Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KAPASITAS AEROBIK DENGAN LATIHAN INTENSITAS SEDANG PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE EC REUMATIC HEART DEASES: CASE REPORT Muhammad Naufal Anas; Perdana, Suryo Saputra; Aryani, Kadek Agustini
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/wqzknd79

Abstract

Rheumatic Heart Disease (RHD) merupakan komplikasi dari infeksi bakteri Streptococcus yang memicu reaksi autoimun dan gangguan fungsi jantung, berujung pada Congestive Heart Failure (CHF). Pasien CHF perlu menjalani rehabilitasi untuk meningkatkan kapasitas aerobik, kapasitas fungsional, dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh latihan aerobik intensitas sedang (70 % HRmaks) terhadap peningkatan kapasitas aerobik dan tanda-tanda vital pasien CHF akibat RHD pada program rehabilitasi jantung fase II. Seorang pasien wanita, 62 tahun, menjalani program rehabilitasi jantung fase II yang meliputi latihan aerobik intensitas sedang (70 % HRmaks) terdiri dari pemanasan, jalan di lintasan atau treadmill, dan sepeda statis. Evaluasi awal menggunakan 6-Minute Walking Test (6MWT) sebagai baseline. Setiap sesi diukur derajat sesak napas dengan Borg Scale dan tanda-tanda vital. Setelah 12 pertemuan, kapasitas aerobik dinilai kembali dengan 6MWT, jarak tempuh, Heart Rate at Walking Speed Index (HRWSI), dan nilai METs. Setelah 12 pertemuan, terdapat peningkatan jarak tempuh 6MWT, peningkatan HRWSI, dan kenaikan nilai METs dibanding baseline. Derajat sesak napas menurun dan tanda-tanda vital dalam batas normal selama latihan. Latihan aerobik intensitas sedang (70 % HRmaks) pada rehabilitasi jantung fase II efektif meningkatkan kapasitas aerobik pada pasien CHF akibat RHD.
Efektivitas terapi murottal dalam mengurangi kecemasan mahasiswa Dinulloh, Hafidz; Pristianto, Arif; Perdana, Suryo Saputra
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/hdz25f15

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa sering mengalami kecemasan karena tekanan akademik dan sosial. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas terapi murottal Al-Qur'an sebagai bentuk intervensi spiritual non-farmakologis yang baru diterapkan pada mahasiswa, untuk meningkatkan kesehatan mental mereka.Metode: Studi ini menggunakan desain pre-eksperimental satu grup pre-test-post-test dengan sampel 54 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta angkatan 2022 yang dipilih secara purposive.  Metode Beck Anxiety Inventory (BAI) digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan seseorang.  Selama tujuh hari, intervensi dilakukan melalui pemutaran murottal Surah Ar-Rahman oleh Qari Muzammil Hasballah selama lima belas menit setiap hari.  Data diuji dengan uji Mann–Whitney dan tingkat signifikansi p <0,05.Hasil: Terjadi penurunan rata-rata skor BAI dari 16,52 menjadi 12,33 (p=0,044).Kesimpulan: Hasil menunjukkan bahwa terapi murottal efektif dalam menurunkan kecemasan mahasiswa dan layak sebagai intervensi murah dan sederhana yang sesuai dengan konteks spiritual-budaya mahasiswa di Indonesia.
