Claim Missing Document
Check
Articles

Studi In Silico Aktivitas Analog Senyawa Zizyphine dari Bidara Arab (Zizyphus spina-christi) sebagai Antivirus SARS-CoV-2 terhadap Reseptor 3CLpro Taufik Muhammad Fakih; Firda Aulia Jannati; Annisa Meilani; Dwi Syah Fitra Ramadhan; Fitrianti Darusman
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 18, No 1 (2022): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.18.1.52188.70-79

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit yang penularannya human to human yang pertama kali ditemukan di China (Kota Wuhan). Tanaman bidara arab mengandung banyak metabolit sekunder yang bermanfaat, hasil fraksinasi dari buah bidara memiliki aktivitas sebagai antivirus yang signifikan terhadap virus herpes simpleks tipe 1. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui afinitas dan interaksi antara senyawa uji Zizyphine dengan reseptor 3CLpro secara in silico. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi aktivitas biologis menggunakan PASS prediction dan sifat fisikokimia pada senyawa uji Zizyphine menggunakan webserver Swiss-ADME. Senyawa uji Zizyphine dioptimasi secara geometris menggunakan software Quantum ESPRESSO versi 6.6. Konformasi senyawa uji Zizyphine terbaik dilanjutkan ke tahap simulasi docking terhadap reseptor 3CLpro yang telah dipisahkan dengan ligan alaminya dan telah divalidasi menggunakan software MGL Tools versi 1.5.6 yang telah dilengkapi dengan Autodock Tools versi 4.2. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa senyawa uji Zizyphine C memiliki afinitas yang lebih baik dibandingkan senyawa Zizyphine A, Zizyphine F, dan Zizyphine I dengan nilai energi bebas ikatan sebesar -9,32 kcal/mol dan konstanta inhibisi 146,89 nM, sehingga senyawa Zizyphine C berpotensi sebagai agen terapi COVID-19 yang bekerja terhadap reseptor 3CLpro. Selanjutnya dari hasil analisis aktivitas biologis, keseluruhan senyawa analog Zizyphine menunjukkan potensi sebagai antivirus. Akan tetapi dari prediksi ADME, senyawa-senyawa tersebut tidak menunjukkan profil yang baik sebagai obat oral.In Silico Study of Zizyphine Analog Compound Activity of Christ's Thorn Jujube (Zizyphus spina-christi) as SARS-CoV-2 Antivirus against 3CLpro Receptors. COVID-19 is a disease with human-to-human transmission that was first discovered in China (Wuhan City). The arabian bidara plant (Christ's Thorn Jujube) contains many useful secondary metabolites, fractionated from bidara fruit has significant antivirus activity against herpes simplex virus type 1. The purpose of this study was to determine the affinity and interaction between the Zizyphine test compound and the 3CLpro receptor through in silico. In this study, the identification of biological activity using PASS prediction and physicochemical properties of Zizyphine test compounds using the Swiss-ADME webserver. The Zizyphine test compound was optimized for geometry using Quantum ESPRESSO version 6.6 software. The conformation of the best Zizyphine test compound was continued to the docking simulation stage for the 3CLpro receptor which has been separated from its natural ligand and has been validated using MGL Tools version 1.5.6 with Autodock Tools version 4.2 software. Based on the results, it can be concluded that the test compound Zizyphine C has a better affinity than Zizyphine A, Zizyphine F, and Zizyphine I with a binding free energy value of -9.32 kcal/mol and inhibition constant of 146.89 nM. Therefore, the compound Zizyphine C has potential as a COVID-19 therapeutic agent that acts against the 3CLpro receptor. Furthermore, from the results of the analysis of biological activity, all Zizyphine analog compounds showed potential as antiviruses. However according to ADME predictions, these compounds did not show a good profile as oral drugs.
STUDI LITERATUR PEPTIDA MARKER UNTUK IDENTIFIKASI DERIVAT BABI PADA BERBAGAI PRODUK PANGAN Jilan Salsabila Auliya Putri; Taufik Muhammad Fakih; Farendina Suarantika
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.7765

