Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENDAMPINGAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS SPARKOLVIDEO SCRIBE BAGI GURU SD NEGERI 19 AMPENAN Sutarto, Sutarto; Muzanni, Ahmad; Winata, Aliahardi; Huda, Khairul; Anam, M. Chairul; Kartiani, Baiq Sarlita; Hadi, M. Samsul; Hastuti, Intan Dwi
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 2, No 1 Juni (2021): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v2i1 Juni.160

Abstract

Perkembangan teknologi dunia yang memasuki era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pada digital, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation. Revolusi industri 4.0 dengan segala tantangan dan dampaknya bagi guru untuk mengupgrade diri dalam bidang teknologi. Perkembangan teknologi menuntut guru mampu menggunakan media pembelajaran. Dengan demikian perlu adanya pelatihan pembuatan pembuatan video scribe (sparkol) untuk materi presentasi bagi guru-guru sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah focus grup discussion (FGD). Langkah-langkah yang dapat dilakukan 1) melakukan sosialisasi tentang pentingnya media pembelajaran yang menarik bagi siswa salah satunya adalah video Scribe (Sparkol) 2) memberikan pelatihan pembuatan video Scribe ( Sparkol) 3) Penggunaan video scribe (sparkol) dalam pembelajaran di sekolah dasar. Hasil pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa pemahaman guru mengenai media pembelajaran meningkat dan antusiasme peserta didik dalam pembelajaran menggunakan media pembelajaan berbasis sparkol video scribe meningkat.
PELATIHAN “IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK (SCIENTIFIC APPROACH) BAGI GURU DI SD NEGERI 2 SIGAR PENJALIN” Mujiburrahman, Mujiburrahman; Hartati, Aluh; Najamuddin, M.; Kartiani, Baiq Sarlita; Sutarto, Sutarto; Winata, Aliahardi
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 1, No 1 Juni (2020): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v1i1 Juni.56

Abstract

Dengan  sistem  pembelajaran  saintifik  yang  di dalamnya banyak terkadung berbagai metode pembelajaran yang dapat di gunakan oleh peserta didik. Di sini yang mendominasi seluruh pembelajaran adalah peserta didik, peserta didik di harapkan aktif dan bersifat memberi ilmu  pengetahuan  juga kepada teman  yang lain,  jadi tidak hanya menerima saja. Proses pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada pengembangan ketiga ranah (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) secara utuh atau holistic, artinya pengembangan ranah yang satu tidak bisa dipisahkan dengan yang lainnya. Dalam kegiatan ini, beberapa target luaran diantaranya: (1) terlaksananya kegiatan pelatihan dengan judul “Pelatihan ImplementasiPembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik (Scientific Approach) bagi guru di SD Negeri 2 Sigar Penjalin (2) peserta (guru) mampu memahami konsep, karakteristik, dan langkah-langkah/prosedur pembelajaran berbasis pendekatan saintifik (scientific Approach); (3) peningkatkan kemampuan guru dalam mengimplemenasikan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran; dan (4) menghasilkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan tahapan saintifik. Metode pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan secara kelompok, curah pendapat, dan partisipatif. Adapu tahapan kegiatan ini sebagai berikut: (1) persiapan dan pembekalan; (2) penyampaian materi; (3) pelaksanaan kegiatan pengabdiann dan (4) rencana keberlanjutan program. Hasil dari pengabdian diperoleh bahwa guru di SD Negeri 2 Sigar Penjalin memiliki masalah dalam memahami pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik. Guru hanya mengikuti panduan yang terdapat pada buku guru tanpa melakukan pengembangan secara kontekstual.
Tumbuh tanpa tekanan: stop bullying dan perkawinan anak (become agent of change trough awarrnes) Winata, Aliahardi; Bilal, Arpan Islami; Hapipah, Baiq; Nahlya, Nahlya; Jayadi, Mohamad; Nurkisah, Nurkisah; Nufus, Hayatun; Isnaini, Isnaini; Muttaqin, Zedi; Saddam, Saddam; Afandi, Ahmad; Mayasari, Deviana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.30228

