Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kepuasan Pasien Lansia Terhadap Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Sungai Menang Kabupaten Oki Tahun 2026 Laniessa Rinarthani; Nani Sari Murni; Lilis Suryani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13696

Abstract

Meningkatnya populasi lanjut usia (lansia) menjadi tantangan tersendiri bagi sistem pelayanan kesehatan primer, termasuk dalam pemenuhan kepuasan pasien lansia terhadap pelayanan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pasien lansia dengan metode Service Quality (SERVQUAL) terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tahun 2026. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 48 pasien lansia rawat jalan, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi karakteristik demografi (umur, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan) serta lima dimensi SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy), sedangkan variabel dependen adalah kepuasan pasien lansia. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (62,5%) merasa puas terhadap pelayanan kesehatan yang diterima. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara umur, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan dengan kepuasan (p=1,000), sedangkan kemampuan fisik/tangible (p=0,001; PR=2,556), keandalan/reliability (p=0,000; PR=4,643), daya tanggap/responsiveness (p=0,002; PR=2,347), dan perhatian/empathy (p=0,000; PR=2,530) terbukti berhubungan signifikan dengan kepuasan, sedangkan jaminan/assurance tidak (p=0,074). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa kemampuan fisik (tangible; OR=0,061) dan keandalan (reliability; OR=0,015) merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan pasien lansia, dengan model mampu memprediksi kepuasan sebesar 73,2%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas fasilitas fisik dan keandalan pelayanan petugas kesehatan perlu menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien lansia di pelayanan kesehatan primer.
Analisis Berbagai Faktor yang Berhubungan dengan Keterampilan Bantuan Hidup Dasar pada Perawat Puskesmas Pengandonan dan Puskesmas Betung Tahun 2026 Syahril Efendi; Nani Sari Murni; Lilis Suryani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13697

Abstract

Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan kompetensi esensial bagi perawat di fasilitas pelayanan kesehatan primer dalam penanganan kegawatdaruratan henti jantung, namun berbagai studi menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan keterampilan praktis perawat dalam pelaksanaannya, khususnya di wilayah dengan akses rujukan yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang berhubungan dengan keterampilan perawat dalam melakukan tindakan BHD di Puskesmas Pengandonan dan Puskesmas Betung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, tahun 2026. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap seluruh perawat pelaksana berjumlah 31 orang yang diambil secara total sampling. Variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, lama kerja, pengetahuan, sikap, motivasi, pelatihan, dan kelengkapan sarana prasarana, sedangkan variabel dependen adalah keterampilan perawat dalam melakukan BHD yang dinilai melalui lembar observasi berbasis SOP. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (80,6%) terampil dalam melakukan tindakan BHD. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara umur (p=0,642), jenis kelamin (p=0,159), dan lama kerja (p=0,654) dengan keterampilan perawat, sedangkan sikap (p=0,038; PR=2,212), motivasi (p=0,043; PR=1,636), dan pelatihan (p=0,026; PR=1,826) terbukti berhubungan signifikan, sementara pengetahuan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p=0,067). Variabel kelengkapan sarana prasarana tidak dapat dianalisis lebih lanjut karena seluruh responden (100%) menyatakan sarana prasarana kurang lengkap. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa motivasi dan pelatihan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan keterampilan perawat, dengan motivasi sebagai variabel paling dominan (OR=0,088). Model regresi yang diperoleh mampu memprediksi keterampilan perawat sebesar 45,5%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan motivasi kerja dan peningkatan akses pelatihan BHD secara berkelanjutan perlu menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan keterampilan perawat di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
Analisis Berbagai Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Menjalani Program Rehabilitasi Narkoba di Klinik Pratama Mandiri Bnnk Ogan Komering Ilir Winda Sari Kesuma; Nani Sari Murni; Lilis Suryani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13698