PENGARUH PIJAT OLAHRAGA TERHADAP PEMULIHAN ATLET: TINJAUAN SISTEMATIS La Ode Abdhal Idrus; Suryo Saputra Perdana; Konara Budi Sudrajat
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v16i2.464

Abstract

Sport massage is widely used as a recovery strategy among athletes, yet scientific evidence regarding its effectiveness in reducing delayed onset muscle soreness (DOMS) and fatigue remains inconsistent. This tinjauan sistematis aimed to synthesize current findings on the effects of sport massage on muscle recovery, particularly its immediate impact following exercise. A systematic search was conducted across ScienceDirect, Wiley Online Library, and PubMed using predefined Boolean terms. Studies were screened following PRISMA 2020 guidelines and selected based on the PICO framework. six randomized controlled trials with 286 respondents met the inclusion criteria and were analyzed narratively. Sport massage consistently demonstrated beneficial effects in reducing perceived muscle soreness and improving subjective recovery among athletes. However, its impact on objective fatigue markers, muscle performance, and physiological measures varied across studies and appeared less conclusive. The evidence suggests that sport massage mainly supports psychological and perceptual recovery rather than producing substantial improvements in physical performance. Sport massage can be considered an effective complementary recovery method for alleviating DOMS and enhancing athletes perceived recovery.   Abstrak Pijat olahraga digunakan sebagai strategi pemulihan di kalangan atlet tetapi bukti ilmiah mengenai efektivitasnya dalam mengurangi nyeri otot yang muncul tertunda (DOMS) dan kelelahan masih belum konsisten. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mensintesis temuan terkini mengenai efek pijat olahraga terhadap pemulihan otot khususnya dampak langsungnya setelah berolahraga. Pencarian sistematis dilakukan di ScienceDirect, Wiley Online Library, dan PubMed menggunakan kode Boolean yang telah ditentukan. Studi-studi disaring mengikuti pedoman PRISMA 2020 dan dipilih berdasarkan kerangka PICO. Enam artikel uji coba terkontrol dengan total responden 286 dipilih secara acak memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Pijat olahraga secara konsisten menunjukkan efek yang bermanfaat dalam mengurangi rasa nyeri otot yang dirasakan dan meningkatkan pemulihan subjektif di antara atlet tetapi dampaknya terhadap indikator kelelahan objektif, kinerja otot, dan ukuran fisiologis bervariasi di berbagai penelitian. Bukti ini menunjukkan bahwa pijat olahraga lebih utama mendukung pemulihan psikologis dan perseptual daripada menghasilkan peningkatan substansial pada kinerja fisik atlet. Pijat olahraga dapat dianggap sebagai metode pemulihan tambahan yang efektif untuk mengurangi DOMS dan meningkatkan pemulihan yang dirasakan oleh atlet.
Management Fisioterapi pada Kasus Sprain Wrist dengan Grip Strengthening Exercises: A Case Report Novitasari, Tessya Hadika; Perdana, Suryo Saputra; Kingkinnarti, K
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Sprain wrist terjadi ketika adanya regangan berlebih atau overstretch dari ligament dan adanya rupture atau robekan pada ligament. Hal ini biasanya terjadi karena overuse, trauma, gerakan yang mendadak berubah arah, dan menahan atau mengangkat beban secara berlebihan. Sprain wrist dapat mempengaruhi aktivitas fungsional tangan, tangan yang mempunyai peran vital pada pergerakan yang ada. Oleh karena itu memerlukan modalitas fisioterapi dengan tujuan mempercepat pemulihan dan kembalinya fungsi tubuh. Tujuan untuk mengetahui keefektifan dalam pemberian intervensi fisioterapi yang dikombinasikan dengan ultrasound, TENS, massage therapy dan grip strengthening exercise pada kasus sprain wrist.Case Presentation: Pasien Tn. F berusia 28 tahun yang bekerja di perkapalan dating ke fisioterapi dengan keluhan nyeri pada pergelangan tangan saat digerakan ke arah atas, bawah, kanan dan kiri. Awal mula keluhan yang dirasakan Tn.F dikarenakan pasien mengalami kecelakaan pada tanggal 3 November 2024. Subjek diberikan intervensi terapi sebanyak 2x dalam 1 minggu.Management and Outcome:Tindakan fisioterapi yang diberikan yaitu pemberian ultrasound, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), terapi latihan diantaranya myofascial release massage, gerakan aktif, pasif dan isometric, serta strengthening exercise dengan teknik Grip-Strengthening Exercises Combined with Wrist Stability Training (GSE Plus WST). Hasil evaluasi nyeri menggunakan NRS dengan nyeri diam 0, nyeri tekan 4, nyeri gerak 6 mengalami penurunan nyeri tekan 2, nyeri gerak 2. Pemeriksaan kekuatan juga menunjukan peningkatan yang diukur dengan MMT dari nilai 4 menjadi nilai 5. Hasil evaluasi pemeriksaan LGS mengalami peningkatan pada gerakan palmar fleksi T1(40°) menjadi T2 (45°), kemudian pada gerakan dorsal fleksi T1(40°) menjadi T2 (45°), pada gerakan radial deviasi T1 (10°) menjadi T2 (15°), pada gerakan ulnar deviasi T1 (25°) menjadi T2 (25°), pada gerakan supinasi T1 (85°) menjadi T2 (90°), pada gerakan pronasi T1 (80°) menjadi T2 (80°). Kemampuan aktivitas fungsional mengalami peningkatan yang dievaluasi dengan WHDI T0 (25% Moderate) menjadi T1 (18% Minimal disability) dan pemeriksaan terakhir T2 (14% Minimal disability).Conclusion: Hasil yang didapatkan yaitu meningkat signifikan pada kasus sprain wrist yaitu ditandai dengan adanya penurunan nyeri, peningkatan kekuatan otot, penambahan LGS, serta peningkatan kemampuan fungsional.
