Articles
Preserve the existence of balala’ tamakng tradition of dayak ethnic to maintain the national identity of indonesia
Iwan Ramadhan;
Imran Imran;
Muhammad Agus Hardiansyah;
Cary Chappel;
Haris Firmansyah
Jurnal Pendidikan PKN (Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 4, No 1 (2023): Civic Education dan Citizenship Studies In culture, identity, and art (1 June 20
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jppkn.v4i1.61234
The Balala' Tamakng tradition is a tradition of abstinence that is still believed and carried out by the Dayak ethnic community in Sungai Ambawang District, Kubu Raya Regency. This study aims to determine the procession of the Balala' Tamakng tradition, the symbolic meaning of the Balala' Tamakng tradition and efforts to maintain the Balala' Tamakng tradition in the era of globalization in an effort to maintain national identity. The high flow of globalization, indirectly, has gradually faded the traditions of today's traditional society. This research seeks to discover the efforts of the Dayak ethnic community in Sungai Ambawang District in preserving the Balala' Tamakng tradition in maintaining national identity amidst the influence of globalization. The research method used is descriptive research using a qualitative approach. The data collection technique that will be used is the process of observation, in-depth interviews, and documentation. The research results in a state that the Balala' Tamakng tradition is carried out through the process of the ritual. As for the meaning or meaning of the Balala' Tamakng tradition, it is abstinence for a full day with the condition that you are not allowed to set foot out of the house, not shout or make noise in the house. In this era of globalization, efforts to maintain the Balala' Tamakng tradition are made by strengthening national identity and by sharing these ritual activities through social media
PERAN SOSIOLOGI TERHADAP PERMASALAHAN PERILAKU KORUPSI BERDASARKAN STUDI KASUS (Putusan No15/Pid.Sus-TPK/2019/PN Bdg).
Nawang Sari;
Annisa Fitriani;
Muhammad Zidan;
Azmelia Putri Balqis;
Bunga Farah Fauziah;
Rahma Amanda;
Muhammad Agus Hardiansyah;
Nurul Hayat
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 1 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i1.1152
Korupsi telah menjadi budaya di Indonesia, merambah berbagai profesi, terutama di lingkungan birokrasi yang kompleks. Korupsi sangat menakutkan dan dapat mengancam eksistensi suatu bangsa. Salah satunya terjadi di ranah pemerintahan. Dalam Penelitian kali ini untuk mengetahui hal apa saja yang menyebabkan seseorang dapat terpengaruhi oleh perbuatan yang menyimpang seperti halnya korupsi. Dalam Kasus ini,akan dibahas lebih detail terhadap para terdakwa baik aparat pemerintah maupun pebisnis yang bersangkutan terkait kasus izin Meikarta. Serta yang menjadikan penelitian ini penting untuk dibahas adalah dimana sosiologi memberikan gambaran mengenai bagaimana pengaruh lingkungan dapat berdampak buruk terhadap tindakan serta perbuatan seseorang. Dalam hal ini, Metode penelitian yang digunakan adalah penelusuran kepustakaan atau library research. Dalam hal ini, tergantung pada tujuan pembicaraan penelitian, kami juga akan melakukan survei analisis. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yaitu deduktif dan induktif. Nilai penelitian ini adalah menyimpulkan terhadap kajian hukum atas permasalahan penyalahgunaan kekuasaan serta tindak pidana korupsi yang dibahas dalam putusan No15/Pid.Sus-TPK/2019/PN Bdg. Dan bagaimana Sosiologi memberikan analisis terhadap tingkahlaku individu serta pengaruh sosiologi kedepannya dalam memberikan dampak positif terhadap lingkungan yang buruk, sehingga seseorang tidak melakukan penyimpangan yang salah.
