Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pemikiran Al-Ghazali Tentang Filsafat Pendidikan Islam Dan Pembentukan Karakter : Relevansinya Untuk Masyarakat Kurniawati, Indriani; Silvya, Wina; Sari, Herlini Puspika
Tawshiyah: Jurnal Sosial Keagaman dan Pendidikan Islam Vol. 18 No. 2 (2023): Tawshiyah Vol. 18, No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/taw.v18i2.4014

Abstract

Abstract Al-Ghazali's thoughts on the philosophy of Islamic education and character building have deep significance and are relevant in the context of society. This article discusses the contribution of Al-Ghazali, a prominent medieval scholar who offered a comprehensive view of education as a means of getting closer to God and character as the core of Islamic education to global religious thought. The main focus is on the purpose of education according to Al-Ghazali, which includes not only the attainment of worldly happiness but also the happiness of the hereafter. The article also explores the moral and ethical values that Al-Ghazali emphasized in character building. By considering the relationship between individual and social responsibility, this study evaluates the relevance of Al-Ghazali's views in facing the challenges of modern society. The practical implications of Al-Ghazali's thoughts on character building and Islamic education are also an integral part of the analysis. Keywords: Thought, Al-Ghazali, Philosophy of Islamic Education, Character Building, Relevance for Society Abstrak Pemikiran Al-Ghazali tentang filsafat pendidikan Islam dan pembentukan karakter memiliki signifikansi yang mendalam dan relevan dalam konteks masyarakat. Artikel ini membahas kontribusi Al-Ghazali, seorang ulama terkemuka abad pertengahan yang menawarkan pandangan komprehensif tentang pendidikan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan karakter sebagai inti dari pendidikan Islam terhadap pemikiran keagamaan global. Fokus utama adalah pada tujuan pendidikan menurut Al-Ghazali, yang tidak hanya mencakup pencapaian kebahagiaan dunia tetapi juga kebahagiaan akhirat. Artikel ini juga menggali nilai-nilai moral dan etika yang ditekankan Al-Ghazali dalam pembentukan karakter. Dengan mempertimbangkan hubungan antara tanggung jawab individu dan sosial, penelitian ini mengevaluasi relevansi pandangan Al-Ghazali dalam menghadapi tantangan masyarakat modern. Implikasi praktis dari pemikiran Al-Ghazali terhadap pembentukan karakter dan pendidikan Islam juga menjadi bagian integral dari analisis ini. Kata Kunci: Pemikiran, Al-Ghazali, Filsafat Pendidikan Islam, Pembetukan Karakter, Relevansi Untuk Masyrakat
Relevansi Wahyu dan Akal sebagai Sumber Kebenaran dalam Pendidikan Islam Angraeni, Yuli; Puja Khairunnisa, Salsa Bila; Rasyid, M.; Sari, Herlini Puspika
Ar-Rusyd: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 2 (2024): Ar-Rusyd: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ibnu Rusyd Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61094/arrusyd.2830-2281.312

Abstract

Dalam pendidikan Islam, wahyu dianggap sebagai pedoman absolut yang membentuk landasan nilai dan moral, sedangkan akal berfungsi sebagai sarana untuk memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang sejalan dengan prinsip-prinsip Islam. Pendekatan deskriptif-analitis dalam penelitian ini menekankan pentingnya keseimbangan antara wahyu dan akal. Tujuannya adalah untuk mencapai kebenaran yang holistik sekaligus membentuk peserta didik yang tidak hanya berpengetahuan tetapi juga berakhlak mulia. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa sinergi antara wahyu dan akal berpotensi mengatasi tantangan pendidikan Islam kontemporer, seperti tuntutan perkembangan sains dan teknologi, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip agama. Integrasi wahyu dan akal juga membawa implikasi positif dalam pembentukan karakter, etika, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Dengan demikian, pengembangan pendidikan Islam yang menyatukan wahyu dan akal dapat membentuk generasi yang memiliki keseimbangan antara intelektualitas dan spiritualitas, serta mampu menghadapi tantangan global dengan landasan nilai-nilai Islam.
Peran Filsafat Pendidikan Islam dalam Membentuk Karakter Masyarakat Modern Putri, Adelia; Suhendra, Atom; Sari, Herlini Puspika
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 03 (2024): Desember
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini, yang bertujuan untuk mengkaji peran filsafat pendidikan Islam dalam membentuk karakter dan moral masyarakat di era modern. Filsafat pendidikan Islam, dengan landasan nilai-nilai moral dan spiritualnya, diyakini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menghadapi tantangan modernitas, seperti krisis moral dan degradasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode library research dan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis teks dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam dapat menjadi pedoman dalam membentuk individu yang bertanggung jawab, memiliki integritas, dan mampu menghadapi dinamika sosial yang kompleks.
Telaah Hakikat Filsafat Pendidikan Islam: Konsep, Tujuan Dan Fungsi, Serta Peran Filsafat Dalam Pendidikan Islam Mulyani, Nova; Islamiyyah, Novita Dyah; Sari, Herlini Puspika
Journal of Sustainable Education Vol. 1 No. 4 (2024): Desember 2024
Publisher : EL-EMIR Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/jose.v1i4.95

