Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Interaksi Molekuler Peptida Antimikrobial dari Lendir Kulit Ikan Lele Kuning (Pelteobagrus fulvidraco) terhadap Penicillin-Binding Protein 3 (PBP3) pada Escherichia coli secara In silico Taufik Muhammad Fakih; Mentari Luthfika Dewi
BIOEDUSCIENCE Vol 4 No 1 (2020): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/j.bes/4148-554951

Abstract

Background: Lendir kulit ikan baru-baru ini dikenal sebagai sumber potensial peptida antimikrobial yang berfungsi untuk memberikan pertahanan pertama terhadap bakteri patogen, seperi Escherichia coli. Beberapa peptida antimikrobial yang dihasilkan oleh lendir kulit ikan lele kuning (Pelteobagrus fulvidraco) terbukti mampu menghambat Penicillin-Binding Protein 3 (PBP3) pada Escherichia coli, antara lain Pelteobagrin, Myxinidin, Pleurocidin, dan Pardaxin-P1. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi, evaluasi, dan eksplorasi terhadap interaksi molekuler antara molekul peptida antimikrobial dengan Penicillin-Binding Protein 3 (PBP3) pada Escherichia coli menggunakan motode penambatan molekuler berbasis protein-peptida. Sekuensing peptida antimikrobial terlebih dahulu dimodelkan ke dalam bentuk konformasi 3D menggunakan server PEP-FOLD. Konformasi terbaik hasil pemodelan dipilih untuk selanjutnya dilakukan studi interaksi terhadap makromolekul Penicillin-Binding Protein 3 (PBP3) pada Escherichia coli menggunakan perangkat lunak PatchDock. Interaksi yang terbentuk kemudian diamati lebih lanjut menggunakan perangkat lunak BIOVIA Discovery Studio 2020. Hasil: Hasil dari penambatan molekuler menunjukkan bahwa peptida Pardaxin-P1 memiliki afinitas paling baik, yaitu dengan ACE score −1402,39 kJ/mol. Kesimpulan: Dengan demikian, peptida antimikrobial tersebut diprediksi dapat dipilih sebagai kandidat antimikroba alami.
Simulasi Penambatan Molekuler Senyawa Kompleks Besi Terhadap Protein Hemofor sebagai Kandidat Fotosensitizer pada Terapi Fotodinamika Taufik Muhammad Fakih; Anggi Arumsari; Mentari Luthfika Dewi; Nurfadillah Hazar; Tanisa Maghfira Syarza
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 8, No 1 (2021): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v8i1.8502

Abstract

Resistensi antibiotika muncul sebagai polemik yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Kemajuan teknologi membuka peluang dalam penemuan molekul senyawa baru yang mampu mencegah perkembangan mikroba patogen, seperti Pseudomonas aeruginosa yang resisten terhadap beberapa jenis antibiotika. Terapi fotodinamika dengan memanfaatkan penggunaan fotosensitizer yang berasal dari senyawa yang membentuk kompleks dengan besi merupakan salah satu pendekatan alternatif untuk mengatasi penyakit infeksi dengan risiko resistensi mikroba yang lebih rendah. Penelitian yang dilakukan secara in silico ini bertujuan untuk mengamati, mengeksplorasi, dan mengevaluasi mekanisme aksi berbasis struktural dari molekul senyawa yang membentuk kompleks dengan besi, yaitu besi-ftalosianina dan besi-salofen terhadap protein hemofor HasAp serta pengaruh molekularnya terhadap bagian situs aktif pengikatan dari protein hemofor HasR. Identifikasi interaksi molekuler dan afinitas antara molekul senyawa besi-ftalosianina dan besi-salofen terhadap protein hemofor HasAp dilakukan dengan simulasi ligan-protein docking mempergunakan software MGLTools 1.5.6 yang dilengkapi dengan AutoDock 4.2. Di samping itu, dilakukan juga simulasi protein-protein docking terhadap sistem kompleks ligan-protein untuk memastikan pengaruh molekularnya terhadap bagian situs aktif pengikatan dari protein hemofor HasR dengan mempergunakan software PatchDock. Berdasarkan simulasi ligan-protein docking diperoleh hasil bahwa senyawa besi-ftalosianina memiliki afinitas paling baik terhadap kedua protein hemofor HasAp, dengan nilai energi bebas pengikatan masing-masing sebesar −68,45 kJ/mol dan −65,23 kJ/mol. Menariknya, hasil simulasi protein-protein docking antara kompleks molekul senyawa besi-ftalosianina dan protein hemofor HasAp-besi-ftalosianina terhadap protein hemofor HasR memiliki nilai energi kontak atom yang positif sebesar 556,56 kJ/mol. Dari penelitian ini dapat diprediksikan bahwa perbedaan struktur molekul senyawa yang membentuk kompleks dengan besi mampu mempengaruhi mekanisme aksi berbasis structural terhadap protein hemofor target.
UJI TOKSISITAS DAN AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SENYAWA GOLONGAN FLAVONOID DAN FENOL TERHADAP ENZIM COX-1 DAN COX-2 SECARA IN SILICO RISA NURRAHWANI; TAUFIK MUHAMMAD FAKIH; Fetri Lestari
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9030