PENYALAHGUNAAN KEKUASAAN DALAM KORUPSI DANA BANTUAN SOSIAL OLEH JULIARI BATUBARA DI ERA PANDEMI COVID-19
Muhammad Agus Hardiansyah;
Nurul Hayat;
Anas Tasya Damayanti;
Daffa Aqiilah;
Desty D. Liana;
Elseu Salsabila;
Rama Shaquilla Brilyando;
Wardah Alivia Wikanti
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 1 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i1.1157
Penyebaran wabah Covid-19 yang berkembang begitu pesat, mengakibatkan banyak permasalahan yang saling terhubung. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan mengenai penyalahgunaan kekuasaan dalam korupsi dana bantuan sosial oleh Juliari Batubara di era pandemi covid-19 dan mengetahui faktor penyebabnya. Metode yang digunakan oleh peneliti yaitu studi kepustakaan dengan teknik pengumpulan data melalui literatur, buku, artikel, jurnal dan sumber lainnya yang berkaitan dengan permasalahan yang diangkat. Hasilnya menunjukan bahwa seorang menteri sosial yang bernama Juliari Batubara yang seharusnya memiliki kewajiban memberikan jaminan dan perlindungan social namun sebaliknya ia malah melakukan tindak korupsi dana bantuan sosial. Akibat perbuatannya yang merugikan negara tersebut, Juliari Batubara dikenakan Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pasal 55 ayat 1 KUHP. Berdasarkan kasus korupsi tersebut, maka teori yang relavan yakni Teori kekuasaan Michael Foucault, Teori Cost-Benefit, dan Teori GONE.
ANALISIS PERILAKU KONSUMTIF REMAJA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DI KABUPATEN SERANG (Kelurahan Citerep. Kecamatan Ciruas)
Amelia Yulianti;
Muhammad Agus Hardiansyah
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 1 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i1.1191
Artikel ini bertujuan untuk mendapatkan fakta atau data akurat terkait faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif remaja dan dampaknya dalam kehidupan masyarakat studi kasus di Kelurahan Citerep Kecamatan Ciruas. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskripsi dan teknik pengumpulan data berupa studi literatur dan hasil pengamatan bersama informan yang menjadi pelaku konsumtif khususnya yaitu di usia remaja. Subjek yang dilakukan dikatakan sebagai informan, diantaranya informan kunci yang merupakan pelaku dari perilaku konsumtif terhadap fashion terkini dan 2 lainnya sebagai informan pendukung yang merupakan teman dari informan kunci. Hasil penelitian menunjukan bahwa para remaja saat ini di masa modern melakukan perilaku konsumtif berupa fashion yang terbaru sebagai kebutuhannya dan karena keinginannya agar bisa tampil menarik dihadapan orang banyak. Berdasarkan hasil temuan ini mendapatkan jawaban dari para remaja bahwa perilaku memboros uang disebut sebagai perilaku konsumtif dan bukan merupakan perilaku yang menghemat keuangan, sehingga dengan adanya perilaku seperti ini bisa diminimalisir untuk tidak tergiur oleh produk-produk iklan yang tidak memiliki nilai kebermanfaatan bagi dirinya sendiri.
From Beauty to Identity: Cultural Value Betangas Tradition in Sambas Malay Society
Iwan Ramadhan;
Muhammad Agus Hardiansyah;
Yudhistira Oscar Olendo;
Mualimin Mualimin;
Indra Utama
Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya Vol 25, No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jantro.v25.n2.p173-182.2023
The purpose this research is to determine the significance of the Betangas tradition's values, meanings, and processions among the Sambas Malay population in West Kalimantan province. The examine method used is a qualitative research method with a descriptive research type. The examine approach employed is qualitative using a descriptive study design. The Betangas tradition is generally carried out when there is a wedding celebration, especially in the Sambas area. The purpose of the Betangas tradition is being replaced by grooming equipment for the bride and groom when approaching the wedding. This is because Betangas have the goal of reducing excessive body odor and cleansing the body of both the bride and groom who will carry out the wedding and the special assumptions of the Sambas people. This study obtained results in the meaning of Betangas as a form of gratitude to Allah Subhanahu Wa Ta'alla for the Sambas Malay community, who are mostly Muslim and as a request for the two bride and groom to live a household life. While the function of the Betangas procession is to reduce sweating and cleanse the body's unpleasant odor caused by human sweat. Generally, the Betangas tradition is carried out for the bride and groom, but it is possible that anyone can carry out this tradition. The Betangas tradition is carried out from generation to generation and is still strong in the Sambas region in the Sambas Malay community as local wisdom that is still alive amidst the currents of globalization.
