Claim Missing Document
Check
Articles

Utilization of Audio Visuals in Increasing Students' Interest in Learning in Pancasila Education Subjects at SMP Negeri 12 Palu Sukmawati, Sukmawati; Alanur, Shofia Nurun; Jamaludin, Jamaludin; Rahmadan, Sri; Sinta, Preti; Kawadi, Julistri A; Marwah, Marwah; Nurwahida, Nurwahida; Anggun, Anggun; L, Nurmala; Yulitayani, Sri; Muharrama, Muharrama; Feni, Feni
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.4167

Abstract

This research aims to examine the effectiveness of using audio-visual media through animated videos at SMP Negeri 12 Palu in increasing students' interest in learning Pancasila education. The results show that the application of media such as video, animation, images and sound has succeeded in increasing interest in learning, understanding of the material, student participation, as well as critical and collaborative thinking skills. Audio visual media presents learning material in an interesting and interactive way, superior to conventional methods, because it is able to stimulate more senses. These findings emphasize the importance of audio-visual media in creating a comprehensive and motivating learning process for students. This research is a type of qualitative research with a descriptive approach which is a series of activities to obtain data that is as it is without being in certain conditions.
PPKn Teacher Learning Strategies in Overcoming Lack of Interest in Learning among Students at SMAN 5 Palu Sukmawati, Sukmawati; Alanur, Shofia Nurun; Jamaludin, Jamaludin; Hidayat, Rahmat; Agustin, Dewi; Kassa, Adriana; Aprizal, Aprizal; Mawar, Mawar; Rani, Kadek Gita; Nurhaliza, Nurhaliza; Amalia, Nur
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.4168

Abstract

This research aims to explore the success of Pancasila and Citizenship Education (PPKn) teachers at SMAN 5 PALU in overcoming students' lack of interest in learning at school. The method used in this research is a qualitative approach by collecting data through observation, interviews and document analysis. The research results show that the learning strategies implemented by PPKn teachers at SMAN 5 Palu, such as the use of good communication, active learning methods, integration of social issues, and use of technology, have succeeded in increasing student involvement in the learning process. By implementing interesting and relevant activities, students feel more motivated to understand the material being taught. Apart from that, students' involvement in extracurricular activities and social projects also contributes positively to their interest in Civics lessons. The conclusion of this research confirms that the success of PPKn teachers at SMAN 5 PALU in making learning interesting and relevant is very important to increase students' interest and motivation to learn. These findings suggest the need for further development of innovative learning methods to support effective citizenship education.
Penerapan Aplikasi Mentimeter : Media Pembelajaran Digital Untuk Penguatan Nilai Karakter Pelajar Pancasila Jamaludin, Jamaludin; Alanur, Shofia Nurun; Sukmawati, Sukmawati; Makmur, Windy; Nasran, Nasran
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2024): Volume 9, Nomor 2 - Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10233

