Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Manajemen Risiko Pendidikan di Era Digital: Tinjauan Sistematis terhadap Kesenjangan Literasi Finansial dan Digital Zuhri, Irsyad Maulana; Amirah, Amirah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4871

Abstract

Transformasi digital di bidang pendidikan telah memberikan berbagai manfaat, terutama dalam meningkatkan efisiensi administrasi, kualitas layanan pembelajaran, serta akses terhadap sumber daya pendidikan. Namun, di balik peluang tersebut, muncul berbagai risiko baru dalam pengelolaan pendidikan, khususnya risiko keuangan, operasional, teknologi, dan strategis. Risiko-risiko ini menjadi semakin signifikan ketika institusi pendidikan menghadapi ketidakseimbangan tingkat literasi finansial dan literasi digital di kalangan pengelola, pendidik, maupun pemangku kepentingan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran literasi finansial dan literasi digital sebagai faktor kunci dalam pengelolaan risiko pendidikan di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Sumber data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi yang relevan dengan topik pengelolaan risiko pendidikan, literasi finansial, dan literasi digital. Proses seleksi literatur dilakukan melalui tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi untuk memastikan kualitas dan relevansi sumber yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya tingkat literasi finansial menyebabkan lemahnya pengambilan keputusan anggaran, ketidakefisienan pengelolaan dana, serta meningkatnya risiko keberlanjutan keuangan lembaga pendidikan. Sementara itu, keterbatasan literasi digital berkontribusi terhadap tingginya risiko teknologi, seperti kegagalan sistem informasi, keamanan data, dan rendahnya pemanfaatan teknologi pembelajaran. Temuan juga mengindikasikan bahwa integrasi literasi finansial dan literasi digital secara simultan mampu memperkuat kerangka pengelolaan risiko pendidikan secara komprehensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan literasi finansial dan digital merupakan elemen strategis dalam menciptakan sistem pengelolaan risiko pendidikan yang adaptif, tangguh, dan berkelanjutan di tengah dinamika transformasi digital.
Manajemen Risiko Keuangan Distributor dalam Mengantisipasi Keterlambatan Pembayaran Pelanggan Febriani, Noni Widya; Amirah, Amirah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5053

Abstract

Keterlambatan pembayaran pelanggan merupakan salah satu risiko keuangan yang sering dihadapi oleh perusahaan distributor dan berpotensi menimbulkan dampak signifikan terhadap likuiditas serta kelancaran arus kas perusahaan. Apabila risiko ini tidak dikelola secara tepat, perusahaan dapat mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban operasional sehari-hari maupun kewajiban finansial jangka pendek lainnya. Oleh karena itu, diperlukan penerapan manajemen risiko keuangan yang sistematis dan terencana guna mengantisipasi terjadinya keterlambatan pembayaran pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen risiko keuangan dalam mengantisipasi keterlambatan pembayaran pelanggan pada perusahaan distributor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan cara mengidentifikasi sumber-sumber risiko keterlambatan pembayaran, menilai tingkat risiko yang dihadapi perusahaan, serta mengevaluasi strategi pengendalian risiko keuangan yang telah diterapkan oleh perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko keterlambatan pembayaran pelanggan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain kebijakan pemberian kredit yang kurang ketat, lemahnya sistem pengawasan piutang usaha, serta kondisi keuangan pelanggan yang tidak stabil. Untuk mengendalikan risiko tersebut, perusahaan menerapkan berbagai strategi manajemen risiko keuangan, seperti penetapan batas kredit bagi pelanggan, pengendalian dan pemantauan piutang secara berkala, pemberian insentif bagi pelanggan yang melakukan pembayaran tepat waktu, serta penerapan sanksi terhadap keterlambatan pembayaran. Penerapan strategi tersebut terbukti mampu menurunkan tingkat keterlambatan pembayaran dan meningkatkan stabilitas arus kas perusahaan distributor. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan distributor dalam merancang kebijakan pengelolaan risiko keuangan yang lebih efektif, terstruktur, dan berkelanjutan.
Manajemen Risiko Pada Pelanggan Ojek Online di Kabupaten Brebes Hartanti, Sulistia; Amirah, Amirah
Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Vol. 8 No. 6 (2026): Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Departement Of Accounting, Indonesian Cooperative Institute, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/b02n6m17

