Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Peran Asosiasi Profesi dalam Menegakan Etika Profesi Guru di Era Digital Nahya Nadziva; Faizah Febiany; Dinda Sahda Pratiwi; Muhlisin
Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa, Fakultas Ilmu Budaya, Universita Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jcerdik.2025.005.01.02

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah dunia pendidikan dan menghadirkan tantangan baru bagi profesi guru terutama terkait perilaku di ruang digital. Meningkatnya penggunaan media sosial, pembelajaran online, dan ekspresi publik guru di dunia digital menuntut adanya mekanisme pengawasan moral yang lebih adaptif. Dalam situasi seperti ini, asosiasi profesi guru memainkan peran penting sebagai lembaga yang menjaga martabat dan profesionalisme guru. Studi ini didasarkan pada teori guru dan etika profesi yang menekankan tanggung jawab, integritas, dan akuntabilitas. Studi ini mengkaji peran asosiasi profesi dalam menjaga etika guru di era digital dengan menganalisis dokumen ilmiah, kebijakan, dan penelitian tentang etika digital dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Fokus baru penelitian ini adalah pemetaan menyeluruh tentang bagaimana asosiasi profesi berkontribusi pada pembinaan, kolaborasi sosial, monitoring, dan evaluasi etika, yang selama ini belum banyak dibahas dalam konteks digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman kode etik, tetapi karena kurangnya instruksi dan pelatihan etika digital menghambat pelaksanaannya dalam interaksi online. Meskipun asosiasi profesi telah membantu masyarakat dengan membangun dan bekerja sama, mekanisme pengawasan dan evaluasi etika masih belum diterapkan secara digital. Sehingga, pembinaan etika berbasis teknologi, peningkatan literasi digital, digitalisasi sistem evaluasi dan pelaporan etika sangat diperlukan dalam penguatan etika profesi. Pengembangan model kolaboratif antara asosiasi profesi, sekolah, dan masyarakat disarankan sebagai langkah strategis untuk menjaga martabat dan profesionalisme guru di era digital
Empowering Kadilanggon Village-Owned Enterprises through Dissemination of Undegradable Nutrients (RUNs) Rumen Supplement Technology to Increase Livestock Productivity in Klaten Regency Anas, Muhsin Al; Hanim, Chusnul; Alam, Taufan; Kurniawati, Asih; Muhlisin; Suseno, Priyonggo
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 4 (2025): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i4.1282

Abstract

Klaten Regency is a food production area designated by the Province of Central Java. Livestock farming has the potential to be developed to improve the community's economy. Inadequate feed nutrient requirements have an impact on low livestock productivity. Farmers will also incur additional costs for feed procurement, which increases production costs and tends to be detrimental to farmers. The empowerment program aims to disseminate concentrate feed technology with the addition of Rumen Undegradable Nutrients (RUNs) supplements to the Kadilanggon Village-Owned Enterprise (BUMDes) in Wedi District, Klaten Regency. Rumen Undegradable Nutrients is a feed supplement technology that contains fat protection and protected amino acids (lysine and methionine) to increase livestock productivity. The implementation process consisted of 1) socialization of the program implementation plan, 2) training in the production of RUNs supplements, 3) production of concentrate feed with the addition of RUNs supplements, 4) testing of concentrate feed on livestock, and 5) monitoring and evaluation of program implementation. The empowerment program has increased the knowledge and skills of livestock group members regarding feed and concentrate production methods using RUNs feed supplement technology. Additionally, the developed feed factory has generated economic value and provided employment opportunities.
DEDIKASI MAHASISWA KKN TEMATIK EKOTEOLOGI DAN PERTANAHAN: PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI DESA KARANGDADAP KABUPATEN PEKALONGAN Fauzia Nur Aeni; Inka Aruri; Vanessa Imeldalia; Nadia Salsa Nabila; Arifiani Ayu Budiati; Zahrotul Aini; Siti Nur Kholipah; Nurul Zahroya; Rheisa Nailatul Izza; Hanif Ithisam Wibowo; Ikhlasa Akmal Fajar; Mukhammad Risqy; Muhlisin
Saweu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Saweu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The focus and purpose of this research is about the KKN Ecotheology and Land activities, where this activity is carried out to identify and provide solutions to problems in Karangdadap Village. One of the focuses of the KKN activities of group 13 of the K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan State Islamic University is to carry out socialization related to waste sorting to women's groups, socialization and implementation of waste banks in junior high schools, socialization of making aromatherapy candles from used cooking oil, socialization of biopores, socialization of anti-bullying in MIS Karangdadap and SDN Karangdadap, socialization of waste sorting and making trash cans from used gallons in SDN Karangdadap, additional teaching at MIS Karangdadap, teaching at Paud Menur and handling the problem of uncertified waqf land. The method used is a qualitative descriptive method through observation, surveys and activity planning and documentation as data collection techniques carried out in Karangdadap Village, Karangdadap District, Pekalongan Regency. The results of this study indicate that the Thematic Community Service Program (KKN) in Ecotheology and Land Management increased community awareness and participation in environmental management, supported improvements in educational quality, and identified issues related to uncertified waqf land in Karangdadap Village.
Integrasi Ilmu Sains dan Agama dalam Lembaga Pendidikan: (Studi Kasus di SMP Plus Al-Kholiliy Comal Kab. Pemalang) Abid Khaidar Zamzami; Wildan Nur Mardotillah; Ahmad Alaik Niam; Muh. Sulaiman Jazuly Elafi; Muhlisin
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.491

