Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Mental Wenny Nugrahati Carsita; Kusumawati, Mira Wahyu; Basir, Muhammad Ichsan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 7 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/wuj.v7i2.717

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan mental merupakan komponen fundamental dalam menunjang kesejahteraan individu, khususnya pada masa remaja yang merupakan fase rentan terhadap berbagai tekanan kehidupan serta dinamika perkembangan emosional. Masalah kesehatan mental yang dialami pada masa remaja dapat memberikan dampak jangka panjang hingga masa dewasa. Kegagalan dalam menangani kondisi kesehatan mental berpotensi menimbulkan konsekuensi negatif terhadap kesehatan fisik maupun psikologis. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang upaya pencegahan kesehatan mental. Metode: Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan menggunakan metode ceramah dan sesi tanya jawab. Prosedur kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test menggunakan kuesioner, dilanjutkan dengan pemberian pendidikan kesehatan dan diakhiri dengan post-test. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas XI-1 berjumlah 30 orang. Hasil: Diketahui adanya peningkatan rata-rata skor dari 85 pada pre-test menjadi 93 pada post-test setelah pelaksanaan kegiatan. Simpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan pada remaja setelah diberikan pendidikan kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam menekan risiko gangguan kesehatan mental pada remaja.
Hubungan Strategi Koping dengan Resiliensi pada Penyintas Stroke: Studi Korelasi Faradisa, Elok Faradisa; Mira Wahyu Kusumawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1377

Abstract

Latar belakang: Penyintas stroke merupakan populasi yang rentan mengalami berbagai tantangan fisik, psikologis, dan sosial. Strategi koping yang efektif dan resiliensi yang tinggi sangat dibutuhkan untuk adaptasi dan pemulihan optimal pasca-stroke. Pemahaman spesifik mengenai hubungan antara strategi koping dan resiliensi pada penyintas stroke di Kota Surakarta masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara strategi coping dengan resiliensi pada penyintas stroke di Kota Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, jumlah sampel 84 penyintas stroke di salah satu RSUD Surakarta melalui teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Ways of Coping untuk strategi koping, dan Skala Resiliensi CD-RISC 10 Item untuk mengukur resiliensi. Hasil: mayoritas responden menunjukkan menggunakan strategi koping berfokus pada emosi (55,95%) dan memiliki resiliensi rendah (52,38%). Analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan negatif kuat dan signifikan antara penggunaan strategi koping berfokus pada emosi dengan resiliensi rendah (r = -0,787; p < 0,05). Kesimpulan: Strategi koping memiliki peran signifikan terhadap tingkat resiliensi penyintas stroke. Disarankan agar program rehabilitasi pasca-stroke mengintegrasikan intervensi yang memperkuat strategi koping berfokus pada masalah guna meningkatkan resiliensi.
Eksplorasi Pengalaman Psikologis Mahasiswa Keperawatan Selama Menjalani Praktik Klinik Pertama Kali Di Rumah Sakit Wahyu Kusumawati, Mira; Yulianto, Sigit; Sari, Winda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1378

