Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

MANAJEMEN RISIKO BUDIDAYA UDANG VANNAMEI KOTA TEGAL Fitriana, Nur Laely; Amirah, Amirah
Manajerial dan Bisnis Tanjungpinang Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Manajerial dan Bisnis Tanjung Pinang vol 8 no 2 2025
Publisher : STIE PEMBANGUNAN TANJUNGPINANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah manajemen risiko pada usaha budidaya udang vannamei di Kota Tegal, dengan fokus pada identifikasi tantangan utama dan strategi pengelolaan yang telah diterapkan. Hasil studi kasus kualitatif menunjukkan bahwa penyakit udang, fluktuasi harga, kondisi lingkungan tambak, serta aspek SDM dan operasional menjadi sumber risiko utama. Upaya mitigasi meliputi kontrol lingkungan, penggunaan benur unggul, produksi pakan mandiri, pengelolaan limbah, pengawasan SDM, dan implementasi SOP. Rekomendasi utama mencakup peningkatan pelatihan, teknologi monitoring, diversifikasi bahan baku, serta penguatan komunikasi komunitas untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Manajemen Risiko Pada Affiliator di Era Digital Marketing Zahro, Nadia Raudhotuz; Amirah, Amirah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36423

Abstract

Perkembangan digital marketing mendorong meningkatnya peran affiliator dalam mempromosikan produk, sehingga kemampuan mereka dalam mengelola risiko menjadi hal yang penting untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat manajemen risiko pada affiliator dalam digital marketing. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang mencakup 36 aspek risiko. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa affiliator memiliki kesadaran risiko yang tinggi dan mampu mengelola risiko operasional, informasi, dan teknis secara efektif. Aspek dengan nilai tertinggi adalah selektivitas dalam memilih brand, sedangkan aspek terendah terkait pembaruan informasi produk dan perubahan kebijakan platform. Secara umum, affiliator telah menjalankan manajemen risiko dengan baik, meskipun peningkatan adaptasi terhadap dinamika digital masih diperlukan.