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks, dengan kekambuhan pascarehabilitasi sebagai tantangan utama akibat lemahnya kepatuhan klien dalam menjalani seluruh tahapan program rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang berhubungan dengan kepatuhan menjalani program rehabilitasi narkoba rawat jalan di Klinik Pratama Mandiri BNNK Ogan Komering Ilir. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 49 responden, dengan variabel independen meliputi efikasi diri, motivasi, dukungan keluarga, lingkungan sosial, kondisi ekonomi, dan dukungan kelembagaan, serta variabel dependen berupa kepatuhan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan responden cukup berimbang antara kategori patuh (53,1%) dan tidak patuh (46,9%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan (p=0,068), sedangkan motivasi (p=0,017; PR=2,299), dukungan keluarga (p=0,006; PR=2,344), lingkungan sosial (p=0,006; PR=2,344), kondisi ekonomi (p=0,001; PR=2,949), dan dukungan kelembagaan (p=0,015; PR=2,160) terbukti berhubungan signifikan dengan kepatuhan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan kondisi ekonomi merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan, dengan dukungan keluarga sebagai variabel paling dominan (OR=0,095). Model regresi yang diperoleh mampu memprediksi kepatuhan responden sebesar 50,5%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan dukungan keluarga dan perbaikan kondisi ekonomi klien perlu menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan kepatuhan menjalani program rehabilitasi narkoba rawat jalan.
Analisis Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepatuhan Berobat Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Pengarayan Tahun 2026 Wulan Agustin; Nani Sari Murni; Lilis Suryani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13699

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit menular di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TB sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam menjalani terapi secara tuntas, yang erat kaitannya dengan mutu pelayanan kesehatan yang diterima pasien. Data Puskesmas Pengarayan menunjukkan peningkatan jumlah pasien yang tidak patuh minum obat TB dalam tiga tahun terakhir, dari 14 pasien (2023) menjadi 24 pasien (2025). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepatuhan berobat pasien Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Pengarayan Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan model Servqual (tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy). Populasi penelitian adalah seluruh pasien TB yang menjalani pengobatan di Poli Tuberkulosis Puskesmas Pengarayan pada Januari 2026 sebanyak 52 orang, dengan sampel 47 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden patuh berobat (85,1%). Mayoritas responden menilai dimensi empathy (91,5%), assurance (89,4%), reliability (76,6%), dan tangible (76,6%) dalam kategori baik, sedangkan responsiveness relatif berimbang (51,1% tanggap). Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur (p=0,175), jenis kelamin (p=1,000), tingkat pendidikan (p=1,000), tangible (p=1,000), reliability (p=0,330), responsiveness (p=0,701), assurance (p=1,000), maupun empathy (p=0,488) dengan kepatuhan berobat pasien TB. Analisis multivariat tidak dapat dilakukan karena hanya satu variabel yang memenuhi syarat seleksi kandidat (p<0,25). Disimpulkan bahwa pada konteks penelitian ini, tingginya tingkat kepatuhan berobat tidak secara statistik berhubungan dengan dimensi mutu pelayanan maupun karakteristik demografi yang diteliti, sehingga faktor lain seperti dukungan keluarga, peran Pengawas Menelan Obat (PMO), dan motivasi pasien perlu dikaji lebih lanjut. Puskesmas disarankan tetap mempertahankan mutu pelayanan yang telah baik serta memperkuat pemantauan pasien berisiko putus berobat.
Analisis Pelaksanaan Integrasi Layanan Primer oleh Kader Posyandu di Lapangan Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bunga Mayang Tahun 2026 Rina Seftiana; Nani Sari Murni; Lilis Suryani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13700

Abstract

Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan kebijakan transformasi pelayanan kesehatan primer yang menyatukan berbagai layanan kesehatan dasar sepanjang siklus hidup dalam satu alur pelayanan posyandu. Keberhasilan implementasinya di tingkat komunitas sangat bergantung pada kader posyandu sebagai pelaksana utama di lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam pelaksanaan ILP oleh kader posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bunga Mayang, meliputi alur dan kesesuaian pelayanan, tingkat pemahaman-peran-kapasitas kader, kendala yang dihadapi, faktor pendukung dan penghambat, serta strategi penguatannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Informan dipilih secara purposive dan berjumlah 22 orang, terdiri atas 16 informan utama (kader posyandu) dan 6 informan pendukung (bidan desa, perawat desa, koordinator posyandu, petugas promosi kesehatan, ibu kepala desa, dan kaur pembangunan). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ILP telah berjalan dan mulai diarahkan pada pelayanan satu kunjungan untuk seluruh kelompok sasaran, namun pemahaman kader terhadap konsep ILP masih bervariasi dan belum merata. Kapasitas kader cukup baik pada pelayanan dasar, tetapi masih terbatas pada pencatatan, penyuluhan, dan skrining lintas siklus hidup. Kendala utama meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, kompleksitas sistem pencatatan, keterbatasan jumlah kader, beban kerja tinggi, serta ketidaktepatan insentif. Faktor pendukung utama adalah kerja sama antar-kader, pembinaan puskesmas, dukungan pemerintah desa, dan partisipasi masyarakat, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas dan rendahnya pemerataan pelatihan. Strategi penguatan yang direkomendasikan meliputi peningkatan kapasitas kader secara terstruktur, penguatan dukungan sistem pelayanan kesehatan, penyederhanaan administrasi, pemberdayaan masyarakat, penguatan dukungan lintas sektor, serta peningkatan motivasi dan kesejahteraan kader. Penelitian ini merekomendasikan penguatan ILP secara komprehensif dan berkelanjutan melalui kolaborasi puskesmas, pemerintah desa, dan masyarakat.
ANALISIS KEPATUHAN PERAWAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN RISIKO PASIEN JATUH DI RUANG RAWAT INAP RSUD MARTAPURA TAHUN 2026 Sarah Maya Monalisa; Nani Sari Murni; Muhammad Prima Cakra Randana
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1664