Abstract

Latar belakang: Mahasiswa keperawatan tingkat II menjalani praktik klinik pertama di rumah sakit yang menuntut adaptasi cepat terhadap lingkungan kerja, interaksi dengan pasien/keluarga, serta kolaborasi multidisiplin. Kondisi ini sering memunculkan tekanan psikologis pada fase awal praktik dan penelitian tentang ini masih terbatas sehingga penting untuk dieksplorasi sebagai dasar penguatan dukungan pembelajaran klinik. Tujuan: Penelitian ini untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi pengalaman psikologis pada mahasiswa keperawatan tingkat II selama praktik klinik di rumah sakit. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif. Sampel penelitian adalah mahasiswa keperawatan tingkat II yang menjalani praktik di rumah sakit tingkat C dan D. Penelitian dilaksanakan di salah satu perguruan tinggi di Kota Surakarta. Partisipan dipilih berdasarkan kriteria inklusi yaitu usia 19-21 tahun, aktif sebagai mahasiswa dan menjalani praktik klinik dengan kehadiran 100%. Wawancara dilakukan menggunakan panduan wawancara semi terstruktur dan jenuh pada responden ke-5. Hasil: Penelitian ini menemukan tiga tema utama dan dua belas subtema. Tema (1) emosi negatif dalam situasi yang tidak terduga; Tema (2) faktor-faktor protektif yang memunculkan emosi positif; Tema (3) Ketahanan Menjadi Bermanfaat. Kesimpulan: Mahasiswa mengalami berbagai fenomena saat berinteraksi dengan pasien, keluarga, dan tenaga medis di rumah sakit. Kondisi emosional negatif dan positif mendorong mahasiswa untuk berusaha tegar dan gigih dalam menyelesaikan tugas sebagai mahasiswa keperawatan
Religiusitas sebagai Faktor Protektif Kesehatan Mental dan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Keperawatan Kafaabillah, Dita; Wahyu Kusumawati, Mira; Saraswati, Nurliana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1380

Abstract

Latar belakang: Mahasiswa keperawatan merupakan salah satu kelompok rentan mengalami gangguan kesehatan mental akibat tekanan akademik, praktik klinik, masalah finansial dan interaksi sosial. Religiusitas merupakan salah satu faktor protektif yang dapat memperkuat ketahanan psikologis pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat religiusitas dengan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis mahasiswa keperawatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 205 mahasiswa tingkat dua di salah satu universitas di Surakarta melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Daily Spiritual Experience Scale (DSES), Self-Reporting Questionnaire (SRQ), dan Psychological Well-Being (PWB). Analisis statistik hasil penelitian menggunakan Spearman Rank. Hasil: Hasil menunjukkan responden memiliki tingkat religiusitas tinggi (76,58%), tingkat kesehatan mental normal (68,29%), dan tingkat kesejahteraan psikologis sedang (78,05%). Terdapat hubungan negatif signifikan antara religiusitas dan gangguan kesehatan mental (r = -0,282; p < 0,05). Terdapat hubungan positif signifikan antara religiusitas dengan kesejahteraan psikologis (r = 0,403; p < 0,05). Kesimpulan: Mahasiswa dengan tingkat religiusitas tinggi akan memiliki kesejahteraan psikologis tinggi dan beresiko rendah mengalami masalah kesehatan mental. Kampus dapat mengintegrasikan pendekatan spiritual dalam program pembinaan mahasiswa untuk mendukung kesehatan mental yang holistik.
Di Balik Keheningan Pelecehan Seksual: Suara Siswa dan Guru tentang Kesejahteraan Psikologis Remaja di Sekolah Wahyu Kusumawati, Mira; Faradisa, Elok; AR, Dwi Intan Pakuwita; Yulianto, Sigit; Budiman , Amin Aji; Auliya, Syafa Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1382

Abstract

Latar belakang: Pelecehan seksual beresiko terjadi dilingkungan sekolah dan belum banyak diungkapkan. Siswa maupun guru merasakan dampak dari pelecehan seksual secara psikologis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana siswa dan guru memaknai pelecehan seksual serta pengaruhnya terhadap kesejahteraan psikologis remaja di sekolah. Metode: Desain penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan partisipan 7 siswa kelas X-XI, usia 16-17 tahun dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Partisipan guru sebanyak 5 dengan kriteria minimal kerja 1 tahun dan pembina kegiatan siswa. Penelitian dilakukan di salah satu sekolah negeri menengah atas di kota Surakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi‐terstruktur dan catatan lapangan, kemudian dianalisis dengan membuat kategori, sub tema dan tema. Hasil analisis menghasilkan enam tema utama: (1)Dinamika remaja di era digitalisasi terhadap pelecehan seksual; (2) Media sosial sebagai ancaman laten dan budaya diam; (3) Faktor pendukung berbalik menjadi pondasi yang rapuh bagi remaja; (4) Guru sebagai gatekeeper dengan beban berlapis; (5) Religiusitas, Norma, dan Akhlak sebagai benteng protektif remaja; (6) Rapuhnya kontrol diri dan keluarga akibat normalisasi. Kesimpulan: Pencegahan pelecehan seksual dan promosi kesejahteraan psikologis memerlukan intervensi multilevel yang mengintegrasikan dengan kebijakan sekolah dan ramah korban. Pentingnya penguatan kapasitas guru, keterlibatan aktif keluarga, pendidikan seksualitas komprehensif yang sensitif budaya dan literasi digital yang memadai bagi remaja.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA: THE RELATIONSHIP BETWEEN ANXIETY LEVELS AND QUALITY OF LIFE IN PATIENTS WITH CHRONIC KIDNEY DISEASE UNDERGOING HEMODIALYSIS THERAPY Al Hafidz, Muhammad Yazidt Husein; Kusumawati, Mira Wahyu; Faradisa, Elok; Agustin, Wahyu Rima; Rahmad, Muhammad Nur
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i2.420

