Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Biomekanik Kinetik pada Atlet Badminton dengan Nyeri Lutut Saat Gerakan Backhand Diagonal Forward Lunges Ningsih, Aulia Setia; Perdana, Suryo Saputra
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2021: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.677 KB) | DOI: 10.23917/iseth.332

Abstract

Badminton merupakan olahraga raket yang populer di seluruh dunia, olahraga ini memiliki karakteristik gerakan eksplosif dan intensif, salah satunya adalah gerakannya backhand diagonal forward lunges yang mana bukan hanya otot ekstremitas bawah yang teraktivasi namun sangat dipengaruhi oleh aktivasi pada ekstremitas atas. Analisis biomekanik kinetik merupakan salah satu kajian ilmu biomekanik yang membahas mengenai gaya yang terjadi di dalam tubuh yaitu aktivasi otot. Angka kejadian cedera olahraga ini lebih sedikit dibanding olahraga lain, namun tingkat keparahannya tinggi,salah satu cedera yang paling sering muncul adalah cedera lutut. Nyeri lutut dapat menyebabkan penurunan fungsi dan fisik seorang atlet.Tujuan dari penelitian ini untuk melihat apakah terdapat hubungan antara kualitas nyeri lutut (diukur menggunakan KOOS) dengan aktivasi otot (diukur menggunakan surface EMG) serta untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh riwayat cedera multiregional terhadap aktivasi m.vastus medialis oblique, m.vastus lateralis,m.biceps femoris dan m.erector spine saat gerakan backhand diagonal forward lunges. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif melalui pendekatan korelasional dengan desain crossisectionalistudy. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 21 atlet yang masuk kedalam kriteria inklusi. Hasil uji normalitas diukur menggunakan Shapiro wilk didapatkan hasil p : 0.064 > 0.05. Hasil uji korelasi menggunakan pearson correalation, terdapat hubungan yang kuat antara kualitas nyeri lutut dengan aktivasi otot. Hasil uji beda menggunakan independen sample t-test yaitu terdapat pengaruh riwayat cedera multiregional terhadap aktivasi pada m.erector spine p (0.04<0.05).
PENINGKATAN KAPASITAS AEROBIK DENGAN LATIHAN INTENSITAS SEDANG PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE EC REUMATIC HEART DEASES: CASE REPORT Muhammad Naufal Anas; Perdana, Suryo Saputra; Aryani, Kadek Agustini
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/wqzknd79

Abstract

Rheumatic Heart Disease (RHD) merupakan komplikasi dari infeksi bakteri Streptococcus yang memicu reaksi autoimun dan gangguan fungsi jantung, berujung pada Congestive Heart Failure (CHF). Pasien CHF perlu menjalani rehabilitasi untuk meningkatkan kapasitas aerobik, kapasitas fungsional, dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh latihan aerobik intensitas sedang (70 % HRmaks) terhadap peningkatan kapasitas aerobik dan tanda-tanda vital pasien CHF akibat RHD pada program rehabilitasi jantung fase II. Seorang pasien wanita, 62 tahun, menjalani program rehabilitasi jantung fase II yang meliputi latihan aerobik intensitas sedang (70 % HRmaks) terdiri dari pemanasan, jalan di lintasan atau treadmill, dan sepeda statis. Evaluasi awal menggunakan 6-Minute Walking Test (6MWT) sebagai baseline. Setiap sesi diukur derajat sesak napas dengan Borg Scale dan tanda-tanda vital. Setelah 12 pertemuan, kapasitas aerobik dinilai kembali dengan 6MWT, jarak tempuh, Heart Rate at Walking Speed Index (HRWSI), dan nilai METs. Setelah 12 pertemuan, terdapat peningkatan jarak tempuh 6MWT, peningkatan HRWSI, dan kenaikan nilai METs dibanding baseline. Derajat sesak napas menurun dan tanda-tanda vital dalam batas normal selama latihan. Latihan aerobik intensitas sedang (70 % HRmaks) pada rehabilitasi jantung fase II efektif meningkatkan kapasitas aerobik pada pasien CHF akibat RHD.
Efektivitas terapi murottal dalam mengurangi kecemasan mahasiswa Dinulloh, Hafidz; Pristianto, Arif; Perdana, Suryo Saputra
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/hdz25f15

