Claim Missing Document
Check
Articles

Physical Condition Analysis of Junior Athletes of LAVANI Volleyball Club Bujang; Arisman; Aridhotul Haqiyah; Mia Kusumawati; Tatang Iskandar
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/peshr.v13i2.5668

Abstract

This study aims to analyze the physical condition of junior athletes of the LAVANI Cikeas Bogor volleyball club including cardiovascular endurance, muscle strength, muscle explosive power, flexibility, and body composition. This physical component is important to support the appearance of athletes in volleyball. The method used is descriptive research with measurements using valid and reliable field tests. The study population was all junior athletes of the LAVANI Cikeas Bogor volleyball club totaling 30 people with total sampling techniques. The instruments used include multi-stage running tests, push-up tests, vertical jump tests, sit and reach tests, and anthropometric measurements. The results showed that the average cardiovascular endurance of athletes was in the good category, arm and shoulder muscle strength in the sufficient category, leg muscle explosive power in the less category, flexibility in the good category, and body composition of most athletes was in the ideal range. Overall, the physical condition of the junior athletes of the LAVANI Cikeas Bogor volleyball club is considered quite good but still needs to be improved, especially in the explosive power component of the leg muscles to support optimal performance in playing volleyball.
The Effect of Core Stability Training on Jump Serve Accuracy in Youth Volleyball Players Bujang; Aridhotul Haqiyah; Mia Kusumawati; Arisman
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v14i1.20564

Abstract

The purpose of this study was to examine the effect of core stability training on jump serve accuracy in adolescent volleyball players. In the sport of volleyball, jump serve accuracy is essential for creating effective attacks, while core stability plays an important role in controlling body movement, improving balance, and generating the strength needed to serve accurately. This study used an experimental design with 30 youth volleyball players from the New Antarctica Club who were divided into two groups: an experimental group that underwent a 6-week core stability training program and a control group that received no specific training intervention. The results showed that the experimental group experienced a better and significant improvement in jump serve accuracy compared to the control group. Therefore, it can be concluded that core stability training can improve jump serve accuracy in adolescent volleyball players.  
Kafaah dalam Perkawinan: Menelaah Pembatasan Perpautan Usia di Yordania dalam Bingkai Hukum Islam, Keadilan Gender, dan Relevansinya di Indonesia Harahap, Adi Harmanto; -, Muh. Rizki; -, Almi Jera; Arisman
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 6 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/abhats.vol6.iss1.art2

