Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengembangan Biopelet Berbasis Limbah Sekam Kopi sebagai Pendukung Sistem Agroforestri dan Usaha Peternakan KTH Pelangi Senja di Ulu Belu, Tanggamus Murda, Rio Ardiansyah; Munawaroh, Khoryfatul; Alfajrin, Achmad Chalid Afif; Muhlisin; Butar-Butar, Tominse Ijan; Arianasari, Nurul; Fahira, Nur Indah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi kopi robusta di Kecamatan Ulu Belu menghasilkan limbah sekam dalam jumlah besar yang belum termanfaatkan optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengonversi limbah sekam kopi menjadi biopelet sebagai alternatif energi terbarukan dan pakan ternak, sekaligus meningkatkan diversifikasi produk UKM Kopi Beloe Klasik dan memperkuat usaha Kelompok Tani Hutan (KTH) Pelangi Senja. Metode pelaksanaan meliputi survei, penjajakan mitra, focus group discussion (FGD), pelatihan pembuatan biopelet, serta hibah teknologi berupa mesin pencetak biopelet dan mesin pencacah pakan ternak. Penjajakan lapangan menunjukkan bahwa KTH Pelangi Senja telah mengembangkan agroforestri kopi, namun menghadapi kendala pada pengelolaan limbah dan penyediaan pakan ternak berkelanjutan. Usaha Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) berupa ternak kambing juga mengalami keterbatasan peralatan untuk pengolahan pakan. Untuk itu, tim PkM menyerahkan mesin pencacah pakan dan mesin pembuat pelet pada 25 September 2025 sebagai dukungan nyata terhadap keberlanjutan usaha mitra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas mitra dalam memanfaatkan limbah kopi menjadi produk biopelet, terciptanya peluang usaha baru, dan penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Program ini selaras dengan SDGs (7, 13, 15) dan mendukung IKU perguruan tinggi (IKU 2 & IKU 5). Dengan demikian, pengelolaan limbah sekam kopi tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga mendorong kemandirian energi, ekonomi hijau, dan pemberdayaan desa.
Language Style Variation and Sociocultural Function in the Karang Pendem Community: A Sociolinguistic Analysis Wulantari, I Gusti Ayu Dhiva; Syahid, Agus; Miswaty, Titik Ceriyani; Sudewi, Ni Ketut Putri Nila; Muhlisin
Lexeme : Journal of Linguistics and Applied Linguistics Vol. 8 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/ljlal.v8i1.53393

Abstract

This study investigates language style variation in everyday social interactions among residents of Karang Pendem, Cakranegara. Using a qualitative descriptive method, the research observes and analyzes spontaneous language use in natural settings such as homes, markets, temples, and public gatherings. Data were collected through field observations and detailed note-taking, and analyzed using theories of sociolinguistics, particularly Labov’s theory of variation, Holmes’ sociopragmatic approach, and Hymes’ communicative competence. The findings reveal four dominant categories of style-shifting based on interlocutor: (1) to elders, marked by respectful forms and high Balinese (basa alus); (2) to peers, characterized by informal tone, casual Indonesian, and code-mixing; (3) to strangers or outsiders, involving formal Indonesian and neutral speech; and (4) to children or socially subordinate individuals, featuring directive, simplified language. These shifts are shown to be strategic and culturally encoded, reflecting values such as respect, solidarity, and caution. The study concludes that style-shifting is not merely a linguistic habit but a culturally informed social strategy. Language variation in Karang Pendem operates as a tool for managing relationships, reinforcing social roles, and maintaining community norms. The findings affirm that language style functions both as a medium of expression and as a reflection of deep-rooted sociocultural structures.
Co-Authors Abdul Muhid, Abdul Abid Khaidar Zamzami Agus Syahid Ahmad Alaik Niam Ahmad Rasyid Ahmad Ta'rifin Ahmadi, Yusril Alam, Taufan Alfajrin, Achmad Chalid Afif Alinda, Riska Amrullah, Arfan Anas, Muhsin Al Arianasari, Nurul Arifiani Ayu Budiati As-Syifa Salsabila ASARI Asih Kurniawati Ayesha Sahda Areefa Solihin Balbisi, Dina Nur Amilah Butar-Butar, Tominse Ijan Chusnul Hanim Dewi Yuliana Fitri Dewo Prasetiyo Dinda Sahda Pratiwi Fahira, Nur Indah Faidatul Faseha Faizah Febiany Farida Restu Safita Fauzia Nur Aeni Firyala Meitsa Mona Girikallo, Adrianus Haerani Asri Hanif Ithisam Wibowo Harisandy, Rio Hendry Wijaya Heni Pujiastuti Ikhlasa Akmal Fajar Inka Aruri Irfan Fauzan Kasim, Setiawan Khoryfatul Munawaroh Luqman Hakim M. Sulthoni Maskhur Masrupah Melisa Fauzia Nastiti Miftahul Ula Mila Erliana Miswaty, Titik Ceriyani Mohammad Syaifuddin Muh. Sulaiman Jazuly Elafi MUHAMMAD ILHAM Muhammad Qaidaraniq Muharis Muhlisin Muhlisin Mukhammad Risqy Muthoíin Nadia Salsa Nabila Nahya Nadziva Ni Ketut Putri Nila Sudewi Ni Ketut Putri Nila Sudewi Noegraha, Andi Dirga Noer Indah Aprianti Nurul Awwaliyatus Saadah Nurul Zahroya Panji Tanashur Priyonggo Suseno, Priyonggo Puput Shoyyibah Fatimah Rahmadiyanti Rahman, Fajrur Rheisa Nailatul Izza Rian Adhivira Prabowo RR. Ella Evrita Hestiandari Rully Alamsyah, Rully Siti Nur Kholipah Syafira Mahfuzi Ardiyati Syakira, Nabila Umi Musyarofah Vanessa Imeldalia Widhi, Bidari Andaru Wildan Nur Mardotillah WINARNO Wulantari, I Gusti Ayu Dhiva Zahrotul aini Zamroni Zulfitri Aima