Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Berbantu Media Pembelajaran Pohon Budaya dan Wordwall dalam Materi Keberagaman Budaya Pendidikan Pancasila Kelas 5 SDN NGIJO 01 Pramudita, Andhini; Kelly, Grace Olivia; Widodo, Susilo Tri; Wahyuni, Nur Indah; Sa’diyah, Durratus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang berbantu media pembelajaran Pohon Budaya dan Wordwall dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas 5 SDN Ngijo 01 terhadap materi Keberagaman Budaya dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas 5 SDN Ngijo 01 yang berjumlah 20 orang. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa Media Pohon Budaya membantu siswa mengaitkan konsep keberagaman budaya dengan pengalaman konkret, sementara Wordwall meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa melalui aktivitas interaktif. Selain itu, pendekatan PBL mendorong siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan memecahkan masalah secara mandiri.
Eksplorasi Kearifan Lokal Kota Semarang dalam Kerangka R-STEAM (Agama-Sains, Teknologi, Rekayasa, Seni, dan Matematika) Fathurrahman, Moh.; Kiptiyah, Siti Maryatul; Setyasto, Novi; Wahyuni, Nur Indah; Azizah, Wulan Aulia
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 5 (2025): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i5.10927

Abstract

An exploration of the local wisdom of Semarang City through the R-STEAM (Religion, Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) approach shows the integration of local cultural, historical, artistic, and culinary values with the application of R-STEAM to Lawang Sewu, Semarangan batik, and Semarang spring rolls. This study enriches the understanding of science and technology while strengthening cultural awareness and local identity. Lawang Sewu, as a historical building, becomes an ideal model to study mathematics in geometry, as well as the integration of religious values and art in construction. Batik Semarangan represents the application of R-STEAM in the exploration of the art and technology of batik making, including the use of natural dyes and modern engineering techniques for innovative motifs. Finally, Semarang spring rolls within the R-STEAM framework encompass traditional food processing techniques, health and nutrition aspects, and innovative approaches in combining tradition with modern technology in the culinary industry, particularly in relation to healthy food learning. Overall, the application of R-STEAM tools in this exploration of Semarang's local wisdom provides significant opportunities to integrate cultural heritage with science, technology and arts learning. Practical implications include recommendations for educational curriculum development that integrates R-STEAM with local wisdom, as well as the formulation of education policy that supports the preservation and utilization of local culture in the context of modern education
Penerapan Problem-Based Learning (PBL) sebagai Upaya Membangun Semangat dan Keterlibatan Aktif Siswa Sekolah Dasar dalam Pendidikan Pancasila Atiatul, Rizza; Aini, Aisya Dinda Nurul; Azzahra, Salsabila; Nafisha, Salsa Enatin; Hidayah, Alifah Nur; Ramadhan, Rakhmat; Wahyuni, Nur Indah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Pancasila di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk sikap, nilai, dan karakter peserta didik melalui pengalaman belajar yang bermakna. Untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut, dibutuhkan model pembelajaran yang mampu menumbuhkan semangat, kemandirian, serta keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Problem-Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila serta menganalisis dampaknya terhadap motivasi dan aktivitas siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi kelas dan dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung. PBL diterapkan melalui tahapan identifikasi masalah, penyelidikan kelompok, diskusi, dan presentasi hasil dengan dukungan media variatif seperti video pembelajaran, media konkret, dan PPT berbasis Canva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL mampu meningkatkan antusiasme, fokus, dan keberanian siswa untuk terlibat aktif dalam diskusi dan pemecahan masalah. Siswa terlihat lebih bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas kelompok, lebih percaya diri saat mempresentasikan hasil, serta menunjukkan pemahaman lebih baik terhadap nilai-nilai Pancasila melalui aktivitas investigatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PBL efektif menciptakan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa sehingga dapat menjadi strategi yang tepat untuk membangun semangat belajar dalam Pendidikan Pancasila.
