Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI KERAJINAN EKONOMIS DI SEKOLA DASAR (SD) NEGERI 10 MEULABOH Saputra, Firman Firdauz; Kiswanto; Wintah; Fanany, Irzal; Syam, Nasrianti; Rimonda, Rubi; Duana, Maiza; Paradhiba, Meutia; Siahaan, Perry Boy Chandra; Fadillah, Mardi; Kusumawardani, Eva Flourentina; Putra, Onetusfifsi
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/mardika.v3i1.11654

Abstract

Peningkatan manusia dan aktifitas manusia menimbulkan permasalahan sampah yang semakin kompleks, dimana sampah tersebut dapat berdampak kepada kehidupan manusia termasuk kesehatan. Oleh karena itu pengelolaan sampah yang baik perlu diajarkan sejak dini. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah dan dampaknya terhadap lingkungan serta mengajarkan siswa tentang cara mengolah sampah plastik menjadi bentuk kerajinan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SD Negeri 10 Meulaboh dengan sasaran kegiatan yaitu siswa kelas 6 sejumlah 22 siswa. Metode pelaksanaan kegiatan dilaksanakan dalam 2 tahap kegiatan yaitu penyuluhan kesehatan dan pelatihan pembuatan kerajinan dari sampah plastik. Media yang digunakan berupa slide powerpoint dan juga petunjuk teknis pelatihan. Evaluasi kegiatan dilaksanakan melalui evaluasi struktur, proses, dan hasil. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan oleh tim FIK-UTU telah berjalan dengan sangat baik dengan luaran yang cukup optimal yaitu kemampuan siswa dalam mengelola sampah menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomis. Untuk terus meningkatkan kemampuan siswa dan membentuk perilaku siswa tentang pengelolaan sampah maka sekolah dapat terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perilaku siswa serta memberikan penguatan.
Edukasi Gizi dan Penyuluhan Produk PMT sebagai Upaya Pencegahan Masalah Gizi pada Balita di Desa Blang Beurandang Aceh Barat Safrida, Safrida; Mulyani, Itza; Masitah, Ravi; Duana, Maiza; Marniati, Marniati
Lok Seva: Journal of Contemporary Community Service Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/lokseva.v4i1.12410

Abstract

Observation results in Blang Beurandang Village, Johan Pahlawan, West Aceh, in 2025 revealed several cases of malnutrition in toddlers, specifically three toddlers experiencing stunting, two toddlers experiencing wasting, and two toddlers being underweight. As a result, it not only inhibits the physical and cognitive growth of children but can even cause death. One effort to overcome this is to provide nutrition education. This community service activity was carried out in Blang Beurandang Village, Johan Pahlawan, involving mothers of toddlers and village cadres. The method used is Community Rural Participatory, including the assessment stages (recapitulation of initial anthropometric measurement data and secondary data), planning stages (educational media, PMT), and implementation stages (measuring the level of knowledge of the target group using pretest-posttest before and after being given counseling). The results of the activity showed the highest prevalence, namely underweight at 18.42%, followed by stunting at 15.79%, wasting at 7.89%, and the lowest, namely obesity and overnutrition at 2.63%. Then, in measuring the level of knowledge among mothers about stunting, wasting, underweight, and the role of PMT, with a total of 14 mothers of toddlers as respondents, an increase in knowledge was observed after nutrition counselling, specifically from 7.1% of respondents with good knowledge, increasing to 57.1%. PMT products, in the form of chicken-filled tempeh balls, were well received by the target group during the activity. However, ongoing mentoring, monitoring, and education efforts are necessary to ensure that knowledge about nutrition and PMT processing is effectively applied in everyday life, particularly in the practice of providing food to children and managing family food.
THE INFLUENCE OF CONDOM USE SOCIALIZATION ON THE KNOWLEDGE AND ATTITUDES OF FEMALE COMMERCIAL SEX WORKERS IN THE PREVENTION OF SEXUALLY TRANSMITTED INFECTIONS IN HELVETIA SUBDISTRICT, MEDAN, 2024 Simanungkalit, Ermita Silvana Putri; Duana, maiza
J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health) Vol 12, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/j-kesmas.v12i1.12122