Abstract

Abstract. The compounds phalerin, kaempferol, quercetin, myrisetin, and catechol are known to have anti-inflammatory effects in vivo, the mechanism of action of these compounds is thought to be inhibition of cyclooxygenase enzymes, but these activities have not been proven in silico. The purpose of this study was to determine the interaction of phalerin, kaempferol, quercetin, myrisetin, and catechol compounds against COX-1 and COX-2 receptors and determine the toxicity of the test compounds. The research was conducted computationally with molecular tethering methods using MGL Tools software version 1.5.6 which is equipped with AutoDock Tools version 4.2. The results of molecular tethering were visualized using the 2019 version of the BIOVIA Discovery Studio Visualizer software. The toxicity test of the test compound is carried out through the Pro Tox II website. The test results are seen from the value of the bond energy (ΔG) and the inhibition constant (Ki). The test results showed that the five test compounds were able to interact with the test receptor, at the COX-1 receptor the kaempferol compound had an ΔG value of -7.34 kcal / mol and a Ki value of 4.20 μM, and at the COX-2 receptor phalerin had a ΔG value of -9.00 kcal / mol and a Ki value of 0.252 μM. Both compounds are compounds that have bond energy values and inhibition constants that are close to natural ligand values. The results of the toxicity test of the test compounds obtained, the five test compounds have non-toxic results. Keywords: Mahkota dewa, cyclooxygenase enzime, anti-inflammatory, molecular docking. Abstrak. Senyawa falerin, kaempferol, kuersetin, mirisetin, dan katekol diketahui memiliki efek antiinflamasi secara in vivo, mekanisme kerja dari senyawa tersebut diduga dengan adanya penghambatan terhadap enzim siklooksigenase, namun aktivitas tersebut belum dibuktikan secara in silico. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui interaksi senyawa falerin, kaempferol, kuersetin, mirisetin, dan katekol terhadap reseptor COX-1 dan COX-2 serta mengetahui toksisitas dari senyawa uji. Penelitian dilakukan secara komputasi dengan metode penambatan molekul menggunakan software MGL Tools versi 1.5.6 yang dilengkapi AutoDock Tools versi 4.2. Hasil penambatan molekul divisualisasikan menggunakan software BIOVIA Discovery Studio Visualizer versi 2019. Uji toksisitas senyawa uji dilakukan melalui website Pro Tox II. Hasil pengujian dilihat dari nilai energi ikatan (ΔG) dan konstanta inhibisi (Ki). Hasil pengujian menunjukkan bahwa kelima senyawa uji mampu berinteraksi dengan reseptor uji, pada reseptor COX-1 senyawa kaempferol memiliki nilai ΔG sebesar -7,34 kcal/mol dan nilai Ki sebesar 4,20 µM, dan pada reseptor COX-2 senyawa falerin memiliki nilai ΔG sebesar -9,00 kcal/mol dan nilai Ki sebesar 0,252 µM. Kedua senyawa tersebut merupakan senyawa yang memiliki nilai energi ikatan dan konstanta inhibisi yang mendekati nilai ligan alami. Hasil pengujian toksisitas senyawa uji yang didapatkan, kelima senyawa uji memiliki hasil tidak toksik. Kata Kunci: Mahkota dewa, enzim siklooksigenase, antiinflamasi, penambatan molekular.
Uji Aktivitas Daun Sirsak (Annona Muricata L.) Pada Reseptor Beta Adrenergic Sebagai Antihipertensi Secara In Silico Galand Febrial Akbar; Taufik Muhammad Fakih; Bertha Rusdi
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9132

