Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Senyawa Vitamin C pada Produk Kosmetik Thias Najminuri; Farendina Suarantika; Taufik Muhammad Fakih
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15048

Abstract

Abstract. Vitamin C is a white, crystalline compound with no noticeable color or odor, and it melts at temperatures between 190-192℃. It has an acidic taste and is a strong reducing agent highly soluble in polar substances. Vitamin C is a potent antioxidant that can enhance skin brightness. It is bioactive in stimulating collagen production, as well as having skin-brightening effects, protecting the skin from ultraviolet rays, and exhibiting anti-aging properties by reducing wrinkles and preventing dark spots on the face. This research employs the Systematic Literature Review (SLR) method, which is a descriptive non-experimental approach. The study aims to gather and evaluate relevant research to analyze the presence of Vitamin C in cosmetic products. Cosmetics are products designed for application on the external parts of the body, teeth, and mouth, with the purpose of cleansing, enhancing appearance, altering appearance, providing protection, and reducing body odor. However, cosmetics are not intended to treat or cure diseases. Among the literature reviewed, the most commonly used method for analyzing Vitamin C is UV-Vis spectrophotometry, particularly in face cream products. Abstrak. Vitamin C adalah senyawa bewarna putih, berbentuk kristal, tidak memiliki warna mencolok, tidak berbau dan meleleh pada suhu 190-192℃. Vitamin C juga memiliki rasa asam dan merupakan senyawa pereduksi kuat yang sangat larut dalam senyawa polar. Vitamin C merupakan antioksidan kuat yang dapat meningkatkan kecerahan kulit. Vitamin C bersifat bioaktif dalam merangsang produksi kolagen, juga memiliki efek mencerahkan kulit, melindungi kulit dari sinar ultraviolet, dan anti penuaan (penuaan dini), mengurangi kerutan dan mencegah flek hitam pada kulit wajah. Penelitian ini meggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang merupakan pendekatan deskriptif non-eksperimental. Penelitian ini berfungsi untuk mengumpulkan dan mengevaluasi penelitian yang relevan untuk menganalisis senyawa vitamin C dalam produk kosmetik. Kosmetik adalah produk yang dirancang untuk diaplikasikan pada bagian luar tubuh, gigi, dan mulut, dengan tujuan untuk membersihkan, meningkatkan penampilan, mengubah penampilan, memberikan perlindungan, serta mengurangi bau badan. Namun, kosmetika tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan penyakit. Pada beberapa literature yang diteliti metode paling banyak digunakan untuk menganalisis vitamin C adalah metode spektrofotometri UV-Vis dengan produk sediaan krim wajah.
Identifikasi Bahan Kimia Obat (BKO) Allopurinol dan Deksametason dalam Jamu Asam Urat di Pasar Tanjungsari dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) Nisa Neli Aunillah; Farendina Suarantika; Taufik Muhammad Fakih
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15576

Abstract

Abstract. Herbs is traditional medicine that is prepared traditionally and has been used for generations. The public's great interest in herbal medicine products is often misused by herbal medicine manufacturers who add medicinal chemicals to their products. One of the medicinal chemicals that is often used is allopurinol and dexamethasone. This study aims to identify the presence of allopurinol and dexamethasone in medicinal chemicals circulating in the Tanjungsari Market using thin layer chromatography qualitative analysis, as well as to determine the levels of allopurinol and dexamethasone in gout herbal medicine using high performance liquid chromatography quantitative analysis. The rf result using thin layer chromatography obtained for herbal medicine sample B was 0.5 and for sample C was 0.43. The sample concentration obtained using high performance liquid chromatography in herbal medicine sample B for dexamethasone was 103.571%, and for allopurinol it was 0.025% and in sample C for dexamethasone it was 157.378%, and for allopurinol it was -0.0044%. Abstrak. Jamu adalah obat tradisional yang disediakan secara tradisional dan telah digunakan secara turun-temurun. Minat masyarakat yang besar terhadap produk jamu tersebut sering kali disalahgunakan oleh produsen jamu yang menambahkan bahan kimia obat ke dalam produknya. Salah satu bahan kimia obat yang sering digunakan yaitu allopurinol dan deksametason. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kandungan bahan kimia obat allopurinol dan deksametason pada jamu asam urat yang beredar di Pasar Tanjungsari dengan analisis kualitatif kromatografi lapis tipis, serta untuk mengetahui kadar allopurinol dan deksametason pada jamu asam urat dengan analisis kuantitatif kromatografi cair kinerja tinggi. Hasil rf dengan kromatografi lapis tipis yang didapatkan untuk sampel jamu B yaitu 0,5 dan untuk sampel C yaitu 0,43. Kadar sampel yang diperoleh dengan menggunaka kromatografi cair kinerja tinggi pada sampel jamu B untuk deksametason yaitu sebesar 103,571 %, serta untuk allopurinol 0,025 % dan pada sampel C untuk deksametason yaitu sebesar 157,378 %, serta untuk allopurinol yaitu sebesar -0,0044 %.
PENILAIAN SIFAT ANTIOKSIDAN DAN STANDARISASI HERBA Centella asiatica L. Urb DARI BERBAGAI DAERAH DI JAWA BARAT Fajarwati, Kania; Budiana, Wempi; Kusriani, Herni; Mardiana, Neng Dian; Fakih, Taufik Muhammad
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v15i2.2520

