Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Online bagi Guru di SMKN 2 Banggai Hasdin, Hasdin; Nasran, Nasran; Sukmawati, Sukmawati; Alanur, Shofia Nurun
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1661

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan kepada guru dalam memanfaatkan media pembelajaran secara online dalam melaksanakan pembelajaran agar lebih kretif dan inovati sehingga guru lebih adaktif mengikuti perkembangan teknologi dalam bidang Pendidikan. Guru sebagai tenaga pendidik profesional yang berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran dituntut memiliki kreativitasnya untuk menggali potensi sumber dan media pembelajaran yang ada di lingkungannya agar dapat memeberikan pembelajarkan kepada siswa secara berkualitas. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini terdiri atas lima metode yaitu (1) identifikasi dan analisis masalah, (2) Sosialisasi, (3) Simulasi, (4) Pendampingan, (5) Evaluasi. Pengabdian ini fokus memanfaatkan media pembelajaran online seperti google classroom, Google Meet dan canva yang bisa dimanfaatkan secara online serta aksesnya gratis. Ketiga media pembelajaran online ini merupakan sistem yang memudahkan para guru dan siswa selama proses pembelajaran. Pada kegiatan pengabdian ini guru lebih tertarik dan memahami penggunaan aplikasi Google Meet serta dapat dikombinasikan dengan media google classroom yang selama ini telah digunakan para guru dalam melakukan proses pembelajaran.
Peningkatan Kemampuan Belajar Siswa Abad 21 Melalui Keterampilan 4C Sukmawati; Anjelina Yofita Goo; Sunarto Amus; Nasran; Shofia Nurun Alanur; Dwi Septiwiharti
An Nafi': Multidisciplinary Science Vol. 1 No. 02 (2024): An Nafi’
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

After participating in learning activities, students measure and assess their learning ability. This process is verified through testing, and the learning outcomes are expressed in symbols, such as numbers, letters, or sentences that describe the attained learning outcomes. In order to improve students' 21st-century learning abilities in Civic Education subjects in the eighth grade at Bukal Public Junior High School No. 8, two goals of this research are to: (1) describe how 4C skills are implemented; and (2) describe the factors that facilitate or impede the implementation of 4C skills in Civic Education subjects in the eighth grade at Bukal Public Junior High School No. 8. Bukal Public Junior High School No. 8 in Buol Regency is the site of the research. Five students, one civic education instructor, and the principal of the school make up the seven subjects of this study. Qualitative research using a descriptive approach is the research methodology employed. Documentation, interviews, and observation were used to obtain data. The results of the research found in the learning phase are (1) the implementation of 4C skills at Bukal Public Junior High School No. 8, Buol Regency, as follows: critical thinking, for example, when the teacher asks questions to students in class during the learning process, none of them are able to answer the questions. Communication, for example, communication skills in classroom learning, not all students are able to communicate well. Collaboration, for example, students can collaborate with their peers during learning. Creativity, for example, creative skills in student learning are still lacking in creating interesting questions. (2) supporting factors in the implementation of 4C skills are policies related to one of the rules, especially time discipline, and the school strives to utilize all facilities provided by the government and do their best in the classroom learning process.
Penanaman Karakter Percaya Diri Melalui Keterampilan 4C di Mts Alkhairaat Bobalo Sukmawati; Minarni; Sunarto Amus; Shofia Nurun Alanur; Roy Kulyawan; Windy Makmur
Journal of Cultural Relativism (JCR) Vol. 1 No. 01 (2024): Journal of Cultural Relativism (JCR)
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-confidence is the courage to do something good according to your knowledge and abilities. such as being able to solve problems well and having the courage to appear in public. This research seeks to (1) characterize the lack of self-confidence among students taking citizenship education, (2) explain how 4C skills are applied to increase students' self-confidence at MTs Alkhairaat Bobalo, and (3) identify the factors. which facilitate or hinder the application of 4C skills to develop students' self-confidence. A qualitative approach and descriptive research design were used as research methodology. MTs Alkhairaat Bobalo applies 4C skills in the following way, according to research findings: MTs Alkhairaat Bobalo's efforts to increase self-confident character through the use of 4C skills of critical thinking, communication, collaboration and creativity are integrated into 4C skills. learning process. When students are not ready to learn and time is limited, the effective application of 4C skills at MTs Alkhairaat Bobalo is hampered. One way to help students develop the 4C skills of critical thinking, is to get them used to sharing their thoughts and encouraging questions. However, sometimes, students still struggle with shyness or fear of thinking or asking questions. Students' communication skills in conveying their ideas quickly and clearly are still relatively low. Collaboration, sometimes occurs during group assignments where they can explore their abilities together with their group friends but some of the students themselves cannot work together well. Creative, students can develop the skills they have but usually they cannot develop the skills they have. (3) The obstacles in implementing 4C skills at MTs Alkhairaat Bobalo towards self-confidence are two factors, namely internal factors, when students are not ready to learn and very long distances. As well as external factors, namely the facilities and infrastructure that the school has.
WORKSHOP PENYUSUNAN RENCANA AKSI PADA PELATIHAN MANDIRI DI PLATFORM MERDEKA MENGAJAR DAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Alanur, Shofia Nurun; Jamaludin, Jamaludin; Makmur, Windy; Nasran, Nasran
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27118