Abstract

Abstract. Hypertension is a condition where arterial blood pressure is persistently elevated. Hypertension therapy can be treated with several groups of drugs. One of the targets of hypertension treatment is beta-1 adrenergic receptors. Phenol and acetogenin compounds in soursop leaves are reported to have antihypertensive effects in vivo. This study aims to prove in silico that phenol and acetogenin compounds in soursop leaves have potential as antihypertensives. Docking simulation of test compounds against test receptors (beta adrenergic) using MGLTools 1.5.6 software equipped with Autodock Tools version 4.2. Based on the results of the study, the docking results of goniothalamicin compounds have better affinity among the four other test compounds. The goniothalamicin compound from soursop leaves has the best free energy of bonding (ΔG) value among other test compounds which is -8.39 kcal/mol. The toxicity prediction results of goniothalamicin compounds are not classified as toxic compounds so they are safe to use. The conclusion of this study is that the test compound goniothalamicin has the potential as a candidate compound for antihypertensive treatment. Abstrak. Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah arteri meningkat secara terus-menerus. Terapi hipertensi dapat diobati dengan beberapa kelompok golongan obat. Salah satu target pengobatan hipertensi adalah reseptor beta-1 adrenergik. Senyawa fenol dan asetogenin dalam daun sirsak dilaporkan memiliki efek antihipertensi secara in vivo. Penelitian ini bertujuan membuktikan secara in silico senyawa fenol dan asetogenin pada daun sirsak berpotensi sebagai antihipertensi. Simulasi docking senyawa uji terhadap reseptor uji (beta adrenergik) menggunakan software MGLTools 1.5.6 yang dilengkapi Autodock Tools versi 4.2. Berdasarkan hasil penelitian, hasil docking senyawa goniothalamicin memiliki afinitas yang lebih baik diantara keempat senyawa uji senyawa lainnya. Senyawa goniothalamicin dari daun sirsak mempunyai nilai energi bebas ikatan (ΔG) yang paling baik diantara senyawa uji lainnya yaitu sebesar -8,39 kcal/mol. Hasil prediksi toksisitas senyawa goniothalamicin tidak tergolong senyawa yang toksik sehingga aman digunakan. Maka kesimpulan dari penelitian ini yaitu senyawa uji goniothalamicin berpotensi sebagai kandidat senyawa pengobatan antihipertensi.
Uji Intreaksi Cycloviolacin O14 dan Cycloviolacin Vy1 sebagai Protein Peptida untuk Anti-Covid-19 terhadap Protease Sars-Cov, Sars-Cov-2 (Yh-53) Secara Insilico Muhamad Akbar Dirgana; Taufik Muhammad Fakih; Bambang Tri Laksono
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.11363