Implementasi PBL Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk Meningkatkan Kemandirian pada Pendidikan Pancasila di SD Jawa Tengah Yuniarti, Dinda Hafifah; Dewi, Intan Kartika; Wulandari, Anggun; Digdayani, Amanda; Ardiani, Hidayah Wika; Marlena, Saeni; Wahyuni, Nur Indah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini menguji penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang diperkaya pendekatan pembelajaran mendalam pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di dua sekolah dasar Jawa Tengah. Kegiatan berlangsung selama dua siklus pada siswa kelas V SDN Plosokerep 1 Sragen dan kelas VI SDN Randugunting 7 Tegal. Data dikumpulkan melalui observasi perilaku siswa, dokumentasi lembar kerja murid, wawancara, serta catatan refleksi. Hasil menunjukkan bahwa pada tahap awal siswa sering melebihi batas waktu pengerjaan tugas dan masih sangat bergantung pada arahan guru. Setelah dilakukan perbaikan berupa pengurangan jumlah soal, penggunaan timer besar, pengingat waktu berkala, serta refleksi tertulis di akhir pembelajaran, terjadi perubahan nyata. Seluruh siswa menyelesaikan tugas tepat waktu, tidak ada lagi yang memerlukan remedial, dan kemandirian belajar meningkat tajam. Model PBL dengan pendekatan pembelajaran mendalam terbukti menjadi cara yang sangat efektif untuk membentuk disiplin waktu sekaligus kemandirian belajar siswa sekolah dasar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
Penerapan Problem-Based Learning (PBL) sebagai Upaya Membangun Semangat dan Keterlibatan Aktif Siswa Sekolah Dasar dalam Pendidikan Pancasila Atiatul, Rizza; Aini, Aisya Dinda Nurul; Azzahra, Salsabila; Nafisha, Salsa Enatin; Hidayah, Alifah Nur; Ramadhan, Rakhmat; Wahyuni, Nur Indah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Pancasila di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk sikap, nilai, dan karakter peserta didik melalui pengalaman belajar yang bermakna. Untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut, dibutuhkan model pembelajaran yang mampu menumbuhkan semangat, kemandirian, serta keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Problem-Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila serta menganalisis dampaknya terhadap motivasi dan aktivitas siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi kelas dan dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung. PBL diterapkan melalui tahapan identifikasi masalah, penyelidikan kelompok, diskusi, dan presentasi hasil dengan dukungan media variatif seperti video pembelajaran, media konkret, dan PPT berbasis Canva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL mampu meningkatkan antusiasme, fokus, dan keberanian siswa untuk terlibat aktif dalam diskusi dan pemecahan masalah. Siswa terlihat lebih bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas kelompok, lebih percaya diri saat mempresentasikan hasil, serta menunjukkan pemahaman lebih baik terhadap nilai-nilai Pancasila melalui aktivitas investigatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PBL efektif menciptakan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa sehingga dapat menjadi strategi yang tepat untuk membangun semangat belajar dalam Pendidikan Pancasila.
Implementasi Media Konkret untuk Mendukung Pembelajaran Mendalam dalam Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di SD Negeri Cepoko Putri, Alya Nifalda; Ramadhani, Sofi Aisyah; Pangesti, Intannova Herlistya Rubby; Setyowati, Amelia; Fajriyah, Wahyu Aifatul; Maksum, Laili Rosyidah; Wahyuni, Nur Indah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar memiliki peran penting dalam menumbuhkan pemahaman nilai, sikap, dan karakter pada peserta didik. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan strategi pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman belajar konkret, terutama bagi siswa kelas rendah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi media konkret dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di SD Negeri Cepoko serta menganalisis dampaknya terhadap aktivitas dan pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi pembelajaran, wawancara guru, dan dokumentasi. Media konkret yang digunakan pada kelas II meliputi Bagian Garudaku, Snack Garudaku, dan Papan Pancasila, sedangkan pada kelas IV diterapkan media Papan Mini Aturan dan Pohon Aturan Kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media konkret mampu meningkatkan antusiasme, fokus, dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Siswa lebih bersemangat saat menghitung jumlah bulu Garuda, memilih kartu secara acak, mencocokkan lambang dengan bunyi sila, serta mengelompokkan dan menetapkan aturan kelas. Aktivitas tersebut mendorong pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan mudah dipahami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media konkret efektif mendukung pembelajaran mendalam Pendidikan Pancasila. Media yang sederhana dan mudah dibuat ini mampu menjembatani konsep abstrak menjadi pengalaman belajar nyata bagi siswa.