Abstract

This study critically examines age gap restrictions in marriage as part of the concept of kafaah, as regulated in Article 11 of Jordan’s Qanun al-Ahwal al-Syakhsiyyah No. 36 of 2010. This regulation prohibits marriages with an age difference exceeding 20 years unless a judge ensures the consent and willingness of the prospective bride. Using a descriptive-analytical-comparative method, this research explores whether this regulation serves as a form of protection for women against potential exploitation or acts as a state control mechanism over women’s rights in choosing a spouse. The findings reveal that this regulation is rooted in the principles of istihsan, maslahah, and sad al-dzari’ah, aiming not only to prevent relational imbalance in marriage but also to ensure the protection of women. From the perspective of Islamic law, this regulation reflects the dynamics of modern ijtihad in adapting the principle of kafaah to contemporary social needs. Meanwhile, from a gender justice perspective, this policy highlights the tension between legal protection and state control over women's autonomy in selecting a life partner. In Indonesia, the Kompilasi Hukum Islam (KHI) does not include any provision regarding the maximum age gap in marriage, allowing marriages with significant age differences to occur without explicit legal intervention. This study recommends a critical evaluation of the kafaah concept in Indonesia, balancing women's rights protection with their autonomy in choosing a spouse. [Penelitian ini mengkaji secara kritis pembatasan perpautan usia dalam perkawinan sebagai bagian dari konsep kafaah yang diatur dalam Pasal 11 Qanun al-Ahwal al-Syakhsiyyah Yordania No. 36 Tahun 2010. Ketentuan ini membatasi pernikahan dengan selisih usia lebih dari 20 tahun, kecuali setelah hakim memastikan kerelaan dan kesediaan calon mempelai perempuan. Dengan metode deskriptif-analitis-komparatif, penelitian ini menelaah apakah regulasi tersebut merupakan bentuk perlindungan perempuan dari potensi eksploitasi atau justru menjadi instrumen kontrol negara atas hak perempuan dalam menentukan pasangan hidup. Temuan penelitian menunjukkan bahwa regulasi ini berakar pada metode istihsan, maslahah, dan sad al-dzari’ah, yang bertujuan tidak hanya mencegah ketimpangan relasi dalam pernikahan, tetapi juga memastikan perlindungan bagi perempuan. Dari perspektif hukum Islam, regulasi ini mencerminkan dinamika ijtihad modern dalam mengadaptasi prinsip kafaah yang sesuai dengan kebutuhan sosial kontemporer. Sementara itu, dari perspektif keadilan gender, kebijakan ini menunjukkan ketegangan antara proteksi hukum dan kontrol negara atas otonomi perempuan dalam memilih pasangan hidup. Di Indonesia, Kompilasi Hukum Islam (KHI) tidak memuat ketentuan tentang batas maksimal perpautan usia dalam pernikahan, sehingga pernikahan dengan selisih usia yang signifikan dapat berlangsung tanpa adanya intervensi hukum yang eksplisit. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi kritis terhadap konsep kafaah di Indonesia dengan menyeimbangkan perlindungan hak perempuan dan kebebasan mereka dalam memilih pasangan hidup secara otonom.]
Disiplin Warga Binaan dalam Mengikuti Kegiatan Pesantren Al-Ichwan di Lapas Kelas II A Tembilahan Junaidi; Setiabudi, Agung; Arisman; Afrizal, Jhon; Fuadi, Husni; Yusrial; Al Banjuri, Azzuhri
IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa Vol. 4 No. 3 (2025): IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa
Publisher : Indra Institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedisiplinan warga binaan dalam mengikuti kegiatan pesantren di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan ditinjau dari perspektif maqashid al-syari‘ah. Berdasarkan Pasal 1 angka 18 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Lapas berfungsi bukan hanya sebagai tempat penjatuhan pidana, tetapi juga sebagai lembaga pembinaan dan rehabilitasi yang bertujuan mengembalikan narapidana menjadi pribadi yang bermoral dan produktif di masyarakat. Salah satu bentuk pembinaan yang diterapkan adalah melalui penyelenggaraan pesantren, yang berperan penting dalam membina spiritual, moral, dan karakter warga binaan agar mampu bertaubat, memperbaiki diri, serta memiliki kesadaran religius yang kuat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif dengan model participant research, yaitu menelaah fenomena secara langsung di lapangan secara alami tanpa rekayasa. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan yang memenuhi kriteria 3M (mengetahui, memahami, mengalami), sedangkan data sekunder bersumber dari literatur seperti buku dan jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pesantren Al-Ichwan di Lapas Kelas IIA Tembilahan berperan besar dalam menanamkan nilai-nilai maqāshid al-syari‘ah kepada warga binaan, yang mencakup lima aspek utama, yaitu Hifzh ad-Din (menjaga agama), Hifzh an-Nafs (menjaga jiwa), Hifzh al-Aql (menjaga akal), Hifzh an-Nasl (menjaga keturunan), dan Hifzh al-Mal (menjaga harta). Melalui pembinaan keagamaan, pengajian, bimbingan ibadah, dan pelatihan keterampilan, warga binaan dilatih untuk disiplin dalam menjalankan kegiatan spiritual dan sosial yang memperkuat keimanan, ketenangan jiwa, dan tanggung jawab moral. Kedisiplinan terbukti menjadi faktor utama keberhasilan pembinaan karena membentuk kepribadian Islami yang taat aturan dan berakhlak mulia.
PENGARUH LATIHAN PASSING AKTIF SEGITIGA TERHADAP KEMAMPUAN PASSING KAKI BAGIAN DALAM PADA PERMAINAN FUTSAL SISWA EKSTRAKURIKULER SMA NEGERI 4 SAMARINDA Rahmat; Nur Muhammad Malik Ibrahim; Arisman
CENDIKIA Vol 8 No 1 (2024): CENDIKIA
Publisher : IKIP PGRI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan passing aktif segitiga terhadap kemampuan passing kaki bagian dalam pada permainan futsal siswa ekstrakurikuler SMA Negeri 4 Samarinda Tahun Pelajaran 2024/2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain One Group Pre-test and Post-test. Sampel penelitian adalah 15 siswa ekstrakurikuler futsal. Teknik pengumpulan data menggunakan tes passing dan controlling selama 30 detik, baik sebelum maupun sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada nilai post-test dibandingkan pre-test. Berdasarkan uji paired sample t-test, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.00009 (p < 0.05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan passing aktif segitiga terhadap peningkatan kemampuan passing kaki bagian dalam. Dengan demikian, latihan passing aktif segitiga terbukti efektif dalam meningkatkan teknik dasar passing pemain futsal, khususnya dalam hal akurasi dan kecepatan umpan pendek di ruang sempit.
The LGBT Phenomenon from a Social and Legal Perspective in Indonesia Erfita; Arisman
Journal Informatic, Education and Management (JIEM) Vol 8 No 1 (2026): FEBRUARY (CALL FOR PAPERS)
Publisher : STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jiem.v8i1.236

Abstract

The LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender) phenomenon in Indonesia has become a complex social and legal issue amidst globalization and technological advancements. This study aims to analyze the definition, causes, social impacts, and legal perspectives on this phenomenon within the context of Indonesian moral and cultural values. The method used is descriptive qualitative with a sociological and normative juridical approach through literature review and social theory. The results of the study indicate that promiscuity and LGBT emerged due to the influence of global culture, digital media, and weak character education. Socially, this phenomenon has led to a shift in moral values, an increase in deviant behavior, and the emergence of stigma and social conflict. Although the LGBT community is increasingly present in public spaces and social media, Indonesian society generally still rejects its existence because it is considered contrary to religious and cultural norms . In terms of law, LGBT behavior and promiscuity are not explicitly regulated in the law, but acts that violate morality can be prosecuted through Articles 281 and 292 of the Criminal Code, as well as Law No. 44 of 2008 concerning Pornography. The government is expected to strengthen regulations and moral education that balance individual rights and social order. Thus, the phenomenon of promiscuity and LGBT reflects the nation's moral challenges that require a balanced legal, social, and educational approach to align with the values ​​of Pancasila and Indonesia's cultural identity.
Pengembangan Karakter Dan Keterampilan Anak Melalui Permainan Tradisional (Boiboian) Ferri Hendryanto; Suhermon; Arisman; Alfa Syahputra; Sopida
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 3 No. 3 (2025): JISS - Oktober
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jiss.v3i3.615