Abstract

Penggunaan layanan ojek online memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam beraktivitas, namun diiringi dengan munculnya berbagai risiko yang dapat dialami pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen risiko pada pengguna ojek online berdasarkan persepsi tingkat risiko yang dirasakan. Penelitian dilakukan dengan metode survei deskriptif menggunakan kuesioner yang memuat 30 aspek risiko dan diukur melalui skala Likert lima poin. Analisis data dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata setiap aspek risiko dan mengelompokkannya ke dalam kategori tingkat risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aspek risiko berada pada kategori sangat baik dan baik, dengan 23 aspek (76,7%) termasuk kategori sangat baik, 6 aspek (20,0%) kategori baik, dan 1 aspek (3,3%) kategori cukup, serta tidak ditemukan aspek risiko pada kategori kurang baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengguna ojek online memiliki tingkat kesadaran risiko yang tinggi, khususnya terkait keselamatan dan keamanan, meskipun risiko finansial masih berpotensi terjadi.
MANAJEMEN RISIKO BUDIDAYA UDANG VANNAMEI KOTA TEGAL Fitriana, Nur Laely; Amirah, Amirah
Manajerial dan Bisnis Tanjungpinang Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Manajerial dan Bisnis Tanjung Pinang vol 8 no 2 2025
Publisher : STIE PEMBANGUNAN TANJUNGPINANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah manajemen risiko pada usaha budidaya udang vannamei di Kota Tegal, dengan fokus pada identifikasi tantangan utama dan strategi pengelolaan yang telah diterapkan. Hasil studi kasus kualitatif menunjukkan bahwa penyakit udang, fluktuasi harga, kondisi lingkungan tambak, serta aspek SDM dan operasional menjadi sumber risiko utama. Upaya mitigasi meliputi kontrol lingkungan, penggunaan benur unggul, produksi pakan mandiri, pengelolaan limbah, pengawasan SDM, dan implementasi SOP. Rekomendasi utama mencakup peningkatan pelatihan, teknologi monitoring, diversifikasi bahan baku, serta penguatan komunikasi komunitas untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Manajemen Risiko Pada Affiliator di Era Digital Marketing Zahro, Nadia Raudhotuz; Amirah, Amirah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36423

Abstract

Perkembangan digital marketing mendorong meningkatnya peran affiliator dalam mempromosikan produk, sehingga kemampuan mereka dalam mengelola risiko menjadi hal yang penting untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat manajemen risiko pada affiliator dalam digital marketing. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang mencakup 36 aspek risiko. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa affiliator memiliki kesadaran risiko yang tinggi dan mampu mengelola risiko operasional, informasi, dan teknis secara efektif. Aspek dengan nilai tertinggi adalah selektivitas dalam memilih brand, sedangkan aspek terendah terkait pembaruan informasi produk dan perubahan kebijakan platform. Secara umum, affiliator telah menjalankan manajemen risiko dengan baik, meskipun peningkatan adaptasi terhadap dinamika digital masih diperlukan.
Penerapan Manajemen Risiko Operasional pada Minimarket Alfamart dan Indomaret di Kota Tegal Ghoniyah, Niza; Amirah, Amirah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35937

Abstract

Minimarket Alfamart dan Indomaret memiliki aktivitas operasional yang kompleks dan berpotensi menimbulkan berbagai risiko operasional. Risiko tersebut meliputi selisih stok, kesalahan kasir, barang kadaluwarsa, gangguan sistem, serta komplain pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen risiko operasional pada minimarket Alfamart dan Indomaret di Kota Tegal berdasarkan aspek identifikasi risiko, pengukuran risiko, dan pengelolaan risiko. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada karyawan minimarket. Data dianalisis menggunakan teknik persentase untuk menggambarkan tingkat penerapan manajemen risiko operasional. Penelitian ini melibatkan 21 responden karyawan minimarket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko operasional berada pada kategori tinggi, khususnya pada aspek identifikasi risiko. Namun, pada aspek pengukuran dan pengelolaan risiko masih diperlukan peningkatan agar lebih konsisten dan terstruktur.
THE EFFECT OF LEVERAGE, LIQUIDITY, PROFITABILITY, GOOD CORPORATE GOVERNANCE AND NET PROFIT MARGIN ON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY IN COMPANIES LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE IN 2021-2025 Anisa, Zahrotul; Amirah, Amirah; Amin, Mohammad Arridho Nur
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan
Publisher : Program Studi Manajemen Pemerintahan dan Keuangan Daerah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmk.v15i02.56934