Abstract

Integrasi antara ilmu pengetahuan alam dan agama di SMP Plus Al-Kholiliy Comal bertujuan untuk menyediakan pendidikan yang komprehensif dan seimbang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu dengan cara pengumpulan data dilakukan melalui observasi, telaah dokumen, dan dialog dengan pendidik agama Islam. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa integrasi tersebut diimplementasikan melalui Kurikulum Terpadu, yang mengombinasikan konten umum dan religius dalam pembelajaran tematik, serta model Pembelajaran Berbasis Proyek. Strategi ini memfasilitasi siswa dalam memahami konsep sains seraya mengaitkannya dengan ajaran Islam. Program pembiasaan ibadah, mencakup salat berjamaah, studi kitab, dan peringatan acara keagamaan besar, juga berkontribusi dalam penguatan karakter moral. Tantangan utama, yaitu minimnya partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran, ditanggulangi melalui proyek kolaboratif yang berfokus pada interaksi sosial. Penilaian dilaksanakan melalui evaluasi kognitif, afektif, dan refleksi guru mengenai implementasi pengajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi sains dan agama di SMP Plus Al-Kholiliy berjalan efektif serta mendukung pengembangan karakter dan kompetensi siswa secara seimbang.
Transformasi Kurikulum Pendidikan Islam Dalam Membentuk Etika Dan Akhlak di Era Modern Firyala Meitsa Mona; Farida Restu Safita; Nurul Awwaliyatus Saadah; Faidatul Faseha; Muhlisin
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi transformasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai fondasi utama dalam pembentukan etika dan akhlak yang tangguh di era modern, serta mengusulkan model kurikulum yang komprehensif. Perubahan sosial dan pesatnya teknologi digital, yang ditandai dengan fenomena defisit moralitas seperti cyberbullying dan penyebaran hoaks, menunjukkan kegagalan sistem pendidikan karakter tradisional dan menegaskan kebutuhan adaptasi kurikulum yang relevan dengan kondisi saat ini. Penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan analisis interpretatif-deskriptif digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis literatur, khususnya jurnal dan buku dari tahun 2018 hingga 2025. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa transformasi kurikulum PAI harus dilakukan dengan memodifikasi tiga elemen utama: (1) tujuan (menanamkan nilai moral dan spiritual), (2) materi (mengintegrasikan materi yang relevan, lintas disiplin dan berbasis teknologi), serta (3) metode pembelajaran (menggunakan pendekatan aktif, partisipatif dan reflektif). Model transformasi yang berkelanjutan ini diprediksi efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai nilai-nilai Islam dan partisipasi keagamaan, menjadikannya langkah strategis untuk menciptakan generasi Muslim yang unggul secara etika dan akhlak di abad ke-21.
DEDIKASI MAHASISWA KKN TEMATIK EKOTEOLOGI DAN PERTANAHAN: PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI DESA KARANGDADAP KABUPATEN PEKALONGAN Fauzia Nur Aeni; Inka Aruri; Vanessa Imeldalia; Nadia Salsa Nabila; Arifiani Ayu Budiati; Zahrotul Aini; Siti Nur Kholipah; Nurul Zahroya; Rheisa Nailatul Izza; Hanif Ithisam Wibowo; Ikhlasa Akmal Fajar; Mukhammad Risqy; Muhlisin
Saweu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Saweu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The focus and purpose of this research is about the KKN Ecotheology and Land activities, where this activity is carried out to identify and provide solutions to problems in Karangdadap Village. One of the focuses of the KKN activities of group 13 of the K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan State Islamic University is to carry out socialization related to waste sorting to women's groups, socialization and implementation of waste banks in junior high schools, socialization of making aromatherapy candles from used cooking oil, socialization of biopores, socialization of anti-bullying in MIS Karangdadap and SDN Karangdadap, socialization of waste sorting and making trash cans from used gallons in SDN Karangdadap, additional teaching at MIS Karangdadap, teaching at Paud Menur and handling the problem of uncertified waqf land. The method used is a qualitative descriptive method through observation, surveys and activity planning and documentation as data collection techniques carried out in Karangdadap Village, Karangdadap District, Pekalongan Regency. The results of this study indicate that the Thematic Community Service Program (KKN) in Ecotheology and Land Management increased community awareness and participation in environmental management, supported improvements in educational quality, and identified issues related to uncertified waqf land in Karangdadap Village.
Antara Persepsi Feodalisme dan Realitas Adab: Analisis Narasi Media Sosial tentang Pesantren Amrullah, Arfan; Melisa Fauzia Nastiti; Umi Musyarofah; Ayesha Sahda Areefa Solihin; Muhlisin
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i2.486

