Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Hubungan Strategi Koping dengan Resiliensi pada Penyintas Stroke: Studi Korelasi Faradisa, Elok Faradisa; Mira Wahyu Kusumawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1377

Abstract

Latar belakang: Penyintas stroke merupakan populasi yang rentan mengalami berbagai tantangan fisik, psikologis, dan sosial. Strategi koping yang efektif dan resiliensi yang tinggi sangat dibutuhkan untuk adaptasi dan pemulihan optimal pasca-stroke. Pemahaman spesifik mengenai hubungan antara strategi koping dan resiliensi pada penyintas stroke di Kota Surakarta masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara strategi coping dengan resiliensi pada penyintas stroke di Kota Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, jumlah sampel 84 penyintas stroke di salah satu RSUD Surakarta melalui teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Ways of Coping untuk strategi koping, dan Skala Resiliensi CD-RISC 10 Item untuk mengukur resiliensi. Hasil: mayoritas responden menunjukkan menggunakan strategi koping berfokus pada emosi (55,95%) dan memiliki resiliensi rendah (52,38%). Analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan negatif kuat dan signifikan antara penggunaan strategi koping berfokus pada emosi dengan resiliensi rendah (r = -0,787; p < 0,05). Kesimpulan: Strategi koping memiliki peran signifikan terhadap tingkat resiliensi penyintas stroke. Disarankan agar program rehabilitasi pasca-stroke mengintegrasikan intervensi yang memperkuat strategi koping berfokus pada masalah guna meningkatkan resiliensi.
Eksplorasi Pengalaman Psikologis Mahasiswa Keperawatan Selama Menjalani Praktik Klinik Pertama Kali Di Rumah Sakit Wahyu Kusumawati, Mira; Yulianto, Sigit; Sari, Winda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1378

Abstract

Latar belakang: Mahasiswa keperawatan tingkat II menjalani praktik klinik pertama di rumah sakit yang menuntut adaptasi cepat terhadap lingkungan kerja, interaksi dengan pasien/keluarga, serta kolaborasi multidisiplin. Kondisi ini sering memunculkan tekanan psikologis pada fase awal praktik dan penelitian tentang ini masih terbatas sehingga penting untuk dieksplorasi sebagai dasar penguatan dukungan pembelajaran klinik. Tujuan: Penelitian ini untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi pengalaman psikologis pada mahasiswa keperawatan tingkat II selama praktik klinik di rumah sakit. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif. Sampel penelitian adalah mahasiswa keperawatan tingkat II yang menjalani praktik di rumah sakit tingkat C dan D. Penelitian dilaksanakan di salah satu perguruan tinggi di Kota Surakarta. Partisipan dipilih berdasarkan kriteria inklusi yaitu usia 19-21 tahun, aktif sebagai mahasiswa dan menjalani praktik klinik dengan kehadiran 100%. Wawancara dilakukan menggunakan panduan wawancara semi terstruktur dan jenuh pada responden ke-5. Hasil: Penelitian ini menemukan tiga tema utama dan dua belas subtema. Tema (1) emosi negatif dalam situasi yang tidak terduga; Tema (2) faktor-faktor protektif yang memunculkan emosi positif; Tema (3) Ketahanan Menjadi Bermanfaat. Kesimpulan: Mahasiswa mengalami berbagai fenomena saat berinteraksi dengan pasien, keluarga, dan tenaga medis di rumah sakit. Kondisi emosional negatif dan positif mendorong mahasiswa untuk berusaha tegar dan gigih dalam menyelesaikan tugas sebagai mahasiswa keperawatan
Religiusitas sebagai Faktor Protektif Kesehatan Mental dan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Keperawatan Kafaabillah, Dita; Wahyu Kusumawati, Mira; Saraswati, Nurliana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1380

