Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Implementasi Terapi Relaksasi Pada Pasien Ulkus Diabetic Dengan Masalah Ansietas Di Ruang Perawatan Bedah RSUD Poso Yunita, Agil Rahmah; Suharto, Dewi Nurviana; Faisal, T Iskandar; Nilasanti, Ni Made Ridla
Madago Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mnj.v5i2.4021

Abstract

Diabetic ulcers are a common complication of diabetes mellitus and a significant global health issue. This condition is often accompanied by psychological problems, such as anxiety, due to changes in the patient's physical, social, and emotional conditions. Effective anxiety management can improve the quality of life for patients. This study aims to evaluate the effectiveness of relaxation therapy in addressing anxiety in patients with diabetic ulcers This descriptive study used a case study approach involving a 39-year-old patient treated in the surgical ward of RSUD Poso. The interventions included deep breathing relaxation and music therapy, administered twice daily for 15–30 minutes over six days. Anxiety levels were measured using the Zung Self-Rating Anxiety Scale before and after the intervention. The patient's anxiety score decreased from 70 (severe anxiety) to 55 (mild anxiety) following the relaxation therapy. Subjectively, the patient reported Relaxation therapy effectively reduces anxiety in diabetic ulcer patients and can serve as a vital independent nursing intervention. It is recommended that relaxation therapy be integrated into nursing practice standards as a complementary intervention to pharmacological treatments, supporting the psychological recovery of diabetic ulcer patients anxiety patients.
Sosialisasi SADARI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara di Posyandu IBI Jabal Nur Khaira, Nuswatul; Faisal, T Iskandar; Lisnawati; Mangun, Mardiani; Saripah, Eli
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i1.47

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit yang berkembang dari sel-sel payudara yang mengalami pertumbuhan tidak terkendali. Kanker payudara lebih umum terjadi pada wanita, meskipun pria juga dapat terkena penyakit ini dengan prevalensi yang jauh lebih rendah. Di Indonesia, kanker payudara merupakan penyebab utama kematian pada wanita, yang menekankan urgensi pentingnya peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang deteksi dini. Di Indonesia kasus kanker payudara menempati urutan pertama dengan frekuensi relatif sebesar 18,6%. Salah satu langkah efektif dalam mendeteksi dini kanker payudara adalah melalui pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah metode sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap individu untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker payudara. Pemeriksaan SADARI terletak pada kemampuannya untuk mengidentifikasi perubahan yang mencurigakan pada jaringan payudara sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Meskipun demikian, banyak masyarakat yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya melakukan pemeriksaan ini secara rutin. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah metode sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap individu untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker payudara. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan pemberdayaan kelompok masyarakat melalui sosialisasi SADARI dalam upaya mendeteksi dini kanker payudara. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan edukasi 1 hari yaitu tanggal 7 September 2024 kemudian di lakukan observasi dan evaluasi satu kali kunjungan kepada peserta yaitu pada tanggal 21 September 2024 dalam melakukan SADARI. Hasil posttest menunjukkan pengetahuan peserta setelah dilakukan edukasi mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hasil pretest. Jika dilihat hasil postest 100% pengetahuan peserta tentang SADARI mengalami peningkatan.
Cross-Sectoral Collaboration in Stunting Prevention: Implementation in Donggala Regency, Central Sulawesi Kolomboy, Fajrillah; Adhyanti, Adhyanti; Nurmiaty; Arsyad, Gusman; Aminuddin, Aminuddin; Faisal, T. Iskandar; Ramadhan, Kadar; Hana W. Jun, Chen
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 5 No. 1: MARCH 2025
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v6i1.6277

Abstract

Introduction: The prevalence of stunting in Donggala Regency has increased from 29.5% in 2021 to 32.4% in 2022. The coordination system is not yet optimal, interventions are carried out separately and do not reach the target, and there is no monitoring and evaluation in stunting handling. The objective of the research is to analyze the implementation of cross-sectoral collaboration in stunting handling in Donggala Regency. Methods: This research employs a qualitative methodology, gathering data through in-depth interviews. The 12 informants are members of the Donggala Regency Stunting Reduction Acceleration Team, comprising: The Regional Secretary, The Head of BAPPEDA (Regional Development Planning Agency), The Head of Village Community Empowerment Agency, The Head of Population Control and Family Planning Agency, The Head of Public Works and Housing Agency, The Head of Housi ng and Land Agency, The Head of Health Agency, The Head of Social Agency, The Head of Education and Culture Agency, The Head of Agriculture Agency, The Head of Food Security Agency, The Head of Women's Empowerment and Child Protection Agency, and Puskesmas (Community Health Center). Results: The research findings reveal that while policies and implementation have been initiated, they remain suboptimal due to several factors Independent OPD interventions, Misaligned program targeting, Absence of monitoring and evaluation, Unclear task delineation, Inadequate interpretation of job descriptions. Conclusion: In order to improve stunting interventions, the results highlight the necessity of improved monitoring, explicit role delineation, and increased cross-sectoral collaboration. For stunting prevention initiatives to be effective and long-lasting, policy integration, resource allocation, and community engagement must be strengthened
Hubungan pemenuhan kebutuhan fisiologis dengan penyembuhan luka post sectio caesarea di Rumah Sakit Ibu dan Anak Banda Aceh Syahlina, Cut Amelia; Khaira, Nuswatul; Faisal, T. Iskandar; Helmi, Alfian
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v5i1.834