Abstract

Penyakit Chronic Kidney Disease dan terapi hemodialisa sering menimbulkan kecemasan akibat ketidakpastian penyakit, komplikasi, dan perubahan gaya hidup. Kecemasan berlebihan dapat menyebabkan isolasi sosial, depresi, dan menurunnya motivasi menjalani terapi, sehingga kualitas hidup pasien menurun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik responden, tingkat kecemasan, kualitas hidup serta hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani terapi hemodialisa. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional cross sectional. Sampel sebanyak 73 pasien CKD yang menjalani hemodialisa diambil dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tingkat kecemasan HADS dan kualitas hidup KDQOL-36. Penelitian dilakukan di RS Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta pada 22-30 Maret 2025 . Uji analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Spearman Correlation. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden rata-rata berusia 46-55 tahun (29), mayoritas laki-laki (39), lama menjalani terapi 1-5 tahun (50), menikah (71), tidak bekerja (60), dan berpendidikan SD (35). Sebagian besar pasien mengalami kecemasan dan kualitas hidup dalam kategori sedang, masing-masing sebanyak 57 dan 69 responden. Uji Spearman rho menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan kualitas hidup (p < 0,05, r = -0,238). Abstract Chronic Kidney Disease and hemodialysis therapy often cause anxiety due to the uncertainty of the disease, complications, and lifestyle changes. Excessive anxiety can lead to social isolation, depression, and decreased motivation to undergo therapy, thus reducing the patient's quality of life. The purpose of this study is to determine the characteristics of respondents, levels of anxiety, quality of life, and the relationship between anxiety levels and quality of life in Chronic Kidney Disease patients undergoing hemodialysis therapy. This study uses a quantitative method with an analytic correlational cross-sectional design. The sample consisted of 73 CKD patients undergoing hemodialysis, selected by accidental sampling. The instruments used were the HADS anxiety level questionnaire and the KDQOL-36 quality of life questionnaire. The study was conducted at RS Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta from March 22 to 30, 2025. Data analysis was performed using the Spearman Correlation test. The results showed that the characteristics of respondents were mostly aged 46-55 years (29), predominantly male (39), with 1-5 years duration of therapy (50), married (71), unemployed (60), and primary school education (35). Most patients experienced moderate anxiety and quality of life categories, with 57 and 69 respondents respectively. The Spearman rho test showed a significant relationship between anxiety levels and quality of life (p < 0.05, r = -0.238).
EXPLORING THE KEY FACTORS SHAPING MENTAL HEALTH IN GEN Z: A SCOPING REVIEW Amin Aji Budiman; Elok Faradisa; Mira Wahyu Kusumawati; Nadya Karlina Megananda
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p04