Abstract

Latar belakang: Mahasiswa keperawatan merupakan salah satu kelompok rentan mengalami gangguan kesehatan mental akibat tekanan akademik, praktik klinik, masalah finansial dan interaksi sosial. Religiusitas merupakan salah satu faktor protektif yang dapat memperkuat ketahanan psikologis pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat religiusitas dengan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis mahasiswa keperawatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 205 mahasiswa tingkat dua di salah satu universitas di Surakarta melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Daily Spiritual Experience Scale (DSES), Self-Reporting Questionnaire (SRQ), dan Psychological Well-Being (PWB). Analisis statistik hasil penelitian menggunakan Spearman Rank. Hasil: Hasil menunjukkan responden memiliki tingkat religiusitas tinggi (76,58%), tingkat kesehatan mental normal (68,29%), dan tingkat kesejahteraan psikologis sedang (78,05%). Terdapat hubungan negatif signifikan antara religiusitas dan gangguan kesehatan mental (r = -0,282; p < 0,05). Terdapat hubungan positif signifikan antara religiusitas dengan kesejahteraan psikologis (r = 0,403; p < 0,05). Kesimpulan: Mahasiswa dengan tingkat religiusitas tinggi akan memiliki kesejahteraan psikologis tinggi dan beresiko rendah mengalami masalah kesehatan mental. Kampus dapat mengintegrasikan pendekatan spiritual dalam program pembinaan mahasiswa untuk mendukung kesehatan mental yang holistik.
Di Balik Keheningan Pelecehan Seksual: Suara Siswa dan Guru tentang Kesejahteraan Psikologis Remaja di Sekolah Wahyu Kusumawati, Mira; Faradisa, Elok; AR, Dwi Intan Pakuwita; Yulianto, Sigit; Budiman , Amin Aji; Auliya, Syafa Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1382

Abstract

Latar belakang: Pelecehan seksual beresiko terjadi dilingkungan sekolah dan belum banyak diungkapkan. Siswa maupun guru merasakan dampak dari pelecehan seksual secara psikologis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana siswa dan guru memaknai pelecehan seksual serta pengaruhnya terhadap kesejahteraan psikologis remaja di sekolah. Metode: Desain penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan partisipan 7 siswa kelas X-XI, usia 16-17 tahun dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Partisipan guru sebanyak 5 dengan kriteria minimal kerja 1 tahun dan pembina kegiatan siswa. Penelitian dilakukan di salah satu sekolah negeri menengah atas di kota Surakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi‐terstruktur dan catatan lapangan, kemudian dianalisis dengan membuat kategori, sub tema dan tema. Hasil analisis menghasilkan enam tema utama: (1)Dinamika remaja di era digitalisasi terhadap pelecehan seksual; (2) Media sosial sebagai ancaman laten dan budaya diam; (3) Faktor pendukung berbalik menjadi pondasi yang rapuh bagi remaja; (4) Guru sebagai gatekeeper dengan beban berlapis; (5) Religiusitas, Norma, dan Akhlak sebagai benteng protektif remaja; (6) Rapuhnya kontrol diri dan keluarga akibat normalisasi. Kesimpulan: Pencegahan pelecehan seksual dan promosi kesejahteraan psikologis memerlukan intervensi multilevel yang mengintegrasikan dengan kebijakan sekolah dan ramah korban. Pentingnya penguatan kapasitas guru, keterlibatan aktif keluarga, pendidikan seksualitas komprehensif yang sensitif budaya dan literasi digital yang memadai bagi remaja.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA: THE RELATIONSHIP BETWEEN ANXIETY LEVELS AND QUALITY OF LIFE IN PATIENTS WITH CHRONIC KIDNEY DISEASE UNDERGOING HEMODIALYSIS THERAPY Al Hafidz, Muhammad Yazidt Husein; Kusumawati, Mira Wahyu; Faradisa, Elok; Agustin, Wahyu Rima; Rahmad, Muhammad Nur
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i2.420