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian berupa workshop pelatihan mandiri pada platform Merdeka Mengajar memiliki banyak manfaat penting, khususnya dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di dunia pendidikan. Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa, proyek berbasis kehidupan nyata, dan pengembangan profil pelajar Pancasila. Melalui workshop, guru dapat memahami cara menggunakan platform untuk menyusun rencana pembelajaran, modul ajar, dan asesmen yang relevan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill guru yaitu mampu menyusun rencana aksi yang kreatif, cakap melalui pelatihan mandiri di platform merdeka mengajar, dan menyusun model pembelajaran berdiferensiasi. Metode kegiatan yang digunakan adalah workshop dengan langlah ceramah, praktek dan penyetoran tugas. Mitra kegiatan ini adalah guru-guru di SMKN 1 Dolo Barat sebanyak 21 orang. Sistem evaluasi menggunakan angket/kuosioner melalui google form. Berdasarkan hasil evaluasi, peningkatkan skill guru-guru SMKN 1 Dolo Barat sebanyak 90%.Abstract: Community service activities in the form of independent training workshops on the Merdeka Mengajar platform have many important benefits, especially in supporting the implementation of the Merdeka Curriculum in the world of education. The Merdeka Curriculum emphasizes student-centered learning, real-life-based projects, and the development of Pancasila student profiles. Through workshops, teachers can understand how to use the platform to create learning plans, teaching modules, and relevant assessments. This activity aims to improve teachers' hard skills, namely being able to create creative action plans, being proficient through independent training on the Merdeka Mengajar platform, and developing differentiated learning models. The activity method used is a workshop with lectures, practices, and assignment submissions. The partners in this activity are 21 teachers at SMKN 1 Dolo Barat. The evaluation system uses a questionnaire via Google Form. Based on the evaluation results, the improvement in the skills of SMKN 1 Dolo Barat teachers was 90%.
WORKSHOP PENYUSUNAN RPP DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING PADA GURU SMK Alanur, Shofia Nurun; Jamaludin, Jamaludin; Sukmawati, Sukmawati; Makmur, Windy; Akbar, Alif
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34860

Abstract

Abstrak: Workshop penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan pendekatan Deep Learning dilaksanakan sebagai bentuk pemberdayaan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam meningkatkan kompetensi pedagogik. Permasalahan yang dihadapi adalah masih banyak guru kesulitan menyusun RPP yang selaras dengan Kurikulum Merdeka, khususnya dalam merumuskan tujuan berbasis higher order thinking skills (HOTS) dan merancang asesmen autentik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk (1) memberikan pemahaman konseptual tentang pendekatan Deep Learning, (2) melatih guru menyusun RPP berbasis Deep Learning, (3) meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran inovatif, dan (4) memperkuat kualitas pembelajaran SMK agar relevan dengan tuntutan dunia kerja. Metode kegiatan dilaksanakan melalui workshop, praktik penyusunan RPP, diskusi interaktif, dan evaluasi menggunakan pre-test, post-test, serta angket. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan: 92% guru lebih memahami konsep Deep Learning, 77% lebih percaya diri menyusun RPP, 85% mampu merumuskan tujuan dengan kata kerja operasional tingkat tinggi, serta 77% mampu merancang asesmen autentik. Temuan ini menunjukkan bahwa workshop berimplikasi positif terhadap peningkatan kapasitas guru, sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar dan tuntutan pembelajaran abad 21. Program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pendampingan lebih intensif agar kualitas pembelajaran vokasi semakin optimal.Abstract: A workshop on preparing Lesson Implementation Plans (RPP) using the Deep Learning approach was held as a form of empowerment for Vocational High School (SMK) teachers in improving their pedagogical competence. The problem faced was that many teachers still had difficulty preparing lesson plans that were aligned with the Independent Curriculum, especially in formulating objectives based on higher order thinking skills (HOTS) and designing authentic assessments. This community service activity aimed to (1) provide a conceptual understanding of the Deep Learning approach, (2) train teachers in preparing lesson plans based on Deep Learning, (3) improve teachers' abilities in designing innovative learning, and (4) strengthen the quality of vocational high school learning so that it was relevant to the demands of the world of work. The activity method was implemented through workshops, lesson plan preparation practices, interactive discussions, and evaluation using pre-tests, post-tests, and questionnaires. The results of the activity showed significant improvements: 92% of teachers had a better understanding of the Deep Learning concept, 77% were more confident in preparing lesson plans, 85% were able to formulate objectives with high-level operational verbs, and 77% were able to design authentic assessments. These findings indicate that the workshop had positive implications for improving teacher capacity, in line with the Merdeka Belajar policy and the demands of 21st-century learning. Similar programs need to be implemented sustainably with more intensive mentoring to optimize the quality of vocational learning.
MEDIA AJAR KREATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CALISTUNG Hasdin, Hasdin; Imran, Imran; Nurhayadi, Nurhayadi; Sukmawati, Sukmawati; Alanur, Shofia Nurun; Risna, Risna; Rahmawati, Rahmawati; Sanita, Sanita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34742