Abstract

Abstract. One of the halal concepts in Islam states that food cannot contain even the smallest pork derivatives. Manufacturers often do not inform consumers about substitution of raw materials or other additives. Thus, it is necessary to verify whether the food circulating in the market contains pork or not. Identification can be carried out using peptide markers from pork derivatives in food products. The method used in this research is SLR (systematic literature review) with reference to articles on peptide markers for identification of swine derivatives. The data used is accessed through Pubmed, Science Direct, Springer, Oriental Journal of Chemistry, Theory and Practice of Meat Processing. The types of samples used are raw pork, processed pork products, and pork gelatin. Potential peptide markers in meat species identification are often obtained from myoglobin (Mb) and myosin (My). Because there are physiological differences in the specific protein content between different types of muscle tissue that can be detected in meat products after food processing is applied. Thus, the most commonly found peptide marker of myoglobin has the amino acid sequence YLEFISEAIIQVLQK and the peptide marker of myosin-1 which is most commonly found has the amino acid sequence SALAHAVQSSR. Most of the methods that can be used to identify peptide markers in pig derivatives are the development of mass spectrophotometry-based methods, namely liquid chromatography-mass spectrophotometry (LC-MS/MS). Abstrak. Salah satu konsep halal dalam Islam menyatakan bahwa bahan pangan tidak boleh mengandung derivat babi yang paling kecil sekalipun. Produsen seringkali tidak menginformasikan kepada konsumen mengenai substitusi bahan baku atau bahan tambahan lainnya. Sehingga, perlu dilakukan verifikasi apakah makanan yang beredar di pasaran mengandung babi atau tidak. Identifikasi dapat dilakukan dengan menggunakan peptida marker dari derivate babi pada produk pangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah SLR (systematic literature review) dengan bahan menggunakan referensi artikel mengenai peptida marker untuk identifikasi derivat babi. Data yang digunakan diakses melalui Pubmed, Science Direct, Springer, Oriental Journal of Chemistry, Theory and Practice of Meat Processing. Jenis sampel yang digunakan yaitu berupa daging babi mentah, produk olahan daging babi, serta gelatin babi. Peptida marker potensial dalam identifikasi spesies daging sering didapatkan dari myoglobin (Mb) dan myosin (My). Karena terdapat perbedaan fisiologis dalam isi protein spesifik antara berbagai jenis jaringan otot yang dapat dideteksi pada produk daging setelah pengolahan makanan diterapkan. Dengan demikian, peptida marker dari myoglobin yang paling banyak ditemukan memiliki urutan asam amino YLEFISEAIIQVLQK dan peptide marker dari myosin-1 yang paling banyak ditemukan memiliki urutan asam amino SALAHAVQSSR. Metode yang dapat digunakan untuk identifikasi peptida marker pada derivat babi ini mayoritas dengan pengembangan metode berbasis spektrofotometri massa yaitu liquid chromatography-mass spectrophotometry (LC-MS/MS).
Uji Aktivitas Antiinflamasi Senyawa Turunan Asetogenin pada Daun Sirsak (Annona muricata L.) terhadap Reseptor Siklooksigenase-2 (COX-2) secara In Silico Siti Ainun Rohaniah; Dina Mulyanti; Taufik Muhammad Fakih
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.8500