Abstract

Kemajuan teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk berkontribusi terhadap transfer ilmu pengetahuan, penguatan karakter bangsa serta Profil Pelajar Pancasila. Salah satunya melalui penggunaan media pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam pendidikan kewarganegaraan melalui media pembelajaran. Media pembelajaran yang dimaksud adalah media kuis pembelajaran menggunakan aplikasi mentimeter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket melalui google form dan wawancara. Informan penelitian ini ialah peserta didik Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Palu kelas X berjumlah 24 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat nilai Profil Pelajar Pancasila yang muncul selama pembelajaran yakni nilai akhlak kepada manusia, nilai bernalar kritis, nilai berkebhinekaan global dan nilai gotong royong. Nilai akhlak kepada manusia tercermin dari sikap peserta didik yang menghargai dan menghormati pendapat orang lain dan menerima kelompoknya. Nilai berkebhinekaan global tercermin dari sikap peserta didik yang tidak membeda-bedakan agama, suku dan asal daerah dalam bekerja sama. Peserta didik antusias mengikuti pembelajaran ditunjukkan dengan tanggapan peserta didik pada google form. Adanya digitalisasi pendidikan akan memperkuat sistem pendidikan yang membentuk karakter serta akhlak mulia melalui Profil Pelajar Pancasila.
Budaya Mansai: Menumbuhkan Nilai Moral dan Agama pada Anak dalam Pendidikan Hasdin, Hasdin; Sukmawati, Sukmawati; Alanur, Shofia Nurun; Makmur, Windy; Nasran, Nasran
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2024): Volume 9, Nomor 2 - Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i2.10757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya Mansai yang dapat mengembangkan moral dan agama pada peserta didik serta upaya yang dapat dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mansalean Kecamatan Labobo Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah. Subyek penelitian adalah kepala desa, guru pendidikan anak usia dini, guru sekolah dasar, tokoh adat, dan tokoh agama di Desa Mansalean. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi deskriptif-eksploratif. Data dihimpun melalui wawancara, dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: pertama, nilai-nilai moral dan agama yang terdapat dalam budaya Mansai, yaitu nilai tanggung jawab, kasih sayang, empati, dan toleran. Kedua, upaya pengembangan nilai moral dan agama pada anak melalui penerapan nilai budaya Mansai, yaitu dengan cara membudayakan perilaku untuk saling membantu pada siswa (bergotong-royong), menjenguk teman yang sakit, dan mengikutsertakan anak dalam kegiatan Mansai. Temuan penelitian adalah kekuatan budaya Mansai sampai bisa bertahan pada masyarakat  adalah karena budaya Mansai merupakan kearifan lokal, wadah untuk internalisasi nilai budaya, rasa kekeluargaan yang kuat, dan keterlibatan generasi muda.
IMPLEMENTASI MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SMP NEGERI 13 PALU Alanur, Shofia Nurun; R Tomeys, Irnayanti; Septiwiharti, Dwi; Sukmawati, Sukmawati; Amus, Sunarto; Makmur, Windy
JURNAL KOULUTUS Vol. 7 No. 2 (2024): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana guru membuat dan menerapkan modul ajar kurikulum merdeka dalam pembelajaran pancasila di kelas Vll A. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru harus memulai dengan menyusun modul, mengetahui strategi, mengembangkan modul ajar, menyiapkan evaluasi, dan memenuhi dua syarat minimal saat mengembangkan modul ajar kurikulum merdeka. Guru di SMP Negeri 13 Palu telah memiliki kemampuan untuk mengembangkan modul ajar karena modul yang telah disusun oleh guru telah sesuai dengan panduan kementerian. Mereka juga telah belajar menyampaikan materi di kelas, memberi kesempatan kepada peserta didik, membuat argumen tentang materi yang akan disampaikan, dan memberi respon atau umpan balik kepada peserta didik agar proses pembelajaran menjadi menarik. Guru menyesuaikan modul ajar dengan konteks, karakteristik, dan kebutuhan siswa, sehingga siswa tidak bosan belajar.
Global Religious Diversity Values in the Study of International Relations Courses and Their Contributions in Character Education Shofia Nurun Alanur S; Hasdin; Jamaludin
Journal of Islamic Education Research Vol. 3 No. 1 (2022): Journal of Islamic Education Research
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Islamic State University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jier.v3i1.221