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa sering mengalami kecemasan karena tekanan akademik dan sosial. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas terapi murottal Al-Qur'an sebagai bentuk intervensi spiritual non-farmakologis yang baru diterapkan pada mahasiswa, untuk meningkatkan kesehatan mental mereka.Metode: Studi ini menggunakan desain pre-eksperimental satu grup pre-test-post-test dengan sampel 54 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta angkatan 2022 yang dipilih secara purposive.  Metode Beck Anxiety Inventory (BAI) digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan seseorang.  Selama tujuh hari, intervensi dilakukan melalui pemutaran murottal Surah Ar-Rahman oleh Qari Muzammil Hasballah selama lima belas menit setiap hari.  Data diuji dengan uji Mann–Whitney dan tingkat signifikansi p <0,05.Hasil: Terjadi penurunan rata-rata skor BAI dari 16,52 menjadi 12,33 (p=0,044).Kesimpulan: Hasil menunjukkan bahwa terapi murottal efektif dalam menurunkan kecemasan mahasiswa dan layak sebagai intervensi murah dan sederhana yang sesuai dengan konteks spiritual-budaya mahasiswa di Indonesia.
PENGARUH PIJAT OLAHRAGA TERHADAP PEMULIHAN ATLET: TINJAUAN SISTEMATIS La Ode Abdhal Idrus; Suryo Saputra Perdana; Konara Budi Sudrajat
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v16i2.464

Abstract

Sport massage is widely used as a recovery strategy among athletes, yet scientific evidence regarding its effectiveness in reducing delayed onset muscle soreness (DOMS) and fatigue remains inconsistent. This tinjauan sistematis aimed to synthesize current findings on the effects of sport massage on muscle recovery, particularly its immediate impact following exercise. A systematic search was conducted across ScienceDirect, Wiley Online Library, and PubMed using predefined Boolean terms. Studies were screened following PRISMA 2020 guidelines and selected based on the PICO framework. six randomized controlled trials with 286 respondents met the inclusion criteria and were analyzed narratively. Sport massage consistently demonstrated beneficial effects in reducing perceived muscle soreness and improving subjective recovery among athletes. However, its impact on objective fatigue markers, muscle performance, and physiological measures varied across studies and appeared less conclusive. The evidence suggests that sport massage mainly supports psychological and perceptual recovery rather than producing substantial improvements in physical performance. Sport massage can be considered an effective complementary recovery method for alleviating DOMS and enhancing athletes perceived recovery.   Abstrak Pijat olahraga digunakan sebagai strategi pemulihan di kalangan atlet tetapi bukti ilmiah mengenai efektivitasnya dalam mengurangi nyeri otot yang muncul tertunda (DOMS) dan kelelahan masih belum konsisten. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mensintesis temuan terkini mengenai efek pijat olahraga terhadap pemulihan otot khususnya dampak langsungnya setelah berolahraga. Pencarian sistematis dilakukan di ScienceDirect, Wiley Online Library, dan PubMed menggunakan kode Boolean yang telah ditentukan. Studi-studi disaring mengikuti pedoman PRISMA 2020 dan dipilih berdasarkan kerangka PICO. Enam artikel uji coba terkontrol dengan total responden 286 dipilih secara acak memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Pijat olahraga secara konsisten menunjukkan efek yang bermanfaat dalam mengurangi rasa nyeri otot yang dirasakan dan meningkatkan pemulihan subjektif di antara atlet tetapi dampaknya terhadap indikator kelelahan objektif, kinerja otot, dan ukuran fisiologis bervariasi di berbagai penelitian. Bukti ini menunjukkan bahwa pijat olahraga lebih utama mendukung pemulihan psikologis dan perseptual daripada menghasilkan peningkatan substansial pada kinerja fisik atlet. Pijat olahraga dapat dianggap sebagai metode pemulihan tambahan yang efektif untuk mengurangi DOMS dan meningkatkan pemulihan yang dirasakan oleh atlet.
Understanding and fixing WMSDs in herbal medicine workers at Luang Por Poen Hospital, Thailand Komalasari, Dwi Rosella; Rahayu, Umi Budi; Perdana, Suryo Saputra; Kasumbung, Tasa; Chaiyawat, Pakaratee
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 9 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v9i2.12730