Abstract

Herba pegagan (Centella asiatica L.Urb) merupakan tanaman yang memiliki khasiat dan salah satunya adalah sebagai antioksidan yang berperan dalam menetralkan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas diketahui terlibat dalam timbulnya berbagai penyakit. Senyawa yang terkandung dalam herba pegagan yang berpotensi sebagai antioksidan yaitu tanin, flavonoid, dan terpenoid. Tujuan dari penelitian yaitu untuk menentukan parameter standarisasi herba pegagan dan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari kelima daerah herba pegagan (Centella asiatica L.Urb). Pada hasil standarisasi parameter spesifik dan non spesifik hasil yang diperoleh telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Farmakope Herbal Indonesia. Sampel diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kemudian dipantau dan diuji aktivitaas antioksidannya secara kualitatif menggunakan kromatorafi lapis tipis dan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer sinar tampak. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrihidrazil) diperoleh rentang nilai IC50 67,61-89,32 μg/mL, dimana ekstrak yang paling aktif memiliki aktivitas antioksidan adalah ekstrak pegagan dari daerah pangandaran dengan nilai 67,61 μg/mL dibandingkan terhadap pembanding asam askorbat dengan nilai 4,22 μg/mL. kelima ekstrak herba pegagan berpotensi sebagai antioksidan.
Understanding the structural foundation of mucroporin peptide as a potential anti-COVID-19 candidate: Computational methods Fakih, Taufik Muhammad; Ramadhan, Dwi Syah Fitra; Rizkita, Aden Dhana
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Sci and Tech, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v11i2.41302

Abstract

.
Clove Extract and Grape Seed Oil Nanoemulsion for Oral Diseases Therapy: Antibacterial and Antioxidant Activities Hartati, Julia; Damayanti, Meta Maulida; Nur, Ismet Muchtar; Furqaani, Annisa Rahmah; Sari, Ajeng Kartika; Rachmawati, Meike; Siddiq, Tita Barriah; Fakih, Taufik Muhammad; Radina, Faqih
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v11i3.12916

Abstract

The growth of micro-organisms that acquire resistance to most commercially available antibiotics is occurring rapidly. Consequently, a pressing necessity exists to identify and detect new antimicrobial substances. This study aimed to analyze the antioxidant and antibacterial activity of nanoemulsion clove extract and grape seed oil. This research was conducted in June 2023 using experimental methods at the Research Laboratory of the Universitas Islam Bandung Pharmaceutical Study Program by developing a nanoemulsion preparation containing clove extract (Syzygium aromaticum L.) and grape seed oil (Vitis vinifera L.). Antioxidant activity was tested using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method. Antibacterial activity was tested using the agar diffusion method by measuring the growth inhibitory diameter of Staphylococcus aureus and Streptococcus mutans bacteria and divided into four groups formulas based on the addition of clove extract with different concentrations in the nanoemulsion base (FA=0.25%, FB=0.5%, FC=0.75%, and FD=1%) to see the best results. The result shows nanoemulsion preparations have antioxidant properties in the DPPH test. The FA formula has the highest IC50, namely 1,117.56 ppm. The antibacterial activity of Staphylococcus aureus and Streptococcus mutans has an inhibition zone, although it is still in the category of inhibiting bacterial growth, but does not kill growth. The nanoemulsion formulation, comprising clove extract and grape seed oil, has exhibited exceptional antioxidant properties and substantial antimicrobial efficacy against prevalent oral bacterial strains.
Analysis of SARS-CoV-2 Spike Protein as The Key Target in the Development of Antiviral Candidates for COVID-19 through Computational Study Taufik Muhammad Fakih; Mentari Luthfika Dewi
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 5 No. 4 (2021): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v5i4.254