Abstract

This study investigates the basic principles of Islamic educational philosophy, focusing on its components philosophy, education, and Islam and their integration in forming a holistic educational approach. The main research question examines how philosophical doctrine influences the goals and practices of Islamic education. Positioned within the framework of classical Islamic thought, this research uses library-based qualitative methods, analyzing various texts and previous research to understand the philosophical foundations of Islamic education. The findings reveal that Islamic educational philosophy emphasizes intellectual, spiritual and moral development, which aims to produce individuals who are balanced and adhere to Islamic values. This study highlights the importance of integrating philosophical principles to maintain coherence with Islamic teachings, enabling education to address modern challenges and traditional values ​​effectively.
ALIRAN ESSENSIALISME DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM fidela, zanita; listanti, hani; sari, herlini puspika
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 3 (2024): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v3i3.11619

Abstract

This study examines the philosophy of essentialism within Islamic education, emphasizing the importance of foundational knowledge and universal values that align with Islamic teachings. Essentialism highlights the necessity of a curriculum grounded in time-tested values as a means to develop character and enhance students' moral integrity. Utilizing a qualitative literature-based approach, this research investigates the core principles of essentialism and its relevance to Islamic educational philosophy. The findings indicate that essentialism provides an educational framework that balances worldly and spiritual knowledge effectively. By incorporating Islamic values found in the Qur'an and Hadith, this approach plays a crucial role in fostering the development of morally upright individuals who can positively contribute to society. Therefore, essentialism proves to be not only relevant in the educational context but also serves as a foundation for cultivating strong and responsive character development in the face of contemporary challenges.Abstrak Penelitian ini membahas aliran esensialisme dalam filsafat pendidikan Islam, yang mengedepankan pengetahuan dasar serta nilai-nilai universal yang relevan dengan ajaran Islam. Esensialisme menekankan pentingnya kurikulum yang berlandaskan nilai-nilai yang telah teruji oleh waktu, sebagai upaya untuk membangun karakter dan memperkuat akhlak siswa. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini menyelidiki prinsip-prinsip inti esensialisme serta keterkaitannya dengan filsafat pendidikan Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa esensialisme menawarkan kerangka pendidikan yang seimbang antara pengetahuan duniawi dan ukhrawi. Dengan penerapan nilai-nilai Islam yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadis, pendekatan ini berperan penting dalam mendukung pembentukan individu yang berakhlak mulia dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dengan demikian, esensialisme tidak hanya relevan dalam konteks pendidikan, tetapi juga menjadi landasan bagi pengembangan karakter yang kuat dan responsif terhadap tantangan zaman.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJA SAMA SISWA Heldanita, Heldanita; Asri, Salsabila; Marlisa, Welli; Andriani, Melly; Sari, Herlini Puspika; Murhayati, Sri; Susiba
Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Pendidikan Dasar - Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpd.v13i2.34374