Manajemen Fisioterapi pada post Orif Fraktur Olecranon Sinistra: Studi Kasus Prahesti, Yona Risha; Perdana, Suryo Saputra; Yanuar, Reza Arshad
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Fraktur olecranon merupakan cedera yang umum terjadi, yang mencakup 10% dari seluruh fraktur yang terjadi pada lengan. Manajemen fisioterapi bertujuan untuk mengurangi keluhan yang dirasakan seperti nyeri, keterbatasan lingkup gerak sendi, penurunan kekuatan otot, penurunan kemampuan fungsional, dan untuk mencegah timbulnya masalah baru. Tujuan studi kasus ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari management fisioterapi menggunakan multimodal intervensi berupa Infrared, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), dan terapi latihan berupa Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF) Hold-relax stretching exercise.Case Presentation: Pasien wanita berusia 23 tahun dengan diagnosa medis post ORIF fraktur olecranon sinistra mengeluhkan kaku, kesulitan untuk menekuk dan meluruskan siku kiri secara maksimal, dan terasa nyeri saat siku sebelah kiri digerakkan sehingga pasien merasa terganggu dalam beraktivitas sehari-hari.Management and Outcome: Manajemen Fisioterapi yang diberikan pada kasus ini berupa InfraRed, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), dan terapi latihan berupa Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF) Hold-relax stretching exercise. Discussion: Manajemen fisioterapi selama 3 sesi pada post ORIF fraktur olecranon sinistra dapat menurunkan nyeri tekan dan gerak, peningkatan lingkup gerak sendi, peningkatan kemampuan fungsional, menjaga kondisi otot. Conclusion: Manajemen fisioterapi selama 3 sesi pada post ORIF fraktur olecranon sinistra dapat meningkatkan kemampuan fungsional pasien.
A Virtual Reality Game-Based Exercise Program to Improve Upper Extremity Function in Children with Cerebral Palsy Ramadhani, Jihan Nabila; Pristianto, Arif; Perdana, Suryo Saputra
Urecol Journal. Part C: Health Sciences Vol. 5 No. 2 (2025): August-Dec
Publisher : Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerebral palsy (CP) is a neurological disorder that causes motor developmental delays in children, particularly in upper extremity function. The monotony of conventional therapy often leads to children losing motivation to practice regularly. This research developed a Virtual Reality (VR) game-based exercise program designed to be gradual, interactive, and fun to address this issue. Research and Development (R&D) was conducted using an expert adjustment approach. This game is tailored to children's motor and cognitive abilities and includes a progress tracking and evaluation system. This development is expected to result in improved fine and gross motor skills, increased patient engagement during therapy, and the availability of flexible, easy-to-use, and effective therapeutic aids for therapists and parents. This is a new innovation in pediatric physiotherapy that combines technology and motor therapy to achieve more progressive and enjoyable results.
Penerapan Sistem Klasifikasi Online Berbasis Web untuk Minimal Impairement Atlet Parasport di Sanggar Inklusi Permata Wijaya Sukoharjo Saputri, Shinta Claudia; Perdana, Suryo Saputra
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i1.102

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menjawab permasalahan pendataan dan screening awal kondisi impairment atlet parasport yang belum terstandar di Sanggar Inklusi Permata Hati Wijaya Kecamatan Baki. Topik ini penting karena sistem klasifikasi atlet merupakan fondasi utama dalam menjamin keadilan, kesetaraan, dan inklusivitas dalam parasport, sementara mitra menghadapi keterbatasan akses terhadap klasifikasi resmi akibat kendala jarak, biaya, dan sumber daya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif melalui penerapan teknologi tepat guna berupa website sistem klasifikasi online berbasis web untuk screening minimal impairment. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan mitra, sosialisasi konsep minimal impairment, pendampingan penggunaan website, serta evaluasi kelayakan sistem menggunakan wawancara terstruktur. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa website dapat digunakan secara efektif oleh pengelola dan pendamping sanggar untuk melakukan pendataan dan screening awal kondisi impairment secara lebih sistematis dan terintegrasi. Mitra memberikan respons positif terhadap kemudahan penggunaan, kejelasan tampilan, dan kebermanfaatan fitur, meskipun masih diperlukan adaptasi awal bagi pengguna dengan literasi digital yang beragam. Secara keseluruhan, penerapan website berkontribusi pada peningkatan efisiensi kerja, perubahan sikap terhadap pemanfaatan teknologi, dan penguatan tata kelola kelembagaan sanggar, sehingga memiliki potensi sebagai solusi berkelanjutan dalam mendukung pembinaan atlet parasport yang inklusif dan berbasis teknologi.