Abstract

The recent public health crisis is threatening the world with the emergence of the spread of the new coronavirus 2019 (2019-nCoV) or severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). This virus originates from bats and is transmitted to humans through unknown intermediate animals in Wuhan, China in December 2019. Advances in technology have opened opportunities to find candidates for natural compounds capable of preventing and controlling COVID-19 infection through inhibition of spike proteins of SARS-CoV-2. This research aims to identify, evaluate, and explore the structure of spike protein macromolecules from three coronaviruses (SARS-CoV, MERS-CoV, and SARS-CoV-2) and their effects on Angiotensin-Converting Enzyme 2 (ACE-2) using computational studies. Based on the identification of the three spike protein macromolecules, it was found that there was a similarity between the active binding sites of ACE-2. These observations were then confirmed using a protein-docking simulation to observe the interaction of the protein spike to the active site of ACE-2. SARS-COV-2 spike protein has the strongest bond to ACE-2, with an ACE score of ?1341.85 kJ/mol. Therefore, some of this information from the results of this research can be used as a reference in the development of competitive inhibitor candidates for SARS-CoV-2 spike proteins for the treatment of COVID-19 infectious diseases.
Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas dan Desain Senyawa Novel Phenyl Benzimidazoles sebagai Penghambat Wnt/?-Catenin untuk Terapi Pancreatic Ductal Adenocarcinoma: Quantitative Structure-Activity Relationship and Design of Novel Phenyl Benzimidazoles as Wnt/?-Catenin Inhibitors for Pancreatic Ductal Adenocarcinoma Therapy Dwi Syah Fitra Ramadhan; Rusli Rusli; Taufik Muhammad Fakih
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i5.1713

Abstract

In the pancreatic ductal adenocarcinoma (PDAC) initiation and progression, the Wnt/β-Catenin signaling pathway showed a very important role. Earlier study showed that novel phenyl benzimidazoles have inhibiton activity in Wnt/?-Catenin pathway. The purpose of the present study was to design novel phenyl benzimidazoles as a Wnt/?Catenin inhibitor on PDAC based on the Quantitative In the pancreatic ductal adenocarcinoma (PDAC) initiation and progression, the Wnt/?-Catenin signaling pathway showed a very important role. Earlier study showed that novel phenyl benzimidazoles have inhibiton activity in Wnt/?-Catenin pathway. The purpose of the present study was to design novel phenyl benzimidazoles as a Wnt/?Catenin inhibitor on PDAC based on the Quantitative Structure Activity Relationship (QSAR) method. The molecule structures were built optimized by semi empirical AM1 using Gaussian. 12 Descriptors were selected which represented electronical, hydrophobic, and steric parameters using MOE 2014.0901. The compounds suspected as an outlier were then removed from the data set based on XZ-score value, i.e. compounds with XZ-score above 2.5. The data set were then classified into two parts, i.e. training set and test set. Validation was performed using Leave One Out (LOO) method and F test. The new derivatives were designed using topliss scheme, in which parent compound with the lowest IC value was used as a 50 template. The statistical analysis showed that there were two most influential descriptors of Wnt/?-Catenin inhibition activity: mr and LogS. The LOO validation gave Q2 = 0.7363. Six new derivatives, predicted to have lower IC that of parent compound. Keywords: Benzimidazoles, PDAC, QSAR, Wnt/?-Catenin Abstrak Jalur pensinyalan Wnt/?-Catenin sangat penting dalam inisiasi dan perkembangan dari pancreatic ductal adenocarcinoma (PDAC). Studi sebelumnya menunjukkan bahwa fenil benzimidazol baru memiliki aktivitas penghambatan di jalur Wnt/?-Catenin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang fenil benzimidazol baru sebagai penghambat Wnt/?Catenin pada PDAC berdasarkan metode Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas (HKSA). Struktur molekul dibangun dan dioptimalkan dengan metode AM1 semi empiris menggunakan Gaussian. Sebanyak 12 Deskriptor dipilih yang mewakili parameter elektronik, hidrofobik, dan sterik menggunakan MOE 2014.0901. Senyawa-senyawa yang diduga outlier kemudian dikeluarkan dari kumpulan data berdasarkan nilai XZ-score, yaitu senyawa-senyawa dengan XZ-score di atas 2,5. Kumpulan data kemudian diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu training set dan test set. Validasi dilakukan menggunakan metode statistik Leave One Out (LOO). Turunan baru dirancang menggunakan skema topliss, dimana senyawa induk dengan nilai IC terendah digunakan sebagai template. Analisis statistik menunjukkan bahwa ada dua deskriptor paling berpengaruh dari aktivitas penghambatan Wnt/?-Catenin: mr dan LogS. Validasi LOO menunjukkan niali Q2 = 0,7363. Enam turunan baru, diprediksi memiliki IC yang lebih rendah dari senyawa induknya. Kata Kunci: Benzimidazoles, PDAC, HKSA, Wnt/?-Catenin
Identifikasi Mekanisme Molekuler Senyawa Bioaktif Peptida Laut sebagai Kandidat Inhibitor Angiotensin-I Converting Enzyme (ACE) Fakih, Taufik Muhammad; Dewi, Mentari Luthfika
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 7 No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.7.1.76-82.2020

