Claim Missing Document
Check
Articles

The Implementation of Takrir and Imtihan Methods for Enhancing Qur’anic Memorization at Nuruts-Tsamarot Tahfidz Islamic Boarding School Naim Lubis; Muhammad Darwis Dasopang; Hamdan Hasibuan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38627

Abstract

Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam dijaga kemurniannya oleh Allah SWT, sementara manusia berikhtiar menjaganya melalui praktik tahfidz Al-Qur’an. Dalam pendidikan tahfidz, permasalahan yang sering muncul adalah ketidakseimbangan antara peningkatan jumlah hafalan dan kekuatan hafalan santri sehingga hafalan mudah terlupakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode takrir dan imtihan dalam penguatan hafalan Al-Qur’an santri, mengkaji dampaknya terhadap kuantitas hafalan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis melalui penelitian lapangan di Pondok Tahfidzul Qur’an Nuruts-Tsamarot Panyabungan pada tahun ajaran 2024/2025. Subjek penelitian meliputi pimpinan pondok, guru tahfidz, dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode takrir dan imtihan dilakukan secara sistematis melalui setoran hafalan terstruktur, tasmi’ harian, serta pengawasan guru secara intensif. Metode ini berpengaruh positif terhadap peningkatan kuantitas hafalan santri, dari rata-rata 12,5 juz menjadi 19,9 juz dalam satu tahun. Faktor pendukung meliputi koordinasi guru, motivasi santri, dukungan orang tua, dan fasilitas yang memadai, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan santri, keterbatasan tajwid, serta kecenderungan lupa terhadap ayat yang serupa.
Multicultural Islamic Religious Education: A Comparative Study of Indonesia and Southeast Asian Countries Nurhabibah Nurhabibah; Muhammad Darwis Dasopang; Zainal Effendi Hasibuan
JURNAL TILA ( Tarbiyah Islamiyah Lil Athfaal ) Vol. 6 No. 1 (2026): Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal- Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/tila.v6i1.3206

Abstract

This study aims to analyze and compare the implementation of multicultural-based Islamic Religious Education in Indonesia and several Southeast Asian countries. This study is based on the reality of religious, ethnic, cultural, and linguistic diversity that is a key characteristic of Southeast Asian societies. In this context, Islamic Religious Education plays a crucial role in instilling the values ??of tolerance, religious moderation, respect for differences, and harmonious social life. This research uses a qualitative approach with a comparative study method and utilizes library research as a data collection technique. Data were obtained from various sources, such as books, scientific articles, national and international journals, education policy documents, and relevant research findings. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, comparison between cases, and drawing conclusions. The results show that Indonesia, Malaysia, Singapore, and Thailand share similarities in utilizing religious education as a means of developing religious and tolerant student character. However, each country implements different strategies according to its social conditions and education policies. Indonesia emphasizes strengthening religious moderation in its Islamic Religious Education curriculum, Malaysia fosters social integration in a multiethnic society, Singapore emphasizes social harmony and national cohesion, and Thailand utilizes Islamic education as a medium for strengthening identity and intercultural dialogue. Research findings indicate that the successful implementation of multicultural-based Islamic Religious Education is influenced by government policy support, an inclusive curriculum, educator competence, and a conducive social environment. Therefore, strengthening multicultural values ??in Islamic Religious Education needs to be continuously developed to support the creation of a peaceful, inclusive, and harmonious society. Keywords: Islamic Religious Education, Multiculturalism, Tolerance
Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler Kepramukaan Sistem Reguler Berbasis Syarat Kecakapan Umum dalam Meningkatkan Akhlak Siswa di SMP Negeri 2 Padangsidimpuan Afridah Nasution; Muhammad Darwis Dasopang; Putra Halomoan Hsb
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40313

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi peran strategis kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan dalam meningkatkan akhlak siswa. Penelitian ini digolongkan kepada penelitian Research and Development (R&D) yang dilaksanakan dalam Research and information collecting, Planning, Preliminary form of Product, Preliminary field testing, Main product revision, Main field testing, Operational product revision, Operational field testing, Final product revision, dan Dissemination and implementation. Analisis data dilaksanakan secara kualitatif dan kuantitatif. Kesimpulannya: Validitas pengembangan kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan sistem reguler berbasis syarat kecakapan umum dalam meningkatkan akhlak siswa di SMP Negeri 2 Padangsidimpuan memiliki subtansi dan fleksibilitas struktur desain yang tergolong kategori tinggi, yaitu memberikan kemudahan dalam menyusun Rencana Membina, melaksanakan kegiatan dan mengevaluasi kegiatan kepramukaan yang dilaksanakan, serta meningkatkan sikap, pengetahuan dan keterampilan siswa. 2) Praktikalitas atau tingkat keterterapan pengembangan kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan sistem reguler berbasis syarat kecakapan umum dalam meningkatkan akhlak siswa di SMP Negeri 2 Padangsidimpuan mencapai 84,67%, yang berarti tingkat keterterapannya tergolong tinggi. 3) efektifitas kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan sistem reguler berbasis Syarat kecakapan umum antara lain dilihat dari kemudahan dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan. Dilihat dari aspek peningkatan akhlak siswa, kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan sistem reguler berbasis Syarat Kecakapan Umum efektif dalam meningkatkan akhlak siswa di SMP Negeri 2 Padangsidimpuan.