PEMBERDAYAAN INDIVIDU DENGAN CEREBRAL PALSY MELALUI PARTISIPASI PARA SPORT DI TOKYO JEPANG Kholida Nabila; Suryo Saputra Perdana
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program aims to enhance understanding and participation of individuals with Cerebral Palsy (CP) in adaptive sports by utilizing the BocciaGuard application as a classification support tool. The main issue faced by the partners is the limited screening and classification methods for CP athletes, which are still manually performed, leading to potential inaccuracies and unfair competition. The program implementation included scientific dissemination, interactive discussions, application training, and functional data-based classification simulations. Activities were conducted online and offline, involving physiotherapy students, academics, and practitioners from Indonesia and Japan. The results showed increased participants’ understanding of technology-based classification, improved skills in using the BocciaGuard application, and the establishment of international collaboration for machine learning-based innovation development. Program evaluation also indicated strong sustainability potential through joint research and similar initiatives at the global level. The program concluded that integrating technology into athlete classification processes can improve accuracy, efficiency, and competitive fairness in boccia sport.
Co-Authors Abimayu, Ryan Juniano Adnan Faris Naufal Agus Setiyawan Akbar, Alifa Alfarisyi, Dimas Arif Amalia Nur Azizah Amalia Nur Azizah Amalia Nur Azizah Amaliyah Hana Safitri Amirotuzakiyah, Maryam Anggraeni, Nadya Anggraini, Nadya Aquariza, Eliska Elok Arianti, Bella Arif Pristianto Ariyanti, Amalia Carissa Ashrifah, Ayuni Ayu, Yunidar Niken Az-Zahra, Fadhilah Aziefa, Nevgy Hamama Azizah, Amalia Nur Azzahra, Farikha Syifau Chaiyawat, Pakaratee Daniel Happy Putra Debbita, Nurraya Martha Dedi Prasetyo Dewangga, Mahendra Wahyu Dhiva Luhtirani Yanitamara Dinulloh, Hafidz Dwi Rosella Komala Sari Dwi Rossela Komalasari Efendi, Elif Nur Fadila, Dhira Rahma Farhan Sufi Hibatul Azizi Gani, Purnomo Gina Fazrina Halim Mardiato Hapsari Cahyaningrum Herman, Dedy Heru Purnomo Irfan, Naufal Kadek Agustini Aryani Kasumbung, Muhammad Tasa Kholida Nabila Kingkinnarti Kingkinnarti, K Komalasari, Dwi Rosella Konara Budi Sudrajat Kurniady, Devi Arhamevia Kusdiana, Faris Rahman La Ode Abdhal Idrus Maranti, Zemba Riski Mardiyanto, Halim Martopo, Nur Agung Maulidya, M Miftakhul Nur Ilmi Muhammad Naufal Anas Muhammad Raihan Maulidan Musyafa, Zafaf Nabila Nabila Nabila, Nabila Nazihah, Zulvy Nevgy Hamama Aziefa Ningsih, Aulia Setia Norasmi, Ihsan Norazmi, Ihsan Novitasari, Tessya Hadika Nur Agung Martopo Nurma, Hanifah Dwi Pangestu, Gesang Gede Paramita, Made Pradnya Pradipta, Alvian Willy Prahesti, Yona Risha Prasetijo, Dedy Herman Pratamasiwi, Afrilia Saras Prayitno, P Putri, Adelia Kurnia Putri, Thesa Arsita Qanitah, Talitha Ramadhani, Jihan Nabila Rezky Guna Putra Rofi&#039;atin Rofi&#039;atin Rofi’atin, Rofi’atin Rosidah, Nikmatur Sabina Afifatuzzahra Safitri, Amaliyah Hana Safitri, Khusnul Saharudin, Adinda Afifah Saputri, Shinta Claudia Saputro, Sigit Sari, Diani Qomaradewi Indah Septiani, Icha Setiawan, Purnomo Gani Silaen, Nevada Bulandari Sobariyah, Ana Maratus Spence, Nicola Sri Yunanto Totok Budi Santoso Umi Budi Rahayu Utami, Dyah Wahyu Utami, Multasih Nita W Wahyuni, W Widyawati, Erinda Anggar Tri Wijayandari, Nawang Galih Wijayanti, Wahyu Kusuma Wulandari, Novita Sri Yanuar, Reza Arshad Yunita Rahayu Pratiwi Yusria Apriliani Zakaria, Ricky Fauzi Zemba Riski Maranti Zhulfahmi, Moch. Rizki