Abstract

Senyawa bioaktif peptida laut saat ini menjadi fokus penelitian karena memiliki sifat yang unik. Salah satu peran biologis penting dari senyawa peptida tersebut adalah sebagai agen antihipertensi terhadap aktivitas Angiotensin-I Converting Enzyme (ACE). Terdapat beberapa senyawa peptida yang telah terbukti mampu menghambat reseptor ACE, seperti senyawa peptida yang dihasilkan oleh teripang (Acaudina molpadioides), kerang biru (Mytilus edulis), dan ikan tuna (Thunnini). Dalam penelitian ini dilakukan identifikasi dan evaluasi terhadap interaksi yang terjadi antara senyawa peptida dengan reseptor ACE menggunakan motode penambatan molekuler berbasis protein-peptida. Sequencing senyawa peptida dimodelkan terlebih dahulu menggunakan server PEP-FOLD. Konformasi terbaik dipilih untuk dilakukan studi interaksi terhadap makromolekul reseptor ACE menggunakan software PatchDock. Interaksi yang terjadi diamati lebih lanjut menggunakan software BIOVIA Discovery Studio 2020. Berdasarkan hasil dari penambatan molekuler berbasis protein-peptida, senyawa peptida kerang biru dan ikan tuna memiliki afinitas yang baik terhadap reseptor ACE, yaitu dengan ACE score masing-masing adalah −391,62 kJ/mol dan −516,56 kJ/mol. Dengan demikian, senyawa bioaktif peptida laut tersebut diprediksi dapat dipilih sebagai kandidat inhibitor reseptor ACE berbasis peptida
Prediksi Stabilitas Mucroporin sebagai Kandidat Obat Berbasis Peptida melalui Simulasi Dinamika Molekular Fakih, Taufik Muhammad; Dewi, Mentari Luthfika; Syahroni, Eky
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 7 No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.7.3.210-217.2020

Abstract

Beberapa peptida yang terkandung dalam racun kalajengking (Lychas mucronatus) menunjukkan beragam aktivitas biologis dengan spesifisitas tinggi terhadap target. Peptida ini memiliki efek potensial terhadap mikroba dan menunjukkan potensi untuk memodulasi berbagai mekanisme biologis yang terlibat dalam imunitas, saraf, kardiovaskular, dan penyakit neoplastik. Keragaman struktural dan fungsional yang penting dari peptida tersebut membuktikan bahwa peptida dari racun kalajengking dapat digunakan dalam pengembangan obat spesifik baru. Melalui penelitian ini akan dilakukan identifikasi, evaluasi, dan eksplorasi terhadap stabilitas peptida Mucroporin yang diproduksi dari racun kalajengking dengan menggunakan simulasi dinamika molekular. Sekuens molekul peptida Mucroporin dimodelkan dengan menggunakan server PEPstrMOD. Konformasi terbaik hasil pemodelan dipilih untuk diamati stabilitasnya dengan menggunakan software Gromacs 2016.3. Trajektori yang terbentuk kemudian dianalisis berdasarkan visulasiasi dengan menggunakan software VMD 1.9.4 serta dilakukan analisis grafik RMSD dan RMSF. Hasil analisis trajektori dari simulasi dinamika molekular membuktikan bahwa molekul peptida Mucroporin-S2 memiliki stabilitas yang paling baik. Dengan demikian, molekul peptida tersebut diprediksi dapat dipilih sebagai kandidat obat berbasis peptida.
Studi Interaksi Senyawa Turunan Saponin dari Daun Bidara Arab (Ziziphus spina-christi L.) sebagai Antiseptik Alami secara In Silico Darusman, Fitrianti; Fakih, Taufik Muhammad
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 7 No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.7.3.229-235.2020