Abstract

Latar Belakang: Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang sangat primer dan mutlak diperlukan untuk mempertahankan homeostasis biologis dan kelangsungan hidup bagi setiap manusia. Pentingnya perawatan pasca operasi sectio caesarea merupakan suatu perawatan yang dilakukan untuk meningkatkan proses penyembuhan luka dan mengurangi rasa nyeri dengan cara merawat luka serta meningkatkan asupan makanan tinggi protein dan vitamin. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pemenuhan kebutuhan fisiologis dengan penyembuhan luka post op sectio caesarea. Metode: penelitian kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif korelasi. Jumlah sampel sebanyak 30 sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi.. Hasil: Berdasarkan hasil perhitungan uji statistik chi square dengan menggunakan aplikasi komputer diperoleh nilai P sebesar 0,024 < a = 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara pemenuhan kebutuhan fisiologis terhadap penyembuhan luka pada pasien post operasi sectio caesarea di Rumah Sakit Ibu dan Anak Banda Aceh. Kesimpulan: Pemenuhan kebutuhan fisiologis pada pasien post operasi sectio caesarea harus terpenuhi agar proses penyembuhan luka menjadi cepat.
Differences in Social Relationship Difficulties in Nursing Students Warnidar, Eka; Hidayat, Fedri; Riani, Eka Oktarina; Oetama, Saiful; Elvin, Said Devi; Ritawati, Ritawati; Sufri, Sofyan; Faisal, T. Iskandar; Jamni, Teuku
Journal Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58774/jourkep.v4i1.71

Abstract

Background: Difficulty in establishing social relationships is a significant issue that can negatively impact the psychological well-being of nursing students. Often feeling isolated, withdrawing from the social environment, and experiencing decreased academic motivation are difficulties that usually arise in students. Various factors contribute to this condition, including pressure to be accepted in certain social groups, such as trying to adjust appearance or behavior to be accepted by the environment, which actually triggers stress and identity crises. Understanding the background and causal factors to the differences in the level of social difficulties in nursing students is very important in efforts to improve psychological well-being and support the academic success of nursing students. Purpose: To determine the differences in social relationship difficulties in students at different levels of the diploma program in nursing. Methods: The study used an analytical survey design with a comparative approach. The research sample consisted of 642 respondents from students of the diploma program in nursing at Poltekkes Kemenkes Aceh and was obtained through a total sampling technique. The instrument used to measure the level of difficulty in social relationships was The Revised Cheek and Buss Shyness Scale (RCBS), which has been proven valid and reliable in measuring the level of individual personality. Data analysis was carried out using the Kruskal-Wallis test to compare differences in the level of difficulty in social relationships based on the group of variables studied. Results: Based on the results of statistical tests using the Kruskall Wallis test, it shows that the p-value is 0.01 (<0.05), which indicates that there is a significant difference in the average difficulty of social relationships in students between levels of the diploma program in nursing at Poltekkes Kemenkes Aceh. Conclusion: There is a significant difference in the level of difficulty of social relations between students based on the level of the diploma program in nursing at Poltekkes Kemenkes Aceh, which shows that the level of education is related to students' social adaptation abilities.
Pelatihan Pembuatan Pasta Gigi Herbal Laban (Vitex Pinnata) Sebagai Upaya Penurunan Indek Plak Pada Masyarakat Cut Aja Nuraskin; Faisal, T. Iskandar; Reca; Mardelita, Sisca; Ainun Mardiah
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): EDISI II
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1419.179 KB) | DOI: 10.30867/jeumpa.v1i2.130

Abstract

ABSTRAK  Kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia masih perlu mendapatkan perhatian secara serius terutama plak gigi. Salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk mencegah plak adalah daun laban (Vitex pinnata). Laban mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tanin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan Pengabdian masyarakat adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan pembuatan pasta gigi herbal  dalam menurunkan indeks plak gigi. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode demonstrasi pembuatan pasta gigi herbal dari ekstrak daun laban. Pengabdian masyarakat  ini dilaksanakan di Desa Tanjung, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Subyek adalah kader PKK yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner yang dibagikan sebelum dan sesudah penyuluhan. Kemudian dilanjutkan dengan wawancara mendalam dan focused group discussion. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa penyuluhan telah memberi dampak terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan tingkat pengetahuan masyarakat dalam kategori baik 93%. Upaya penurunan plak gigi menggunakan pasta gigi ekstrak metanol daun laban dianggap efektif dan ekonomis. Pata gigi ekstrak Daun laban mempunyai aktivitas antibakteri. Kata kunci; plak gigi; daun laban
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Tingkat Kesehatan Mental pada Remaja Kurniawan, Rahmat; Fitriani, Dhia Diana; Sirait, Pretty Lorenza; Nurmiaty, Nurmiaty; Faisal, T. Iskandar; Khaira, Nuswatul
Kelimutu Nursing Journal Vol 4 No 1 (2025): Volume 4 Nomor 1 Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/knj.v4i1.2006