Abstract

Penyakit Chronic Kidney Disease dan terapi hemodialisa sering menimbulkan kecemasan akibat ketidakpastian penyakit, komplikasi, dan perubahan gaya hidup. Kecemasan berlebihan dapat menyebabkan isolasi sosial, depresi, dan menurunnya motivasi menjalani terapi, sehingga kualitas hidup pasien menurun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik responden, tingkat kecemasan, kualitas hidup serta hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani terapi hemodialisa. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional cross sectional. Sampel sebanyak 73 pasien CKD yang menjalani hemodialisa diambil dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tingkat kecemasan HADS dan kualitas hidup KDQOL-36. Penelitian dilakukan di RS Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta pada 22-30 Maret 2025 . Uji analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Spearman Correlation. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden rata-rata berusia 46-55 tahun (29), mayoritas laki-laki (39), lama menjalani terapi 1-5 tahun (50), menikah (71), tidak bekerja (60), dan berpendidikan SD (35). Sebagian besar pasien mengalami kecemasan dan kualitas hidup dalam kategori sedang, masing-masing sebanyak 57 dan 69 responden. Uji Spearman rho menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan kualitas hidup (p < 0,05, r = -0,238). Abstract Chronic Kidney Disease and hemodialysis therapy often cause anxiety due to the uncertainty of the disease, complications, and lifestyle changes. Excessive anxiety can lead to social isolation, depression, and decreased motivation to undergo therapy, thus reducing the patient's quality of life. The purpose of this study is to determine the characteristics of respondents, levels of anxiety, quality of life, and the relationship between anxiety levels and quality of life in Chronic Kidney Disease patients undergoing hemodialysis therapy. This study uses a quantitative method with an analytic correlational cross-sectional design. The sample consisted of 73 CKD patients undergoing hemodialysis, selected by accidental sampling. The instruments used were the HADS anxiety level questionnaire and the KDQOL-36 quality of life questionnaire. The study was conducted at RS Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta from March 22 to 30, 2025. Data analysis was performed using the Spearman Correlation test. The results showed that the characteristics of respondents were mostly aged 46-55 years (29), predominantly male (39), with 1-5 years duration of therapy (50), married (71), unemployed (60), and primary school education (35). Most patients experienced moderate anxiety and quality of life categories, with 57 and 69 respondents respectively. The Spearman rho test showed a significant relationship between anxiety levels and quality of life (p < 0.05, r = -0.238).
EXPLORING THE KEY FACTORS SHAPING MENTAL HEALTH IN GEN Z: A SCOPING REVIEW Amin Aji Budiman; Elok Faradisa; Mira Wahyu Kusumawati; Nadya Karlina Megananda
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p04

Abstract

Generation Z (Gen Z) refers to individuals born between 1997 and 2012. Mental health refers to the emotional, psychological, and social conditions that affect how individuals think, feel, and behave. This generation tends to be independent, creative, unique characteristic and highly socially aware. However, they are also vulnerable to social and mental pressures due to the complex demands of life, which causes Generation Z to face specific challenges affecting their mental health. This scoping review discusses the factors influencing the mental health of Gen Z in the digital era. Articles were searched using databases including ScienceDirect, PubMed, Google Scholar, and ProQuest, focusing on publications from 2021 to 2025. The authors selected and analyzed articles using the PRISMA framework based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The search across several electronic databases revealed 538 research articles. After screening, a total of 15 articles were analyzed. The results identified factors influencing the mental health of Gen Z, such as social support (emotional, instrumental, informational, and friendship support), family environment, work-related stress, personal issues, exposure to negative content on social media (including cyberbullying, fake news, and body shaming), online gaming, technology use, and coping mechanisms. Gaining insight into the factors influencing the mental health of Gen Z can help in preventing mental and emotional disorders and support the promotion of overall well-being.
Peran Biomarker Digital dan Sinyal Fisiologis dalam Pemantauan Kesehatan Mental Generasi Muda: Literature Review Yumna Nabila; Mira Wahyu Kusumawati; Zainal Arifin; MuhammadLazuardi Pradivta Komara; Afin Muhammad Nurtsani
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v15i1.758