Abstract

One of the educational missions that continue to be echoed is character education. Although the development of science and technology is advanced and evolving, to face the metaverse era, characters must continue to be directed, shaped and guided, especially among students as a younger generation. One of the values that must be strengthened is the value of religious and global diversity, from the profile of Pancasila students. Global diversity means being open-minded in interacting with other cultures, maintaining self-identity, and believing that such attitudes are part of the fear of God Almighty. This research aims to examine and describe these values in international relations courses. Data is collected through interview methods and literature studies of the subject matter. Data analysis uses reduction techniques, conclusions and data presentation. The results showed that in international relations courses, the value of global diversity is highly integrated. Discussion of international relations, international cooperation, international treaties, the international community and issues in international relations. The value of global character-diversity is needed in international associations. Strengthening religious values in the self so as not to be easily affected from the international negative environment. Understanding other cultures that are equipped with faith, solidarity and love for their own culture, giving birth to a generation that is able to interact with the world, take positive knowledge and lessons, and implement the progress of the country. This condition contributes to the efforts of character education and the formation of global citizens who uphold the value of faith in god.
WORKSHOP PENYUSUNAN RENCANA AKSI PADA PELATIHAN MANDIRI DI PLATFORM MERDEKA MENGAJAR DAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Shofia Nurun Alanur; Jamaludin Jamaludin; Windy Makmur; Nasran Nasran
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27118

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian berupa workshop pelatihan mandiri pada platform Merdeka Mengajar memiliki banyak manfaat penting, khususnya dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di dunia pendidikan. Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa, proyek berbasis kehidupan nyata, dan pengembangan profil pelajar Pancasila. Melalui workshop, guru dapat memahami cara menggunakan platform untuk menyusun rencana pembelajaran, modul ajar, dan asesmen yang relevan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill guru yaitu mampu menyusun rencana aksi yang kreatif, cakap melalui pelatihan mandiri di platform merdeka mengajar, dan menyusun model pembelajaran berdiferensiasi. Metode kegiatan yang digunakan adalah workshop dengan langlah ceramah, praktek dan penyetoran tugas. Mitra kegiatan ini adalah guru-guru di SMKN 1 Dolo Barat sebanyak 21 orang. Sistem evaluasi menggunakan angket/kuosioner melalui google form. Berdasarkan hasil evaluasi, peningkatkan skill guru-guru SMKN 1 Dolo Barat sebanyak 90%.Abstract: Community service activities in the form of independent training workshops on the Merdeka Mengajar platform have many important benefits, especially in supporting the implementation of the Merdeka Curriculum in the world of education. The Merdeka Curriculum emphasizes student-centered learning, real-life-based projects, and the development of Pancasila student profiles. Through workshops, teachers can understand how to use the platform to create learning plans, teaching modules, and relevant assessments. This activity aims to improve teachers' hard skills, namely being able to create creative action plans, being proficient through independent training on the Merdeka Mengajar platform, and developing differentiated learning models. The activity method used is a workshop with lectures, practices, and assignment submissions. The partners in this activity are 21 teachers at SMKN 1 Dolo Barat. The evaluation system uses a questionnaire via Google Form. Based on the evaluation results, the improvement in the skills of SMKN 1 Dolo Barat teachers was 90%.
PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF Shofia Nurun Alanur; Jamaludin; Sunarto Amus; Hasdin; Nasran
Jurnal Pendidikan Sang Surya Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Sang Surya
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jpss.v10i2.278