Abstract

Christinin merupakan senyawa turunan glikosida saponin yang paling banyak terdapat dalam daun bidara arab (Ziziphus spina-christi L.). Terdapat empat tipe christinin yaitu christinin-A, B, C, dan D yang diduga memiliki aktivitas sebagai antimikroba yang efektif terhadap bakteri dan jamur, seperti Staphylococcus epidermidis, Echerichia coli, dan Candida albicans yang sering menyebabkan infeksi pada permukaan kulit yang biasanya dapat diatasi dengan penggunaan cairan antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi serta mengeksplorasi afinitas dan interaksi molekular antara senyawa christinin-A, B, C, dan D terhadap makromolekul target pada Staphylococcus epidermidis, Echerichia coli dan Candida albicans dengan menggunakan simulasi penambatan molekular secara in silico. Molekul senyawa uji terlebih dahulu dioptimasi geometri dengan menggunakan perangkat lunak GaussView 5.0.8 dan Gaussian09. Konformasi terbaik dipilih untuk dilakukan studi interaksi terhadap makromolekul target dengan menggunakan perangkat lunak MGLTools 1.5.6 yang dilengkapi dengan AutoDock 4.2. Interaksi yang terbentuk selanjutnya diamati dengan menggunakan perangkat lunak BIOVIA Discovery Studio 2020.  Berdasarkan hasil dari simulasi penambatan molekular, senyawa christinin memiliki afinitas yang baik terhadap makromolekul target pada Staphylococcus epidermidis, Echerichia coli dan Candida albicans. Dengan demikian, senyawa tersebut diprediksi dapat digunakan sebagai kandidat komponen utama dari antiseptik alami.
Co-Authors Adryan Fristiohady Akbar, Nabila Hadiah Akmal Syihabuddin Aksar, M Aldhiya Nurshafa Huwaida Alivia Dyanira Anggi Arumsari Annisa Fitriyani Suryana Annisa Meilani Annisa Meilani Annisa Rahmah Furqaani Arfan Arfan Arini Nabila Putri Asikin, Asyhari Aulia Fikri Hidayat Az-zahra, Dhea Khairunnisa Bambang Tri Laksono Bertha Rusdi Budi P Soewondo Budi Prabowo Soewondo Budiana, Wempi Candra Hermawan Choesrina, Ratu Dewi, Mentari Luthfika Dewi, Mentari Luthfika Diar Herawati Dina Mulyanti Dina Mulyanti Dita Anggun Novianta Dwi Syah Fitra Ramadhan Eky Syahroni Fajarwati, Kania Faqih Radina Farendina Suarantika Fetri Lestari Fetri Lestari Firda Aulia Jannati Firliani Dwiputri Fitrianti Darusman Galand Febrial Akbar Gina Fuji Nurfarida Gita Cahya Eka Darma Hakim, Supartina Hilal Faturohman Hilda Aprilia, Hilda Indraswari, Ni Luh Astri Ingka Mardiana Putri Ismet Muchtar Nur Izdihar Arief, Imtiyaz Jilan Salsabila Auliya Putri Julia Hartati Khoirunnisa Muslimawati Latifa Hana Silfadani Lina Jamilah Liza Dzulhijjah Mardiana, Neng Dian Marillia, Viola Meike Rachmawati Mentari Luthfika Dewi Mentari Luthfika Dewi Meta Maulida Damayanti Muhamad Akbar Dirgana Muhammad Fillah Nabila Shofura Mahardhika Nadhifah Mauludia Rinaldie Nandhy Agustian Luca Pratama Nawang Wulan Rachmatillah Prastowo Putri Nazhipah Isnani Nisa Neli Aunillah Nurfadillah Hazar Nurisyah, Nurisyah Nuzulfikri, Rizki Prayitno, Robby Putra, Aditya Maulana Perdana Putri, Nawang Wulan Rachmatillah Prastowo R. Rusli Radina, Faqih Ratu Choesrina Resty Imfyani Sofyan Ridwan Wijaya RISA NURRAHWANI Rizki Nuzulfikri rizkita, aden Rizkita, Aden Dhana Robby Prayitno Robby Prayitno Rohayah Rohayah Rusli Rusli Salsabilla Wijaya Sani Ega Priani Sari, Ajeng Kartika Sellygani Budi Vaelani Siddiq, Tita Barriah Sintia Ayu Dewi Sintya Suherlan Siti Ainun Rohaniah Siti Hardianti Siti Nurlita Permana Sonia alivia putri Syahrizal Nazala Syahroni, Eky Sylvie Kurniasih Tanisa Maghfira Syarza Tegar Achsendo Yuniarta Tegar Achsendo Yuniarta Tegar Achsendo Yuniarta Teti Sofia Yanti Thias Najminuri Trully Nouval Larasati Vinda Maharani Patricia Viola Marillia Vivi Amalia Dwi Pratiwi Wijaya, Salsabilla Wisnuwardhani, Hilda Aprilia