Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Muslim Heritage

Moderate Ideology Of The Yellow Book (Kitab Kuning): (Study on the Moderation of the Kitab of Fatḥ al-Mu'īn Taught in Islamic Boarding Schools) Iswahyudi; Safala, Udin; Izaar, Ahmad Shohibul
MUSLIM HERITAGE Vol 10 No 1 (2025): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v10i1.10722

Abstract

The Yellow Book (Kitab Kuning; an Islamic textbook taught in Islamic boarding schools) study on moderation is still at the surface stage. Various studies conducted by intellectuals such as Ni'am, Sahri, Kusmira, and Kholis have not fully shown how the moderation of the yellow book was produced. The explanation that the Yellow Book displays a variety of opinions from scholars on a matter is insufficient to justify the Yellow Book's moderation. This paper intends to perfect these shortcomings by displaying one yellow book that is an essential reference in Islamic boarding schools, Fatḥ al-Mu'īn. The Book of Fatḥ al-Mu’īn is a standard for mastering religious science in Islamic boarding schools. This book is taught to upper-class students, is complex to read, and powerfully connects with sanad transmission. The taking of legal justifications for disputed issues, even by large NU organizations, refers to the decision of this book Fatḥ al-Mu’īn. By using a critical, descriptive method, this paper seeks to find the acceptance of the Islamic boarding school towards the Book of Fatḥ al-Mu’īn and the model of the disclosure of the Book of Fatḥ al-Mu’īn, which is indicated as a form of moderation. This study found that the Book of Fatḥ al-Mu’īn was accepted by pesantren through transmitting the scientific knowledge of its founders, who were madhhab or al-Shafi'i ideology. Meanwhile, the model of moderation in the Book of Fatḥ al-Mu’īn is shown by mentioning other opinions after making conclusions, going out of the two extreme points, and choosing the priority of the views without blaming or judging. Abstrak Kajian kitab kuning tentang moderatisme saat ini masih pada tahap permukaan. Berbagai penelitian yang dilakukan oleh intelektual semacam Ni’am, Sahri, Kusmira dan Kholis belum menunjukkan secara lengkap bagaimana moderatisme kitab kuning tersebut diproduksi. Penjelasan bahwa kitab kuning menampilkan ragam pendapat dari para ulama tentang suatu masalah belum memadai untuk membuat justifikasi tentang moderatisme kitab kuning. Tulisan ini bermaksud menyempurnakan kekurangan tersebut dengan menampilkan satu kitab kuning yang menjadi rujukan penting di pesantren, yaitu Fatḥ al-Mu’īn. Kitab Fatḥ al-Mu’īn dijadikan standar penguasaan keilmuan agama di pesantren. Tidak saja, kitab ini diajarkan untuk santri kelas atas, tetapi juga karena kitab ini memiliki kerumitan tersendiri untuk dibaca dan memiliki ketersambungan transmisi sanad yang kukuh. Pengambilan justifikasi hukum untuk masalah-masalah yang diperselisihkan, oleh organisasi besar NU sekalipun, merujuk kepada keputusan kitab Fatḥ al-Mu’īn ini. Dengan menggunakan metode diskriptif kritis, tulisan ini hendak mencari penerimaan pesantren terhadap Kitab Fatḥ al-Mu’īn dan model pengungkapan Kitab Fatḥ al-Mu’īn yang diindikasi sebagai bentuk moderatisme. Penelitian ini menemukan bahwa Kitab Fatḥ al-Mu’īn diterima pesantren melalui transmisi keilmuan para pendirinya yang bermadzhab atau berideologi al-Shafi’i. Sedangkan model pengungkapan moderatisme Kitab Fatḥ al-Mu’īn ditunjukkan dengan menyebut pendapat lain setelah membuat kesimpulan, keluar dari dua titik ekstrim dan pemilihan prioritas pendapat tanpa menyalahkan atau menghakimi. Keywords: Fatḥ al-Mu’īn; Moderate; Islamic boarding schools; disclosure models
Co-Authors Abdul Azis Abdullah, Salsabilla Putri Kinanti Ade Novita Adnan Agusman Ahmad Rasyid Ainul Mardiyah Alfisyahrin, Alfisyahrin Almeida, Maria Alzami, Farrikh Anna Fitriani Arief Diana, Muhammad Ariyani, Putri Sukmawati ARIYANTO, MUHAMMAD Asmaul Husna, Bayu Andrian berutu, prekdisampangate Boy Riza Juanda Cita Rosita Sigit Prakoeswa Cut Mulyani Danar Hadisugelar Daniel Happy Putra Dea Musvita dea, Dea Musvita Dewie Anatasya Karno DINAR ADRIATY Erna Yayuk Fouzan A'zim Ganda Elsandro Tumanggor Garfansa, Marchel Putra Haria, Novi Gabriella Harsono Helmi Helmi Holifah, Siti Humairah, Jasri Fanny Husnul Hotima Indra Gamayanto Islamudin Ahmad Izaar, Ahmad Shohibul Juanda,, Boy Riza Khairan Khairan Laura Navika Yamani Layli Pitri Yani Maryam Jamila Arief MASRUHIM, MUHAMMAD AMIR Maulida Medhi Denisa Alinda, Medhi Denisa Michel Kasaf Muhammad Faisal Muhammad Khadafi Muhammad Naufal, Muhammad Muliyani Mulyani, Cut Nainggolan, Nurhayati Nasrullah, M Alaika Naurah, Gladdays Novermawati Novida Dwici Yuanri Manik Nur Zakiyah Darajat NURHALIMAH Pratiwi, Septi Dwi Puput Ade Wahyuningtyas Rahmayanti Ramadhan Rakhmat Sani Ratna Wahyuni Reji Maulana Azsari Risyad, Syukri Rizki Afandi Rosmaiti, Rosmaiti Rosmiati Safrizal Saiful Mahdi Salsabila Santoso, Juli Saputra, Iwan Saputra, Iwan Saragih , Yasmirah Mandasari Sembiring, Tamaulina Br. Siregar, Dolly S. Siregar, Maruli Sitanggang, Ferawati Siti Arieta Sri Winarno Sugiharto, Akip Sutarni Suyatmini Syukri Tampubolon, Elita Romei Tania, Putri Udin Safala Vina Maulidya Wijaya, Panca Dharma Yenni Arista Cipta Ekalaturrahmah Yenni Marnita