Analisis Kasus Suap Recruitment Karyawan Pabrik Perspektif Sosiologi Politik Dan Kekuasaan
Empat Siti Fatimah;
Fadilah Novianti;
Siti Rohalia;
Syifa Amalia;
Muhammad Agus Hardiansyah
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i2.1340
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih jauh mengenai praktik percaloan rekrutmen karyawan pada perusahaan berdasarkan perspektif sosiologi. Jenis penelitian ini kualitatif bersifat deskriptif. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena mengenai suap rekrutmen karyawan. Data penelitian didapatkan melalui teknik pengumpulan data sekunder dan primer. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dengan narasumber sedangkan sumber data sekunder diperoleh melalui studi literatur dari buku, artikel ilmiah maupun penelitian terdahulu yang memiliki korelasi dengan tema yang akan dibahas oleh peneliti. Temuan dari penelitian ini yaitu masih terdapat tindakan suap pada rekrutmen karyawan yang dilakukan oleh individu yang memiliki hubungan dekat dengan individu dalam perusahaan tersebut. Selain itu, peneliti juga menemukan terjadinya kasus penipuan akibat kurangnya ketelitian dan pemahaman informasi. Hal tersebut disebabkan oleh tekanan yang timbul dari rasa kebutuhan untuk mendapatkan pekerjaan sehingga para calon karyawan akan melakukan apapun agar dapat masuk ke perusahaan yang dituju. Teori tindakan rasionalitas instrumental memandang bahwa suap terjadi didorong oleh adanya kesadaran dari calon karyawan maupun pihak calo. Sementara itu, dari kacamata struktural fungsional memandang bahwa adanya ketidaksesuaian antara proses perekrutan karyawan perusahaan dengan nilai dan norma yang ada di masyarakat.
Penerapan Media Nearpod Untuk Meningkat Keaktifan Siswa Pada Mata Pelajaran Sosiologi di SMAN 1 Pabuaran
Siti Rohaliya;
Monika Fresdina Harahap;
Muhammad Zidan;
Siti Azahra;
Muhammad Agus Hardiansyah
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i2.1463
Dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aplikasi Nearpod dapat ketidaknyamanan siswa dalam belajar yang menyebabkan siswa merasa bosan dan dapat memberikan rasa ketertarikan kepada siswa dalam belajar dan berperan aktif dalam proses pembelajaran. Poin yang menjadi fokus utama dalam pembahasan penelitian ini yaitu, 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan belajar siswa; dan 2) Penerapan Nearpod dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara tertulis yang dilakukan secara online serta dokumentasi proses pembelajaran dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik menyukai dan antusias pembelajaran dengan menggunakan media. Hal tersebut dikarenakan banyak dari peserta didik menyukai hal yang baru dan menarik sehingga peserta didik lebih memperhatikan materi pembelajaran. Melalui penerapan media Nearpod ini juga, tingkat keaktifan peserta didik meninggkat dibandingkan sebelum diterapkannya media belajar dalam proses pembelajaran di kelas. Hadirnya kemajuan teknologi di bidang pendidikan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan media pembelajaran dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Selain itu, pengembangan media pembelajaran berbasis Nearpod dapat memberikan kesempatan bagi guru untuk mempelajari hal-hal baru dan menumbuhkan rasa kreatifitas dalam upaya inovasi pembelajaran.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Minat Belajar Sosiologi
Anggun Biyanti;
Yustika Irfani Lindawati;
Muhammad Agus Hardiansyah
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i2.1472