Abstract

Health is a gift that must be acknowledged and maintained throughout life. Health improvement can be achieved by maintaining a proper diet, healthy lifestyle, and positive behavior. Health promotion includes both the prevention and treatment of diseases. One commonly encountered condition is Sexually Transmitted Infections (STIs), which are diseases primarily spread through sexual contact.STIs rank among the top ten causes of discomfort and disease in both men and women. The occurrence of STIs is largely due to the low usage of condoms, particularly among female sex workers. The objective of this study is to examine the effect of condom use socialization on the knowledge and attitudes of female commercial sex workers in the prevention of sexually transmitted infections in Helvetia Subdistrict, Medan, in 2023.This research uses a pre-experimental method with a one-group pre-test and post-test design. The sample was selected using the total sampling technique, meaning the entire population was used as the sample, totaling 30 individuals. The data were analyzed using a One-Group T-Test Experimental method.The results of the study showed a significant impact of condom use socialization on the knowledge of female sex workers in STI prevention, with a T-test result of 0.000. Similarly, the influence on attitudes showed the same result, 0.000, indicating a statistically significant impact.The conclusion of this study is that there is a significant effect of condom use socialization on the knowledge and attitudes of female commercial sex workers in STI prevention in Helvetia Subdistrict, Medan, in 2023. Based on these findings, it is recommended that health workers increase the frequency of educational outreach efforts, particularly focusing on STI prevention among female sex workers through consistent condom use.
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA CEPU KECAMATAN PENANGGALAN KOTA SUBULUSSALAM Afrida, Siti; Duana, Maiza; Fadillah, Mardi; Zakiyuddin, Zakiyuddin; Safrizal, Safrizal
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47747

Abstract

Pada tahun 2023, 204 orang didiagnosis menderita hipertensi, menurut laporan Pusat Kesehatan Jontor. Berdasarkan data tersebut, Desa Cepu memiliki 38 penderita hipertensi, menempatkannya di peringkat kedua.  Dengan perkiraan 83 pasien pada tahun 2024, angka ini diperkirakan akan meningkat sebesar 31,5%.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya hipertensi pada lansia, khususnya terkait kebiasaan makan, tingkat aktivitas fisik, status merokok, dan konsumsi kopi.  Pendekatan: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional untuk melakukan penelitian kuantitatif dengan ukuran sampel 44 orang.  Penelitian ini menggunakan pendekatan sampling yang dikenal sebagai sampling lengkap.  Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi partisipan.  Penelitian menemukan bahwa meskipun aktivitas fisik, pola makan, dan perilaku merokok semuanya secara signifikan terkait dengan insiden hipertensi (nilai p = 0,000, nilai p = 0,049, dan nilai p = 0,000, masing-masing), konsumsi kopi tidak (nilai p = 0,301).  Kejadian hipertensi pada lansia terkait dengan pola makan, perilaku merokok, dan aktivitas fisik, menurut kesimpulan.  Rekomendasi: Tenaga kesehatan harus mendorong konsumsi kalori dan garam yang lebih rendah di kalangan masyarakat umum, khususnya menargetkan lansia, sambil mendorong untuk mengonsumsi lebih banyak makanan berserat tinggi, berjalan kaki selama 30 menit secara teratur, mengurangi kafein, dan berhenti merokok.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM KERJA PENYULUH KB DALAM PENDAMPINGAN KELUARGA BERESIKO STUNTING DI KECAMATAN KLUET UTARA Suriana, Suriana; Duana, Maiza; Putra, Onetusfifsi; Marniati, Marniati; Saputra, Firman Firdauz
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48673

