridwan , Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan, Ridwan Rita Nur Suhaeti Rizky Ridho Pratomo Rizky Ridho Pratomo Romi Mesra Salsabila, Kania Untari Santoso, Hudi Selly Oktarina Selly Oktarina Selly Oktarina SITI MARYAM Siti Maryam Siti Maryam Sri Dayanti Subangkit, Sapta Hari Sukmono, Ilham Sulis, Sulis Tayibnapis, Radita Gora Tayibnapis, Radita Gora Tito Dos Santos Baptista Jr Tri Dian Hapsari Valerii L. Muzykant Valerii Leonidovich Muzykant Wijaksono, Dimas Winda Amalia Yollanda Vusvita Sari Yuni Hariyanti Zempi, Chairun Nisa Zempi, Charun Nisa Zuhdi, Ilyas Naufal Zusmelia Zusmelia