Abstract

Generation Z (Gen Z) refers to individuals born between 1997 and 2012. Mental health refers to the emotional, psychological, and social conditions that affect how individuals think, feel, and behave. This generation tends to be independent, creative, unique characteristic and highly socially aware. However, they are also vulnerable to social and mental pressures due to the complex demands of life, which causes Generation Z to face specific challenges affecting their mental health. This scoping review discusses the factors influencing the mental health of Gen Z in the digital era. Articles were searched using databases including ScienceDirect, PubMed, Google Scholar, and ProQuest, focusing on publications from 2021 to 2025. The authors selected and analyzed articles using the PRISMA framework based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The search across several electronic databases revealed 538 research articles. After screening, a total of 15 articles were analyzed. The results identified factors influencing the mental health of Gen Z, such as social support (emotional, instrumental, informational, and friendship support), family environment, work-related stress, personal issues, exposure to negative content on social media (including cyberbullying, fake news, and body shaming), online gaming, technology use, and coping mechanisms. Gaining insight into the factors influencing the mental health of Gen Z can help in preventing mental and emotional disorders and support the promotion of overall well-being.
Digital Burnout as a Psychological Risk Factor for Loneliness in Generation Z: The Mediating Function of Self-Esteem Kusumawati, Mira Wahyu; Carsita , Wenny Nugrahati; Basir , Muhammad Ichsan; Faradisa, Elok; Budiman, Amin Aji
Viva Medika Vol 19 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v18i3.2203

Abstract

Background: Adolescents aged 15–17 years, often classified as Generation Z, are considered vulnerable to mental health problems because they are in a developmental transition from childhood to adulthood. Gen Z typically has high social media use, which may reduce opportunities for direct face-to-face interaction. Objective: This study aimed to examine the association between digital burnout and loneliness, with self-esteem as a potential mediator. Methods: This study employed a path analysis design. The study was conducted at SMAN 1 Sliyeg, Indramayu Regency, Indonesia. Participants were selected using purposive sampling with the following inclusion criteria: students aged 15–18 years, not currently using psychotropic medication, willing to participate, and able to read and write. Data were collected using a demographic questionnaire, the UCLA Loneliness Scale, and the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Results: Path analysis indicated that digital burnout significantly contributed to higher loneliness, while self-esteem showed a significant protective association with lower loneliness among Gen Z adolescents (p < 0.05). Conclusion: Digital burnout may influence loneliness directly; however, the mediating role of self-esteem requires further confirmation based on the full mediation pathway.
The Influence of Age and Work Tenure on Occupational Burnout among Furniture Industry Workers in Indonesia Basir, Muhammad; Mira Wahyu Kusumawati; Carsita, Wenny
Viva Medika Vol 19 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v19i1.2231

Abstract

Occupational burnout has emerged as an important occupational health concern in labor-intensive manufacturing sectors where repetitive physical work and prolonged job demands may increase psychological strain among workers. This study aims to analyze the association between age, work tenure, and burnout levels among furniture production workers from an occupational health and safety perspective. A quantitative analytic study with a cross-sectional design was conducted among 63 workers in a furniture manufacturing unit in Makassar, Indonesia. Data were collected using the Maslach Burnout Inventory (MBI) questionnaire to measure burnout across three dimensions: emotional exhaustion, depersonalization, and reduced personal accomplishment. Age and work tenure were categorized based on sample distribution, and statistical analysis was performed using cross-tabulation and Chi-square tests with a 95% confidence level. The results indicate a significant association between age and burnout level (χ² = 20.746, p < 0.001) as well as between work tenure and burnout level (χ² = 22.828, p < 0.001). Workers in the late-mid adulthood category and those with work tenure exceeding 20 years showed substantially higher proportions of severe burnout compared with younger or less-tenured workers. These findings suggest the presence of cumulative occupational strain resulting from prolonged exposure to repetitive physical labor and workplace stressors. This study highlights the importance of integrating burnout monitoring within occupational health and safety programs. Preventive strategies such as ergonomic improvements, workload management, and job rotation are recommended to reduce burnout risk among long-tenured industrial workers
KESEPIAN SEBAGAI FAKTOR RISIKO KECEMASAN REMAJA PADA SISWA SMA Nugrahati Carsita, Wenny; Wahyu Kusumawati, Mira; Ichsan Basir, Muhammad
Jurnal Keperawatan Malang Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Keperawatan Malang (JKM) As You go
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v11i1.475