Abstract

Work-related Musculoskeletal Disorders (WMSDs) affect millions globally, involving painful conditions of muscles, tendons, ligaments, and nerves due to workplace factors like repetitive tasks and awkward postures. Common ergonomic risks include repetitive tasks, awkward postures, forceful exertions, and prolonged static positions. A program at Luang Por Poen Hospital in Thailand educated workers in the Herbal Medicines division on WMSDs, with management support. The program provided education on WMSDs to workers and management, with strong support from company leadership. Workers were instructed to perform muscle stretching exercises before, during, and after work, and to continue these exercises at home. Over a month, supervisors observed workers' stretching routines. The Nordic Body Map Index (NBMI) was used to assess pain; workers reported pain in various body regions. Severe neck pain decreased from six workers to one, and severe back pain from three workers to none. However, severe shoulder pain remained unchanged. No workers reported severe pain in the arm, back, buttock, wrist, calf muscle, or ankle after the program. In conclusion, incorporating stretching into the work routine benefits workers by improving physical health, mental well-being, and productivity. Encouraging regular stretching and providing opportunities for stretching breaks can create a healthier, more ergonomic work environment. 
Management Fisioterapi pada Kasus Sprain Wrist dengan Grip Strengthening Exercises: A Case Report Novitasari, Tessya Hadika; Perdana, Suryo Saputra; Kingkinnarti, K
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Sprain wrist terjadi ketika adanya regangan berlebih atau overstretch dari ligament dan adanya rupture atau robekan pada ligament. Hal ini biasanya terjadi karena overuse, trauma, gerakan yang mendadak berubah arah, dan menahan atau mengangkat beban secara berlebihan. Sprain wrist dapat mempengaruhi aktivitas fungsional tangan, tangan yang mempunyai peran vital pada pergerakan yang ada. Oleh karena itu memerlukan modalitas fisioterapi dengan tujuan mempercepat pemulihan dan kembalinya fungsi tubuh. Tujuan untuk mengetahui keefektifan dalam pemberian intervensi fisioterapi yang dikombinasikan dengan ultrasound, TENS, massage therapy dan grip strengthening exercise pada kasus sprain wrist.Case Presentation: Pasien Tn. F berusia 28 tahun yang bekerja di perkapalan dating ke fisioterapi dengan keluhan nyeri pada pergelangan tangan saat digerakan ke arah atas, bawah, kanan dan kiri. Awal mula keluhan yang dirasakan Tn.F dikarenakan pasien mengalami kecelakaan pada tanggal 3 November 2024. Subjek diberikan intervensi terapi sebanyak 2x dalam 1 minggu.Management and Outcome:Tindakan fisioterapi yang diberikan yaitu pemberian ultrasound, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), terapi latihan diantaranya myofascial release massage, gerakan aktif, pasif dan isometric, serta strengthening exercise dengan teknik Grip-Strengthening Exercises Combined with Wrist Stability Training (GSE Plus WST). Hasil evaluasi nyeri menggunakan NRS dengan nyeri diam 0, nyeri tekan 4, nyeri gerak 6 mengalami penurunan nyeri tekan 2, nyeri gerak 2. Pemeriksaan kekuatan juga menunjukan peningkatan yang diukur dengan MMT dari nilai 4 menjadi nilai 5. Hasil evaluasi pemeriksaan LGS mengalami peningkatan pada gerakan palmar fleksi T1(40°) menjadi T2 (45°), kemudian pada gerakan dorsal fleksi T1(40°) menjadi T2 (45°), pada gerakan radial deviasi T1 (10°) menjadi T2 (15°), pada gerakan ulnar deviasi T1 (25°) menjadi T2 (25°), pada gerakan supinasi T1 (85°) menjadi T2 (90°), pada gerakan pronasi T1 (80°) menjadi T2 (80°). Kemampuan aktivitas fungsional mengalami peningkatan yang dievaluasi dengan WHDI T0 (25% Moderate) menjadi T1 (18% Minimal disability) dan pemeriksaan terakhir T2 (14% Minimal disability).Conclusion: Hasil yang didapatkan yaitu meningkat signifikan pada kasus sprain wrist yaitu ditandai dengan adanya penurunan nyeri, peningkatan kekuatan otot, penambahan LGS, serta peningkatan kemampuan fungsional.
