Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN E-LEARNING DIERA NEW NORMAL Zuraini; Nurhayati
Jurnal Genta Mulia Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v12i1.193

Abstract

Pembelajaran daring pada Era New Normal diharapkan untuk meningkakan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang mempunyai potensi intelegensi untuk menghadapi abad ke-21. Sehingga pembelajaran dengan menggunakan e-learning sangat efektif dilakukan untuk pencapaian tujuan pembelajaran. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif descriptif untuk pelaksanaan pembelajaran Bahasa Inggris speaking for formal setting dengan menggunakan elearning. Terdapat 11 mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipasi mahasiswa, documentasi serta wawancara. Keefektifan pembelajaran era normal dapat kita lihat dari : (1). Respon mahasiswa dalam pembelajaran daring di era New Normal. Dalam penelitian ini ditemukan Mahasiswa sangat bersemangat dan antusias untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan E-learning, seluruh mahasiswa aktif dalam pembelajaran dan aktif mengerjakan latihan yang telah diberikan oleh dosen (2) Efektifitas pembelajaran Bahasa Inggris pada Era New Normal. Ditemukan hasil yang unik dari penelitian ini yaitu mahasiswa merasa lebih nyaman dalam pembelajaran speaking for formal setting, dikarenakan pada saat pembelajaran menggunakan E-learning mahasiswa dapat melihat materi yang sudah disajikan oleh dosen sesuai dengan jadwal perkuliahan yang telah ditetapkan. 3). Sarana dan prasarana yang dimiliki mahasiswa selama pembelajaran daring. Sarana yang memadai mendukung berjalannya aktivitas pembelajaran seperti yang diharapkan. Adanya bantuan kuota internet dari kemendikbud sebesar 50GB per mahasiswa, maka ini sangat memudahkan mengakses E-learning. Kebanyakan mahasiswa mengakses E-learning dengan menggunakan mobile phone karena mereka dapat menggunakannya dimanapun
Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Profil Pelajar Pancasila Melalui Pembelajaran Kolaboratif di Sekolah Nurhayati Nurhayati; Muhammad Iqbal; Rambang Muharramsyah; Erlita Erlita; Gustinawati Gustinawati
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 3 Issue No. 3: June 2026
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/kreativa.v3i3.1713

Abstract

Penguatan pendidikan karakter berbasis Profil Pelajar Pancasila memerlukan kemampuan guru dalam mengintegrasikan nilai karakter ke dalam proses pembelajaran yang bermakna dan partisipatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru mengenai penerapan pendidikan karakter berbasis Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran kolaboratif. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk webinar edukatif yang diikuti oleh 112 guru dengan pendekatan edukasi partisipatif melalui tahapan pre-test, penyampaian materi, diskusi dan analisis kasus, tanya jawab, post-test, serta evaluasi kegiatan. Materi mencakup konsep pendidikan karakter, dimensi Profil Pelajar Pancasila, prinsip pembelajaran kolaboratif, peran guru, dan strategi penguatan karakter dalam aktivitas pembelajaran. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 60,22 pada pre-test menjadi 83,62 pada post-test, dengan selisih 23,40 poin atau peningkatan sebesar 38,86%. Peningkatan tertinggi terdapat pada kemampuan menentukan strategi penguatan karakter sebesar 43,06%, diikuti pemahaman pembelajaran kolaboratif sebesar 42,78%. Evaluasi pelaksanaan juga menunjukkan rata-rata respons positif peserta sebesar 92,86%, yang mencerminkan tingginya relevansi, kebermanfaatan, kejelasan materi, dan minat penerapan pembelajaran kolaboratif. Temuan tersebut menunjukkan bahwa webinar partisipatif dapat memperkuat kapasitas awal guru dalam mengintegrasikan pendidikan karakter dan Profil Pelajar Pancasila ke dalam pembelajaran. Namun, tindak lanjut berupa pendampingan implementasi di kelas diperlukan agar peningkatan pemahaman dapat berkembang menjadi praktik pembelajaran yang konsisten dan berkelanjutan.