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leverage, likuiditas, profitabilitas, good corporate governance, dan net profit margin terhadap corporate social responsibility pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2025. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari leverage diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), likuiditas diproksikan dengan Current Ratio (CR), profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Asset (ROA), good corporate governance diproksikan dengan Kepemilikan Manajerial (KM), dan net profit margin (NPM). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Corporate Social Responsibility (CSR). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh sebanyak 205 data penelitian. Metode analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa leverage yang diproksikan dengan DER berpengaruh negatif signifikan terhadap corporate social responsibility. Likuiditas yang diproksikan dengan CR tidak berpengaruh terhadap corporate social responsibility. Profitabilitas yang diproksikan dengan ROA tidak berpengaruh terhadap corporate social responsibility. Sementara itu, good corporate governance yang diproksikan KM berpengaruh negatif signifikan terhadap corporate social responsibility. Variabel net profit margin berpengaruh negatif signifikan terhadap corporate social responsibility. Secara simultan variabel leverage, likuiditas, profitabilitas, good corporate governance, dan net profit margin berpengaruh signifikan terhadap corporate social responsibility pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2025.  Kata Kunci: leverage, likuiditas, profitabilitas, good corporate governance, net profit margin, corporate social responsibility.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based-Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Di Kelas IV Barru Ferdiansyah, Rian; Syawaluddin, Ahmad; Amirah, Amirah
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2025): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v5i3.56936

Abstract

AbstractThis research examines the application of the Problem Based-Learning learning model to improve student learning outcomes in mathematics subjects in class IV UPTD SD Negeri 120 Barru. The approach used is a qualitative approach with the type of research being Classroom Action Research (PTK). The implementation of this action research was carried out in 2 cycles starting with pre-action activities, then each cycle consisted of 4 stages which included planning, implementation, observation and reflection. The subjects of this research were class IV UPTD students at SD Negeri 120 Barru for the 2022/2023 academic year, totaling 22 students. Data analysis was carried out during and after data collection. The data analysis technique used is a qualitative data analysis technique. Based on the data obtained during the implementation of cycle I and cycle II, it was found that the research results in cycle I were in the sufficient category, and there was an increase in cycle II which was in the good category and reached the predetermined indicators. Keywords: Problem Based-Learnig; Learning Outcomes; UPTD SD Negeri 120 BarruAbstrakPenelitian ini mengkaji tentang penerapan model pembelajaran Problem Based-Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas IV UPTD SD Negeri 120 Barru. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang diawali dengan kegiatan pratindakan, kemudian setiap siklus terdiri dari 4 tahap yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV UPTD SD Negeri 120 Barru tahun pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 22 siswa. Analisis data dilakukan pada saat dan setelah pengumpulan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan data yang diperoleh selama pelaksanaan siklus I dan siklus II diperoleh hasil penelitian pada siklus I berada pada kategori cukup, dan terjadi peningkatan pada siklus II yang berada pada kategori baik dan mencapai indikator yang telah ditentukan. Keywords: Problem Based-Learnig; Hasil Belajar; UPTD SD Negeri 120 Barru
Penerapan Manajemen Risiko pada Usaha Penggilingan Padi di Desa Karangwuluh Nida Aufa Al ‘Asya; Amirah, Amirah
JURNAL RISET MANAJEMEN (JURMA) Vol 3 No 4 (2025): JURNAL RISET MANAJEMEN (JURMA)
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jurma.v3i4.3669

Abstract

This study aims to analyze the level of risk management implementation in rice milling enterprises in Karangwuluh Village, Suradadi District, Tegal Regency. The rice milling sector plays a strategic role in supporting rural economic sustainability by transforming agricultural produce into value-added products. However, this activity faces various risks originating from internal factors such as machine breakdowns, operational errors, and declining rice quality, as well as external factors such as price fluctuations, unstable paddy supply, and extreme weather conditions. The research employed a quantitative descriptive method with a survey approach involving four active rice milling business owners through a Likert-scale questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistics to measure the level of risk management implementation across three key variables: risk identification, risk evaluation and measurement, and risk management. The results revealed that the overall implementation level was categorized as high to very high, with average scores of 4.50 for risk identification, 4.475 for risk evaluation and measurement, and 4.00 for risk management. The entrepreneurs demonstrated high awareness of potential risks and the ability to evaluate them systematically, although record-keeping and financial management aspects still require improvement. In conclusion, risk management implementation in the rice milling enterprises of Karangwuluh Village has been effective; however, strengthening administrative and financial preparedness is necessary to ensure long-term business sustainability.