Manajemen Fisioterapi pada post Orif Fraktur Olecranon Sinistra: Studi Kasus Prahesti, Yona Risha; Perdana, Suryo Saputra; Yanuar, Reza Arshad
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Fraktur olecranon merupakan cedera yang umum terjadi, yang mencakup 10% dari seluruh fraktur yang terjadi pada lengan. Manajemen fisioterapi bertujuan untuk mengurangi keluhan yang dirasakan seperti nyeri, keterbatasan lingkup gerak sendi, penurunan kekuatan otot, penurunan kemampuan fungsional, dan untuk mencegah timbulnya masalah baru. Tujuan studi kasus ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari management fisioterapi menggunakan multimodal intervensi berupa Infrared, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), dan terapi latihan berupa Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF) Hold-relax stretching exercise.Case Presentation: Pasien wanita berusia 23 tahun dengan diagnosa medis post ORIF fraktur olecranon sinistra mengeluhkan kaku, kesulitan untuk menekuk dan meluruskan siku kiri secara maksimal, dan terasa nyeri saat siku sebelah kiri digerakkan sehingga pasien merasa terganggu dalam beraktivitas sehari-hari.Management and Outcome: Manajemen Fisioterapi yang diberikan pada kasus ini berupa InfraRed, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), dan terapi latihan berupa Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF) Hold-relax stretching exercise. Discussion: Manajemen fisioterapi selama 3 sesi pada post ORIF fraktur olecranon sinistra dapat menurunkan nyeri tekan dan gerak, peningkatan lingkup gerak sendi, peningkatan kemampuan fungsional, menjaga kondisi otot. Conclusion: Manajemen fisioterapi selama 3 sesi pada post ORIF fraktur olecranon sinistra dapat meningkatkan kemampuan fungsional pasien.
Co-Authors Abimayu, Ryan Juniano Adnan Faris Naufal Agus Setiyawan Akbar, Alifa Alfarisyi, Dimas Arif Amalia Nur Azizah Amalia Nur Azizah Amalia Nur Azizah Amaliyah Hana Safitri Amirotuzakiyah, Maryam Anggraeni, Nadya Anggraini, Nadya Aquariza, Eliska Elok Arianti, Bella Arif Pristianto Ariyanti, Amalia Carissa Ashrifah, Ayuni Ayu, Yunidar Niken Az-Zahra, Fadhilah Aziefa, Nevgy Hamama Azizah, Amalia Nur Azzahra, Farikha Syifau Chaiyawat, Pakaratee Daniel Happy Putra Debbita, Nurraya Martha Dedi Prasetyo Dewangga, Mahendra Wahyu Dhiva Luhtirani Yanitamara Dinulloh, Hafidz Dwi Rosella Komala Sari Dwi Rossela Komalasari Efendi, Elif Nur Fadila, Dhira Rahma Farhan Sufi Hibatul Azizi Gani, Purnomo Gina Fazrina Halim Mardiato Hapsari Cahyaningrum Herman, Dedy Heru Purnomo Irfan, Naufal Kadek Agustini Aryani Kasumbung, Muhammad Tasa Kasumbung, Tasa Kingkinnarti Kingkinnarti, K Komalasari, Dwi Rosella Konara Budi Sudrajat Kurniady, Devi Arhamevia Kusdiana, Faris Rahman La Ode Abdhal Idrus Maranti, Zemba Riski Mardiyanto, Halim Martopo, Nur Agung Maulidya, M Miftakhul Nur Ilmi Muhammad Naufal Anas Muhammad Raihan Maulidan Musyafa, Zafaf Nabila Nabila Nabila, Nabila Nazihah, Zulvy Nevgy Hamama Aziefa Ningsih, Aulia Setia Norasmi, Ihsan Norazmi, Ihsan Novitasari, Tessya Hadika Nur Agung Martopo Nurma, Hanifah Dwi Pangestu, Gesang Gede Paramita, Made Pradnya Pradipta, Alvian Willy Prahesti, Yona Risha Prasetijo, Dedy Herman Pratamasiwi, Afrilia Saras Prayitno, P Putri, Adelia Kurnia Putri, Thesa Arsita Qanitah, Talitha Rezky Guna Putra Rofi&#039;atin Rofi&#039;atin Rofi’atin, Rofi’atin Rosidah, Nikmatur Sabina Afifatuzzahra Safitri, Amaliyah Hana Safitri, Khusnul Saharudin, Adinda Afifah Saputro, Sigit Sari, Diani Qomaradewi Indah Septiani, Icha Setiawan, Purnomo Gani Silaen, Nevada Bulandari Sobariyah, Ana Maratus Spence, Nicola Sri Yunanto Totok Budi Santoso Umi Budi Rahayu Utami, Dyah Wahyu Utami, Multasih Nita W Wahyuni, W Widyawati, Erinda Anggar Tri Wijayandari, Nawang Galih Wijayanti, Wahyu Kusuma Wulandari, Novita Sri Yanuar, Reza Arshad Yunita Rahayu Pratiwi Yusria Apriliani Zakaria, Ricky Fauzi Zemba Riski Maranti Zhulfahmi, Moch. Rizki