Abstract

ABSTRACT This research aimed at finding out the increase of student cooperation ability through the  implementation of the Power of Two learning strategy at the fourth grade of Babussalam  Elementary School Pekanbaru. It was a classroom action research. The subjects of this  research were a teacher and 16 of the fourth-grade students at Babussalam Elementary School  Pekanbaru. The objects were the Power of Two learning strategy with Corner Clock media  and cooperation ability. This research was conducted for two cycles, and every cycle  comprised two meetings. Documentation, observation, and test were the techniques of  collecting data. The technique of analyzing data was qualitative descriptive with percentage.  Based on the research findings and data analyses, the Power of Two learning strategy could  increase student cooperation ability. It could be seen from the upgrade graph of student Keyword : The Power of Two Learning Strategy, Cooperation Ability, Student of Elementary School   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kerja sama siswa melalui strategi pembelajaran the power of two di kelas IV SD Babussalam Pekanbaru. Penelitian ini  merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian 1 orang guru dan 16 orang  siswa kelas IV SD Babussalam Pekanbaru, dan objek penelitiannya adalah strategi pembelajaran the power of two sudut dan kemampuan kerja sama. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi, dan tes, sedangkan teknik analisisnya adalah  deskriptif kualitatif dengan persentase. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data,  diketahui strategi pembelajaran the power of two dapat meningatkan kemampuan kerja sama  siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari grafik peningkatan kemampuan kerja sama siswa sejak pra-siklus yang hanya mencapai nilai rata-rata 56,87 dengan kategori rendah, lalu meningkat pada siklus I menjadi 57,96 dengan kategori rendah, dan meningkat kembali pada siklus II  dengan nilai rata-rata 84,06 atau berada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran the power of two dapat meningkatkan kemampuan  kerja sama siswa di kelas IV SD Babussalam Pekanbaru. Kata Kunci: Strategi Pembelajaran The Power of Two, Kemampuan Kerja Sama, Siswa SekolahDasar  
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Nilai Multikulturalisme Di Madrasah Alfazri, M. Rafi; Lestari, Widya; Fidela, Zanita; Sari, Herlini Puspika
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana guru Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan dalam menanamkan nilai-nilai multikulturalisme di lingkungan madrasah. Madrasah memiliki peran strategis sebagai lembaga pendidikan dalam masyarakat Indonesia yang majemuk karena mereka tidak hanya mengajarkan nilai-nilai Islam tetapi juga membangun karakter peserta didik agar mampu bersatu dalam keberagaman. Metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka digunakan dalam penelitian ini. Berbagai sumber literatur, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen lainnya, dievaluasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memainkan peran penting sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan dalam menanamkan nilai-nilai multikultural seperti toleransi, saling menghargai, keadilan, dan kebersamaan. Nilai-nilai ini dapat ditanamkan melalui penggabungan materi ajar, metode pembelajaran yang partisipatif, serta sikap dan perilaku guru dalam kehidupan sehari-hari di madrasah. Oleh karena itu, guru PAI tidak hanya bertindak sebagai pendidik, tetapi juga berfungsi sebagai penggerak perubahan sosial dengan membangun generasi yang ramah dan menghargai perbedaan.
Strategi Penggunaan E-Learning Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Zulfikri, Rahmad; Rahmadhani, Salsa Bila Putri; Sari, Herlini Puspika
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penggunaan e-learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). E-learning sebagai sistem pembelajaran berbasis teknologi dinilai mampu menghadirkan proses belajar mengajar yang lebih fleksibel dan interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengkaji literatur serta temuan-temuan empiris yang relevan dalam konteks implementasi e-learning pada pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa strategi e-learning yang efektif adalah menggunakan sistem manajemen pembelajaran (Learning Management System), menggunakan media interaktif, dan menerapkan gamifikasi.  Strategi-strategi ini dapat secara signifikan meningkatkan partisipasi dan keinginan siswa untuk belajar.  Namun, implementasinya masih menghadapi banyak masalah. Ini termasuk keterbatasan infrastruktur teknologi, kurangnya literasi digital antara pendidik dan siswa, dan kekurangan dukungan kelembagaan.  Oleh karena itu, faktor penting dalam mengoptimalkan pemanfaatan e-learning untuk pembelajaran PAI adalah solusi strategis seperti pelatihan teknologi informasi bagi guru, penguatan infrastruktur, dan pengembangan kurikulum berbasis digital. Penelitian ini merekomendasikan kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan sektor teknologi untuk membangun ekosistem digital yang mendukung pembelajaran agama secara berkelanjutan
Literasi Media dalam Pendidikan Islam: Strategi Membangun Kesadaran Kritis dan Menghadapi Hoax di Era Digital Abadi, M. Hanif Rezky; Zukarnain; Sari, Herlini Puspika; Azhar, M. Zikri
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digital membawa tantangan besar terhadap keakuratan informasi, di mana hoaks dan disinformasi menyebar luas melalui media sosial. Dalam konteks ini, literasi media menjadi keterampilan penting yang harus dikembangkan, khususnya dalam pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi penguatan literasi media dalam pendidikan Islam guna membangun kesadaran kritis dan menangkal penyebaran hoaks. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menganalisis literatur yang relevan tentang literasi media, pendidikan Islam, dan dinamika informasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki basis nilai yang kuat untuk menumbuhkan sikap kritis, selektif, dan etis dalam bermedia. Literasi media berbasis nilai-nilai Islam, seperti tabayyun, shidq, dan amanah, dapat diterapkan melalui strategi pembelajaran yang kontekstual dan partisipatif. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya berperan sebagai sarana pengajaran agama, tetapi juga sebagai benteng moral dalam menghadapi tantangan informasi digital. Penelitian ini merekomendasikan integrasi literasi media dalam kurikulum dan pelatihan guru sebagai langkah konkret untuk memperkuat ketahanan informasi peserta didik.
Penguatan Kemampuan Techological Pedagogical Content Knoweledge (TPACK) dan Cultural Literacy Guru PAI Melalui Pelatihan Pembelajaran Berbasis Multicultural Education Sari, Herlini Puspika; Ilhami, Aldeva
MENARA RIAU Vol 19, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/menara.v19i1.31556

Abstract

The purpose of this community service is to improve the TPACK skills and cultural literacy of educators through a multicultural-based Islamic religious learning (PAI) workshop. The community service method uses participatory action research (PAR). The PAR cycle includes 4 stages for each cycle, namely planning (Plan action), action (Take Action), observation (observe), and reflection (Reflection).Mentoring is carried out for PAI group teachers which is carried out at MA Cendekia Bangsa Pekanbaru. The implementation of activities includes strengthening insights into multicultural-based PAI learning, strengthening knowledge of local Riau Malay wisdom, and preparing learning scenarios. Teachers apply learning in the classroom according to the scenarios that have been studied. There is an increase in the TPACK skills and cultural literacy of PAI teachers after participating in a multicultural education-based PAI learning workshop. There was a positive response from teachers after participating in the workshopwhich was indicated by satisfaction and follow-up plans to be carried out.