Abstract

Abstract. Inflammation occurs naturally in the body as a response to foreign molecules. The inflammatory process occurs due to the release of inflammatory mediators catalyzed by enzymes, one of which is the COX-2 enzyme. Although it is a response from the body, if left unchecked, inflammation can cause unwanted effects. The use of steroids and non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) which often cause side effects is the reason for using natural ingredients as an alternative treatment. Soursop leaves (Anonna muricata L.) have been used empirically as medicinal plants because of their properties, one of which is as an anti-inflammatory with a mechanism of action that inhibits the COX-2 enzyme. Acetogenin is an active compound contained in soursop leaves with various compound derivatives. The purpose of this study is to determine the activity of 9 acetogenin derivative compounds to inhibit COX-2 enzyme using molecular docking method in silico. The in silico assay is a computational assay that interacts the test compound with the target receptor with the results in the form of bond free energy values (∆G) and inhibition constants (Ki). The results showed that the compound annomuricin C has the closest binding free energy value to the natural ligand of -5.71 kcal/mol with an inhibition constant of 64.92 uM. Abstrak. Inflamasi terjadi secara alami dalam tubuh sebagai respon terhadap molekul asing. Proses inflamasi terjadi karena adanya pelepasan mediator inflamasi yang dikatalisasi oleh enzim salah satunya adalah enzim COX-2. Meskipun merupakan respon dari tubuh, jika dibiarkan inflamasi dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Penggunaan obat antiinflasmasi steroid dan non-steroid (AINS) yang seringkali menimbulkan efek samping menjadi alasan penggunaan bahan alam sebagai alternatif pengobatan. Daun sirsak (Anonna muricata L.) telah digunakan secara empiris sebagai tanaman obat karena khasiatnya yang dihasilkan, salah satu diantaranya adalah sebagai antiinflamasi dengan mekanisme kerja menghambat enzim COX-2. Asetogenin merupakan senyawa aktif yang terkandung pada daun sirsak dengan berbagai turunan senyawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas terhadap 9 senyawa turunan asetogenin untuk menghambat enzim COX-2 dengan menggunakan metode molecular docking secara in silico. Uji in silico merupakan pengujian secara komputasi yaitu menginteraksikan senyawa uji dengan reseptor target dengan hasil berupa nilai energi bebas ikatan (∆G) dan konstanta inhibisi (Ki). Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa annomuricin C memiiki nilai energi bebas ikatan yang paling besar yaitu sebesar -5,71 kcal/mol dengan konstanta inhibisi sebesar 64,92 uM.
Uji Aktivitas Senyawa Aktif Jahe (Zingiber officinale) Sebagai Alternatif Pengobatan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Pada Reseptor Histamin-2 Nadhifah Mauludia Rinaldie; Farendina Suarantika; Taufik Muhammad Fakih
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GERD or Gastro Esophageal Reflux Disease is a digestive disorder that many people suffer from. Characterized by symptoms of nausea, heartburn, and stomach content rising into esophagus. Most people do not take GERD seriously. The most widely used therapy is the consumption of antacids, proton pump inhibitors (PPIs), H2 receptor blockers, and prokinetic drugs. However, long-term use of these drugs can cause serious illnesses such as colon cancer. This study aims to determine the activity of the active compounds of ginger rhizome against GERD and to determine the toxicity of the compounds 6-gingerol, 6-gingesulfonic acid, 6-shogaol, gingerglycolipid A, gingerglycolipid B, and gingerglycolipid C contained in ginger rhizome. The method used is a molecular docking method based on protein-ligand and protein-protein by looking at the binding free energy, inhibition constant, and MM-GBSA value. Research shows that the active compounds of ginger rhizome namely 6-gingesulfonic, 6-gingerol, and gingerglycolipid C can form the best interactions with histamine-2 receptors, interleukin-8, and gastrin receptors, but their stability is not better than that of natural ligands and other compounds. In the other hand, the active compound of ginger rhizome was shown as non toxic compound. So it can be concluded that the active compound of ginger rhizome can be considered as a candidate drug compound Keyword: GERD, ginger, molecular docking, toxicity GERD atau Gastro Esophageal Reflux Disease merupakan salah satu gangguan pencernaan yang banyak diderita oleh masyarakat. Ditandai dengan naiknya isi lambung ke kerongkongan, rasa panas di dada, dan rasa mual membuat penderita GERD tidak menangani penyakit ini dengan serius. Terapi yang banyak digunakan adalah konsumsi obat-obatan golongan antasida, proton pump inhibitor (PPI), penghambat reseptor H2, dan obat prokinetik. Akan tetapi, penggunaan obat GERD dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan penyakit serius seperti kanker kolon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas senyawa aktif rimpang jahe terhadap GERD dan untuk mengetahui toksisitas dari senyawa 6-gingerol, 6-gingesulfonic acid, 6-shogaol, gingerglycolipid A, gingerglycolipid B, dan gingerglycolipid C yang terdapat dalam rimpang jahe. Metode yang dilakukan adalah metode molecular docking berbasis protein-ligan dan basis protein-protein dengan melihat energi bebas ikatan, konstanta inhibisi, dan nilai MM-GBSA. Penelitian menunjukkan bahwa senyawa aktif rimpang jahe yaitu 6-gingesulfonic, 6-gingerol, dan gingerglycolipid C dapat membentuk interaksi yang paling baik terhadap reseptor histamin-2, interleukin-8, dan reseptor gastrin, namun kestabilannya tidak lebih baik dibandingkan dengan ligan alami dan senyawa aktif rimpang jahe termasuk ke dalam senyawa yang tidak toksik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa senyawa aktif rimpang jahe dapat dipertimbangkan untuk menjadi kandidat senyawa obat. Kata Kunci: GERD, jahe, molecular docking, toksisitas.
Uji Aktivitas Antioksidan Kopi Robusta Gunung Tilu dan Lampung Siti Nurlita Permana; Taufik Muhammad Fakih; Budi P Soewondo
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.8812