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan mental dapat terganggu akibat penggunaan media sosial terlalu lama dan hal tersebut sering melanda anak- anak dan remaja. Tujuan Penelitian: Untuk mengidentifikasi Hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat kesehatan mental pada remaja di SMP N 22 Tangerang Selatan. Metode penelitian: Penelitian Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas (penggunaan media sosial) dengan variabel terikat (kesehatan mental remaja). Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 218 orang dan pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik Proposionate Stratified random sampling. Hasil penelitian: Diperoleh nilai (p value 0.021 kurang dari 0.05) maka dikatakan ada hubungan antara penggunaan media sosial terhadap depresi. Hasil uji chi square kecemasan diperoleh nilai (p value 0.035 kurang dari 0.05) maka ada hubungan antara penggunaan media sosial terhadap kecemasan pada remaja. Hasil uji chi square stress diperoleh nilai (p value 0.000 kurang dari 0.05) maka ada hubungan antara penggunaan media sosial terhadap tingkat stress pada remaja. Kesimpulan: Ada hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat kesehatan mental remaja di SMP N 22 Tangerang Selatan.
Health Status of Women in Tondo Permanent Residence: Metabolic Syndrome and Quality of Life Faisal, T. Iskandar; Nurmiaty, Nurmiaty; Orno, Theosobia Grace; Kurniawan, Rahmat
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v19i1.3584

Abstract

Natural disasters result in increased risk of metabolic syndrome (MetS) and reduced quality of life (QoL), especially in vulnerable groups such as women. Objective: To determine the relationship between the incidence of metabolic syndrome and the quality of life of women in Tondo Permanent Residence, Palu City. The study used a cross sectional design with a total sample of 80 women aged 18-65 years selected by purposive sampling. Data were collected through measurement of blood pressure, lipid profile, blood glucose, abdominal circumference, and quality of life questionnaire, then analyzed using chi square test and odds ratio (OR) with STATA software.  53.75% of respondents had metabolic syndrome, with significant risk factors including age, high blood pressure, total cholesterol >200 mg/dL, triglycerides >200 mg/dL, blood glucose >100 mg/dL, and abdominal circumference >80 cm. Abdominal circumference >80 cm was the strongest predictor with an OR of 77.5. Women with a better metabolic profile had a higher quality of life. There is a significant association between metabolic syndrome and the quality of life of women in Tondo Permanent Residence.
Kombinasi Bridging dan Kegel Exercise Untuk Menurunkan Inkontinensia Urine Pada Lansia Faisal, T. Iskandar; Khaira, Nuswatul; Veri, Nora
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 9 No 2 (2021): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.369 KB)

Abstract

Urinary incontinence is a person's inability to hold out urine and if it is not handled properly it will lead to complications, namely urinary tract infections, infections of the skin, especially the pubic area, disturbed sleep patterns, pressure sores, and redness. Kegel and Bridging exercises are exercises to strengthen the pelvic muscles for the treatment of urinary incontinence. The aim of the study was to determine the effect of a combination of Bridging exercise and Kegel Exercise on urinary incontinence. Quasy experimental research design with pretest posttest control group design. The elderly were divided into four groups, namely the control group, the bridging exercise treatment, the Kegel exercise group, the combination bridging group and the Kegel exercise group with a total sample of 24 elderly people. Research Results Bridging exercise, Kegel exercise and a combination of bridging and Kegel exercise were able to reduce urinary incontinence scores, however, the combination Bridging exercise was the fastest treatment in reducing urinary incontinence scores in the elderly compared to bridging and Kegel exercises which were carried out separately.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Kualitas Tidur Penderita Asma di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Rimadeni, Yeni; Maisarah, Siti; Zulkifli, Zulkifli; Faisal, T. Iskandar
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 14 No. 2 (2021): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan dapat terjadi akibat suatu kelainan medis salah satunya adalah asma. Pada keadaan sakit sering kali terjadi dua hal yang berlawanan, disatu sisi individu yang sakit mengalami peningkatan kebutuhan tidur. Sementara disisi yang lain pola tidur seseorang yang sedang sakit dapat dengan mudah berubah atau mengalami gangguan pola tidur sebagai akibat kecemasan yang kondisi sakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur penderita asma di RSUD Meuraxa Banda Aceh. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian kuantitatif non eksperimental dengan metode korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua penderita asma di RSUD Meuraxa pada bulan Maret-Juni 2021. Cara pengambilan sample dilakukan secara total sampling, didapatkan 30 responden, data yang didapatkan kemudian diolah menggunakan analisis korelasi Spearman rho. Sebagian besar tingkat kecemasan pada seluruh responden adalah sedang sebanyak 66,6% dan 36,6% seluruh responden dengan kualitas tidur buruk. Hasil analisis terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur dengan p value 0,001 dengan koefesien korelasi 0,693 sehingga hubungan tersebut kuat.