p-Index From 2021 - 2026
7.332
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pappasang

Analisis Nilai-Nilai al-Qur’an dan Hadis dalam Tradisi Mappatende di Desa Panggalo Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene Makmur; Marsyam, Abdul Waris; Sukarman, Sukarman
PAPPASANG Vol. 7 No. 1 (2025): Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jiat.v7i1.1779

Abstract

Abstract: The Mappatende tradition is an annual ritual performed by agrarian communities in Panggalo Village as a form of gratitude for the harvest. However, this tradition has received various perceptions among local residents, with some groups viewing it as a religious innovation (bid‘ah). This study aims to analyze the Qur'anic values embedded in the Mappatende tradition and how these values are implemented in the community’s social life. The research employs a qualitative approach using observation, in-depth interviews, and documentation methods. Data analysis is conducted through the Living Qur’an approach, which interprets how Qur’anic teachings are practiced contextually within local culture. The findings reveal that the Mappatende tradition embodies and expresses Qur’anic values such as gratitude (shukr), kinship (silaturahmi), cooperation, and charity (sadaqah), all of which are reflected in each stage of the ritual. These results imply that local traditions can serve as a medium for contextualizing and preserving Islamic values within society. Keywords: Living Qur’an, Mappatende, Qur’anic values, local tradition. Abstrak: Tradisi Mappatende merupakan ritual tahunan masyarakat agraris di Desa Panggalo sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil panen. Namun, tradisi ini mendapat beragam pandangan di tengah masyarakat, termasuk anggapan sebagai praktik bid‘ah oleh sebagian kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai al-Qur’an yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Mappatende serta bagaimana implementasinya dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan pendekatan Living Qur’an, yaitu menelaah makna dan praktik nilai-nilai Qur’ani dalam budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mappatende mengandung dan merepresentasikan nilai-nilai al-Qur’an seperti syukur, silaturahmi, kerjasama, dan sedekah, yang diimplementasikan dalam seluruh tahapan pelaksanaannya. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa tradisi lokal seperti Mappatende dapat menjadi media aktualisasi ajaran Islam secara kontekstual dan menjadi sarana pelestarian nilai-nilai Qur’ani dalam budaya masyarakat. Kata Kunci: Living Qur’an, Mappatende, Nilai-Nilai al-Qur’an, Tradisi lokal
Dari Etika Domestik ke Etika Kekuasaan: Membaca Qiwa>mah dalam QS. al-Nisa>‘/4:34 Rasyid, Muhammad Dirman; Reskiani, Anugrah; Nur Murdan, Muhammad; Makmur
PAPPASANG Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jiat.v7i2.2113

Abstract

This article examines the concept of qiwa>mah in QS. al-Nisa>‘/4:34 by going beyond interpretations that limit it to domestic ethics in husband-wife relationships. Through a qualitative approach based on literature study and semantic-relational analysis, this article shows that qiwa>mah not only functions as a normative status or legitimization of gender hierarchy, but also as an ethical function that arises from certain excess (fad}l) and is manifested through concrete responsibility (anfaq). By placing the family as the smallest social unit, QS. al-Nisa>‘/4:34 can be read as a pedagogical medium of the Qur’an to explain the principles of managing asymmetrical relationships ethically. This reading places qiwa>mah as a framework of the ethics of power that emphasizes protection, justice, and the prevention of injustice, and is relevant to broader social and political relations. Artikel ini mengkaji konsep qiwa>mah dalam QS. al-Nisa>‘/4:34 dengan melampaui pembacaan yang membatasinya sebagai etika domestik dalam relasi suami-istri. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dan analisis semantik-relasional, artikel ini menunjukkan bahwa qiwa>mah tidak hanya berfungsi sebagai status normatif atau legitimasi hierarki gender, melainkan juga sebagai fungsi etis yang lahir dari kelebihan (fad}l) tertentu dan diwujudkan melalui tanggung jawab konkret (anfaq). Dengan menempatkan keluarga sebagai unit sosial terkecil, QS. al-Nisa>‘/4:34 dapat dibaca sebagai medium pedagogis Al-Qur’an untuk menjelaskan prinsip pengelolaan relasi asimetris secara etis. Pembacaan ini menempatkan qiwa>mah sebagai kerangka etika kekuasaan yang menekankan perlindungan, keadilan, dan pencegahan kezaliman, serta relevan bagi relasi sosial dan politik yang lebih luas
Co-Authors A. Fitriani Abdullah, Muhammad Arafat Adawiah, Roudatul Ahmad Syafiq Akriandi Amin Amiruddin Andi Serlina Anisa Anggraeni, Anisa Anita Yuliati Anton Budi Pranata Anugraha jaya, Wahyu Anwar Sewang Arfianti Novita Anwar Arifah Hidayat ARIFUDDIN Arisandy, Yosy Arman Bin Anuar Asrul Astriyani A. Papuangan Astuti, Niluh Sari Aulia, Donesta Nova Ayu Marisa Utami Br Simanjuntak, Sri Murtiani Carong, Suparjo Razasli Cengiz Kayacilar Dahniar Demmanaba, Trialdi Desmita Wahyuni Diana Wiyanti Diauddin Ismail Dini Ikayanti Durian Eka Poppi Hutami Eka Sri Wahyuni Ernawati Fajar Pratama Abdillah Fajarudddin Fajaruddin Fathurrahman Wahid Pahlawi Hafizatul’ Ain Hakim, Adil Hanifah Purnamasari Harianto Hasis, Pertiwi Kamariah Hasza, Hasza Jiwanda Ibrahim Ismail Ida Zahara Adibah idwal Ikawati Karim Imam Pribadi Irmawati Ismail Karim, Ikawati Karimuddin Abdullah Lawang Khairiah Elwardah Khoerunisa, Fahra Lusiana, Nisa Maddo, Irwan Mahfuddin, Muhammad Mardiah, Radiatan Marsyam, Abdul Waris Mawar Mifta Fadhli As’ad Mochamad Nurdin Mochamad.Nurdin Muh Amar Muh. Amar Muhammad Amar MUHAMMAD LUTFI MUHAMMAD YUSUF Muhlis Hajar Adiputra Muhsin, Muh Arief Mursalin, Supardi Muzakir Muhammad Amin Neni Sri Imaniyati Ni Kadek Sukriasih Ningsih Kusumawati Nirfayanti, Nirfayanti Nugraha, Herdiana Nur Abdi, Muhammad Nur Amin Nur Murdan, Muhammad Nur Wahid Nurfadillah Nurhaliza Nurlaela Nurqadriani Pratama, Muhamad Ilham Qaizar Rahmadani, Andi Ramadhan Rasyid, Muhammad Dirman Ratna Dewi Reskiani, Anugrah Reza Sri Astriyana Ricardo, Rado Romi Adetio rusdiana Sabani, Fatmaridah Seprini Setiawan, Romi Adetio Sitti Fatimah Sofia Rahmadani Toana Sofyang Suarno Sudi Raharjo Sukarman Sukarman Sul, Sulkifli Suryani Dewi Suryaningsih, Ita Syarmilah Tamaulina Br Sembiring Tata Ramadhani USWATUN HASANAH Wahyu Trijati Winadia Yuli Yanti Indah Sari Yusuf, Hijrawati Zahra, Shahira Fasfa Zaitun