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan minat belajar sosiologi siswa XII IPS di SMAN 13 Kabupaten Tangerang yang menggunakan model Problem Based Learning. Metode penelitian ini adalah Quasi Eksperimental Design dengan rancangan pretest-posttest control group. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa XII IPS tahun ajaran 2023/2024. Sampel ditentukan secara purposive sampling dan diperoleh siswa XII IPS 5 sebanyak 42 orang siswa dan XII IPS 6 sebanyak 42 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan tes berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H0 ditolak, H1 diterima sehingga disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan teori konstruktivisme dalam pandangan Vgotsky. Kata Kunci: Model Problem Based Learning, Minat Belajar, Sosiologi
Pola Asuh Orang Tua Pada Pekerja Anak Di Bawah Umur (Studi Kasus Pemulung Anak Di Rangkasbitung)
Choirunnisa Sasa;
Stevany Afrizal;
Muhammad Agus Hardiansyah
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i2.1474
Penelitian ini menggambarkan pola asuh orang tua pada pekerja anak di bawah umur studi kasus pada pemulung anak di Rangkasbitung. Pada tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pola asuh orang tua pekerja anak dalam kehidupan sehari – hari. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pemeriksan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Serta teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teori tindakan sosial yang dikemukakan oleh Max Weber. Hasil penelitian ini adalah pola asuh yang diterapkan orang tua pekerja anak usia 10 – 17 tahun agar anak tersebut dapat menuruti perintah orang tuanya dengan cara menggunakan pola asuh otoriter. Dalam pengelolaan pola asuh menciptakan beberapa tindakan sosial di dalamnya yang disebabkan oleh beberapa faktor dan penyebab hal tersebut terjadi mulai dari tindakan sosial instrumental yang dilakukan oleh orang tua untuk bisa mencukupi kehidupan keseharian, dalam tindakan sosial berorientasi adanya pertimbangan yang dilakukan dalam anak melakukan pekerjaan dengan cara memaksa, pada dasarnya dalam tindakan sosial tradisional pada lingkungan sekitar sangatlah berpengaruh penting bagi pengelolaan pola asuh orang tua pada anak yang bekerja, sedangkan tindakan sosial afektif lebih mementingkan perasaan atau emosional agar anak dapat menuruti perintah orang tua.
Peran Ganda Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga di Pojok Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Wilayah Kantor Kecamatan Ciledug
Adisha Anindiva Faizal;
Stevany Afrizal;
Muhammad Agus Hardiansyah
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i2.1475
Penelitian ini menggambarkan peran ganda perempuan dalam penguatan ekonomi keluarga yang bekerja sebagai pelaku usaha mikro di Wilayah Kantor Kecamatan Ciledug. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang perempuan yang sudah berumah tangga bekerja sebagai pelaku usaha mikro dan untuk mengetahui bagaimana peran ganda yang dijalani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif pendekatan deskriptif Hasil dari penelitian ini 1) Latar belakang perempuan bekerja sebagai pelaku usaha mikro karena adanya tuntutan ekonomi dan membantu suami memenuhi kebutuhan hidup, keinginan menambah relasi dan meningkatkan keahlian mencari konsumen, serta kebutuhan aktuliasasi diri. 2) Dalam menjalankan peran gandanya tersebut mereka berupaya untuk mengalokasikan waktunya agar peran tersebut dapat berjalan seimbang. Dari peran ganda ini dapat dianalisis dengan 4 fungsi sistem sosial teori fungsional, yaitu 1) Adaptasi, mereka bekerja karena berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan saat ini yang mana kebutuhan hidup semakin mahal. 2) Pencapaian tujuan, mereka bekerja untuk dapat memperkuat ekonomi keluarga, mandiri secara finansial dan adanya kepuasan batin. 3) Integrasi, berusahan menjalankan peran ganda tersebut dengan baik sehingga tujuan yang diinginkan tercapai. 4) Pemelihara pola laten, keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan menjadi suatu hal yang dipertahankan oleh perempuan pelaku usaha mikro