Abstract

Abstrak. Using antimicrobial peptides (AMPs) as a therapy for a disease is a strategy that is widely developed in the health world. This is because AMPs are specific to a molecule or pathogen where in the research conducted by (Mustafa et al., 2019) they have conducted research on 37 peptides included in antimicrobial peptides (AMPs) and targeted the MERS-COV spike protein in silico. Therefore, the purpose of this study is to compare the ability of antimicrobial peptides (AMPs) from cycloviolacin vy1 and cycloviolacin 014 on the target ligand YH-53 that binds to Mpro found in SARS-COV-2 and SARS-COV, also in this study will study the interaction between cycloviolacin vy1 and cycloviolacin 014 against the YH-53 ligand using the HDOCK algorithm, which then the interaction will be observed with the help of Discovery Studiovisualizer 2021 software. Based on molecular docking data between the two AMPs against the two YH-53 ligands found in SARS-COV-2 and SARS-COV, the best results are shown in cycloviolacyn O14 which binds to the YH-53 ligand in SARS-COV with a docking score of -223.41 Kj/mol while in SARS-COV-2 the value produced is -217.29 Kj/mol. And for cycloviolacyn vy1 got a result of -203.20 Kj/mol in SARS-COV-2 and -185.67 in SARS-COV. Thus, AMPs cycloviolacyn O14 is predicted to have the potential as an inhibitor to bind to the YH-53 ligand in SARS-COV-2 and SARS-COV. Abstrak. Mengunakan antimicrobial peptida (AMPs) sebagai terapi suatu penyakit merupakan salah satu strategi yang banyak di kembangkan pada dunia Kesehatan. Hal ini di karenakan AMPs bersifat spesifik terhadap suatu molekul ataupun patogen dimana pada penelitian yang di lakukan oleh (Mustafa et al., 2019) telah melakukan penelitian terhadap 37 peptide yeng termasuk pada antimicrobial peptide (AMPs) dan menargetkan spike protein MERS-COV secara insilico. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan kemampuan antimicrobial peptide (AMPs) dari cycloviolacin vy1 dan cycloviolacin 014 pada target ligand YH-53 yang berikatan dengan Mpro yang terdapat pada SARS-COV-2 dan SARS-COV, juga dalam penelitian ini akan mempelajari interaksi antara cycloviolacin vy1 dan cycloviolacin 014 terhadap ligand YH-53 dengan mengunakan algoritma HDOCK, yang kemudian interaksi akan di amati dengan bantuan software Discovery Studiovisualizer 2021. berdasarkan data penambatan molekuler antara kedua AMPs terhadap kedua ligan YH-53 yang terdapat pada SARS-COV-2 dan SARS-COV hasil paling baik di tunjukan pada cycloviolacyn O14 yang berikatan dengan ligan YH-53 pada SARS-COV dengan docking score sebesar -223.41 Kj/mol sedangkan pada SARS-COV-2 nilai yang di hasilkan adalah sebesar -217.29 Kj/mol. Dan untuk cycloviolacyn vy1 mendapatkan hasil sebesar -203.20 Kj/mol pada SARS-COV-2 dan -185.67 pada SARS-COV. Dengan demikian AMPs cycloviolacyn O14 di prediksi memiliki potensi sebagai inhibitor untuk berikatan pada ligand YH-53 pada SARS-COV-2 dan SARS-COV.
Studi Literatur Uji Aktivitas Antioksidan pada Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dengan Berbagai Metode Pengujian Ingka Mardiana Putri; Taufik Muhammad Fakih; Farendina Suarantika
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.11687

Abstract

Abstract. Telang flower (Clitoria ternatea L.) is one plant with a source of antioxidants. Test antioxidant activity with test methods on eagle flowers is very diverse so that the levels of antioxidants can inhibit free radicals. This literature study aims to determine the extraction method with the type of solvent that can be used to test the level of antioxidant activity in telang flower extract. To determine the level of antioxidant activity of striped flower extract with test methods and to determine the content of phenol compounds that act as antioxidants in striped flower extract. This study used the method of literature study of structured article review. Data collection was conducted using Google Scholar, Science Direct and Pubmed databases with the keywords "Clitoria ternatea" AND "Antioxidant" and "Activity. Based on the research that has been done, the extraction method of eagle flowers uses maceration, fractionation, infusion, sokhletation, and reflux methods with types of nonpolar solvents (n-hexane), semipolar solvents (ethyl acetate) and polar solvents, namely (aquadest, aquabidest, deionized water, ethanol, methanol and hydrogen rich water). Test methods to determine the level of antioxidant activity in telang flower extract include: DPPH, FRAP, ABTS, CUPRAC, ORAC, HRSA and SRSA. Phenol compounds such as flavonoid derivatives, phenol acids and anthocyanins include: flavones (rutin); flavonols (kaempferol, quercetin and myrisetin); flavanols (epicatechin and catechins); flavanone (naringenin); phenol acids (benzoic acid and cinnamic acid) and anthocyanins (ternatin). Abstrak. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan salah satu tanaman dengan sumber antioksidan. Uji aktivitas antioksidan dengan berbagai metode pengujian pada bunga telang sangat beragam sehingga kadar antioksidan tersebut dapat menghambat radikal bebas. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui metode ekstraksi dengan jenis pelarut yang dapat digunakan untuk menguji kadar aktivitas antioksidan pada ekstrak bunga telang dengan berbagai metode pengujian dan kandungan senyawa fenol yang berperan sebagai antioksidan pada ekstrak bunga telang. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur review artikel terstruktur. Pengumpulan data dilakukan menggunakan basis data Google Scholar, Science Direct dan Pubmed dengan kata kunci “Clitoria ternatea” AND “Antioxidant”and “Activity. Berdasarkan penelusuran yang telah dilakukan, metode ekstraksi bunga telang menggunakan metode maserasi, fraksinasi, infusa, sokhletasi, dan refluks dengan jenis pelarut non polar (n-heksana), pelarut semipolar (etil asetat) dan pelarut polar (aquadest, aquabidest, air deionisasi, etanol, metanol dan hydrogen rich water). Metode pengujian untuk mengetahui kadar aktivitas antioksidan pada ekstrak bunga telang antara lain: DPPH, FRAP, ABTS, CUPRAC, ORAC, HRSA dan SRSA. Senyawa fenol seperti turunan flavonoid, asam fenol dan antosianin antara lain: flavon (rutin); flavonol (kaempferol, quersetin dan mirisetin); flavanol (epikatekin dan katekin); flavanon (naringenin); asam fenol (asam benzoat dan asam sinamat) dan antosianin (ternatin).
Uji Toksisitas secara In Silico terhadap Senyawa Hasil Docking Angiotensin Converting-Enzyme dari (Database Coconut Herbal) Dita Anggun Novianta; Taufik Muhammad Fakih; Tegar Achsendo Yuniarta
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14665