Abstract

Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan anak terganggu akibat kurangnya asupan gizi yang terjadi dalam jangka waktu tertentu khususnya pada masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan seorang anak. Permasalahan ini telah menjadi prioritas utama dalam RPJMN 2020–2024 dengan target penurunan prevalensi stunting hingga mencapai 14% pada tahun 2024. Daerah yang masih menunjukkan angka stunting yang cukup tinggi adalah Kabupaten Aceh Selatan, di mana Kecamatan Kluet Utara mencatat prevalensi sebesar 41,6%. Penyuluh Keluarga Berencana (KB) memiliki peran penting dalam program pendampingan keluarga berisiko stunting, namun efektivitas sistem kerja mereka dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan sistem kerja penyuluh KB dalam mendampingi keluarga yang berisiko stunting di Kecamatan Kluet Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan studi potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 53 penyuluh KB dijadikan sampel penelitian melalui teknik pengambilan secara acak (random sampling). Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil analisis mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0,00) sikap (p = 0,03), serta motivasi (p = 0,02) dengan pola kerja penyuluh KB. Dari temuan ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan motivasi memiliki hubungan dengan sistem kerja para penyuluh KB dalam mendampingi keluarga yang berisiko mengalami stunting. Oleh karena itu, disarankan adanya peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi penyuluh KB guna memperkuat efektivitas upaya penanggulangan stunting.
Meningkatkan Tumbuh Kembang Anak Melalui  Sosialisasi Imunisasi, PMT (Demo Gizi), Dan PHBS Di Desa Pasi Pinang, Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat Duana, Maiza; Safrizal; Junizar; Miftahul Jannah
Seumike : Society Progress Journal Vol. 1 No. 2 (2025): SEUMIKE
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak merupakan harapan sebagai generasi penerus bagi orang tuanya dan bagi bangsa, sehingga anak perlu dijaga dan diperhatikan tumbuh kembangnya agar kualitas tumbuh kembangnya menjadi baik terutama anak usia tiga tahun, karena pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan masih berlangsung dan pada tahapan ini pula terjadi lonjakan yang pesat terhadap tumbuh kembang anak, sehingga akan terbentuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Untuk pencapaian tumbuh kembang anak yang memadai, perlunya peran orang tua untuk melakukan berbagai hal dimulai dari pemberian asupan gizi yang baik, memberikan imunsasi lengkap untuk anak, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar tidak menghambat tumbuh kembang anak. Seperti halnya di Desa Pasi Pinang yang masih ditemukannya masyarakat yag kurang peduli dan memahami tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak baik itu dari segi imunisasi, pemberian makanan tambahan (PMT) dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal tersebut didorong oleh beberapa faktor seperti kurangnya pengetahuan dan edukasi, kendala budaya dan kepercayaan serta faktor sosial dan ekonomi. Oleh karena itu Praktik Belajar Lapangan II       (PBL II ) ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak khususnya di Desa Pasi Pinang. Metode yang digunakan dalam kegiatan intervensi ini adalah transfer ilmu dengan memberikan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya imunisasi, pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat, serta praktik pembuatan makanan tambahan (demo gizi) pada anak dengan cara yang mudah dan minim biaya kepada ibu-ibu masyarakat Desa Pasi Pinang. Dengan melakukan sosialisasi tentang pentingnya imunisasi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gizi seimbang bagi ibu hamil (isi piringku), dan pembuatan PMT bagi anak yang mudah dan minim akan biaya dapat meningkatkan pengetahuan dan kesehatan bagi masyarakat khusunya anak dan ibu-ibu Desa Pasi Pinang.
Hubungan Pertumbuhan Pribadi, Hubungan Positif dengan Orang Lain, dan Penerimaan Diri dengan Stres Mahasiswa Penyusun Tugas Akhir Universitas Teuku Umar 2024 Duana, Maiza; Azrina Sufi Nasution; Idarul Hafni; Safrida, Safrida; Muliane, Muliane
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pertumbuhan pribadi, hubungan positif dengan orang lain, dan penerimaan diri dengan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Teuku Umar yang sedang menyusun skripsi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 93 mahasiswa sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Psychological Well-Being (PWB) dan skala tingkat stres, kemudian dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat PWB yang tinggi (57,0%), dengan dimensi pertumbuhan pribadi menjadi aspek yang paling menonjol, sementara hubungan positif dengan orang lain masih merupakan aspek yang perlu ditingkatkan. Sebagian besar mahasiswa mengalami tingkat stres sedang (57,0%), dan hasil analisis hubungan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara PWB dan tingkat stres (p = 0,033), di mana mahasiswa dengan PWB tinggi cenderung mengalami stres ringan hingga sedang. Temuan ini menegaskan bahwa pertumbuhan pribadi, hubungan positif dengan orang lain, dan penerimaan diri berperan sebagai faktor pelindung terhadap stres akademik. Oleh karena itu, penguatan PWB melalui pengembangan diri, peningkatan kualitas interaksi sosial, serta penyediaan dukungan psikologis sangat penting untuk mendorong kesehatan mental dan keberhasilan akademik mahasiswa.
The Effectiveness of Explanation Methods of Lectures and Poster Media on Stunting Knowledge in Eligible Woman in Aceh Jaya Regency Sari, Fani Septria; Duana, Maiza
J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health) Vol 9, No 2 (2022): October 2022
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/j-kesmas.v9i2.4752