Abstract

Background: Loneliness is one of the psychosocial problems often experienced by adolescents and is significantly associated with mental health. Loneliness also closely related to the levels of anxiety reported among high school students. Purpose: This study aims to analyze the relationship between loneliness and anxiety among adolescents in senior high school Methods: This study was designed using an analytical method through a cross-sectional approach. The research sample involved 89 high school students selected using purposive sampling. The UCLA Loneliness Scale questionnaire was used to measure loneliness, while anxiety was measured using the Mini Mindhear Youth Scale V.1 (MMYS V1). Testing the relationship between variables was conducted through Pearson Chi-square analysis Result: A significant relationship was found between loneliness and anxiety in adolescents (p = 0.040). Teenagers with high levels of loneliness experience more mild to severe anxiety Implication: Schools and health workers are expected to conduct early detection and develop social support-based interventions, such as peer counseling or peer-support groups, to reduce loneliness and anxiety among adolescents. These programs are relevant for implementation in secondary school settings because adolescents tend to be more open and comfortable sharing emotional problems with their peers Keywords: adolescents; anxiety; loneliness
Co-Authors Afin Muhammad Nurtsani Ahmad Afif Supianto Ajeng Salwa Salsabila Al Hafidz, Muhammad Yazidt Husein Albyn, Devanda Faiqh Amin Aji Budiman Amin Aji Budiman Amin Aji Budiman Amin Aji Budiman Amin Aji Budiman Ari Dwi Sulaksono Ari Dwi Sulaksono Asri Maharani Auliya, Syafa Nur Basir , Muhammad Ichsan Basir, Muhammad Ichsan Boyke, Benny Budiman , Amin Aji Budiman, Amin Aji Carsita , Wenny Nugrahati Carsita, Wenny Damayanti, Tetania Evi Desi Susanti Destiana Ayu Wardani Desy Listyaningrum, Desy Dewa Ayu Anggi Gharbelasari Dita Kafabillah Dumar, Bergita Dwi Intan Pakuwita AR Elok Faradisa Elok Faradisa Faradisa, Elok Faradisa, Elok Faradisa Fitri, Linda Dwi Novial Fitriyah, Erna Tsalasatul Hasan, Haliza Heni Dwi Windarwati Heni Dwi Windarwati Hummaya, Atin Ichsan Basir, Muhammad Ida Wahyuni Ilmy, Shofi Khaqul Kafaabillah, Dita Kurniawati, Victoria Maya Lestari, Retno Liana Liana Lilik Supriati Mega Dwi Utari Muhamad Nur Rahmad Muhammad Basir Muhammad Nur Rahmad Muhammad Sunarto MuhammadLazuardi Pradivta Komara Nadya Karlina Megananda Niken Asih Laras Ati Nikma Alfi Rosida Nugrahati Carsita, Wenny Phat Prapawichar Rahayu, Gemi Rahmad, Muhamad Nur Rahmad, Muhammad Nur Ratna Wulandari Renny Nova Renny Nova, Renny Retno Lestari Retno Lestari Ridhoyanti Hidayah Ridhoyanti Hidayah, Ridhoyanti Ridwan Sofian Salwa Nirwanawati Saraswati, Nurliana Satrio Agung Wicaksono Selena, Irhamna Nias Selena, Irhamnaa Nias Setyawati Soeharti Setyawati Soeharto Sigit Yulianto Sigit Yulianto Sri Poeranto Sulaksono, Ari Dwi Sunarto, Muhammad Syamsiah, Resti Ikhda Tsalatsatul Fitriyah Wahyu Rima Agustin Wahyuningsih Safitri, Wahyuningsih Wenny Nugrahati Carsita Winda Sari Windarwati, Heni Dwi Wulandari, Rany Agustin Yulianto, Sigit Yuliningsih, Endang Yumna Nabila Zainal Arifin