Abstract

Abstrak Program sosialisasi "Tumbuh Tanpa Tekanan: Stop Bullying dan Hindari Perkawinan Anak (Become agent of change trough awarrnes)" yang dilaksanakan oleh tim mahasiswa PLP 2 KKN-DIK Universitas Muhammadiyah Mataram di SMKN 1 Janapria pada 18 September 2024 berhasil meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu bullying dan perkawinan anak. Dengan pendekatan materi yang komprehensif dan interaktif, siswa memahami definisi, bentuk, dampak, serta pencegahan bullying, dan dampak negatif pernikahan di bawah umur. Partisipasi aktif dalam sesi diskusi menunjukkan keterlibatan siswa, sedangkan pembagian instrumen evaluasi mendorong refleksi pribadi terhadap pengalaman mereka terkait kedua isu tersebut. Dukungan dari pihak sekolah, termasuk kepala sekolah dan guru, turut memfasilitasi kelancaran kegiatan. Hasil dari sosialisasi ini menciptakan dasar yang kuat untuk tindakan pencegahan berkelanjutan terhadap bullying dan perkawinan anak di lingkungan sekolah, serta memberikan rekomendasi untuk program sosialisasi yang lebih efektif di masa mendatang. Kata kunci: tumbuh tanpa tekanan; stop bullying; perkawinan anak Abstract The socialization program “Grow Without Pressure: Stop Bullying and Avoid Child Marriage (Become agent of change through awareness)” implemented by a team of PLP 2 KKN-DIK students of Muhammadiyah Mataram University at SMKN 1 Janapria on September 18, 2024 succeeded in raising students' awareness of the issues of bullying and child marriage. With a comprehensive and interactive material approach, students understood the definition, form, impact, and prevention of bullying, and the negative impact of underage marriage. Active participation in discussion sessions demonstrated student engagement, while the distribution of evaluation instruments encouraged personal reflection on their experiences related to both issues. Support from the school, including the principal and teachers, facilitated the smooth running of the activities. The results of this socialization create a strong foundation for sustainable preventive actions against bullying and child marriage in the school environment, and provide recommendations for more effective socialization programs in the future. Keywords: growing up without pressure; stop bullying; child marriage
PENGARUH PROBLEM SOLVING TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR Muzanni, Ahmad; Winata, Aliahardi
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 4, No 1: April 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v4i1.159

Abstract

Berdasarkan hasil observasi terhadap motivasi dan hasil belajar kognitif siswa pada pembelajaran IPA masih rendah. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pembelajaran problem solving terhadap motivasi dan hasil belajar kognitif siswa pada pembelajaran IPA SD. Penelitian ini dirancang menggunakan Single Factorial Independent Group Design jenis quasi experiment. Sampel pada penelitian ini berjumlah 58 siswa. Pengumpulan data pada penelitian ini berkaitan dengan motivasi dan hasil belajar kognitif siswa pada pembelajaran IPA. Analisis data menggunakan MANOVA dengan bantuan program SPSS 17. Penelitian ini memperoleh hasil diantaranya: (1) motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA menggunakan pembelajaran problem solving secara signifikan lebih baik daripada pembelajaran dengan model konvensional yang diterapkan pada siswa (F – 19.982; p < 0.05); (2) hasil belajar kognitif siswa dalam pembelajaran IPA menggunakan pembelajaran problem solving secara signifikan lebih baik daripada pembelajaran secara yang dilakukan secara konvensional (F = 13.268; p < 0.05); dan (3) secara simultan motivasi dan hasil belajar kognitif siswa antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran problem solving secara signifikan lebih baik daripada pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran secara konvensional.
Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 12 Mataram Arianto, Dodi; Candra, Candra; Winata, Aliahardi; Hafsah, Hafsah; Afandi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.30124