Abstract

Robusta coffee is coffee that has superior properties and is very fast growing, so that Robusta coffee is widely cultivated in several regions of Indonesia. Coffee contains compounds including phenolic compounds which contain antioxidants, one example is phenolic acids, polyphenols and flavonoids. The aims of this study were to look at the antioxidant activity and to compare the two types of robusta coffee contained in Mount Tilu and Lampung robusta coffee. The two types of Robusta coffee from Mount Tilu and Lampung were screened for phytochemicals which produced alkaloids, flavonoids, tannins, phenolics, saponins, steroids and terpenoids. Furthermore, Robusta coffee was tested for its antioxidant activity using the DPPH (1,1-diphenyl-2-pikrilhidrazyl) method with a wavelength of 517 nm. The value of antioxidant activity in Mount Tilu robusta coffee is at an IC50 value of 68.2598 ppm and Lampung robusta coffee with an IC50 value of 73.679 ppm. The results obtained for the two types of robusta coffee have strong antioxidants. Kopi robusta merupakan kopi yang memiliki sifat unggul dan sangat cepat berkembang, sehingga kopi robusta banyak di budidayakan di beberapa wilayah Indonesia.Kopi memiliki kandungan senyawa antara lain yaitu senyawa fenolik yang mengandung antioksidan salah satu contohnya yaitu asam fenolat, polifenol dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan yaitu untuk melihat aktivitas antioksidan serta membandingkan antara dua jenis kopi robusta yang terkandung pada kopi robusta Gunung Tilu dan Lampung. Pada ke dua jenis kopi robusta Gunung tilu dan Lampung dilakukan skrining fitokimia yang menghasilkan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, fenolik, saponin, steroid dan terpenoid. Selanjutnya, kopi robusta dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH (1,1- difenil-2-pikrilhidrazil) dengan panjang gelombang 517 nm. Nilai aktivitas antioksidan pada kopi robusta Gunung Tilu yaitu pada nilai IC50 68,2598 ppm dan kopi robusta Lampung dengan nilai IC50 73,679 ppm. Hasil yang diperoleh pada kedua jenis kopi robusta tersebut memiliki antioksidan yang kuat.
Uji Aktivitas Antioksidan Kopi Arabika (Coffea arabica) Papandayan dan Gunung Halu Nabila Shofura Mahardhika; Taufik Muhammad Fakih; Aulia Fikri Hidayat
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.8822