Abstract

The digitalization of education, especially in Pancasila and citizenship education, is a challenge to maintain the existence of Pancasila values ​​in life. Advances in digital technology can be utilized to contribute to the transfer of knowledge, strengthening national character and the profile of Pancasila students, as long as it is used wisely. One of them is through the use of interactive learning media. This study aims to describe how to strengthen the profile of Pancasila students in citizenship education through learning media using the Mentimeter application. This study is a descriptive qualitative study with a data collection method using a questionnaire via Google Form. The informants of this study were 69 Pancasila and citizenship education students. The results of the study showed that there were four values ​​of the Pancasila student profile that emerged during learning, namely moral values ​​towards humans, critical reasoning values, global diversity values ​​and mutual cooperation values. Moral values ​​towards humans are reflected in the attitude of students who respect and respect the opinions of others and accept their group. Global diversity values ​​are reflected in the attitude of students who do not discriminate between religion, ethnicity and region of origin in working together. Digitalization can encourage the development of national character.
Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Model Madani Palu Kelas X Sukmawati, Sukmawati; Jamaluddin, Jamaluddin; Alanur, Shofia Nurun; Jufri, Jufri; Adellia, Triva; Nadilla, Nadilla; Fausia, Fausia; Zanniaty, Iva; Iswandi, Iswandi; Juliawati, Ni Kadek Dewi; Yani, Ni Nyoman Feny Gita; Ananda, I Made Govardana; Santjuu, Amanda; Herdalia, Ni Nyoman Ayu
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka di SMAN Model Terpadu Madani Palu serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan terbaru yang menekankan pada pembelajaran berbasis projek, diferensiasi, dan pengembangan profil pelajar Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, yang mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMAN Model Terpadu Madani Palu telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara bertahap, dimulai dari perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, hingga evaluasi. Guru-guru di sekolah ini telah mengikuti pelatihan dan aktif mengembangkan perangkat ajar berbasis projek yang relevan dengan kebutuhan siswa. Siswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Namun, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sarana prasarana, adaptasi guru terhadap perubahan paradigma pembelajaran, serta kebutuhan pendampingan berkelanjutan. Faktor pendukung utama meliputi dukungan penuh dari pihak sekolah, kolaborasi antar guru, serta keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di SMAN Model Terpadu Madani Palu berjalan cukup efektif meskipun masih menghadapi beberapa tantangan. Diperlukan upaya peningkatan kapasitas guru, penyediaan fasilitas yang memadai, serta penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar tujuan Kurikulum Merdeka dapat tercapai secara optimal.
Implementasi Profil Pelajar Pancasila Dalam Pemberlakuan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri Olahraga Tadulako Palu Rahman, Putri Wahida; Sukmawati, Sukmawati; Amus, Sunarto; Nasran, Nasran; Alannur, Shofia Nurun; Jamaludin, Jamaludin