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan mental di kalangan remaja meningkat di seluruh dunia, sementara metode penilaian tradisional terbatas dalam menangkap perubahan psikologis secara real-time dan objektif. Biomarker digital dan sinyal fisiologis dari perangkat wearable dan smartphone menghadirkan alternatif yang menjanjikan untuk pemantauan kesehatan mental secara berkelanjutan. Tujuan: Mengidentifikasi peran biomarker digital dan sinyal fisiologis dalam memantau kesehatan mental di kalangan remaja. Metode: Tinjauan literatur sistematis dilakukan dengan mensitesis artikel-artikel yang diperoleh dari Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar, dengan fokus pada studi yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2026. Kriteria inklusi, berdasarkan kerangka kerja PICOS, populasi remaja, variabilitas detak jantung (HRV) dan aktivitas elektrodermal (EDA), dan kesehatan mental: depresi, kecemasan, dan stres. Dua puluh studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan sintesis naratif. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa variabilitas detak jantung (HRV) adalah biomarker fisiologis yang paling banyak digunakan dan sangat terkait dengan hasil kesehatan mental yaitu depresi, kecemasan, dan stres. Pendekatan multimodal yang mengintegrasikan sinyal fisiologis, data perilaku, dan fenotipe digital mencapai akurasi prediksi yang lebih tinggi daripada model modalitas tunggal. AI dan metode machine learing lebih lanjut meningkatkan deteksi dan klasifikasi kondisi kesehatan mental. Kesimpulan: Biomarker digital dan sinyal fisiologis mewakili pendekatan yang menjanjikan dan inovatif untuk pemantauan kesehatan mental pada remaja. Integrasi teknologi yang dapat dikenakan dan analitik berbasis kecerdasan buatan memungkinkan penilaian yang berkelanjutan dan objektif, mendukung deteksi dan intervensi dini. Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengintegrasian faktor biopsikososial, meningkatkan ketelitian metodologis, dan sistem pelayanan kesehatan mental.
Hubungan Prestasi Akademik dengan Psychological Well-being pada Dewasa Muda: A Cross-Sectional Study Mira Wahyu Kusumawati; Elok Faradisa; Amin Aji Budiman
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v15i1.759

Abstract

Latar Belakang: Kesejahteraan psikologis di kalangan dewasa muda merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin penting, terutama di lingkungan pendidikan tinggi yang ditandai dengan tuntutan akademis yang substansial. Pprestasi akademik sering dianggap sebagai indikator keberhasilan, hubungannya dengan kesejahteraan psikologis kompleks dan belum sepenuhnya dijelaskan. Tujuan: Studi ini menganalisis hubungan antara prestasi akademik dan kesejahteraan psikologis pada dewasa muda. Metode: Desain analitik kuantitatif, cross-sectional digunakan. Tujuh puluh enam dewasa muda berusia 19 hingga 21 tahun berpartisipasi. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner demografi dan kuesioner Psychological Well-Being (PWB). Prestasi akademik dikategorikan sebagai memuaskan, sangat memuaskan, atau cum laude, dan kesejahteraan psikologis diklasifikasikan sebagai rendah, sedang, atau tinggi. Statistik deskriptif dan uji korelasi peringkat Spearman digunakan untuk analisis bivariat. Hasil: Sebagian besar peserta adalah perempuan (67,1%) dan berusia 20 tahun (42,1%). Mayoritas menunjukkan prestasi akademik yang sangat memuaskan (42,1%) dan kesejahteraan psikologis yang moderat (67,1%). Analisis korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif yang signifikan secara statistik tetapi lemah antara prestasi akademik dan kesejahteraan psikologis. Kesimpulan: Prestasi akademik secara signifikan berhubungan dengan kesejahteraan psikologis di kalangan dewasa muda, meskipun hubungannya lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor-faktor di luar prestasi akademik berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis. Intervensi komprehensif yang membahas determinan psikososial direkomendasikan untuk meningkatkan kesejahteraan pada populasi ini. Kesejahteraan di kalangan dewasa muda.
Intervention to Improve Knowledge as an Effort to Prevent Sexual Violence among Adolescents Mira Wahyu Kusumawati; Elok Faradisa; Amin Aji Budiman; Destiana Ayu Wardani
Community Service Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mardira Vol. 1 No. 2 (2025): Community Service in Indonesia
Publisher : Politeknik Mardira Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71266/csj.v1i2.71