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan pasien merupakan indikator utama mutu pelayanan rumah sakit, salah satunya melalui pencegahan risiko pasien jatuh di ruang rawat inap. Meskipun kejadian pasien jatuh di RSUD Martapura menurun dari dua kasus pada tahun 2023 menjadi satu kasus pada tahun 2024, peningkatan Bed Occupancy Rate (BOR) dari 61,69% menjadi 66,06% berpotensi meningkatkan beban kerja perawat sehingga diperlukan kepatuhan terhadap prosedur pencegahan risiko jatuh. Tujuan: Menganalisis kepatuhan perawat dalam upaya pencegahan risiko pasien jatuh serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan di ruang rawat inap RSUD Martapura Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi berjumlah 60 perawat, dengan sampel 58 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil: Sebagian besar responden sangat patuh (56,9%). Analisis bivariat menunjukkan pengetahuan (p=0,007; PR=2,520) dan supervisi (p=0,006; PR=2,368) berhubungan signifikan dengan kepatuhan perawat. Variabel umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, sikap, dan motivasi tidak menunjukkan hubungan bermakna (p>0,05). Analisis multivariat menunjukkan supervisi (p=0,042) dan umur (p=0,038) berpengaruh signifikan, sedangkan pengetahuan memiliki pengaruh paling besar (OR=0,253; p=0,056). Model menjelaskan 35,3% variasi kepatuhan. Saran: Rumah sakit perlu meningkatkan pengetahuan perawat melalui pelatihan dan penguatan supervisi klinis secara berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur pencegahan risiko pasien jatuh dan mendukung keselamatan pasien.Kata Kunci: Kepatuhan perawat, Keselamatan pasien, Pengetahuan, Pencegahan risiko jatuh, Supervisi
Analysis of Electronic Medical Record Implementation at Tirta Harja Community Health Center, Banyuasin Regency in 2026 Rinaningsih Rinaningsih; Nani Sari Murni; Lilis Suryani
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 7 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i7.6957

Abstract

The implementation of the Electronic Medical Record (EMR) is part of the digital transformation of health services mandated by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia for all health service facilities, including Community Health Centers (Puskesmas), as regulated under Ministerial Regulation of Health of the Republic of Indonesia Number 24 of 2022. However, EMR implementation in remote and riverine areas still faces various challenges, whether from the aspect of human resources, technological infrastructure, or organizational support. The Tirta Harja Community Health Center Technical Implementation Unit (UPTD Puskesmas), Banyuasin Regency, began implementing EMR in 2024, yet its execution has not been optimal across all service units. This study aims to analyze EMR implementation at UPTD Puskesmas Tirta Harja in 2026, covering the implementation process, obstacles encountered, human resource understanding and readiness, and the supporting factors for successful implementation. The study used a qualitative design with a descriptive-analytical approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document review of 14 informants selected purposively, consisting of the Head of the Puskesmas, the EMR coordinator, doctors, midwives, nurses, registration staff, and P-Care officers. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model with source and method triangulation. The results show that EMR implementation has proceeded gradually and is supported by the commitment of leadership and health workers, but is still at the adaptation stage. Policy communication has been carried out through socialization and training, but the dissemination of information related to application updates has not been fully even. Human resources demonstrated good commitment despite varying digital competence, while technological facilities—particularly the number of devices and the stability of the internet network—remained the main obstacles. The disposition of health workers toward EMR was generally positive, with initial resistance that was temporary in nature. The main supporting factors included leadership commitment, the existence of Standard Operating Procedures (SOPs), health worker motivation, and a culture of mutual assistance among staff. This study recommends continuous strengthening of human resource capacity, improvement of internal communication mechanisms, periodic updating of SOPs, and the provision of adequate information technology infrastructure in order to optimize EMR implementation at Puskesmas in riverine areas.
ANALISIS CAPAIAN INDIKATOR LAYANAN ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT BERDASARKAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI RSUD MARTAPURA KABUPATEN OKU TIMUR TAHUN 2026 Mewikha Renni; Nani Sari Murni; Muhammad Prima Cakra Randana
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1743