Abstract

Perdebatan mengenai relasi kiai–santri di ruang digital meningkat seiring berkembangnya media sosial sebagai arena pembentukan opini publik tentang pesantren. Narasi tentang “adab” dan tuduhan “feodalisme” sering berkelindan, menciptakan ketegangan diskursif antara nilai tradisional dan ekspektasi masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan konstruksi narasi tersebut serta menganalisis bagaimana pengguna media sosial mengartikulasikan, menegosiasikan, atau mempertentangkan makna otoritas dan pendidikan moral dalam konteks pesantren. Penelitian ini menggunakan metode netnografi kualitatif dengan pengumpulan data berupa komentar, unggahan, dan percakapan publik di platform seperti X, TikTok, dan Instagram yang relevan dengan isu relasi kiai–santri. Analisis data dilakukan melalui teknik thematic coding untuk mengidentifikasi pola naratif dan kategori diskursif yang dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi adab umumnya diasosiasikan dengan pembentukan karakter, penghormatan terhadap otoritas keilmuan, dan transmisi nilai moral. Sebaliknya, narasi feodalisme muncul terutama dalam konteks viralitas kasus kekerasan, hubungan kuasa yang tidak transparan, dan pengalaman negatif alumni. Interaksi kedua narasi memperlihatkan adanya tarik-menarik legitimasi, di mana sebagian pengguna berupaya mempertahankan otoritas tradisional sementara yang lain menuntut akuntabilitas yang lebih besar. Selain itu, penelitian menemukan bahwa dinamika diskursif sangat dipengaruhi oleh algoritme viralitas, selektivitas konten, serta konteks sosial pengguna media. Penelitian ini menyimpulkan bahwa narasi digital tentang pesantren tidak monolitik, melainkan hasil negosiasi terus-menerus antara nilai tradisional dan tuntutan modernitas.
Mengajarkan Simple Present Tense Dengan Metode Contextual Teaching and Learning Untuk Siswa Sekolah Dasar Kelas IV Muhlisin; Syahid, Agus; Sudewi, Ni Ketut Putri Nila
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 1 (2026): Januari, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i1.1938

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah salah satu dari bagian Tri Dharma perguruan tinggi. Kegiatan PKM ini adalah bentuk kerjasama antara Universitas Bumigora dengan Sekolah Dasar SDK Antonius Cakranegara, Mataram. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan simple present tense dengan meggunakan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) kepada siswa kelas IV. CTL adalah sebuah metode pengajaran yang menghubungkan antara pengetahuan awal siswa dengan konteks kehidupan yang nyata sehingga apa yang dipelajari menjadi lebih bermakna. Hasil pembelajaran simple present tense denga metode CTL menunjukkan hasil yang signifikan, hal ini dapat dilihat dari peningkatan pengetahuan siswa dalam menyusun kalimat menggunakan model simple present tense, mendeskripsikan kegiatan sehari-hari atau rutinitas mereka dalam bahasa Inggris dengan struktur kalimat yang benar. Metode CTL ini sangat efektif digunkan untuk mengajarkan simple present tense, para siswa rata-rata memperoleh penilaian dengan kategori “Good” dan “Very Good”.
HAJI DAN KEGAIRAHAN EKONOMI:: Menguak Makna Ibadah Haji Bagi Pedagang Muslim di Yogyakarta M. Sulthoni; Muhlisin; Muthoíin
JURNAL PENELITIAN Vol 9 No 1 (2012): Volume 9 Nomor 1 2012
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/dwr7gk84