Abstract

Model pembelajaran Problem Based Learning salah satu model yang melibatkan keaktifan peserta didik selalu berpikir kritis dan keterampil dalam menyelesaikan permasalahan, dan  memberikan pengalaman kepada peserta didik, untuk terlibat langsung dengan dunia nyata serta dapat menyelesaikan permasalahan  di dalam kehidupan nyata, yang tentunya model ini sangat penting untuk di jadikan rujukan ilmu dalam berkehidupan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Model Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran PPKn Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 12 Mataram. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas suatu pengamatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama dengan menghadirkan suatu kerjasama dengan pihak seperti atasan, teman sejawat, atau guru dengan penelitin. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Data yang dianalisis adalah aktivitas guru dan peserta didik serta hasil tes. Hasil penelitian ini yakni peserta didik mengalami peningkatan hasil belajar setelah menerapkan model Problem Based Learning. Nilai rata-rata peserta didik yang diperoleh, pada siklus I nilai rata-rata sebesar 65,23 dengan persentase ketuntasan 60%, lalu siklus II nilai rata-rata yang diperoleh meningkat menjadi sebesar 76,15 dengan persentase ketuntasan 70% meskipun telah memenuhi standar ketuntasan peneliti melanjutkan penelitian ke siklus III nilai rata-rata peserta didik semakin meningkat sebesar 85,15 dengan persentase ketuntasan 88%.
Pengaruh Penggunaan Media Teknologi Pendidikan dalam Meningkatkan Literasi Digital Siswa Kelas IX di SMP Negeri 3 Wera Huda, Nurul; Hafsah, Hafsah; Winata, Aliahardi; Isnaini, Isnaini; Muttaqin, Zedi
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.30125

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Wera Kabupaten Bima NTB. Penggunaan media teknologi Pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi digital siswa, terutama dalam mata Pelajaran PPKn. Dengan pemanfaatan teknologi, siswa dapat lebih memahami konsep kewarganegaraan serta memiliki keterampilan literasi digital yang baik.Tujuan penelitian untuk mengukur pengaruh penggunaan media teknologi Pendidikan terhadap peningkatan literasi digital siswa di SMPN 3 Wera. Penelitian menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan analisis deskriptif melalaui kuesioner yang diberikan kepada siswa kelas IX. Populasi yang digunakan dalam penelitian yaitu siswa kelas IX di SMPN 3 Wera kabupaten Bima yang berjumlah 100 siswa sedangkan sampel dalam penelitian adalah 62 siswa. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalan penelitian ini adalah observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Adapun Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi sederhana.Hasil penelitian menunjukan penerapan media teknologi Pendidikan dalam pembelajaran PPKn dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi digital siswa kelas IX di SMPN 3 Wera. Hasil menunjukan besarnya pengaruh media teknologi pendidikan terhadap literasi digital PPKn siswa sebesar 0,269 artimya pengaruh penggunaan media teknologi Pendidikan terhadap literasi digital PPKn siswa secara Parsial adalah sebesar 26.9% dengan sisanya yaitu 73,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini
Penanganan Kecemasan Menghadapi Ujian Nasional Di SMA Darunnadwah Gerung Lombok Barat Rayani, Dewi; Hartati, Aluh; Yunus, Muhammad; Winata, Aliahardi
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 5, No 2 (2024): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v5i2.191

Abstract

Ujian nasional (UN) merupakan salah satu penyebab kecemasansiswa, dikarenakan ujian nasional adalah syarat dan tahapan yang harusdilewati oleh siswa pada tahap akhir dengan jenjang pendidikan SMA/MAatau SMP/MTS. Namun, proses dan tahapan ini sering kali menjadi momokyang menyebabkan berbagai permasalahan psikologis bagi siswa kelas tiga.Diantara permasalahan yang dihadapi adalah rasa cemas (cemas tidak dapatmenjawab soal dengan benar, cemas tidak lulus, dan cemas yang lainya).
Pelatihan Interaktif: Strategi Mengatasi Hambatan Belajar dalam Upaya Peningkatan Mutu Pembelajaran Winata, Aliahardi; Jaswandi, Lalu
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 4, No 2 (2023): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v4i2.642