Abstract

Latar Belakang: Standar Pelayanan Minimal (SPM) rumah sakit menetapkan indikator persentase karyawan yang memperoleh pelatihan minimal 20 jam per tahun dengan standar ≥60%. Di RSUD Martapura Kabupaten OKU Timur, capaian indikator tersebut pada 2024–2025 hanya 0,4–0,6%, sehingga menjadi satu-satunya indikator administrasi dan manajemen yang belum terpenuhi. Tujuan: Menganalisis implementasi pelatihan sumber daya manusia dalam mendukung pencapaian indikator layanan administrasi dan manajemen sesuai SPM rumah sakit. Metode: Penelitian kualitatif deskriptif dilaksanakan di RSUD Martapura pada Maret–April 2026. Sebanyak 10 informan dipilih secara purposive sampling hingga mencapai saturasi data, terdiri atas satu informan kunci dan sembilan informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil: Belum optimalnya capaian indikator dipengaruhi keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, beban kerja, ketidakmerataan pelatihan, serta monitoring dan evaluasi yang belum optimal. Perencanaan pelatihan juga belum berbasis Training Need Assessment secara sistematis dan sosialisasi kebijakan internal belum merata. Saran: Penguatan Training Need Assessment berbasis kompetensi, integrasi pencatatan jam pelatihan dalam SIMRS, dan penerapan evaluasi menggunakan model Kirkpatrick perlu diprioritaskan untuk meningkatkan capaian indikator pelatihan SDM.Kata Kunci: Administrasi dan Manajemen Rumah Sakit, Pelatihan Sumber Daya Manusia, Standar Pelayanan Minimal
Co-Authors Abdillah, Novandra Aditia Warman Akhmad Dwi Priyatno Amalia, Dike Rizky Anif Budiyanto Arie Wahyudi Atma Deviliawati Atma Deviliawati Ayu Anggia Trida Ayyuhumah Amalia Baharudin, Kemas Bebbi Arisya Kesumaputri Bella Putri Lanida Chairil Zaman Chairil Zaman Debby Utami Siska Ariani Dewi Sayati Dewi Sayati Dewi Suryanti Dian Eka Anggreny Dian Eka Anggreny Dianita Ekawati Elvira Noviany Elyana, Wina Enggar Prasetyo, Enggar Erlina Febriyanti Erma Gustina Esti Yulianty Fitratul Harits Fitri, Lisa Fitrianti, Tri Gema Asiani Gema Asiani Hamyatri Rawalilah Hamyatri Rawalillah Harokan, Ali Herlina Herlina Hermanto Hermanto Hermanto Iche Andriyani Liberty, Iche Andriyani Ichramsyah A. Rahman Ihsan Firmansyah Indra Gusti Mansur Indriany Laniessa Rinarthani Liana, Yunita Lilis Suryani Lilis Suryani Lilis Suryani Lilis Suryani Lilis Suryani Lilis Suryani Linda Marni M Prima Cakra Randana Mardianita, Mardianita Marina Dwi Putri Marlina Marlina Mewikha Renni Misdiana, Misdiana Mohamad Sadikin Monita Septidwina Muhamad Tito Aristian Muhammad Amin Muhammad Prima Cakra Randana Muhammad Prima Cakra Randana Muhammad Prima Cakra Randana Nanik Lestari Ni Putu Yanti Nova Heroine Novika, Novika Nyayu Ela Eliza Pangestika, Hanggayu Peniza Suliati Pepti Herlin Prima Cakra Rendana Putri Aulia Salsabila Rahutami, Syntia Retno Marlangen Riana Puspa Rica Ratna Sari Rikasari, Dian Rina Seftiana Rinaningsih Rinaningsih Rosnita Rosnita Santi Rosalina Santi Rosalina Sarah Maya Monalisa Siti Zumiati SRI RAHAYU Sumadi, Alan Suwandi, Welly Swara Abdi N Syafriati, Nyayu Eka Syahril Efendi Syntia Rahutami Tania Ovelina Tri Sartika Wahyudi, Arie Welly Suwandi Winda Sari Kesuma Wulan Agustin Wulandari, Fitri Wahyuni Yuniartina Yunita Liana Yusi Marlioka Yusnilasari Yusnilasari Yusnilasari Yusnilasari Yusnilasari