Abstract

Abstract. Hypertension is a condition in which there is an abnormal and continuous increase in blood pressure in several examinations. Hypertension often causes changes in blood vessels that can result in higher blood pressure. One of the first-line hypertension drugs used in hypertension therapy is the Angiotensin Converting-Enzyme (ACE) class of drugs. This study aims to identify the toxicity in silico of the compound resulting from the Angiotensin converting-enzyme docking found. This study is a descriptive study conducted computationally using the Protox III Web Server. Abstrak. Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara abnormal dan terus menerus pada beberapa kali pemeriksaan. Hipertensi sering menyebabkan perubahan pada pembuluh darah yang dapat mengakibatkan semakin tingginya tekanan darah. Obat hipertensi lini pertama yang digunakan dalam terapi hipertensi salah satunya adalah obat golongan Angiotensin Converting-Enzyme (ACE). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi toksisitas secara in silico senyawa hasil docking Angiotensin converting-enzyme yang ditemukan. Penelitian ini adalah penelitian bersifat deskritif yang dilakukan secara komputasi dengan menggunakan Web Server Protox III.
Uji Toksisitas Secara In Silico pada Senyawa Hasil Docking terhadap Β-Hydroxy Β Methylglutaryl-Coa (HMG-CoA) Reductase dari (Database Coconut Herbal) Hilal Faturohman; Taufik Muhammad Fakih; Tegar Achsendo Yuniarta
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14963

Abstract

Abstract. Hypercholesterolemia is a medical condition characterized by high levels of cholesterol in the blood. HMG-CoA reductase is an enzyme in the cholesterol biosynthesis pathway that converts HMG-CoA into mevalonate, which then acts as a cholesterol precursor. Statins are a class of drugs that specifically inhibit HMG-CoA reductase. This study aims to determine compounds from docking results that function as HMG-CoA reductase with low toxicity. The research was conducted in silico using Protox II website based on Globally Harmonized System (GHS) and LD50 (Lethal Dose50) value. Compounds with ligand codes CNP0202071 and CNP0187364.1 which show low toxicity and do not cause toxicity to organs. Abstrak. Hiperkolesterolemia merupakan kondisi medis yang ditandai oleh tingginya kadar kolesterol dalam darah. HMG-CoA reduktase adalah enzim dalam jalur biosintesis kolesterol yang mengubah HMG-CoA menjadi mevalonat, yang kemudian berperan sebagai prekursor kolesterol. Statin adalah kelas obat yang secara spesifik menghambat HMG-CoA reduktase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa dari hasil docking yang berfungsi sebagai HMG-CoA reduktase dengan memiliki toksisitas rendah. Penelitian dilakukan secara in silico menggunakan Website Protox II berdasarkan Globally Harmonized System (GHS) dan nilai LD50 (Lethal Dose50). Senyawa dengan kode ligan CNP0202071 dan CNP0187364.1 yang menunjukan memiliki toksisitas yang rendah dan tidak menyebabkan toksik pada organ.
Analisis Senyawa Vitamin C pada Produk Kosmetik Thias Najminuri; Farendina Suarantika; Taufik Muhammad Fakih
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15048