Implementasi Pembelajaran Inovatif sebagai Penguatan Dimensi Komunikasi Pada Pendidikan Pancasila di SDN 1 Merbuh Rahmadhani, Fadilla Putri; Wardani, Fitria Dwi; Sari, Putri Cahyani Puspita; Amelia, Zahra Nur; Wahyuni, Wahyuni; Mawahib, Akhmad; Wahyuni, Nur Indah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi dan kemampuan komunikasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di SDN 1 Merbuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan efektivitas pembelajaran inovatif dalam meningkatkan keaktifan dan kemampuan komunikasi siswa pada kelas V dan VI. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan partisipasi yang signifikan pada kedua kelas. Pada kelas V, keaktifan meningkat dari 33,33% pada kondisi awal menjadi 71,42% pada siklus I dan 90,47% pada siklus II. Pada kelas VI, keaktifan meningkat dari 33,33% menjadi 75% pada siklus I dan 92% pada siklus II. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran inovatif efektif memperkuat kemampuan komunikasi siswa secara berkelanjutan.
Co-Authors Aini, Aisya Dinda Nurul Aisyah Aisyah Amelia, Zahra Nur Aminatun, Siti Anggun Wulandari Ardiani, Hidayah Wika Arif Maulana, Arif Atiatul, Rizza Azizah, Wulan Aulia Azzahra, Salsabila Dewi, Intan Kartika Digdayani, Amanda Dwitya, Rahma Edi, Purwo Fajriyah, Wahyu Aifatul Fauziah, Ruri Yuliani Fitria Nur Aini Habibah, Aulia Hindun Halizha, Chintya Asti Haq, Najme Muhammad Dliya’ul Hidayah, Alifah Nur Idelia, Rizky Fawnia Imeldania, Pranisma Salsa Isa Ansori Isdhianti, Ery Istigfarin, Nur Hanifah Kartika, Alya Wahyu Kelly, Grace Olivia Khusna, Dana Sabila Kinasih, Estining Titah Kiptiyah, Siti Maryatul Kurnianto, Bagas Kurotul Aeni Lu'lu'a, Khilwiyatul Luthfiana, Lintang Maksum, Laili Rosyidah Marlena, Saeni Martono, Anang Tri Mawahib, Akhmad Ma’ruf, Nadhifa Ginayu Hairina Moh Yasir Alimi Moh. Fathurrahman Murya, Nur Royhana Nafisha, Salsa Enatin Nashihah, Rifatun Nirmalasari, Aprilia Putri Nugrahani, Arshanda Gusti Nurmanto, Tirza Naya Nutria, Diah Ayu Pangesti, Intannova Herlistya Rubby Parahita, Syifana Dila Permatasari, Dwi Nuraeni Pramudita, Andhini Prasetyaningtyas, Fitria Dwi Purohita, Adiyatma Nur Zain Putra, Galih Mahardika Christian Putri, Alya Nifalda Qurrota’Ayun, Sekar Nova Juan Qurrota’Ayun Rahmadhani, Fadilla Putri Rahmadhani, Yuliana Isa Rahmawati, Nur Isnaini Rahmitasari, Nururiza Nanda Ramadhan, Rakhmat Ramadhani, Sofi Aisyah Sabiily, M. Arsyada Sari, Putri Cahyani Puspita Sa’diyah, Durratus Setyowati, Amelia Shobichah, Umroh Nurus Sofia, Virda Andhara Subagyo, Norita Agustina Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti Sujianto Sujianto Sunaryo Sunaryo Susilo Tri Widodo, Susilo Tri Tugiran Tugiran, Tugiran wahyuni wahyuni Wardani, Fitria Dwi Wicaksono, Adiyanto Widiyanto Widodo, Silvirius Wulandari, Evita Xinzhe, Zhao Yulia Rahmawati, Yulia Yuniarti, Dinda Hafifah Yusnia, Irma