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan karakter dan keterampilan motorik anak melalui permainan tradisional Boiboian. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 004 Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu dengan melibatkan guru, siswa, serta dosen dan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Universitas Rokania. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan terdiri dari sosialisasi, pelatihan, serta praktik permainan Boiboian yang menekankan nilai-nilai kerja sama, kejujuran, kesabaran, dan kepercayaan diri. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme siswa yang tinggi serta peningkatan kemampuan mereka dalam bekerja sama dan berkomunikasi. Selain itu, kegiatan ini berhasil menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal melalui permainan tradisional. Dengan demikian, permainan Boiboian efektif dalam memperkuat karakter dan keterampilan motorik anak serta melestarikan budaya daerah.
Married is Scary: Ketakutan Gen Z Terhadap Pernikahan di Era Modern Yani, Nur Afrina; Arisman
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3732

Abstract

Fenomena   "Married   is   Scary"   mencerminkan   persepsi   ketakutan   terhadap pernikahan yang semakin berkembang dalam masyarakat kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsitersebut dalam perspektif religius, emosional, dan  sosial  budaya,  serta  faktor-faktor  yang  mempengaruhinya.  Metode  yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis berbagai sumber terkait topic pernikahan di masyarakat  modern. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa ketakutan  terhadap  pernikahan  dipengaruhi  oleh  faktor  religius  yang  menuntut pemenuhan ekspektasi tinggi, faktor emosional terkait trauma atau ketidakpastian komitmen,  serta  tekanan  sosial  budaya  yang  menuntut  individu  untuk  menikah pada usia  tertentu.  Selain  itu,  faktor  ekonomi  dan  pengaruh  media  sosial  juga memainkan  peran  besar  dalam  menciptakan  rasa  takut  terhadap  pernikahan. Kesimpulannya,  fenomena  ini  mencerminkan  kompleksitas  pandangan  terhadap pernikahan yang dipengaruhi oleh banyak faktor, dan diperlukan pendekatan yang lebih  realistis  serta  dukungan  sosial  dalam  menghadapi  ketakutan  ini. Penelitian lebih  lanjut  tentang  dinamika ini sangat  diperlukan  untuk memahami  lebih  dalam fenomena tersebut.
Fenomena Childfree: Antara Pilihan Personal, Nilai Sosial dan Tantangan Masa Depan Erliza, Putri Nurul; Arisman
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3733

Abstract

Fenomena childfree telah menjadi perbincangan hangat dalam diskursus sosial kontemporer, terutama di tengah perubahan nilai masyarakat modern yang semakin menekankan pada kebebasan individu, kesetaraan gender, dan kesadaran ekologis. Studi ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar, sejarah kemunculan, alasan dan urgensi pilihan childfree, realita sosial yang menyertainya, serta pendekatan interdisipliner dalam merespons isu ini. Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif berbasis studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi data dari berbagai jurnal akademik, buku, dan laporan ilmiah terbitan 2018–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa pilihan menjadi childfree bukanlah bentuk penolakan terhadap nilai keluarga, melainkan ekspresi sah dari hak atas tubuh, kebebasan eksistensial, dan tanggung jawab sosial terhadap masa depan planet. Meskipun demikian, individu childfree masih menghadapi tantangan berupa stigma sosial, tekanan gender, dan ketimpangan dalam kebijakan publik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan interdisipliner yang mencakup dimensi sosiologis, psikologis, hukum, dan teologis untuk membangun ruang sosial yang lebih adil dan inklusif terhadap keragaman pilihan hidup.
Analisis Nikah Wisata dalam Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia Harahap, Rizki Ananda Futri; Arisman
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3757

Abstract

Nikah wisata merupakan praktik perkawinan yang secara formal memenuhi rukun dan syarat nikah, namun dilakukan dengan niat tidak berkelanjutan selama masa perjalanan wisata. Praktik ini menimbulkan persoalan hukum karena bertentangan dengan tujuan perkawinan baik dalam hukum Islam maupun hukum positif Indonesia. Artikel ini bertujuan menganalisis nikah wisata dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif Indonesia dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan fatwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nikah wisata tidak sejalan dengan tujuan perkawinan yang bersifat kekal sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 serta bertentangan dengan maqāṣid al-syarī‘ah. Oleh karena itu, nikah wisata dinilai tidak memiliki legitimasi hukum yang kuat dan berpotensi menimbulkan ketidakpastian serta kerugian bagi perempuan dan anak.