Abstract

Abstract. Vitamin C is a white, crystalline compound with no noticeable color or odor, and it melts at temperatures between 190-192℃. It has an acidic taste and is a strong reducing agent highly soluble in polar substances. Vitamin C is a potent antioxidant that can enhance skin brightness. It is bioactive in stimulating collagen production, as well as having skin-brightening effects, protecting the skin from ultraviolet rays, and exhibiting anti-aging properties by reducing wrinkles and preventing dark spots on the face. This research employs the Systematic Literature Review (SLR) method, which is a descriptive non-experimental approach. The study aims to gather and evaluate relevant research to analyze the presence of Vitamin C in cosmetic products. Cosmetics are products designed for application on the external parts of the body, teeth, and mouth, with the purpose of cleansing, enhancing appearance, altering appearance, providing protection, and reducing body odor. However, cosmetics are not intended to treat or cure diseases. Among the literature reviewed, the most commonly used method for analyzing Vitamin C is UV-Vis spectrophotometry, particularly in face cream products. Abstrak. Vitamin C adalah senyawa bewarna putih, berbentuk kristal, tidak memiliki warna mencolok, tidak berbau dan meleleh pada suhu 190-192℃. Vitamin C juga memiliki rasa asam dan merupakan senyawa pereduksi kuat yang sangat larut dalam senyawa polar. Vitamin C merupakan antioksidan kuat yang dapat meningkatkan kecerahan kulit. Vitamin C bersifat bioaktif dalam merangsang produksi kolagen, juga memiliki efek mencerahkan kulit, melindungi kulit dari sinar ultraviolet, dan anti penuaan (penuaan dini), mengurangi kerutan dan mencegah flek hitam pada kulit wajah. Penelitian ini meggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang merupakan pendekatan deskriptif non-eksperimental. Penelitian ini berfungsi untuk mengumpulkan dan mengevaluasi penelitian yang relevan untuk menganalisis senyawa vitamin C dalam produk kosmetik. Kosmetik adalah produk yang dirancang untuk diaplikasikan pada bagian luar tubuh, gigi, dan mulut, dengan tujuan untuk membersihkan, meningkatkan penampilan, mengubah penampilan, memberikan perlindungan, serta mengurangi bau badan. Namun, kosmetika tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan penyakit. Pada beberapa literature yang diteliti metode paling banyak digunakan untuk menganalisis vitamin C adalah metode spektrofotometri UV-Vis dengan produk sediaan krim wajah.
Identifikasi Bahan Kimia Obat (BKO) Allopurinol dan Deksametason dalam Jamu Asam Urat di Pasar Tanjungsari dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) Nisa Neli Aunillah; Farendina Suarantika; Taufik Muhammad Fakih
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15576