Abstract

Kopi merupakan minuman yang populer di kalangan masyarakat Indonesia di seluruh dunia karena memiliki rasa dan cita rasa yang khas serta bermanfaat bagi kesehatan. Kopi mengandung antioksidan yang salah satunya berasal dari senyawa fenolik yang disebut asam klorogenat. Antioksidan dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dan menekan efek negatifnya. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) pada panjang gelombang 517 nm. Nilai IC50 kopi Arabika Gunung Halu sebesar 56,3463 ppm, dan Kopi Arabika Papandayan sebesar 58,2608 ppm. Hasil uji aktivitas antioksidan yang diperoleh pada kedua jenis kopi arabika menunjukkan tingkat aktivitas antioksidan yang kuat. Kopi adalah minuman populer di kalangan orang Indonesia di seluruh dunia karena memiliki rasa dan rasa yang berbeda dan bermanfaat bagi kesehatan seseorang. kopi mengandung antioksidan, salah satunya berasal dari senyawa fenolik yang disebut asam klorogenik. Antioksidan dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dan menekan efek negatifnya. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH ( 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl ) pada panjang gelombang 517 nm. Nilai IC50 dari kopi Arabika Gunung Halu adalah 56,3463 ppm, dan yang dari Kopi Arabika Papandayan adalah 58,2608 ppm. Hasil tes aktivitas antioksidan yang diperoleh pada kedua jenis kopi Arabica menunjukkan tingkat aktivitas antioksidan yang kuat.
STUDI LITERATUR IDENTIFIKASI SENYAWA VOLATIL YANG TERKANDUNG PADA PRODUK DAGING BABI Aldhiya Nurshafa Huwaida; Taufik Muhammad Fakih; Farendina Suarantika
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.8952

Abstract

Each animal meat has a different aroma. The difference in aroma is influenced by the composition of volatile compounds contained therein. This study aims to provide information about volatile compounds that can be used to identify the presence of pork derivatives in pork products using volatile compounds. The stages of this research include; isolation of volatile compounds using Solid Phase Micro-Extraction (SPME) method, and identification of volatile compounds using gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) method. Based on the research conducted, it was concluded that raw meat contains many rich compounds as precursors of volatile compounds. Amino acids, reducing sugars, fats, and thiamine are precursors of meat flavors that appear when meat is heat-treated. The average results of volatile compounds found in pork in this study were found to be more than in pork bones and pork oil. The volatile compounds obtained from pork, pork bone, and pork oil were 1824.2396%, 1.0303%, and 9.1457%, respectively. There were 198 volatile compounds from eight different classes separated and identified in the analyzed meat products including alcohols, esters, hydrocarbons, aldehydes, ketones, organic acids, sulfur and furans. : Setiap daging hewan memiliki aroma yang berbeda-beda. Perbedaan aroma tersebut dipengaruhi oleh komposisi senyawa volatil yang terkandung didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberi informasi tentang senyawa volatil yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi adanya derivate babi pada produk daging babi dengan menggunakan senyawa volatilnya. Tahapan penelitian ini meliputi; isolasi senyawa volatil menggunakan metode Solid Phase Micro-Extraction (SPME), dan identifikasi senyawa volatil menggunakan metode gas chromatography-mass spectrometri (GC-MS). Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa daging mentah mengandung banyak senyawa yang kaya sebagai prekursor senyawa volatil. Asam amino, gula pereduksi, lemak, dan tiamin adalah prekursor rasa daging yang muncul saat daging diberi perlakuan pemanasan. Hasil rata-rata senyawa volatil yang ditemukan pada daging babi dalam penelitian ini ditemukan lebih banyak dibandingkan pada tulang babi dan minyak babi. Senyawa volatil yang diperoleh dari daging babi, tulang babi, dan minyak babi berturut-turut sebanyak 1824,2396%, 1,0303%, dan 9,1457%. Terdapat 198 senyawa volatil dari delapan golongan yang berbeda dipisahkan dan diidentifikasi dalam produk daging yang di analisis termasuk alkohol, ester, hidrokarbon, aldehid, keton, asam organik, sulfur dan furan.
UJI AKTIVITAS DAN TOKSISITAS SENYAWA TURUNAN ANTRAKUINON DARI TANAMAN MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L.) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS PENYEBAB KEPUTIHAN PADA WANITA Sonia alivia putri; Taufik Muhammad Fakih; Farendina Suarantika
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9007

