Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TENTANG PEMANFAATAN DESA WISATA PANTAI SEBAGAI SANDROMATERAPY DAN PENINGKATAN SUPPORT GROUP DALAM PENGENDALIAN STROKE Mike Asmaria; Dwi Happy Anggia Sari; Hidayati Hidayati; Hilma Yessi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20241

Abstract

Abstrak: Desa Pauh Barat memiliki data penderita resiko stroke tertinggi dengan angka kejadian hipertensi dan diabetes yang meningkat setiap tahunnya. Faktor risiko dominan stroke adalah umur yang semakin meningkat, jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, dan gagal jantung. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan motivasi hidup sehat dan produktif serta meringankan beban psikologis penderita terkait penyakit dan kehidupanya. Metode yang di gunakan dalam pengabdian ini yaitu praktikum sandromaterapy (terapy pasir pantai yang sudah terpapar panas matahari) kegiatan dilaksanakan pada jam 4 sampai 6 sore, kegiatan di laksanakan pantai Pauh Barat bagian utara. Mitra Pengabdian masyarakat ini adalah kader lansia dan penderita resiko tinggi stroke Desa Pauh Barat sebanyak 35 orang. Monitoring dan Evaluasi pengabdian ini dilakukan dengan observasi serta pendampingan. Hasil pengabdian ditemukan adanya peningaktan derajat kesehatan yang di buktikan oleh penurunan tekanan darah peserta sebanyak 11 orang (61,70%) dari 17 orang penderita hipertensi dan penurunan kadar gula darah bagi penderita diabetes yaitu sebanyak 5 orang (50%) dari 10 orang penderita. Dengan pelaksanaan sandromaterapy ini penderita resiko tinggi stroke merasakan sensasi terapy pada persayarafan dan otot kaki, serta kenikmatan suasana pantai yang memberikan relaksasi.Abstract: Pauh Barat Village has data on sufferers at the highest risk of stroke with the incidence of hypertension and diabetes increasing every year. The dominant risk factors for stroke are increasing age, coronary heart disease, diabetes mellitus, hypertension and heart failure. The aim of this service is to increase motivation to live a healthy and productive life and ease the psychological burden of sufferers related to their illness and life. The method used in this service is sandromatherapy practicum (beach sand therapy that has been exposed to the heat of the sun). This activity is carried out from 4 to 6 pm on the northern part of West Pauh Beach. These community service partners are elderly cadres and 35 participants suffering from high risk of stroke in West Pauh Village. Monitoring and evaluation of this service is carried out through observation and assistance. The results of the service found an increase in health status as evidenced by a decrease in blood pressure for 11 participants (61.70%) of 17 people with hypertension and a decrease in blood sugar levels for diabetes sufferers, namely 5 people (50%) of 10 people sufferers. With the implementation of sandromatherapy, sufferers at high risk of stroke feel a therapeutic sensation in the nerves and leg muscles, as well as the enjoyment of the beach atmosphere which provides relaxation.
Asuhan keperawatan Keluarga Pada Pasien An. M Dengan Tuberculosis yesa yesa; Armaita; Hasmita; Hilma Yessi
Jurnal Keperawatan Medika Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v4i2.395

Abstract

Kasus Tuberculosis di Indonesia pada tahun 2020 dengan jumlah beban kasus terbanyak, sehingga tahun 2021 kasus TB jelas tidak baik. Indonesia diperkirakan sebanyak 969.000 kasus TB. Angka ini naik 17% dari tahun 2020 yaitu sebanyak 824.000 kasus. Insidensi kasus TB di Indonesia terdapat 354 orang diantaranya yang menderita TBC. Salah satu penyakit yang paling umum di dunia dan salah satu yang menjadi perhatian utama di Indonesia adalah Tuberculosis (TBC). Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang bernama Mycobacterium Tuberculosis yang menyebar melalui udara, batuk, bersin dan bahkan saat berkomunikasi secara tatap muka. Tuberculosis membutuhkan pengorbatan selama 6 bulan penuh, dukungan keluarga sangat penting dalam perjuangan melawan TTBC (Suprihatiningsih, 2020). Tujuan penulis ini adalah bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada keluarga dengan Tuberculosis di wilayah kerja Puskesmas Kurai Taji Kota Pariaman. Metode penelitian yang digunakan merupakan studi kasus. Adapun hasil pengkajian pada An. M 6 tahun yang mengalami Tuberculosis dengan 3 masalah yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif, defisit pengetahuan, dan ansietas. Hasil tingkat pengetahuan dan kemandirian keluarga meningkat adalah menerima perawatan kesehatan masyarakat dan pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan intervensi keperawatan. Saran dari penulis untuk keluarga yaitu keluarga mampu memahami cara perawatan dan juga pencegahan dari penyakit Tuberculosis begitu pun dengan perawat, instalansi rumah sakit dan pendidikan, diharapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan sebagai acuan dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Asuhan Keperawatan Pada Ny M dengan Penumonia Nabila Naswa; Mike Asmaria; Hilma Yessi; Linda Marni
Jurnal Keperawatan Medika Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v4i2.406

Abstract

Pneumonia is a lung infection that is easily transmitted through droplets when coughing or sneezing. Worldwide, pneumonia causes around 6.3 million deaths, with 92% of cases occurring in Asia and Africa. And the diagnosed incidence of pneumonia in Indonesia reached 10.8% with a total of 877,531 cases. In RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH Pariaman, 89 cases of pneumonia were recorded. At At RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH Pariaman, 89 cases of pneumonia were recorded. This study aims to provide nursing care to Mrs. M, with pneumonia. The method used is a case study with a surgical medical nursing assessment approach, through interviews and direct observation. The research was conducted in the pulmonary inpatient room on February 20 to February 24, 2025 to see or recognize problems in Mrs. M. Age 60 years with a medical diagnosis of pneumonia. Nursing problems found include ineffective airway clearance, ineffective breathing patterns, nutritional deficits, constipation, activity intolerance and self-care deficits. Intervention and implementation carried out, namely airway management and respiration monitoring. With the results of the evaluation of ineffective airway clearance not resolved, ineffective breathing patterns, nutritional deficits, activity intolerance resolved on day 4 and constipation problems resolved on day 5. Advice given to patients regarding increasing fluid intake, recommending optimal rest, maintaining personal and environmental hygiene, managing a nutritious diet, increasing endurance, taking drugs according to doctor's recommendations and routinely controlling health care facilities.