Abstract

Abstrak: Kemampuan calistung (baca, tulis, hitung) merupakan fondasi penting dalam mendukung kesiapan anak mengikuti pendidikan formal. Hasil observasi menunjukkan sebagian besar anak di TPA Kawatuna Palu belum mahir calistung karena keterbatasan ekonomi keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan calistung anak melalui pemanfaatan media ajar kreatif berbahan sederhana. Metode pelaksanaan berupa pendampingan belajar dalam lima kali pertemuan dengan melibatkan 25 anak. Media yang digunakan meliputi puzzle Pancasila, sempoa, dan kincir angka. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan tes sederhana pada awal dan akhir kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan anak dalam membaca (60%), menulis (70%), dan berhitung (65%). Kegiatan juga berhasil menumbuhkan kreativitas, kerja sama, serta kepedulian lingkungan melalui pemanfaatan bahan bekasAbstract: Reading, writing, and arithmetic skills are an important foundation in supporting children's readiness to attend formal education. Observations show that most children at the Kawatuna Palu TPA are not yet proficient in reading, writing, and arithmetic due to family economic constraints. This community service activity aims to improve children's reading, writing, and arithmetic skills through the use of creative teaching media made from simple materials. The implementation method is a learning assistance in five meetings involving 25 children. The media used include Pancasila puzzles, an abacus, and a number wheel. Evaluation is carried out through observation and simple tests at the beginning and end of the activity. The results show an increase in children's abilities in reading (60% of children are fluent in reading simple words), writing (70% of children are able to copy sentences with capital and lowercase letters), and arithmetic (65% of children can sequence and count numbers correctly). In addition, the activity also fosters creativity, cooperation, and environmental awareness through the use of used materials.
Peran Sekolah Dalam Pembinaan Perilaku Moral Siswa di SMP Negeri 2 Mori Atas Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara Patiku, Anna Stasya; Sukmawati, Sukmawati; Septiwiharti, Dwi; Makmur, Windi; Alanur S, Shofia Nurun; Hasdin, Hasdin
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sekolah dalam membina perilaku moral siswa di SMP Negeri 2 Mori Atas serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru PPKn, guru bimbingan konseling, dan wali kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan moral dilaksanakan melalui tiga dimensi: Moral Knowing (pemahaman konsep nilai moral dalam pembelajaran), Moral Feeling (pengembangan empati, kepedulian, dan motivasi moral), dan Moral Acting (pembiasaan tindakan moral melalui penegakan aturan, keteladanan guru, dan kegiatan ekstrakurikuler). Faktor pendukung pembinaan moral meliputi lingkungan sekolah yang kondusif, konsistensi aturan, dan keteladanan guru, sedangkan faktor penghambat mencakup rendahnya kesadaran siswa, pengaruh teman sebaya, dan dampak negatif media sosial. Penelitian menyimpulkan bahwa kerangka moral knowing, moral feeling, moral acting efektif dalam menginternalisasikan nilai moral, dengan syarat mendapat dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah dan orang tua.