Abstract

Sexual violence among adolescents persists as a significant public health concern, particularly in rural areas with limited access to information. Insufficient adolescent knowledge regarding the definition, forms, and prevention of sexual violence increases the risk of victimization or perpetration. This community service program sought to enhance adolescents’ knowledge of sexual violence prevention through a structured health education intervention. Forty adolescent members of a karang taruna youth organization in Wonorejo Village participated in the program, which incorporated lectures, group discussions, and simulations. Knowledge acquisition was evaluated using pre-test and post-test questionnaires. Initial assessments indicated that most participants possessed low knowledge, with only 12.5% achieving a high level. Following the intervention, 62.5% of adolescents attained the high-knowledge category, and none remained in the low-knowledge category. These results indicate the effectiveness of community-based educational strategies in addressing information deficits at the village level. The findings align with existing literature that underscores the value of comprehensive sexual education in preventing sexual violence among adolescents. The intervention also fostered greater openness among adolescents in discussing sensitive topics and increased their willingness to report experiences or observations of violence. Sustainable implementation of this program is recommended, involving parents, teachers, and community leaders as agents of change. The outcomes of this initiative may serve as a pilot model for sexual violence prevention education in adolescent communities within similar contexts.
Integrating Religious Values and Coping-Stress Education to Strengthen Nursing Students' Mental Health Mira Wahyu Kusumawati; Dita Kafabillah; Muhammad Nur Rahmad
Community Service Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mardira Vol. 1 No. 2 (2025): Community Service in Indonesia
Publisher : Politeknik Mardira Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71266/csj.v1i2.73

Abstract

Background: New students frequently encounter communication challenges as they adjust to the campus environment, which can affect their learning process and social interactions. Assertive communication training is one effective strategy to enhance students’ communication skills. This study aims to analyze the effectiveness of assertive communication training in improving the communication skills of new students within the campus setting. Methods: The study was conducted by providing an assertive communication orientation to 175 nursing students. Data were collected using pretest and posttest assessments to measure changes in students’ knowledge of assertive communication. Results: The pretest results showed that 35 students (25%) had low knowledge, and only 15 students (8.5%) demonstrated high knowledge of assertive communication. After the training, none of the students remained in the low knowledge category; 88 students (50.3%) had high knowledge, and 87 students (49.7%) had moderate knowledge. Conclusion: Assertive communication training is effective in enhancing the knowledge and communication skills of new students. These findings can serve as a basis for developing soft skills training programs to support students’ adaptation to the higher education environment.
Co-Authors Afin Muhammad Nurtsani Ahmad Afif Supianto Ajeng Salwa Salsabila Al Hafidz, Muhammad Yazidt Husein Albyn, Devanda Faiqh Amin Aji Budiman Amin Aji Budiman Ari Dwi Sulaksono Ari Dwi Sulaksono Asri Maharani Auliya, Syafa Nur Basir, Muhammad Ichsan Boyke, Benny Damayanti, Tetania Evi Desi Susanti Destiana Ayu Wardani Desy Listyaningrum, Desy Dewa Ayu Anggi Gharbelasari Dita Kafabillah Dumar, Bergita Dwi Intan Pakuwita AR Elok Faradisa Elok Faradisa Faradisa, Elok Faradisa, Elok Faradisa Fitri, Linda Dwi Novial Fitriyah, Erna Tsalasatul Hasan, Haliza Heni Dwi Windarwati Heni Dwi Windarwati Hummaya, Atin Ida Wahyuni Ilmy, Shofi Khaqul Kafaabillah, Dita Kurniawati, Victoria Maya Lestari, Retno Liana Liana Lilik Supriati Mega Dwi Utari Muhamad Nur Rahmad Muhammad Nur Rahmad Muhammad Sunarto MuhammadLazuardi Pradivta Komara Nadya Karlina Megananda Niken Asih Laras Ati Phat Prapawichar Rahayu, Gemi Rahmad, Muhammad Nur Ratna Wulandari Renny Nova Renny Nova, Renny Retno Lestari Retno Lestari Ridhoyanti Hidayah Ridhoyanti Hidayah, Ridhoyanti Ridwan Sofian Salwa Nirwanawati Saraswati, Nurliana Satrio Agung Wicaksono Selena, Irhamna Nias Selena, Irhamnaa Nias Setyawati Soeharti Setyawati Soeharto Sigit Yulianto Sigit Yulianto Sri Poeranto Sulaksono, Ari Dwi Sunarto, Muhammad Syamsiah, Resti Ikhda Tsalatsatul Fitriyah Wahyu Rima Agustin Wahyuningsih Safitri, Wahyuningsih Wenny Nugrahati Carsita Winda Sari Windarwati, Heni Dwi Wulandari, Rany Agustin Yulianto, Sigit Yuliningsih, Endang Yumna Nabila Zainal Arifin