Abstract

Abstract. Leucorrhoea is a common disease condition in women, this disease often causes discomfort for women in carrying out their daily activities. The active compounds contained in noni are thought to inhibit lanosterol 14 alphademethylase receptors. This receptor is present in the cells of the fungus Candida albicans, which is the cause of vaginal candidiasis. This research was conducted through an in silico computational approach. The test compound was tethered to the lanosterol 14 alphademethylase receptor. The results in this study with the best binding were produced by the morindin compound with a bond free energy value of -12.58 Kcal/mol and an inhibition constant value of 0.0006 µM. The results of this study are expected to be a reference source for finding alternatives in vaginal discharge therapy. Abstrak. Keputihan merupakan kondisi penyakit yang umum terjadi pada wanita, penyakit ini sering kali menimbulkan ketidaknyamanan pada wanita dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Senyawa aktif yang terdapat dalam tumbuhan mengkudu diduga dapat menghambat reseptor lanosterol 14 alphademethylase. Reseptor ini terdapat dalam sel jamur Candida albicans, yang merupakan penyebab kandidiasis vaginal. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan komputasi secara In silico. Dilakukan penambatan senyawa uji terhadap reseptor lanosterol 14 alphademethylase. Hasil dalam penelitian ini dengan penambatan terbaik di hasilkan oleh senyawa morindin dengan nilai energi bebas ikatan sebesar -12,58 Kkal/mol dan nilai konstanta inhibisi sebesar 0,0006 µM. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi untuk menemukan alternatif dalam terapi keputihan.
Identifikasi Interaksi Molekuler Peptida Antimikrobial dari Lendir Kulit Ikan Lele Kuning (Pelteobagrus fulvidraco) terhadap Penicillin-Binding Protein 3 (PBP3) pada Escherichia coli secara In silico Taufik Muhammad Fakih; Mentari Luthfika Dewi
BIOEDUSCIENCE Vol 4 No 1 (2020): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/j.bes/4148-554951

Abstract

Background: Lendir kulit ikan baru-baru ini dikenal sebagai sumber potensial peptida antimikrobial yang berfungsi untuk memberikan pertahanan pertama terhadap bakteri patogen, seperi Escherichia coli. Beberapa peptida antimikrobial yang dihasilkan oleh lendir kulit ikan lele kuning (Pelteobagrus fulvidraco) terbukti mampu menghambat Penicillin-Binding Protein 3 (PBP3) pada Escherichia coli, antara lain Pelteobagrin, Myxinidin, Pleurocidin, dan Pardaxin-P1. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi, evaluasi, dan eksplorasi terhadap interaksi molekuler antara molekul peptida antimikrobial dengan Penicillin-Binding Protein 3 (PBP3) pada Escherichia coli menggunakan motode penambatan molekuler berbasis protein-peptida. Sekuensing peptida antimikrobial terlebih dahulu dimodelkan ke dalam bentuk konformasi 3D menggunakan server PEP-FOLD. Konformasi terbaik hasil pemodelan dipilih untuk selanjutnya dilakukan studi interaksi terhadap makromolekul Penicillin-Binding Protein 3 (PBP3) pada Escherichia coli menggunakan perangkat lunak PatchDock. Interaksi yang terbentuk kemudian diamati lebih lanjut menggunakan perangkat lunak BIOVIA Discovery Studio 2020. Hasil: Hasil dari penambatan molekuler menunjukkan bahwa peptida Pardaxin-P1 memiliki afinitas paling baik, yaitu dengan ACE score −1402,39 kJ/mol. Kesimpulan: Dengan demikian, peptida antimikrobial tersebut diprediksi dapat dipilih sebagai kandidat antimikroba alami.
Identifikasi Struktur Protein Spike Varian Baru SARS-CoV-2 secara Bioinformatika dalam Pengembangan Kandidat Terapi COVID-19 Taufik Muhammad Fakih; Dwi Syah Fitra Ramadhan; Aulia Fikri Hidayat; Budi Prabowo Soewondo
Jurnal Riset Kimia Vol. 14 No. 2 (2023): September
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v14i2.552