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) implementasi profil pelajar Pancasila di SMA Negeri Olahraga Tadulako; (2) kendala dalam pelaksanaannya; dan (3) upaya pengintegrasian nilai-nilai profil tersebut. Subjek penelitian mencakup 11 orang, termasuk guru penggerak, guru berbagai mata pelajaran daru rumpun keilmuan, penanggung jawab keolahragaan, dan siswa dari kelas X hingga XII. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dalam tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Implementasi nilai profil pelajar Pancasila mencakup elemen seperti beriman, bertakwa dan berakakhlak mulia, kebhinekaan, gotong royong, kemandirian, bernalar kritis, dan kreatif, yang sebagian besar terlaksana dengan baik namun perlu penguatan lebih lanjut dalam kehidupan sehari-hari siswa. (2) Kendala utama meliputi rendahnya motivasi siswa (internal) serta pengaruh lingkungan keluarga dan pertemanan (eksternal). (3) Program Sekolah Penggerak menggunakan berbagai strategi seperti budaya sekolah, pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler untuk membentuk karakter siswa sesuai nilai Pancasila dan mendukung keberhasilan akademik dan olahraga.
Co-Authors Abdy Evansyah Ade Ayu Adellia, Triva Adheleydhe Tandayu Aditya Aditya Adril Afriana Agil Agil Agios Tangkuman Agustin, Dewi Ahmad Gafar Alfan, Alfan Alifa, Nur Alnawati Alnawati Amir, Hapsa Ananda, I Made Govardana Andi Rahmatullah Anggi, Anggi Anggriani Lagonda Anggun Anggun, Anggun Anjelina Yofita Goo Anwir mk. Sulu Aprianto . Aprilandani Aprizal Aprizal Ardi Ardi Arianti Ariyanti, Alya Asep Mahpudz Asyer Emarvino Kaitu Baharuddin Baharuddin Basran Basran Budiman, Noslin Margareta Bunga Putri Sagita Chairil, Muhammad Dahlia Dahlia Dahlia Syuaib Dellawati Appulembang Dewa Ayu Made Suryani Dewi, Kadek Shinta Dinda Dwi Septiwiharti Elma Tiana Elmawati Era Era Fahrul, Moh Fatima Az-Zahra Fatnelam Fausia, Fausia Febriani Febriani Febyanti, Ni Made Feni Feni Fina Fatikhatus Solikhah Fitriani Fitriani Fitriani Frangki Julianto Mamahit Gerhana Gerhana Gita purnamasari Grasia Eirene Dimba Yelvita Dimba Hamida Balqis Hasdin Hasdin Hasdin Hanis Hasdin Hasdin Hasdin Hasdin Hasdin Hasdin Herdalia, Ni Nyoman Ayu Husaena Almahdali Idjasa, Anggun Pratiwi ILHAM Imran Imran Imran Imran Intan Triana Ishak Ishak Isra Isra Isti Qumaira Iswandi Iswandi Ivon Ivon Jamaluddin Jamaluddin JAMALUDIN Jamaludin . Jamaludin Jamaludin Jannah, Siti Zahrotul Japar, Desianti Jesicca Jesicca Jihan Fatihah Jufri Jufri Juisda Elisabet Juliawati, Ni Kadek Dewi Kadek Desi Martini Kaharuddin Nawing Karmila M, Adelia Kartini Kartini Kassa, Adriana Kawadi, Julistri A Kiki Rinawati L, Nurmala Lasaka, Risnawati A Lilis Lilis Setiawati Lisa Selviana Lisdayani Lisdayani M. Shanda Saputra Magati, Hefinto Makmur, Windy Marjan, Elin Sintiya Marwah Marwah Marzella Dalla Mawar Mawar, Mawar Minarni Mita Mita Moh Fikri Moh. Rafik Moh.Rusli Mohassagif Muharrama, Muharrama Mujahidah, Fina Nabila Atmalia Nadila Yulianingsi Nadilla, Nadilla Nasran Nasran Nasran Nasran, Nasran Nazar, Ibnu Nelfi Nelfi Nia Nia Nirma Nirmaya Sasnita Sari Nur Ainun Nur Amalia Nur Azizah Nur Faizah Nur zakirah Nuraftitah Nuraftitah Nuralia Hamdan Nurhadija Nurhadija Nurhaliza, Nurhaliza Nurlia s. lompong Nurul Asrina Nurwahida Nurwahida, Nurwahida Olha Finaselya Tabunggi Parigul Parigul Pratiwi, Mei Putri Apriani Putri Cahaya Putri Nur fahirah armiati Putri Sabina R Tomeys, Irnayanti Rahmadan, Sri Rahmadani H. Dunggio Rahman, Putri Wahida Rahmat Hidayat Rani, Kadek Gita Rata, Fildayanti Renaldi Renaldi Rifana Rini Wulandari Riska Maharani Riska Tambidjonga Riski, Moh Rizal Roy Kulyawan Salmamadi Salsabila, Zelika Sampali, Abigail Virginia Yohana Santi Aulia Santika Santika Santjuu, Amanda Saputri, Hazad Sartina Sartina Sarwina Ayu Lestari Saskia, Saskia Seneng, Heri Irawan D Septianingsi, Andi Alda SINTA, PRETI Siti Fatima Siti Rukmana Siti Zahra Rifal Sri Wandari sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati, Sukmawati Sumardi, Azzahrah Nabilah SUMARNI Sumawati Sukmawati Sunarto Amus Syuaib, Dahlia Tanti Tanti Taufiq Eka Riandhana Tongenge, Miranda Triputra, Moh Fauzan Umul Astifa Widya Astuti Windy Makmur Windy Makmur Yani, Ni Nyoman Feny Gita Yohanis Wau Yosafat Yuliana Puspita Dewi Yulitayani, Sri Zanniaty, Iva