Abstract

Nutritional status is a condition caused by a balance between nutrient intake from food needed for body metabolism. The aim was to determine the effectiveness of knowledge about stunting before or after counseling the lecture method and poster media for women of childbearing age in Alue Ambang Village, Teunom District, Aceh Jaya Regency. The type of this research is Quasi-experimental design with pre-test and post-test designs. The population of this study amounted to 250 people. The sample in this are 154 people. The data were tested with the Wilcoxon test. The research conducted, it is known that counseling using the lecture method and poster media regarding knowledge of stunting in women of childbearing age is considered very effective, it can be seen from the level of knowledge of women of childbearing age about stunting after being given counseling their knowledge increases compared to before being given counseling. P Value 0.000<0.05, which means statistically it shows there is a difference in increasing knowledge of lecture method counseling and poster media about stunting knowledge in women of childbearing age. It is recommended that health workers and Integrated Health Center cadres use the lecture method and poster media in conducting counseling.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA BONGKAR MUAT TABUNG GAS DI STASIUN PENGANGKUTAN DAN PENGISIAN BULK ELPIJI (SPPBE) PT.X TAHUN 2023 Cherelia, Emily; Fahlevi, M Iqbal; Putra, Onetusfifsi; Siregar, Siti Maisyaroh Fitri; Duana, Maiza
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27614

Abstract

Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pekerjaan tanpa persiapan atau pengawasan yang baik, kita menyebutnya sebagai kecelakaan kerja. Menurut penelitian, faktor manusia mencakup 85% penyebab kecelakaan kerja, dan merupakan penyebab utama kecelakaan kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Bongkar Muat Tabung Gas Di SPPBE PT. X. Metodologi penelitian kuantitatif didasarkan pada desain cross-sectional. Di SPPBE PT. X, peneliti menggunakan Teknik Total Sampling untuk mengumpulkan data dari 30 partisipan. Dimana kecelakaan kerja sebagai variabel terikat dan umur, masa kerja, penggunaan APD, pengetahuan K3, dan sikap terhadap kerja sebagai faktor bebasnya. Kuesioner adalah instrumen penelitian pilihan untuk mengumpulkan informasi.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA PT. PRIMA CAHAYA UTAMA TAHUN 2024 Andana Syah, Seruni; Marniati; Siahaan, Perry Boy Chandra; Musnadi Is, Jun; Duana, Maiza
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31659

Abstract

Kelelahan saat bekerja sering kali menjadi masalah kesehatan yang dihadapi oleh para pekerja akibat beban kerja yang mereka tanggung. Permasalahannya adalah kelelahan memiliki potensi meningkatkan risiko cedera serta berefek negatif terhadap produktivitas dan motivasi dalam lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hal hal yang  yang memberi pengaruhi kelelahan kerja di PT. Prima Cahaya Utama. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross-sectional, yang digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara variabel independen (usia, lama kerja, masa kerja, beban kerja, dan status gizi) dan variabel dependen (kelelahan kerja). Sampel diambil secara total sampling, melibatkan 55 pekerja di PT. Prima Cahaya Utama. Analisis data mencakup analisis univariat, bivariat, dan multivariat, menggunakan uji chi-square serta regresi logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p-value 0,442), masa kerja (p-value 0,080), dan lama kerja (p-value 0,157) tidak berhubungan signifikan dengan kelelahan kerja. Namun, beban kerja (p-value 0,000) dan status gizi (p-value 0,013) menunjukkan hubungan signifikan dengan kelelahan kerja. Analisis multivariat mengungkapkan bahwa beban kerja memiliki pengaruh yang lebih besar secara parsial terhadap kelelahan kerja dibandingkan dengan status gizi, dengan nilai exp (B)/OR sebesar 118.800 untuk beban kerja.Berdasarkan temuan ini, tidak ada hubungan antara usia, masa kerja, atau lama kerja dengan kelelahan kerja, sementara beban kerja dan status gizi terbukti mempengaruhi kelelahan kerja. Diharapkan perusahaan memperhatikan pembagian tugas untuk mencegah beban kerja yang berlebihan, yang dapat mengurangi risiko kelelahan kerja bagi para pekerja.