Abstract

Despite the relatively slow evolutionary rate of SARS-CoV-2 in comparison to other RNA viruses, the extensive and rapid transmission during the COVID-19 pandemic has led to the emergence of significant genetic diversity since the virus first infected the human population. This has resulted in various variants, such as Alpha (B.1.1.7), Beta (B.1.351), Gamma (P.1), among others. Of particular concern are the Delta Variant and newly recognized Variants of Concern (VOCs), including lineages of B.1.617.2, as well as other VOCs discovered through local transmission, such as Epsilon (B.1.427/29-US) and B1.1.7/E484K-UK. The interactions between these variants and the spike protein of SARS-CoV-2, as well as the Angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2), have become a primary focus in understanding the infection and spread of the SARS-CoV-2 virus. This research aims to comprehensively identify, evaluate, and explore the structural characteristics of the macromolecular spike protein of SARS-CoV-2 in the Beta, Gamma, and Delta variants using bioinformatics approaches. The methods employed in this study include homology modeling, molecular docking simulations, and molecular dynamics simulations. The research findings indicate that the spike protein of SARS-CoV-2 in the Gamma variant exhibits a strong affinity for ACE2. Therefore, this study is expected to serve as a reference for designing effective vaccine or antiviral candidates targeting various SARS-CoV-2 variants in the treatment of COVID-19 infections.
Co-Authors Adryan Fristiohady Akbar, Nabila Hadiah Akmal Syihabuddin Aksar, M Aldhiya Nurshafa Huwaida Alivia Dyanira Anggi Arumsari Annisa Fitriyani Suryana Annisa Meilani Annisa Meilani Annisa Rahmah Furqaani Arfan Arfan Arini Nabila Putri Asikin, Asyhari Aulia Fikri Hidayat Az-zahra, Dhea Khairunnisa Bambang Tri Laksono Bertha Rusdi Budi P Soewondo Budi Prabowo Soewondo Budiana, Wempi Candra Hermawan Choesrina, Ratu Dewi, Mentari Luthfika Dewi, Mentari Luthfika Diar Herawati Dina Mulyanti Dina Mulyanti Dita Anggun Novianta Dwi Syah Fitra Ramadhan Eky Syahroni Fajarwati, Kania Faqih Radina Farendina Suarantika Fetri Lestari Fetri Lestari Firda Aulia Jannati Firliani Dwiputri Fitrianti Darusman Galand Febrial Akbar Gina Fuji Nurfarida Gita Cahya Eka Darma Hakim, Supartina Hilal Faturohman Hilda Aprilia, Hilda Indraswari, Ni Luh Astri Ingka Mardiana Putri Ismet Muchtar Nur Izdihar Arief, Imtiyaz Jilan Salsabila Auliya Putri Julia Hartati Khoirunnisa Muslimawati Latifa Hana Silfadani Lina Jamilah Liza Dzulhijjah Mardiana, Neng Dian Marillia, Viola Meike Rachmawati Mentari Luthfika Dewi Mentari Luthfika Dewi Meta Maulida Damayanti Muhamad Akbar Dirgana Muhammad Fillah Nabila Shofura Mahardhika Nadhifah Mauludia Rinaldie Nandhy Agustian Luca Pratama Nawang Wulan Rachmatillah Prastowo Putri Nazhipah Isnani Nisa Neli Aunillah Nurfadillah Hazar Nurisyah, Nurisyah Nuzulfikri, Rizki Prayitno, Robby Putra, Aditya Maulana Perdana Putri, Nawang Wulan Rachmatillah Prastowo R. Rusli Radina, Faqih Ratu Choesrina Resty Imfyani Sofyan Ridwan Wijaya RISA NURRAHWANI Rizki Nuzulfikri rizkita, aden Rizkita, Aden Dhana Robby Prayitno Robby Prayitno Rohayah Rohayah Rusli Rusli Salsabilla Wijaya Sani Ega Priani Sari, Ajeng Kartika Sellygani Budi Vaelani Siddiq, Tita Barriah Sintia Ayu Dewi Sintya Suherlan Siti Ainun Rohaniah Siti Hardianti Siti Nurlita Permana Sonia alivia putri Syahrizal Nazala Syahroni, Eky Sylvie Kurniasih Tanisa Maghfira Syarza Tegar Achsendo Yuniarta Tegar Achsendo Yuniarta Tegar Achsendo Yuniarta Teti Sofia Yanti Thias Najminuri Trully Nouval Larasati Vinda Maharani Patricia Viola Marillia Vivi Amalia Dwi Pratiwi Wijaya, Salsabilla Wisnuwardhani, Hilda Aprilia