Abstract

Abstract. Herbs is traditional medicine that is prepared traditionally and has been used for generations. The public's great interest in herbal medicine products is often misused by herbal medicine manufacturers who add medicinal chemicals to their products. One of the medicinal chemicals that is often used is allopurinol and dexamethasone. This study aims to identify the presence of allopurinol and dexamethasone in medicinal chemicals circulating in the Tanjungsari Market using thin layer chromatography qualitative analysis, as well as to determine the levels of allopurinol and dexamethasone in gout herbal medicine using high performance liquid chromatography quantitative analysis. The rf result using thin layer chromatography obtained for herbal medicine sample B was 0.5 and for sample C was 0.43. The sample concentration obtained using high performance liquid chromatography in herbal medicine sample B for dexamethasone was 103.571%, and for allopurinol it was 0.025% and in sample C for dexamethasone it was 157.378%, and for allopurinol it was -0.0044%. Abstrak. Jamu adalah obat tradisional yang disediakan secara tradisional dan telah digunakan secara turun-temurun. Minat masyarakat yang besar terhadap produk jamu tersebut sering kali disalahgunakan oleh produsen jamu yang menambahkan bahan kimia obat ke dalam produknya. Salah satu bahan kimia obat yang sering digunakan yaitu allopurinol dan deksametason. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kandungan bahan kimia obat allopurinol dan deksametason pada jamu asam urat yang beredar di Pasar Tanjungsari dengan analisis kualitatif kromatografi lapis tipis, serta untuk mengetahui kadar allopurinol dan deksametason pada jamu asam urat dengan analisis kuantitatif kromatografi cair kinerja tinggi. Hasil rf dengan kromatografi lapis tipis yang didapatkan untuk sampel jamu B yaitu 0,5 dan untuk sampel C yaitu 0,43. Kadar sampel yang diperoleh dengan menggunaka kromatografi cair kinerja tinggi pada sampel jamu B untuk deksametason yaitu sebesar 103,571 %, serta untuk allopurinol 0,025 % dan pada sampel C untuk deksametason yaitu sebesar 157,378 %, serta untuk allopurinol yaitu sebesar -0,0044 %.
Co-Authors Abdillah, Nur Islami Vikri Achsendo Yuniarta, Tegar Adryan Fristiohady Akbar, Nabila Hadiah Akmal Syihabuddin Aksar, M Aldhiya Nurshafa Huwaida Alivia Dyanira Andita, Felia Rahma Cahya Anggi Arumsari Annisa Fitriyani Suryana Annisa Meilani Annisa Meilani Annisa Rahmah Furqaani Arfan Arfan Arfan, Aulia Rhamdani Arief, Imtiyaz Izdihar Arini Nabila Putri Asikin, Asyhari Aulia Fikri Hidayat Aulia Rhamadani Arfan Az-zahra, Dhea Khairunnisa Bambang Tri Laksono Bertha Rusdi Budi P Soewondo Budi Prabowo Soewondo Budiana, Wempi Buih, Putri Helena Junjung Cahyani, Aura Lintang Ayu Candra Hermawan Choesrina, Ratu Dewi, Mentari Luthfika Dewi, Mentari Luthfika Diar Herawati Dina Mulyanti Dina Mulyanti Dita Anggun Novianta Dwi Syah Fitra Ramadhan Eky Syahroni Engrid Juni Astuti Fajarwati, Kania Faqih Radina Farendina Suarantika Fetri Lestari Fetri Lestari Firda Aulia Jannati Firliani Dwiputri Fitrianti Darusman Galand Febrial Akbar Gina Fuji Nurfarida Gita Cahya Eka Darma Hakim, Supartina Hamdan Ramdani Hilal Faturohman Hilda Aprilia, Hilda Inayah, Aghnia Fuadatul Indraswari, Ni Luh Astri Ingka Mardiana Putri Ismet Muchtar Nur Jilan Salsabila Auliya Putri Julia Hartati Khoirunnisa Muslimawati Khoirunnisa Muslimawati Latifa Hana Silfadani Lina Jamilah Liza Dzulhijjah Mardiana, Neng Dian Marillia, Viola Meike Rachmawati Mentari Luthfika Dewi Mentari Luthfika Dewi Meta Maulida Damayanti Muchlisin, M. Artabah Muhamad Akbar Dirgana Muhammad Fillah Nabila Hadiah Akbar Nabila Hadiah Akbar Nabila Shofura Mahardhika Nadhifah Mauludia Rinaldie Nandhy Agustian Luca Pratama Nawang Wulan Rachmatillah Prastowo Putri Nazhipah Isnani Nisa Neli Aunillah Nisa Qotrunida Afwa Nurfadillah Hazar Nurisyah, Nurisyah Nuzulfikri, Rizki Prayitno, Robby Putra, Aditya Maulana Perdana Putri, Nawang Wulan Rachmatillah Prastowo R. Rusli Radina, Faqih Rasjava, Achmad Ramadhanna’il Ratu Choesrina Resty Imfyani Sofyan Ridwan Wijaya RISA NURRAHWANI Rizki Nuzulfikri rizkita, aden Rizkita, Aden Dhana Robby Prayitno Robby Prayitno Rohayah Rohayah Rusli Rusli Salsabilla Wijaya Sani Ega Priani Sari, Ajeng Kartika Sellygani Budi Vaelani Siddiq, Tita Barriah Sintia Ayu Dewi Sintya Suherlan Siti Ainun Rohaniah Siti Hardianti Siti Nurlita Permana Sonia alivia putri Sulthan Waliid Anggara Wisesa Syabihah, Haura Syahrizal Nazala Syahroni, Eky Sylvie Kurniasih Tanisa Maghfira Syarza Tegar Achsendo Yuniarta Tegar Achsendo Yuniarta Tegar Asandra Ghifari Teti Sofia Yanti Thias Najminuri Trully Nouval Larasati Vinda Maharani Patricia Viola Marillia Vivi Amalia Dwi Pratiwi Widya Krestina, Luqman Hakim, Dyah Ayu Pramoda Wardani, Wijaya, Salsabilla Wisnuwardhani, Hilda Aprilia