Stunting masih menjadi permasalahan gizi yang signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Purbalingga dengan prevalensi mencapai 20,2%. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya pencegahan stunting yang berkelanjutan melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah edukasi gizi seimbang berbasis pedoman “Isi Piringku” yang praktis dan mudah dipahami. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui program Kelas Muntang PEKA (Muntang Peduli Keluarga) yang merupakan bagian dari program kerja PPK Ormawa UKMPR Unsoed. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader posyandu dalam penerapan gizi seimbang serta pembuatan pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis bahan lokal sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Muntang. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui serangkaian kelas edukasi interaktif yang mencakup pemaparan materi, diskusi kelompok, simulasi penyusunan menu bergizi berdasarkan konsep “Isi Piringku”, serta praktik langsung pembuatan PMT berbasis pangan lokal. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre test dan post test. Secara kumulatif ketiga kelas terjadi peningkatan rata-rata: pengetahuan (7,27%), keterampilan (8,86%), dan sikap (7,72%). Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran kader posyandu terhadap peran strategis edukasi gizi dalam mendukung pertumbuhan optimal anak. Temuan ini menegaskan bahwa program Muntang PEKA efektif sebagai model edukasi gizi berbasis komunitas untuk mendukung percepatan penurunan stunting di tingkat desa.