Abstract

Haj is an exclusive and unique worship. It is exclusive because not all Muslims do not have to that. This ritual is only done by those who have the physical ability, psychological, and financial requirements to run it. Hajj ritual is unique because it often goes beyond the normative boundaries. The phenomenon of pilgrimage draper in Beringharjo market that is the subject of this study clearly demonstrate this. The traders set aside a portion of the liver berrela trading profits earned every day, collecting little by little in a long time, and after a relatively large collected was not used to expand the business as usual by merchants, but "spent" to perform Hajj. This study found the base rationalization traders in the market Beringharjo which can be traced from three aspects, namely the meaning of the Hajj, the use of pilgrims symbols, and the use of these symbols in their trading activities. First, the meaning of Hajj has at least four different meanings, namely: (a) normative meaning; (b) the pilgrimage is a guarantee for answered prayer; (c) the Hajj is a symbol of high social and cultural status; (d) the symbol of Hajj is a trust assurance to buyers. Second, the creation of the symbolic aspects of the pilgrims in Beringharjo market traders motivated by three things, namely cultural, social, and economic background. Third, widening, shifting and expanding the meaning of Hajj which is influenced by religious backgrounds, worldviews as Javanese, and its position as a trader.
The Importance of Lifeboat Winch Maintenance for the Safety of Crew and Passengers on the KM Sultan Hasanuddin Training Ship Winarno; Rahman, Fajrur; Muhlisin; Girikallo, Adrianus; Kasim, Setiawan; Noegraha, Andi Dirga
Maritime Park: Journal of Maritime Technology and Society Volume 5, Issue 1, 2026
Publisher : Department of Ocean Engineering, Faculty of Engineering, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/mp.vi.47793

Abstract

The main objective of this study is to evaluate the effectiveness of the lifeboat winch maintenance program and identify internal and external factors that affect its implementation. The research method used a qualitative descriptive approach through observation of the physical condition of the equipment, interviews with the crew, and review of logbooks. The results of the study show that the lifeboat winch maintenance program on KM Sultan Hasanuddin is not yet effective. The condition of the equipment shows degradation, such as rust on the wire rope and blurred nameplates, while the Planned Maintenance System (PMS) documentation is not available. Safety drills are conducted, but passenger involvement is not guaranteed, thereby reducing collective preparedness. Internal factors that influence this include the competence of the crew, the availability of spare parts, the consistency of the maintenance schedule, and the safety culture. External factors include the corrosive marine environment, ship operator policies, budget constraints, and weak external supervision. The implications of these findings emphasize the need for the implementation of a documented PMS, consistent preventive maintenance, and integrated drills involving all parties on board. For maritime educational institutions, this research also serves as a basis for the development of practical learning modules on lifeboat winch maintenance to support the formation of a safety culture from an early stage.
Co-Authors Abdul Muhid, Abdul Abid Khaidar Zamzami Agus Syahid Ahmad Alaik Niam Ahmad Rasyid Ahmad Ta'rifin Ahmadi, Yusril Alam, Taufan Alfajrin, Achmad Chalid Afif Alinda, Riska Amrullah, Arfan Anas, Muhsin Al Arianasari, Nurul Arifiani Ayu Budiati As-Syifa Salsabila ASARI Asih Kurniawati Ayesha Sahda Areefa Solihin Balbisi, Dina Nur Amilah Butar-Butar, Tominse Ijan Chusnul Hanim Dewi Yuliana Fitri Dewo Prasetiyo Dinda Sahda Pratiwi Fahira, Nur Indah Faidatul Faseha Faizah Febiany Farida Restu Safita Fauzia Nur Aeni Firyala Meitsa Mona Girikallo, Adrianus Haerani Asri Hanif Ithisam Wibowo Harisandy, Rio Hendry Wijaya Heni Pujiastuti Ikhlasa Akmal Fajar Inka Aruri Irfan Fauzan Kasim, Setiawan Khoryfatul Munawaroh Luqman Hakim M. Sulthoni Maskhur Masrupah Melisa Fauzia Nastiti Miftahul Ula Mila Erliana Miswaty, Titik Ceriyani Mohammad Syaifuddin Muh. Sulaiman Jazuly Elafi MUHAMMAD ILHAM Muhammad Qaidaraniq Muharis Muhlisin Muhlisin Mukhammad Risqy Muthoíin Nadia Salsa Nabila Nahya Nadziva Ni Ketut Putri Nila Sudewi Ni Ketut Putri Nila Sudewi Noegraha, Andi Dirga Noer Indah Aprianti Nurul Awwaliyatus Saadah Nurul Zahroya Panji Tanashur Priyonggo Suseno, Priyonggo Puput Shoyyibah Fatimah Rahmadiyanti Rahman, Fajrur Rheisa Nailatul Izza Rian Adhivira Prabowo RR. Ella Evrita Hestiandari Rully Alamsyah, Rully Siti Nur Kholipah Syafira Mahfuzi Ardiyati Syakira, Nabila Umi Musyarofah Vanessa Imeldalia Widhi, Bidari Andaru Wildan Nur Mardotillah WINARNO Wulantari, I Gusti Ayu Dhiva Zahrotul aini Zamroni Zulfitri Aima