Co-Authors Abdy Evansyah Ade Ayu Adellia, Triva Adheleydhe Tandayu Aditya Aditya Adril Afriana Agil Agil Agios Tangkuman Agustin, Dewi Ahmad Gafar Akbar, Alif Alfan, Alfan Alifa, Nur Alnawati Alnawati Amir, Hapsa Ananda, I Made Govardana Andi Rahmatullah Anggi, Anggi Anggriani Lagonda Anggun Anggun, Anggun Anjelina Yofita Goo Anwir mk. Sulu Aprianto . Aprilandani Aprizal Aprizal Ardi Ardi Arianti Ariyanti, Alya Asep Mahpudz Asyer Emarvino Kaitu Baehaqi Baharuddin Baharuddin Basran Basran Budiman, Noslin Margareta Bunga Putri Sagita Chairil, Muhammad Dahlia Dahlia Dahlia Syuaib Dellawati Appulembang Dewa Ayu Made Suryani Dewi, Kadek Shinta Dinda Dwi Septiwiharti Elma Tiana Elmawati Era Era Fahrul, Moh Fatima Az-Zahra Fatnelam Fausia, Fausia Febriani Febriani Febyanti, Ni Made Feni Feni Fina Fatikhatus Solikhah Fitriani Fitriani Fitriani Frangki Julianto Mamahit Gerhana Gerhana Gita purnamasari Grasia Eirene Dimba Yelvita Dimba Hamida Balqis Hasdin Hasdin Hasdin Hanis Hasdin Hasdin Hasdin Hasdin Hasdin Hasdin Herdalia, Ni Nyoman Ayu Husaena Almahdali Idjasa, Anggun Pratiwi ILHAM Imran Imran Imran Imran Imran Imran Intan Triana Ishak Ishak Isra Isra Isti Qumaira Iswandi Iswandi Ivon Ivon Jamaluddin Jamaluddin JAMALUDIN Jamaludin . Jamaludin Jamaludin Jannah, Siti Zahrotul Japar, Desianti Jesicca Jesicca Jihan Fatihah Jufri Jufri Juisda Elisabet Juliawati, Ni Kadek Dewi Kadek Desi Martini Kaharuddin Nawing Karmila M, Adelia Kartini Kartini Kassa, Adriana Kawadi, Julistri A Kiki Rinawati L, Nurmala Lasaka, Risnawati A Lilis Lilis Setiawati Lisa Selviana Lisdayani Lisdayani M. Shanda Saputra Magati, Hefinto Makmur, Windi Makmur, Windy Marjan, Elin Sintiya Marwah Marwah Marzella Dalla Mawar Mawar, Mawar Minarni Mita Mita Moh Fikri Moh. Rafik Moh.Rusli Mohassagif Muharrama, Muharrama Mujahidah, Fina Nabila Atmalia Nadila Yulianingsi Nadilla, Nadilla Nasran Nasran, Nasran Nazar, Ibnu Nelfi Nelfi Nia Nia Nirma Nirmaya Sasnita Sari Nur Ainun Nur Amalia Nur Azizah Nur Faizah Nur zakirah Nuraftitah Nuraftitah Nuralia Hamdan Nurhadija Nurhadija Nurhaliza, Nurhaliza Nurhayadi Nurlia s. lompong Nurul Asrina Nurwahida Nurwahida, Nurwahida Olha Finaselya Tabunggi Parigul Parigul Patiku, Anna Stasya Pratiwi, Mei Putri Apriani Putri Cahaya Putri Nur fahirah armiati Putri Sabina R Tomeys, Irnayanti Rahmadan, Sri Rahmadani H. Dunggio Rahman, Putri Wahida Rahmat Hidayat Rahmawati, Rahmawati Rani, Kadek Gita Rata, Fildayanti Renaldi Renaldi Rifana Rini Wulandari Riska Maharani Riska Tambidjonga Riski, Moh Risna Risna, Risna Rizal Roy Kulyawan Salmamadi Salsabila, Zelika Sampali, Abigail Virginia Yohana Sanita, Sanita Santi Aulia Santika Santika Santjuu, Amanda Saputri, Hazad Sartina Sartina Sarwina Ayu Lestari Saskia, Saskia Seneng, Heri Irawan D Septianingsi, Andi Alda SINTA, PRETI Siti Fatima Siti Rukmana Siti Zahra Rifal Sri Wandari sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati, Sukmawati Sumardi, Azzahrah Nabilah SUMARNI Sumawati Sukmawati Sunarto Amus Syuaib, Dahlia Tanti Tanti Taufiq Eka Riandhana Tongenge, Miranda Triputra, Moh Fauzan Umul Astifa Widya Astuti Windy Makmur Windy Makmur Yani, Ni Nyoman Feny Gita Yohanis Wau Yosafat Yuliana Puspita Dewi Yulitayani, Sri Zanniaty, Iva