Abstract

Adanya perbedaan kemampuan, kecerdasan, bakat, minat dan latar belakang lingkungan  masing-masing siswa.  Sistem  pengajaran di  sekolah seharusnya memberi kesempatan kepada siswa untuk maju sesuai dengan kemampuannya. Siswa dapat menghadapi permasalahan yang dihadapi olehnya. Hendaknya guru juga intensif dalam menangani siswa yang menambah pengetahuan, sikap yang terbuka dan mengasah keterampilan dalam   mengidentifikasi   kesulitan   belajar   siswa.   Dalam   pelaksanaan pelatihan ini, beberapa target luaran diantaranya: (1) terlaksananya kegiatan pelatihan dengan judul “Memahami Masalah Belajar sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Belajar Siswa di SD Negeri 2 Sambiq Elen”; (2) gaya mengajar guru dengan mengakomodir kebutuhan gaya belajar siswa diantaranya: auditori, visual, dan kinestetik; dan (3) suasana kelas yang merepresentasikan  konsep  pendidikan  inklusif.  Metode  pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan secara kelompok, curah  pendapat,  dan  partisipatif.  Adapu  tahapan  kegiatan  ini  sebagai berikut: (1) persiapan dan pembekalan; (2) materi pengabdian; (3) pelaksanaan program pelatihan kepada guru; dan (4) rencana keberlanjutan program.  Hasil  dari  pengabdian  diperoleh  bahwa  guru  di  SD  Negeri  2 Sambiq Elen dapat membedakan antara masalah belajar dan non pembelajaran. Kemudian para guru mampu Menyusun model dan media pembelajaran sesuai dengan masalah yang telah ditemukan
Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Kreatif dengan Sparkol VideoScribe Sutarto, Sutarto; Muzanni, Ahmad; Winata, Aliahardi; Anam, M. Chairul; Kartiani, Baiq Sarlita; Hastuti, Intan Dwi
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 4, No 2 (2023): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v4i2.647

Abstract

Perkembangan teknologi dunia yang memasuki era revolusi industri 4.0, yakni  menekankan pada  digital, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation.  Revolusi industri 4.0 dengan segala tantangan dan dampaknya bagi guru untuk  mengupgrade diri dalam bidang teknologi. Perkembangan teknologi menuntut guru mampu menggunakan media pembelajaran. Dengan demikian perlu adanya pelatihan pembuatan  pembuatan video scribe (sparkol) untuk materi presentasi bagi guru-guru sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah focus grup discussion (FGD).  Langkah-langkah yang dapat dilakukan 1) melakukan sosialisasi tentang pentingnya media pembelajaran yang menarik bagi siswa salah satunya adalah video Scribe (Sparkol) 2) memberikan pelatihan pembuatan video Scribe ( Sparkol) 3) Penggunaan video scribe (sparkol) dalam pembelajaran di sekolah dasar. Hasil pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa pemahaman guru mengenai media pembelajaran meningkat dan antusiasme peserta didik dalam pembelajaran menggunakan media pembelajaan berbasis sparkol video scribe meningkat
Hambatan Guru PPKn Dalam Implementasi Pembelajaran Diferesnsiasi Candra , Candra; Sawaludin, Sawaludin; Muttaqin, Zedi; Winata, Aliahardi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4178

Abstract

Pendekatan pembelajaran diferensiasi diperlukan untuk menggali potensi diri siswa, tujuan penelitian ini adalah untuk memahami hambatan yang dihadapi oleh guru mata pelajaran PPKn dalam mengimplementasikan pembelajaran diferensiasi. Secara spesifik, tujuan penelitian ini mencakup: pertama, untuk mengevaluasi efektivitas pemerintah dalam mensosialisasikan dan memberikan pelatihan tentang pembelajaran diferensiasi di sekolah; kedua, untuk mengidentifikasi proses perencanaan pembelajaran diferensiasi di SMA di daerah pulau lombok; dan ketiga, untuk menilai pelaksanaan pembelajaran diferensiasi di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif, dan analisis data menggunakan model Bogdan & Biklen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan yang dihadapi oleh guru PPKn di SMAN dalam mengimplementasikan pembelajaran diferensiasi mencakup beberapa aspek. Pertama, pelatihan dan sosialisasi yang telah dilakukan belum sepenuhnya memberikan pemahaman yang memadai kepada guru mengenai pembelajaran diferensiasi. Kedua, guru mengalami kesulitan dalam mengelola waktu saat perencanaan pembelajaran, termasuk merencanakan pembelajaran serta memilah pengetahuan dan keterampilan saat menyusun instrumen diagnosis awal. Ketiga, dalam pelaksanaan pembelajaran, kendala utama meliputi keterbatasan waktu, perangkat pembelajaran, dan kesulitan dalam menggunakan metode yang sesuai dengan profil belajar siswa.